Harta Warisan

Beberapa waktu lalu ibunda salah seorang teman saya meninggal dunia,janda salah seorang pahlawan nasional Indonesia. Beberapa saat menjelang kepergiannya,almarhumah telah berniat menjual salah 1 rumahnya yang akan dibagi diantara keempat anaknya (3 laki dan 1 perempuan),nilai rumah cukup besar sekitar 15 milyar dan hasil penjualan telah sepakat akan dibagi 50 % untuk ibu,dan 50% sisanya dibagi rata diantara keempat anaknya. Pembelinya pun sudah ada,sudah memberikan DP,hanya tinggal menunggu pelunasan saja. Hingga tiba-tiba sang ibu meninggal secara mendadak,sehingga warisan pun jadi seluruhnya dikeluarkan,beserta tabungan,perhiasan dan 1 rumah besar lagi di kawasan menteng Jakarta senilai kisaran 50-60 milyar.

Setelah prosesi pemakaman dan suasana berkabung,beberapa hari kemudian saya menyampaikan bahwa mengenai warisan maka Allah telah menetapkan dalam al-qur’an bahwa  bagian anak laki-laki adalah 2 kali bagian anak perempuan.  Teman saya ini bilang bahwa seluruh keluarga telah sepakat utk dibagi sama rata antara seluruh anaknya,dan bahkan menanyakan dalil mana dalam al-qur’an mengenai hal ini. kebetulan saya sudah belajar sedikit tentang waris,dan urusan waris garis besarnya hanya ada dalam 3 ayat yang Allah rumuskan dalam al-qur’an ,yaitu di surat an-nisa (surat ke empat) ayat 11,12 dan 176. Namun khusus utk yg ditanyakan teman saya ini tercantum dalam surat  an-nisa ayat 11.

 

(QS 4:11) Allah mensyari’atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.  

Kemungkinan dalam masalah ini yang tidak akan setuju adalah pihak perempuan,apalagi dia merasa selama ini jika ada menjual harta keluarga bagiannya selalu sama dengan yang lainnya. Saya telah menyampaikan tapi hal ini tentu jadi berat bagi pihak laki-laki,sebab mereka pada dasarnya juga telah setuju untuk membagi rata warisan tersebut sama rata.

Jadi bagaimana kelanjutannya? Alhamdulillah islam menyediakan solusinya,dari seorang ustadz bernama ustadz Taufik daud ,semoga Allah merahmatinya selalu,saya mendapatkan jalan keluarnya,jadi caranya warisan tersebut bisa dibagi dulu sesuai ketentuan syariat Allah,baru kemudian yg laki2 bisa menghadiahkan sebagian warisannya kepada yg perempuan agar nilainya menjadi sama rata diantara mereka.

Ketika solusi ini dibicarakan diantara mereka,kedua yg laki2 hanya diam saja,sementara yg perempuan bilang ‘ribet’, langsung aja lah katanya. Padahal kalau dipikir apanya yg ribet,yg membagi nanti notaris ,dia hanya duduk manis. Dan ketika mentransfer bagiannya,itu yg mengerjakan adalah pihak laki-laki,bukan perempuan. Sang perempuan ini cukup duduk manis menunggu transferan sesuai kesepakatan. Mungkin dia takut jika uang sudah dipegang kemudian tidak jadi diberikan atau berubah pikiran.

Coba kita hitung kasar ya berapa selisihnya jika dibagi rata dan dibagi sesuai aturan Allah.

Anggaplah total warisan 15 M ditambah 60 M ,ini belum termasuk dua mobil mewah,perhiasan dan sejumlah deposito tentunya. Nilai 75 M jika dibagi 4 rata akan bernilai masing-masing 18,75 M.

Sedangkan jika dibagi menurut al-qur’an akan bernilai :

3 laki = 3 x 2 = 6

1 perempuan = 1

Total 6 + 1 = 7

Maka pembaginya adalah 7,setiap anak laki-laki mendapatkan 2/7 bagian dan yg perempuan mendapatkan 1/7 bagian.

Jadi menurut al-qur’an bagian anak laki-laki adalah 2/7 x 75 M = 21,428 M atau 21,5 M ,sedangkan perempuan mendapatkan 1/7 x 75 M = 10,714 atau hampir 11 M.

