Islam mempersatukan bukan sebaliknya

Seorang mukmin yang baik tidaklah fanatik terhadap golongannya, tetapi wajib fanatik mengikut sunah Rasulullah.

Kamu Muhammadiyah ya? Iya saya Muhammadiyah,emang kenapa? bukankah semua kita yg muslim pengikut nabi Muhammad? Muhammadiyah kan artinya itu

Lalu kalau bukan Muhammadiyah kamu apa? Jesusiyah? Jangan fanatik thd golongan tertentu , fanatiklah pada Allah dan Rasulullah saja

Kamu PERSIS ya? iya saya PERSIS mengikuti Alquran dan Sunah Rasulullah,emang kamu gak gitu? Mau Persis,Muhammadiyah,NU yg penting ikut Rasul

Imam Syafei pun berkata kpd followernya : “Apabila kamu mendapati dalam kitabku sesuatu yang bertentangan dengan sunnah Rasulullah SAW, maka ambillah sunnah Rasulullah tersebut dan tinggalkanlah perkataanku.

Islam ada untuk mempersatukan ,bukan memecah belah golongan tapi justru untuk menyatukan umat dalam 1 akidah yang benar kepada Allah SWT. Adapun Islam hanya mengenal 2 golongan yaitu Orang beriman atau tidak beriman ,Alias Muslim dan Kafir

Agama harus berada diatas kepentingan golongan dan partai, yg benar kita dukung yg salah kita pentung.Jangan karena fanatisme Golongan, yang salah pun kita dukung,salah atau benarnya ya ikut petunjuk Alquran dan sunnah Rasul

Pluralitas itu dalam Islam keniscayaan karena Islam adalah agama Rahmatan lil’alamin ,untuk semua umat di seluruh dunia. Jadi Pluralitas dalam Islam itu mengakui adanya perbedaan,bukan menyama ratakan semuanya,termasuk perbedaan pandangan dalam Fikih.Bukan Pluralisme Ala JIL yang menyatakan semua agama benar,kalau ini sih gampang disanggah.Kita tunjuk aja 1 agama salah,dalil ini jd salah, Kalau semua agama benar mereka aja suruh pindah agama lain,apa mereka mau? Bedakan Pluralitas dengan Pluralisme, Pluralitas itu fitrah. Pluralisme itu paham yang salah,jadi say no to JIL ya teman2 ,gak usah dimusuhi,didoakan biar kembali ke jalan yg benar ngikut sunah

Islam itu agama sudah sempurna,tidak ada revisi,tidak ada salah. Memangnya Allah gak tau kalo Jaman akan berubah ke depan seperti ini? Tidak perlu dilogikakan Misalnya kenapa Babi Haram,karena ada banyak penyakit di perutnya,nanti disanggah lagi oh babinya kita ternak di laboratorium. Babi Haram karena tersebut di Alquran secara khusus. Yang dibolehkan itu terlalu banyak,makanya Alquran cuma sebut yg diharamkan saja.

Kita perlu taat jika itu Perintah,seperti perintah sholat wajib ,kenapa harus 5 waktu? kenapa gak 3 aja? yang memang perintahnya demikian. Contoh lagi, ada yg tanya kenapa umat islam dianggap menyembah batu (kabah) oleh yg non muslim? padahal itu cuma arah sholat aja buat kita. Sekali lagi ,ini erat kaitannya dengan perintah,kalau perintahnya sholat menghadap laut ya kita hadap laut. Kalau perintahnya sholat menghadap kabah ya kita menghadap kabah sebagai bentuk Ketaatan kita atas perintahNYA

 

Begini poin kami ,anda harus tahu lebih dulu alasan logisnya kenapa anda memeluk islam,jangan cuma karena dapat dari orangtua anda saja.Anda perlu logika sebelum memeluk islam,tapi ketika sudah memeluknya jangan ditanyakan kenapa harus berjilbab,kenapa gak boleh makan babi,dll. Semua jawaban yg ada dengan logika akibat perintah2 dalam Alquran adalah EFEK ,bukan SEBAB kenapa turunnya perintah tersebut