Berarti ada selisih sekitar 21,5 – 11 = 10,5 M ,cukup besar bukan? Ini berarti nantinya setiap anak laki harus mentransfer 10,5 /3 = 3,5 M.

Nah pertanyaannya apakah para anak laki-laki itu tidak tergoda dengan nilai 3,5 M? mungkin inilah yang dikhawatirkan oleh sang anak perempuan.

Akan tetapi yang paling membuat saya mengurut dada sebagai seorang muslim adalah perkataan sang anak perempuan,bahwasanya ini negara NKRI ,jadi baginya sesuai hukum negara aja. Pertanyaan saya apakah malaikat nanti nanya ktp kita dari negara mana? Bukankah kelak Allah subhana wa ta’ala akan bertanya kepada kita apakah kita telah menjalankan hukumNya? Bukan hukum negara ini? bagaimana mungkin seorang muslim bisa berkata seperti ini?

Saat ini warisan sedang dalam proses,karena hartanya cukup banyak,doakan semoga saja Allah menolong keutuhan keluarga ini,dan tetap bisa berbagi sesuai kesepakatan tanpa melalaikan hak Allah.

Iklan

Turunnya Al Quran

Di surat Lailatul Qadar Allah mengatakan bahwa DIA menurunkan Al Quran pada satu malam saja,demikian juga yang tersebut pada surat ad dukhan

QS 97:1 Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan

QS 44:3 sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahidan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.

Namun pada surat yg lain,dikatakan Al quran diturunkan bagian demi bagian,sebagaimana kita tahu selama 22 tahun kehidupan nabi

QS 76: 23 Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Quran kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur.

QS 17:106 Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.

Jadi sebenarnya mana yang benar? Diturunkan sekaligus atau diturunkan perbagian?  Mari kita bahas bersama

Jadi ada 2 proses turun,yaitu turun dari Allah kepada malaikat Jibril,untuk kemudian diturunkan lagi kepada nabi per bagian

Proses turunnya Al Quran dari Allah kepada Jibril terjadi pada satu malam saja secara serentak turun seluruh surat

Baru kemudian Jibril memberikan kepada Nabi Muhammad secara berangsur-angsur selama 22 tahun

Kemudian ada pertanyaan : Lalu urutan Quran yang sekarang ada bagaimana bisa spt itu? Bukankah dulu surat pertama yg turun adalah Iqro?

Al Quran turun dari Jibril kepada Nabi Muhammad sesuai kebutuhan ,terkadang utk menjawab persoalan yg butuh jawaban

Ketika seluruh surat telah selesai diturunkan oleh Jibril,urutannya yg seperti sekarang karena atas petunjuk jibril juga

Di 2 tahun terakhir usia nabi, jibril selalu datang memeriksa hafalan nabi,dengan urutan surat sudah seperti urutan quran sekarang ini

Karena itulah urutan Quran seperti yang sekarang ini bukan asal saja,tapi atas petunjuk Allah kepada jibril yang lalu menyampaikannya kepada rasul

Tidaklah mungkin Al Quran ini salah urutannya,karena Allah sendiri yang menjaganya dari segala kesalahan,baik urutan maupun isinya

QS 15:9 Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya

Kisah Mualaf

ijinkan saya bercerita sedikit tentang perjalanan saya menemukan agama yg mulia ini. Saya dulu beragama Katholik ,sebelum memeluk islam ,di tahun 97 dulu diperkenalkan oleh seorang wanita yg dulu dekat dengan saya.

Saya ingat sewaktu kecil dulu sewaktu SD, saya pernah bertanya kepada seorang guru sekolah minggu saya : Mengapa Tuhan ada 3? Jawaban sang guru adalah “sebagai orang beriman kamu harus percaya saja”

Sebenarnya saya tidak puas dengan jawaban itu,kok Tuhan ada 3,tapi pada waktu itu saya masih kecil dan tidak terlalu perduli ,hanya saja saya memang tidak pernah berdoa membayangkan wajah Yesus,dan saya pribadi tidak suka dgn patung2 yg ada di gereja,saya yakin Tuhan tidak seperti itu,tapi Tuhan itu pasti jauh lebih hebat dan diluar kemampuan berpikir saya.