Jika islam kita ibaratkan rumah ,dan kita tamu yg berkunjung ,maka logikanya adalah kita ikut aturan yg punya rumah ketika sudah masuk. La ikraha fiddin,tidak ada paksaan dalam (menganut) agama islam,tidak ada paksaan masuk rumah,tapi kalau sudah masuk rumah ya ikut aturannya. Kalau ada orang ngaku levelnya udah Makrifat tapi ninggalin syariat islam ya kita jangan begitu aja percaya mentang2 dia sakti bisa ini itu. Rasulullah aja yg bawa agamanya masih sholat sampai kaki bengkak2,masak ada orang ngaku pengikutnya tapi gak mau sholat krn udah makrifat?

Pelajari sunah rasul,kalau rasul gak pernah menghina para sahabatnya,ya kita jangan ikutan syiah yg menghina sahabat2 rasul.Golongan yg insya Allah benar hanya golongan yg berdasar kepada Alquran dan sunnah rasul yg ada di kitab2 hadist shohih. Kalau golongan yg tidak berdasar kepada Alquran dan hadist ya kita nasehati baik2,kita ajak ngaji yg benar ,jangan kita musuhi. Berbeda dalam fikih spt pada golongan2 Muhammadiyah ,NU,Persis ataupun berbedanya mazhab2 ,itulah sebenarnya pluralitas dalam islam. Artinya islam mengakomodir perbedaan sudut pandang ini,tapi bukan berbeda mengikuti hawa nafsunya sendiri2.Kalau berbedanya spt Syiah ,Ahmadiyah ,JIL  itu bukan ngikut sunah rasul,sebab ada yg diambil dan ada yg dibuang

Maka kita beragama jangan setengah2 ,karena Alquran juga  dgn tegas menyebut masuklah kamu kedalam islam secara Kaffah (menyeluruh).

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS 2: 208)

Jadi gak bisa beriman kepada sebagian ayat dan mengingkari ayat lainnya ,yg enak dipakai yg gak sesuai keinginan dibuang. Itu sih namanya bukan beragama ,tapi nurutin hawa nafsu sendiri,apa bedanya sama iblis? Iblis juga beriman kpd Allah ,Cuma gak mau tunduk aja saat disuruh sujud ke adam.Jadi Golongan yg mana kita? Kita harus ikut Golongan yg mengikuti sunah Rasul Muhammad SAW,yaitu  Ahlus Sunnah wal jamaah

Iklan

Tahajud dan Qiyamul Lail

Tahajud disebut dalam Alquran (QS 17 : 79) “Dan pada sebagian malam hari bersalat Tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji”

“Aku bertanya kepada Rasululloh SAW tentang waktu pelaksanaan tahajud yang utama, lalu beliau mengatakan bahwa waktunya ialah dua pertiga malam akhir dan sangat sedikit para pelakunya.(HR Abu Dawud)

“Dan shalat yang dilakukan sesudah shalat isya itu sudah termasuk shalat tahajud.” (HR At-Thabrani)

Tahajud berasal dari kata Tahajjada yg berarti bangun atau terjaga ,bisa sengaja bangun bisa juga belum tidur.Ada pendapat yg mengatakan tahajud itu sama dengan Qiyamul Lail (sholat malam) ,jadi tidak perlu tidur dulu. Sebenarnya semua sholat yang dilakukan setelah sholat isya sampai menjelang subuh itu pasti masuk kategori Qiyamul Lail alias sholat malam.

Namun ada juga pendapat yang mengatakan harus tidur dulu , “kalau tidak tidur namanya bukan Tahajud tapi sekedar sholat malam biasa” -> ini pendapat mereka yg mengatakan harus tidur dulu

Dalilnya Sebagai berikut :
“Apabila kamu mengantuk ketika shalat, maka tidurlah terlebih dahulu sampai hilang rasa kantukmu. Karena bila kamu mengantuk dalam shalat, mungkin suatu ketika kamu bermaksud memohon ampunan kepada ALLAH, tetapi ternyata kamu justru memaki-maki diri kamu sendiri.”(HR Bukhari)
Hadis diatas harus dipahami bahwa tidur adalah sebagai anjuran,bukan keharusan ataupun syarat Sahnya Tahajud. Jadi menurut pendapat saya keduanya benar,yang penting sholat di waktu malam,apapun itu sebutannya

Pertanyaannya,apabila kita kebetulan ada urusan hingga pulang tengah malam,apakah kemudian tetap harus tidur,dengan resiko tidak bangun?
Kalau tidur jadi tidak Tahajud kan sayang?Lebih baiknya sebelum tidur kita Tahajud kemudian bangun bisa ulangi lagi Tahajud sebelum Subuh. Nah yang paling penting Tahajud ataupun tidak haruslah bangun di kala Subuh,karena Subuh bagaikan sholat sepanjang malam.

Gak penting namanya Tahajud atau bukan,yang penting saat malam kita sholat aja semampu kita tanpa perlu kita batasi
Sholat hubungan pribadi kita dengan Sang Pencipta,lagipula Allah maha tahu niat kita,gak ada yg sia2 di hadapanNYA

Pernah Abu Bakar berselisih dgn Umar masalah shalat tahajud itu apa harus tidur dulu atau tidak. Keduanya kemudian menghadap kepada Rasulullah dan menceritakan masalahnya, yaitu bahwa Abu Bakar suka bertahajud tanpa tidur,
sedangkan Umar biasa tidur dulu sebelum melakukan Tahajud berbeda dengan Abu Bakar

Mari kita sebut saja Tahajud yg tidur dulu itu Tahajud ala Umar ,sedangkan Tahajud yg tidak tidur itu Tahajud ala Abu Bakar,keduanya sama baiknya

Allahu’alam hanya Allah yang Maha Benar,saya hanya bisa menyampaikan apa yg saya pahami,semoga Allah bimbing kita semua ke jalan yg benar

Renungan Ramadhan

Mengapa banyak orang bergembira dgn datangnya lebaran,sementara tidak bersedih dengan kepergian Ramadhan? Dulu para sahabat selalu menangis tatkala Ramadhan akan berlalu,karena itu berarti perjuangan lebih berat telah menanti di depan mata
Jika kamu mengira Ramadhan adalah ujian,sebenarnya Ramadhan hanyalah kemudahan. Ujian sesungguhnya adalah setelah Ramadhan berlalu. Jika kamu mengira Ramadhan itu sulit,bukankah yang sulit itu membiasakan diri berbuat baik diluar Ramadhan
Jika kita sulit terbangun malam di Ramadhan ,akan lebih sulit ketika diluar Ramadhan,Jadi bukankah Ramadhan itu sebenarnya mudah?

Seandainya mungkin jika Ramadhan itu setahun penuh,penuh rahmat dan ampunan Allah sepanjang tahun,bukankah itu lebih baik bagi penduduk bumi?


Allah memberi insentif pahala kepada kita agar kita mempolakan kebiasaan baik dalam Ramadhan,apakah kita sudah terbiasa saat ini?

Mengapa orang sibuk beli baju baru ketimbang menyiapkan hati yang baru? Adakah gunanya baju baru jika hati tidak diperbarui?
Sungguh kami menemukan beberapa teman yg jarang sholat mau sholat di bulan Ramadhan,lalu bagaimana nasib mereka setelah ini?

Bagi yg merasa mendapatkan Lailatul Qadr,coba periksa apakah ibadah dan amal anda meningkat setelah Ramadhan berlalu?


Hanya iblis2 yg tertawa bahagia dgn kepergian Ramadhan,karena sekarang ia benar2 bebas menggoda kembali seluruh manusia,apakah anda termasuk temannya? Selama ini iblis dibelenggu bukan berarti ia tidak bisa berbuat apa2,lihat saja bulan Ramadhan pun tetap ada maksiat kan?
Ramadhan berarti agak malu jika mau maksiat,sebab yg lain puasa,seharusnya malu itu kepada Allah bukan manusia.