Setelah saya memeluk islam dan mengenal Allah dan sifat2NYA,saya langsung bilang ke diri saya “ini dia Tuhan yg saya cari2,ini Tuhan yg benar, Tuhan tidak bisa saya gambarkan,karena Tuhan diluar nalar saya,siapa saya yg amat kecil ini mampu mengerti rahasia kebesaran Tuhan”

dengan dibenturkan kenyataan bahwa wanita tersebut akhirnya putus hubungan dengan saya ,wanita tsb seorang muslim,berbeda dgn saya kala itu. Setelah kini saya renungi ternyata Allah sedang mengajari saya tentang makna cinta kala itu. Allah sedang mengajarkan saya apa itu cinta,supaya kelak di kemudian hari saya mampu mencintaiNYA juga.

Dulu saya tidak pernah mengerti apa itu memakai rasa,kok bisa orang menangis dengar lagu sedih, karena saya tipikal orang yg selalu pakai logika,menangis rasanya tabu utk seorang laki2,demikian saya diajarkan.

Sebelum masuk islam itu saya tidak makan seminggu,kehilangan nafsu makan,turun setidaknya 3 kg dalam seminggu,lalu menangis hampir tiap hari selama sebulan,kadang terbangun dengan jantung berdebar ,sesak rasanya dada ,sakit sekali hati kehilangan.

Waktu itu karena juga hilang nafsu makan saya lakukan puasa mutih yaitu puasa hanya makan nasi dan air putih ,tapi anehnya puasa tersebut malah membuat pikiran jadi lebih logis dan jernih, saya jadi tahu apa yg saya mau dalam hidup

Sejak itu pula saya berjanji tidak mau lagi merasakan kehilangan yg seperti itu,cukuplah sekali itu saja,tapi saya bersyukur bisa memakai perasaan saya utk pertama kalinya,kini saya bisa mengerti mengapa seorang menangis tatkala mendengar musik sedih,ternyata rasa itu indah.

Dulu saya berharap mati namun tidak berani bunuh diri,karena di agama katholik orang yg bunuh diri tidak akan masuk surga,ternyata di islam pun sama saja setelah saya tahu di kemudian hari,untunglah Alhamdulillah. Sempat berpikir cara mati paling enak,apa lompat dari gedung,nabrakin mobil di tol,tapi mikir lagi,kalau belum saatnya mati juga gak akan mati nanti

.

Dulu saya penyuka babi,dan takut kalau masuk islam tidak bisa lagi makan babi. Sekarang boro2 deh,membayangkannya saja sudah mau muntah. pernah dulu tidak sengaja makan,seminggu kemudian pas tahu masih ingin muntah

Dulu saya juga jarang ke gereja seminggu sekali,gimana kalau masuk islam sehari 5 kali,seminggu sekali saja saya suka bolos. Dalam diskusi dgn seorang ustadz yg dikenalkan kakak saya ,beliau meyakinkan saya bahwa islam itu mudah, Ibadah dalam islam dilakukan sesuai kemampuan saya saja dulu,nanti baru meningkat perlahan

Ketika saya renungkan saya sebenarnya tertarik islam,tapi tidak berani melangkah,karena takut meninggalkan kebiasaan dan takut tidak mampu menjalankan islam dengan benar. Sebab logika saya mengatakan ,jika semua agama ini benar (Yahudi-Kristen-Islam) ,tentu yg paling sempurna adalah yg paling akhir datang,karena menyempurnakan agama2 yg sebelumnya (ternyata sesuai dgn kata2 dalam alquran)

Dalam hati kecil saya mengatakan juga Yesus tidak mungkin Tuhan,sebab Tuhan tidak berdoa,kalau Tuhan berdoa ,berdoa kepada siapa? Tuhan adalah yg mengabulkan doa. Yesus di injil juga berdoa “Eloi… Eloi…. Lama sabakhtani” (Tuhan… Tuhan… Mengapa KAU tinggalkan aku?) ,meskipun akhirnya sekarang saya tahu yg berdoa di kayu salib itu bukanlah Yesus karena beliau telah diangkat Allah ke langit utk turun lagi di akhir jaman.

Ada juga  ketakutan saya yg lain yaitu bagaimana jika kemudian nanti saya meninggalkan islam kembali ke agama saya yg lama ,sebab saya tidak mau mempermainkan agama seperti orang lain ,dimana kalau nikah dgn orang islam agamanya jadi islam,kalau nikah dgn orang kristen agamanya jadi kristen. Agama bukanlah pakaian buat saya,agama bukan sesuatu yg diganti sesuai musim atau kebutuhan,tapi agama buat saya adalah tubuh saya,yaitu esensi dibalik pakaian itu sendiri,melekat tanpa bisa diganti2.

Beragama buat saya bukanlah sebuah soal pilihan berganda biasa ,yg kalau salah hanya berkurang nilai ujiannya,tapi sebuah proses pemikiran yg harus dipikirkan dalam2 agar tidak menyesal kelak di akhirat.

Bagaimana saya mencegah diri saya supaya tidak pindah2 agama lagi setelah masuk islam? Dulu saya berjanji saya pd diri sendiri boleh pindah agama,setelah saya dibunuh dan bisa bangkit lagi dari kematian. Kini jika bisa bangkit dari mati berkali2 pun saya tidak sudi pindah agama manapun ,Islam adalah pilihan satu2nya dan terakhir utk saya

 

Image

NB: gambar adalah Abdullah paco yg mualaf tahun 2012 di masjid Graha Hijau 2 ciputat

Islam mempersatukan bukan sebaliknya

Seorang mukmin yang baik tidaklah fanatik terhadap golongannya, tetapi wajib fanatik mengikut sunah Rasulullah.

Kamu Muhammadiyah ya? Iya saya Muhammadiyah,emang kenapa? bukankah semua kita yg muslim pengikut nabi Muhammad? Muhammadiyah kan artinya itu

Lalu kalau bukan Muhammadiyah kamu apa? Jesusiyah? Jangan fanatik thd golongan tertentu , fanatiklah pada Allah dan Rasulullah saja

Kamu PERSIS ya? iya saya PERSIS mengikuti Alquran dan Sunah Rasulullah,emang kamu gak gitu? Mau Persis,Muhammadiyah,NU yg penting ikut Rasul

Imam Syafei pun berkata kpd followernya : “Apabila kamu mendapati dalam kitabku sesuatu yang bertentangan dengan sunnah Rasulullah SAW, maka ambillah sunnah Rasulullah tersebut dan tinggalkanlah perkataanku.

Islam ada untuk mempersatukan ,bukan memecah belah golongan tapi justru untuk menyatukan umat dalam 1 akidah yang benar kepada Allah SWT. Adapun Islam hanya mengenal 2 golongan yaitu Orang beriman atau tidak beriman ,Alias Muslim dan Kafir

Agama harus berada diatas kepentingan golongan dan partai, yg benar kita dukung yg salah kita pentung.Jangan karena fanatisme Golongan, yang salah pun kita dukung,salah atau benarnya ya ikut petunjuk Alquran dan sunnah Rasul

Pluralitas itu dalam Islam keniscayaan karena Islam adalah agama Rahmatan lil’alamin ,untuk semua umat di seluruh dunia. Jadi Pluralitas dalam Islam itu mengakui adanya perbedaan,bukan menyama ratakan semuanya,termasuk perbedaan pandangan dalam Fikih.Bukan Pluralisme Ala JIL yang menyatakan semua agama benar,kalau ini sih gampang disanggah.Kita tunjuk aja 1 agama salah,dalil ini jd salah, Kalau semua agama benar mereka aja suruh pindah agama lain,apa mereka mau? Bedakan Pluralitas dengan Pluralisme, Pluralitas itu fitrah. Pluralisme itu paham yang salah,jadi say no to JIL ya teman2 ,gak usah dimusuhi,didoakan biar kembali ke jalan yg benar ngikut sunah

Islam itu agama sudah sempurna,tidak ada revisi,tidak ada salah. Memangnya Allah gak tau kalo Jaman akan berubah ke depan seperti ini? Tidak perlu dilogikakan Misalnya kenapa Babi Haram,karena ada banyak penyakit di perutnya,nanti disanggah lagi oh babinya kita ternak di laboratorium. Babi Haram karena tersebut di Alquran secara khusus. Yang dibolehkan itu terlalu banyak,makanya Alquran cuma sebut yg diharamkan saja.