Yang sebelum Ramadhan berpesta pora sebelum memasukinya,maka sesudahnya pun akan segera berpesta pora kembali

Apakah Ramadhan ini hidup kita sudah lebih baik? Atau kita tidak mendapatkan hikmah apapun kecuali rasa lapar dan haus belaka?

Barangsiapa yakin hidupnya masih panjang silahkan kembali maksiat,barangkali anda yakin masih ketemu Ramadhan tahun depan lagi,saya pribadi tidak yakin,dan tidak ada yg bisa jamin
Orang yang pintar itu bukan yg minum jamu anti masuk angin,tapi pintar mempersiapkan bekal untuk akhiratnya Sudah cukupkah amal kita untuk bekal kita kelak di negeri yg abadi?

Muhammad Idola terbaik

Ketika masih beragama katholik dulu,saya yakin sedari kecil bahwa Yesus itu bukan Tuhan.Kenapa? salah satunya karena di injil dia berdoa : Eloi, Eloi, lama sabakhtani? (Allah, Allah, mengapa Engkau meninggalkan Aku?)

Kini setelah memeluk islam,saya takut mengidolakan manusia seperti umat kristiani mengidolakan Yesus (krn dianggap Tuhan) ,Maka kemudian awal2 saya masuk islam saya tidak berani pula mengidolakan nabi muhammad takut terjebak kepada pengkultusan berlebih sebagaimana pada agama sebelumnya

Keyakinan saya bahwa yesus (isa) tidak pernah mengatakan bahwa dirinya Tuhan,sebagaimana terekam dalam quran (QS  5: 17,75,116,117) Tapi karena banyak melakukan keajaiban akhirnya dikultuskan berlebih.Puncaknya dalam konsili nicea tahun 325 (+/- 300 tahun setelah berita kematiannya) diputuskan bahwa Isa/Yesus adalah anak Tuhan.

Kata ustadz saya kalo Tuhan punya anak dia pasti belagu,wong anak jendral aja banyak yg songong 😀 .Namun seiring saya mempelajari agama islam lebih jauh, sulit rasanya untuk tidak jatuh cinta kepada sosok rasul. Bagaimana tidak? Ketinggian akhlaknya dan kesempurnaan pribadinya begitu menginspirasi jutaan manusia.

Kalau ajaran yg dibawa olehnya itu tidak baik,bagaimana bisa terus berkembang pesat sepeninggalnya ,Bahkan saat ini jumlah pemeluk agama islam mencapai  lebih kurang  20% dari penduduk dunia,Sulit untuk tidak jatuh cinta kepada pribadi yang begitu mempesona jiwa,pribadi yang selalu mengutamakan umatnya.

Pribadi yg memilih hidup sederhana meski beliau adalah seorang raja dan penguasa dunia kala itu.Beliau hampir tidak pernah menolak permintaan siapapun yg meminta kepadanya,penuh kasih pd sesama,Digelari al amin,yaitu yg terpercaya. Jangan disamakan al amin yg di indonesia ya 😀

Beliau sukses dari berbagai sudut pandang ilmu baik agama ataupun sekular ,Baik dari sisi ajaran penyebaran agama yg beliau emban, maupun dalam hal kepemimpinan,rumah tangga,kekayaan  maupun berdagang.Dunia barat pun mengakui sebagai tokoh nomor satu berpengaruh dalam sejarah dunia,mengalahkan tokoh 2 besar lainnya. Membaca sejarah perjalanan hidupnya pun malah semakin menambah cinta kepadanya dan keyakinan thd islam.

Awal2 memeluk islam ,saya menolak shalawat untuk beliau,Jika terpaksa dalam sholat itu karena sebuah syariat bukan keikhlasan hati. Sebagai tokoh sejarah ,beliau lebih pantas kita idolakan ketimbang berbagai idola yg ada pd saat ini,Dari artis2 yg gak bermoral yg tidak pantas ditiru,sampai kepada superhero yg  hanyalah sosok yg fiktif.