Kita perlu taat jika itu Perintah,seperti perintah sholat wajib ,kenapa harus 5 waktu? kenapa gak 3 aja? yang memang perintahnya demikian. Contoh lagi, ada yg tanya kenapa umat islam dianggap menyembah batu (kabah) oleh yg non muslim? padahal itu cuma arah sholat aja buat kita. Sekali lagi ,ini erat kaitannya dengan perintah,kalau perintahnya sholat menghadap laut ya kita hadap laut. Kalau perintahnya sholat menghadap kabah ya kita menghadap kabah sebagai bentuk Ketaatan kita atas perintahNYA

 

Begini poin kami ,anda harus tahu lebih dulu alasan logisnya kenapa anda memeluk islam,jangan cuma karena dapat dari orangtua anda saja.Anda perlu logika sebelum memeluk islam,tapi ketika sudah memeluknya jangan ditanyakan kenapa harus berjilbab,kenapa gak boleh makan babi,dll. Semua jawaban yg ada dengan logika akibat perintah2 dalam Alquran adalah EFEK ,bukan SEBAB kenapa turunnya perintah tersebut

Jika islam kita ibaratkan rumah ,dan kita tamu yg berkunjung ,maka logikanya adalah kita ikut aturan yg punya rumah ketika sudah masuk. La ikraha fiddin,tidak ada paksaan dalam (menganut) agama islam,tidak ada paksaan masuk rumah,tapi kalau sudah masuk rumah ya ikut aturannya. Kalau ada orang ngaku levelnya udah Makrifat tapi ninggalin syariat islam ya kita jangan begitu aja percaya mentang2 dia sakti bisa ini itu. Rasulullah aja yg bawa agamanya masih sholat sampai kaki bengkak2,masak ada orang ngaku pengikutnya tapi gak mau sholat krn udah makrifat?

Pelajari sunah rasul,kalau rasul gak pernah menghina para sahabatnya,ya kita jangan ikutan syiah yg menghina sahabat2 rasul.Golongan yg insya Allah benar hanya golongan yg berdasar kepada Alquran dan sunnah rasul yg ada di kitab2 hadist shohih. Kalau golongan yg tidak berdasar kepada Alquran dan hadist ya kita nasehati baik2,kita ajak ngaji yg benar ,jangan kita musuhi. Berbeda dalam fikih spt pada golongan2 Muhammadiyah ,NU,Persis ataupun berbedanya mazhab2 ,itulah sebenarnya pluralitas dalam islam. Artinya islam mengakomodir perbedaan sudut pandang ini,tapi bukan berbeda mengikuti hawa nafsunya sendiri2.Kalau berbedanya spt Syiah ,Ahmadiyah ,JIL  itu bukan ngikut sunah rasul,sebab ada yg diambil dan ada yg dibuang

Maka kita beragama jangan setengah2 ,karena Alquran juga  dgn tegas menyebut masuklah kamu kedalam islam secara Kaffah (menyeluruh).

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS 2: 208)

Jadi gak bisa beriman kepada sebagian ayat dan mengingkari ayat lainnya ,yg enak dipakai yg gak sesuai keinginan dibuang. Itu sih namanya bukan beragama ,tapi nurutin hawa nafsu sendiri,apa bedanya sama iblis? Iblis juga beriman kpd Allah ,Cuma gak mau tunduk aja saat disuruh sujud ke adam.Jadi Golongan yg mana kita? Kita harus ikut Golongan yg mengikuti sunah Rasul Muhammad SAW,yaitu  Ahlus Sunnah wal jamaah

Tahajud dan Qiyamul Lail

Tahajud disebut dalam Alquran (QS 17 : 79) “Dan pada sebagian malam hari bersalat Tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji”

“Aku bertanya kepada Rasululloh SAW tentang waktu pelaksanaan tahajud yang utama, lalu beliau mengatakan bahwa waktunya ialah dua pertiga malam akhir dan sangat sedikit para pelakunya.(HR Abu Dawud)

“Dan shalat yang dilakukan sesudah shalat isya itu sudah termasuk shalat tahajud.” (HR At-Thabrani)

Tahajud berasal dari kata Tahajjada yg berarti bangun atau terjaga ,bisa sengaja bangun bisa juga belum tidur.Ada pendapat yg mengatakan tahajud itu sama dengan Qiyamul Lail (sholat malam) ,jadi tidak perlu tidur dulu. Sebenarnya semua sholat yang dilakukan setelah sholat isya sampai menjelang subuh itu pasti masuk kategori Qiyamul Lail alias sholat malam.