Dulu saya bingung kenapa wajah beliau tidak pernah ditampakkan dalam gambar ataupun film ,Bahkan salah seorang saudara saya yg non muslim bercanda bahwa rasul spt babi mukanya makanya babi dilarang dalam islam.Saya tidak tersinggung kala itu,saya terdiam.Saya tidak terlalu perduli  nabi muhammad dihina,Pikiran saya kala itu hanyalah bagaimana mencintai Allah saja bukan yg lainnya.

Maafkan saya ya rasul,saya belum paham kala itu. Saya baru mengerti kini,mengapa kita perlu sholawat kepada beliau ,Kitalah yg perlu sholawat kpd rasul,bukan rasul yg perlu sholawat kita,beliau kan sudah dijamin surga oleh Allah.

Sebagaimana kita yg sholat karena menyembah Allah,bukan karena Allah yg butuhkan,tapi kita yg butuh,Dengan seringnya kita sholawat,seharusnya pula secara otomatis rasul lah yang akan jadi idola kita bukan  yg lain.Coba kita sering ngomongin orang,pasti karena sedikit banyak ada rasa kita suka kepadanya,kalau gak ngapain juga ngomongin dia?  Coba tanya kepada yg jarang sholawat,pasti idolanya bukan Nabi Muhammad SAW .

Siapa yg pantas kita idolai selain rasul? Sulit bagi manusia biasa mengindera atau mengidolakan Allah,karena Allah itu diluar nalar dan indera manusia,hanya bisa kita pahami dari firman2NYA saja. Karena itulah kita perlu Muhammad sebagai sosok yg membumi yg bisa kita tiru perilakunya,Dan mungkin itu juga sebabnya beliau tidak mau wajahnya digambar,beliau ingin kita meniru akhlaknya,bukan fisiknya belaka.

Kita gak perlu keren penampilan,selama akhlak kita baik meniru rasul itu keren di mata Allah,Bukankah itu yg penting? Atau masih penting buat kita dinilai mahluk? Bukankah amal diterima jika ikhlas? Bukankah ikhlas itu berbuat hanya karena Allah.

Mulai sekarang,ajarkan pd anak kita,keluarga kita,teman kita utk sholawat karena sholawat itu penting buat kita sendiri,Kitalah yg perlu menjadikan rasul tuntunan hidup kita,bukankah beliau disebut ‘alquran berjalan’?

Bahkan Allah dan para malaikat pun bershalawat kepada beliau sebagaimana tercantum dalam Quran Surat 33 : 56

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Orang yg kikir adlh org yg apabila aku disebutkan di hadapanya maka ia tidak mengucapkan shalawat kepadaku (HR Tirmidzi) .

Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa aalihi washohbihi wassalim ,ya Rasul kami rindu padamu.

Rasul pernah bersabda Sesungguhnya engkau bersama orang yang engkau cintai.

Kumpulkanlah kami kelak bersamamu ya Rasul,bersama yang  lainnya yg engkau cintai ,amin

Wajib atau pilihan

Kita sering denger istilah bahasa inggris Apple to Apple.  Istilah apple to apple biasanya dipakai saat membandingkan satu hal dengan hal lainnya dengan perumpamaan yg sejenis dan sama. Lalu kenapa saya tiba2 mau ngebahas soal apel ini sih? yah ,begini soalnya belakangan ini saya sering melihat di masyarakat beredar pembanding yang tidak pas untuk membandingkan kondisi yg ada satu sama lain.

Emang iya?

iya bener kok,contoh misalnya aja pertanyaan yang sering saya dapati seperti ini :

‘Lebih baik yang mana, Tidak berjilbab tapi sholat atau berjilbab tapi meninggalkan sholat?’

,atau misalnya Pernyataan yg seperti ini :

‘Percuma aja berjilbab tapi merokok ,mending si anu deh yang tidak berjilbab tapi juga tidak merokok.’