Namun ada juga pendapat yang mengatakan harus tidur dulu , “kalau tidak tidur namanya bukan Tahajud tapi sekedar sholat malam biasa” -> ini pendapat mereka yg mengatakan harus tidur dulu

Dalilnya Sebagai berikut :
“Apabila kamu mengantuk ketika shalat, maka tidurlah terlebih dahulu sampai hilang rasa kantukmu. Karena bila kamu mengantuk dalam shalat, mungkin suatu ketika kamu bermaksud memohon ampunan kepada ALLAH, tetapi ternyata kamu justru memaki-maki diri kamu sendiri.”(HR Bukhari)
Hadis diatas harus dipahami bahwa tidur adalah sebagai anjuran,bukan keharusan ataupun syarat Sahnya Tahajud. Jadi menurut pendapat saya keduanya benar,yang penting sholat di waktu malam,apapun itu sebutannya

Pertanyaannya,apabila kita kebetulan ada urusan hingga pulang tengah malam,apakah kemudian tetap harus tidur,dengan resiko tidak bangun?
Kalau tidur jadi tidak Tahajud kan sayang?Lebih baiknya sebelum tidur kita Tahajud kemudian bangun bisa ulangi lagi Tahajud sebelum Subuh. Nah yang paling penting Tahajud ataupun tidak haruslah bangun di kala Subuh,karena Subuh bagaikan sholat sepanjang malam.

Gak penting namanya Tahajud atau bukan,yang penting saat malam kita sholat aja semampu kita tanpa perlu kita batasi
Sholat hubungan pribadi kita dengan Sang Pencipta,lagipula Allah maha tahu niat kita,gak ada yg sia2 di hadapanNYA

Pernah Abu Bakar berselisih dgn Umar masalah shalat tahajud itu apa harus tidur dulu atau tidak. Keduanya kemudian menghadap kepada Rasulullah dan menceritakan masalahnya, yaitu bahwa Abu Bakar suka bertahajud tanpa tidur,
sedangkan Umar biasa tidur dulu sebelum melakukan Tahajud berbeda dengan Abu Bakar

Mari kita sebut saja Tahajud yg tidur dulu itu Tahajud ala Umar ,sedangkan Tahajud yg tidak tidur itu Tahajud ala Abu Bakar,keduanya sama baiknya

Allahu’alam hanya Allah yang Maha Benar,saya hanya bisa menyampaikan apa yg saya pahami,semoga Allah bimbing kita semua ke jalan yg benar

Sholat Fajar

Kita semua tahu tentang keutamaan sholat fajar atau biasa disebut juga Qabliyah subuh,yaitu lebih baik dari dunia dan seisinya kata rasul

“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”(HR. Muslim)

“Sungguh dua raka’at itu (sebelum Subuh) lebih aku cintai daripada seluruh dunia.” (HR Muslim)

“Janganlah kalian meninggalkan sholat sunah subuh walaupun kalian di kejar pasukan musuh ” ( HR Abu Dawud dan Ahmad )

Pertanyaannya : apakah jika kita terlambat sholat subuh ,kemudian melakukan sholat Qabliyah ini masih mendapatkan pahala yg sama?

Pertanyaan diatas masih bisa terbagi lagi jadi dua yaitu : bagaimana pahala yg dikerjakan waktu subuh dan bagaimana yg setelah matahari terbit?

Karena sholat subuh tetap wajib dikerjakan ketika ketiduran jam berapapun kita terbangun

“Siapa yang lupa untuk melaksanakan shalat, maka laksanakanlah ketika ingat, tanpa kaffarah atas lupanya itu kecuali dengan mengerjakan shalat tersebut.” (HR Bukhari)

Menurut yg saya pelajari insya Allah masih dapat pahala melakukan sholat qabliyah subuh sebelum terbit matahari

Misalnya waktu adzan subuh jam 5,kemudian misalnya matahari terbit jam 6 ,ini sekedar contoh aja biar gampang ya 😀

Maka jika sholat jam 5.30 pahalanya mungkin masih dapat ½ dunia dan seisinya ,ya masih lumayan kan? Sesuai dengan usahanya lah

Bagaimana jika sudah tinggal sisa 15 menit dari jam 6? Ya mungkin pahalanya tinggal ¼ dunia dan seisinya ,masih lumayan lah daripada gak sama sekali

Ini semua cuma kira2 tentunya,Allah yg Maha teliti dan Maha tinggi tentu tahu pahala terbaik untuk setiap usaha kita

Penjelasan tadi khususnya buat pria yg ketinggalan sholat subuh jamaah dan akhirnya jadi sholat dirumah,kalau wanita kan memang lebih utama dirumah sholatnya,Kalau wanita ujian yang membedakan antara wanita munafik dan wanita mukminah adalah shalat pada permulaan waktu.