‘Percuma sholatnya 5 waktu tapi masih korupsi’

‘Sholat terus tapi zinah juga jalan terus’

Jawaban pertanyaan diatas jadi susah karena yang salah ada pada pertanyaannya,demikian pula dengan pernyataan yg dibawahnya. Menurut saya pada dasarnya pembanding itu haruslah identik sama,malah ekstrimnya harus dirinya sendiri terhadap dirinya sendiri juga jika melakukan atau tidak melakukan hal lain yg akan dibandingkan. Karena setiap orang itu unik karakter dan kondisinya,jadi kalau mau apel ke apel, ya harus orang yg sama itu untuk jadi pembandingnya.

Pertanyaannya yg benar seharusnya adalah :

Lebih baik mana? Orang berjilbab tapi meninggalkan sholat,atau orang berjilbab dan sholat?  

Lebih baik mana? orang yang tidak berjilbab tapi sholat atau orang yang tidak berjilbab dan juga tidak mau sholat?

Nah kalo pertanyaan kayak gini jadi gampang kan jawabannya? 😀 (berarti bener dong yang awal tadi pertanyaannya salah ya 😛 )

Jadi mudah menjawabnya karena memang pembandingnya pun tepat ,yaitu orang yang sama.

Orang yang tidak berjilbab selalu dalam keadaan berdosa selama dia tidak menutup auratnya di hadapan lawan jenisnya.  Meninggalkan sholat wajib pun juga berdosa ,bahkan termasuk dosa besar selain membunuh,berzinah dan memakan riba. Berbeda dengan hidup yang penuh dengan pilihan,khusus untuk SHOLAT dan MENUTUP AURAT bukanlah sebuah PILIHAN melainkan adalah KEWAJIBAN bagi setiap MUSLIM.

“Dari Aisyah ra: Bahwasannya Asma binti Abu bakar masuk ke dalam (tempat) Rasulullah Saw. dan dia (Asma) memakai pakaian yang tipis (tembus mata memandang ke dalam), maka Rasulullah berpaling daripadanya seraya bersabda: ” hai Asma! sesungguhnya orang perempuan itu apabila ia telah dewasa tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini ( Rasulullah Saw. menunjuk muka dan telapak hingga pergelangan tangannya sendiri )”(HR. Abu Daud)

Pernyataan2 yang ada dibawah pertanyaan itu pun jadi gampang pula menyanggahnya :

‘Percuma aja berjilbab tapi merokok ,mending si fulan deh yang tidak berjilbab tapi juga tidak merokok.’ (Lebih parah lagi yang tidak berjilbab dan juga merokok bukan? dibanding yang merokok tapi masih mau berjilbab?)

‘Percuma sholatnya 5 waktu tapi masih korupsi’  (Tidak sholat wajib itu dosa,kalau kemudian dia juga korupsi kena dosa tambahan lagi,jadi dosanya dua,dari tidak sholat dan korupsi.)

‘Sholat terus tapi zinah juga jalan terus’ (Tidak Sholat wajib dosa,ditambah zinah dosanya jadi dobel)

Dari Ibn Umar, Rasulullah SAW bersabda, “Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul-Nya, mengerjakan shalat dan membayar zakat. Jika mereka telah memenuhi semuanya, berarti mereka telah menjaga darah dan hartanya dari aku, kecuali berdasarkan ketentuan-ketentuan Islam. Sedangkan perhitungannya terserah kepada Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Seharusnya semua wanita muslim itu berjilbab tanpa kecuali,karena itu  perintah dari Allah, sebagaimana wajibnya perintah sholat bagi seluruh umat muslim. Nah kalau kemudian ada yg merokok,korupsi,mencuri atau zinah,itu adalah masalah individunya,tapi tidak melepas kewajiban jilbab atau sholatnya.

Bayangkan jika seandainya seluruh umat muslim di dunia ini  telah sholat 5 waktu dan yang wanita telah berjilbab semua tanpa terkecuali,apakah tetap masih ada korupsi? apakah masih ada zinah? apakah akan masih ada pencurian, yang dilakukan oleh umat muslim? Saya yakin jawabannya tetap ada,meski relatif kecil,karena kata Allah dalam alquran sholat bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar. Tapi jika demikian keadaannya tentu kita tidak akan berkata si fulanah berjilbab tapi begini ,atau si fulan sholat 5 waktu tapi masih berbuat begitu (karena semua muslimah berjilbab dan semua orang telah sholat 5 waktu).

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan fahsya’ dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 29:45)

Adapun pendapat lain yang mengatakan lebih baik menjilbabi hati dulu menurut saya itu tidak benar,karena sekali lagi menutup aurat bukanlah sebuah pilihan bagi seorang muslim tapi merupakan suatu kewajiban,jadi mau hatinya seperti apa pun harus menutupi aurat,wallahualam

Biar gak stress

Ketika seorang teman saya mengeluh tentang beratnya pekerjaan dan stress di kantornya,saya menasehatinya untuk jangan mengeluh,teringat pesan salah seorang guru kehidupan saya,bahwa besar kecilnya masalah ada pada besar kecilnya ‘wadah’ hati kita menampung masalah tersebut.

Masalah jadi besar kalau kita menganggapnya besar,dan jadi kecil ketika kitapun menganggapnya demikian. ah sok bijak sekali kata2 ini? yah tapi memang demikian adanya,masalah itu gak ada yg besar atau kecil,semuanya tergantung keluasan hati kita kok. saya sudah mengalaminya sendiri ,dan mungkin juga anda setuju bagi yg udah pernah mengalaminya sendiri.

Seandainya kita punya masalah di kantor,bos rasanya gak mau ngerti kita,pekerjaan ditambahin terus gak berhenti2,udah gitu di rumah pasangan kita juga rasanya gak bisa diajak kerjasama dan gak bisa mengerti masalah kita di kantor. terus keuangan juga morat marit,gaji rasanya kurang terus,dan berbagai masalah kehidupan lainnya… everybody got their on problems.

Layaknya orang hidup ,semua pasti punya masalah,kalau gak punya masalah lagi berarti udah mati. karena kita selalu diuji sepanjang hidup kita,gak ada orang yang gak diuji. orang kaya diuji dengan hartanya,orang miskin juga diuji dengan kemiskinannya. memang demikian karena hidup ini memang adalah ujian dari Tuhan.

Nah saat kita merasa masalah kita paling berat ,coba deh kita lihat kehidupan orang yg lebih susah dari kita,yg jauh lebih susah banyak kok,yg jauh lebih miskin juga gak kalah banyak,dan tentu saja selalu ada yg lebih dari kita diatas dan dibawah kita. kalau mau mencari orang yg lebih susah dari kita gampang kok,main2 aja ke rumah sakit,atau penjara. yakin deh ,hidup kita jauh lebih enak dari mereka2 yg ada disana saat ini.

Sebuah batu seukuran bola basket ketika kita lempar ke kolam yang kecil akan sangat terasa riak dan gelombangnya,tapi manakala batu yang sama saya lemparkan ke danau ,maka gelombang tadi jadi relatif kecil. bukan batunya yang berubah,tapi luas penampungnya yang berbeda,yg menyebabkan perbedaan gelombangnya.

Bukan masalahnya yang penting,tapi cara menghadapi masalah tersebut,seberapa luas hati kita menerima ujian tersebut? toh semua masalah juga atas seizin Allah kan? apa kita gak ridho kalau Allah udah ridho dengan memberi masalah itu kepada kita? bukankah DIA Maha Bijak? dan Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita? Allah pasti memberikan yang terbaik untuk setiap hambaNYA ,setuju?? 🙂

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu ( QS 64 : 11)

rumput dan padi

Suatu ketika guru saya pernah mendapatkan pertanyaan seperti ini :

Mengapa kalau kita menanam rumput tidak tumbuh padi? sedangkan kalau kita menanam padi rumput juga ikut tumbuh?

Baca lebih lanjut