Saya juga mempelajari bahwa tidak ada sholat lain setelah sholat subuh sebagaimana dalam hadist berikut :

“Tidak ada shalat setelah subuh sampai matahari tinggi dan tidak ada shalat setelah ashar sampai matahari tenggelam.” (HR Bukhari)

Namun bagi pria yg terlambat datang ke masjid sehingga tidak sempat sholat fajar maka bisa dilakukan setelah sholat subuh jamaah

Dari Qais bin Qahd RA, bahwasanya ia shalat shubuh bersama Rasulullah SAW, dan belum melakukan shalat sunnah dua rakaat qabliyah subuh. Ketika Rasulullah SAW telah salam maka ia pun salam bersama beliau, kemudian ia bangkit dan melakukan shalat dua rakaat qabliyah subuh, dan Rasulullah SAW melihat perbuatan tersebut dan tidak mengingkarinya (HR Tirmidzi)

Lalu bagaimana jika sudah matahari terbit? Ada hadis lain tentang meng-qadha sholat yg terlambat

“Barangsiapa yang belum shalat dua rakaat qabliyah subuh maka hendaknya melakukannya setelah terbit matahari” (HR Tirmidzi)

Bagaimanakah pahalanya? Yg demikian mungkin saja hanya 1/100 dunia,tapi itupun juga sudah bagus kan ya? Allah lebih tahu tentang pahala

Yang paling penting menurut kita,karena Rasul hampir2 tidak pernah meninggalkan sholat fajar,maka hendaknya kita juga demikian

Namun yang terbaik adalah sholat fajar yg dilakukan di waktu antara adzan dan iqomah ,itulah yg paling utama tentunya

Allahua’lam ,hanya Allah Yang Maha Benar ,Demikian penjelasan kami,semoga bermanfaat bagi kita semua 🙂

Syarat nikah

Teringat film KCB ketika calon pengantin wanita meminta untuk tidak dipoligami sebagai syaratnya menerima lamaran nikah. Memang suatu syarat boleh saja diajukan asal tidak bertentangan dengan syariat islam yang ada,terutama dengan yg wajib

Ketika poligami yg bersifat mubah dijadikan syarat dalam pernikahan,maka hal ini boleh2 saja asal keduanya ridho.Maka saya juga membayangkan,ketika wanita2 hendak menikah mengajukan syarat kepada para calon pria yg melamar.Syaratnya harus sholat subuh berjamaah di masjid istiqomah 40 hari tanpa terputus dulu ,serta tidak tinggal sholat lain.

Insya Allah akan lebih banyak pria yg meramaikan subuh berjamaah bersama2 dengan para Pejuang Subuh lainnya.Saya telah buktikan,jika mampu untuk melakukan sholat subuh 40 hari,sholat lain pun jadi terasa ringan untuk dikerjakan.
Semoga menginspirasi para wanita yg sedang mencari pria2 soleh pilihannya,Ujian ini terkesan sederhana namun sebenarnya amatlah berarti,ketika sang pria ridho menerima syarat yg baik dari calon istri utk terlebih dahulu istiqomah ,tentu ini bisa jadi patokan keseriusan sang pria dan juga kesungguhannya menjalankan agama islam.

Insya Allah setelah 40 hari tidak ingin lagi tertinggal satu sholatpun karena telah terbiasa dan menjadi karakter,sisanya Allah yang akan menguatkan perjuangan menuju istiqomah sampai akhir hayat

Melakukan syarat nikah juga tidak perlu dimata2i,cukuplah disuruh berjanji di hadapan Allah dan saksi lainnya,kemudian kita bisa cek pada jam2 menjelang sholat,apakah sudah standby di masjid atau masih dirumah ,bisa misalnya kita telepon ke rumahnya untuk mengecek kejujurannya,tapi pastikan bahwa keluarganya pun mengetahui syarat nikah yg kita ajukan tersebut

Bukan mahalnya mahar yang penting,tapi tingkat kesulitan yg harus diraihnya dgn kesungguhan,bukankah wanita yg berharga maharnya pun sesuai?

Selamat mencari,semoga berkah Allah dalam pernikahan anda kelak 🙂

*pasang lagu barakallah by Maher zain 😛