Islam mempersatukan bukan sebaliknya

Seorang mukmin yang baik tidaklah fanatik terhadap golongannya, tetapi wajib fanatik mengikut sunah Rasulullah.

Kamu Muhammadiyah ya? Iya saya Muhammadiyah,emang kenapa? bukankah semua kita yg muslim pengikut nabi Muhammad? Muhammadiyah kan artinya itu

Lalu kalau bukan Muhammadiyah kamu apa? Jesusiyah? Jangan fanatik thd golongan tertentu , fanatiklah pada Allah dan Rasulullah saja

Kamu PERSIS ya? iya saya PERSIS mengikuti Alquran dan Sunah Rasulullah,emang kamu gak gitu? Mau Persis,Muhammadiyah,NU yg penting ikut Rasul

Imam Syafei pun berkata kpd followernya : “Apabila kamu mendapati dalam kitabku sesuatu yang bertentangan dengan sunnah Rasulullah SAW, maka ambillah sunnah Rasulullah tersebut dan tinggalkanlah perkataanku.

Islam ada untuk mempersatukan ,bukan memecah belah golongan tapi justru untuk menyatukan umat dalam 1 akidah yang benar kepada Allah SWT. Adapun Islam hanya mengenal 2 golongan yaitu Orang beriman atau tidak beriman ,Alias Muslim dan Kafir

Agama harus berada diatas kepentingan golongan dan partai, yg benar kita dukung yg salah kita pentung.Jangan karena fanatisme Golongan, yang salah pun kita dukung,salah atau benarnya ya ikut petunjuk Alquran dan sunnah Rasul

Pluralitas itu dalam Islam keniscayaan karena Islam adalah agama Rahmatan lil’alamin ,untuk semua umat di seluruh dunia. Jadi Pluralitas dalam Islam itu mengakui adanya perbedaan,bukan menyama ratakan semuanya,termasuk perbedaan pandangan dalam Fikih.Bukan Pluralisme Ala JIL yang menyatakan semua agama benar,kalau ini sih gampang disanggah.Kita tunjuk aja 1 agama salah,dalil ini jd salah, Kalau semua agama benar mereka aja suruh pindah agama lain,apa mereka mau? Bedakan Pluralitas dengan Pluralisme, Pluralitas itu fitrah. Pluralisme itu paham yang salah,jadi say no to JIL ya teman2 ,gak usah dimusuhi,didoakan biar kembali ke jalan yg benar ngikut sunah

Islam itu agama sudah sempurna,tidak ada revisi,tidak ada salah. Memangnya Allah gak tau kalo Jaman akan berubah ke depan seperti ini? Tidak perlu dilogikakan Misalnya kenapa Babi Haram,karena ada banyak penyakit di perutnya,nanti disanggah lagi oh babinya kita ternak di laboratorium. Babi Haram karena tersebut di Alquran secara khusus. Yang dibolehkan itu terlalu banyak,makanya Alquran cuma sebut yg diharamkan saja.

Kita perlu taat jika itu Perintah,seperti perintah sholat wajib ,kenapa harus 5 waktu? kenapa gak 3 aja? yang memang perintahnya demikian. Contoh lagi, ada yg tanya kenapa umat islam dianggap menyembah batu (kabah) oleh yg non muslim? padahal itu cuma arah sholat aja buat kita. Sekali lagi ,ini erat kaitannya dengan perintah,kalau perintahnya sholat menghadap laut ya kita hadap laut. Kalau perintahnya sholat menghadap kabah ya kita menghadap kabah sebagai bentuk Ketaatan kita atas perintahNYA

 

Begini poin kami ,anda harus tahu lebih dulu alasan logisnya kenapa anda memeluk islam,jangan cuma karena dapat dari orangtua anda saja.Anda perlu logika sebelum memeluk islam,tapi ketika sudah memeluknya jangan ditanyakan kenapa harus berjilbab,kenapa gak boleh makan babi,dll. Semua jawaban yg ada dengan logika akibat perintah2 dalam Alquran adalah EFEK ,bukan SEBAB kenapa turunnya perintah tersebut

Jika islam kita ibaratkan rumah ,dan kita tamu yg berkunjung ,maka logikanya adalah kita ikut aturan yg punya rumah ketika sudah masuk. La ikraha fiddin,tidak ada paksaan dalam (menganut) agama islam,tidak ada paksaan masuk rumah,tapi kalau sudah masuk rumah ya ikut aturannya. Kalau ada orang ngaku levelnya udah Makrifat tapi ninggalin syariat islam ya kita jangan begitu aja percaya mentang2 dia sakti bisa ini itu. Rasulullah aja yg bawa agamanya masih sholat sampai kaki bengkak2,masak ada orang ngaku pengikutnya tapi gak mau sholat krn udah makrifat?

Pelajari sunah rasul,kalau rasul gak pernah menghina para sahabatnya,ya kita jangan ikutan syiah yg menghina sahabat2 rasul.Golongan yg insya Allah benar hanya golongan yg berdasar kepada Alquran dan sunnah rasul yg ada di kitab2 hadist shohih. Kalau golongan yg tidak berdasar kepada Alquran dan hadist ya kita nasehati baik2,kita ajak ngaji yg benar ,jangan kita musuhi. Berbeda dalam fikih spt pada golongan2 Muhammadiyah ,NU,Persis ataupun berbedanya mazhab2 ,itulah sebenarnya pluralitas dalam islam. Artinya islam mengakomodir perbedaan sudut pandang ini,tapi bukan berbeda mengikuti hawa nafsunya sendiri2.Kalau berbedanya spt Syiah ,Ahmadiyah ,JIL  itu bukan ngikut sunah rasul,sebab ada yg diambil dan ada yg dibuang

Maka kita beragama jangan setengah2 ,karena Alquran juga  dgn tegas menyebut masuklah kamu kedalam islam secara Kaffah (menyeluruh).

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS 2: 208)

Jadi gak bisa beriman kepada sebagian ayat dan mengingkari ayat lainnya ,yg enak dipakai yg gak sesuai keinginan dibuang. Itu sih namanya bukan beragama ,tapi nurutin hawa nafsu sendiri,apa bedanya sama iblis? Iblis juga beriman kpd Allah ,Cuma gak mau tunduk aja saat disuruh sujud ke adam.Jadi Golongan yg mana kita? Kita harus ikut Golongan yg mengikuti sunah Rasul Muhammad SAW,yaitu  Ahlus Sunnah wal jamaah

4 Komentar

  1. Assalamu’alaikum Mas Didot Halim……ikut menyimak boleh khan?

  2. Btul skali apa yg dijelaskan oleh saudara. Semoga bisa menggugah hati orang2 muslim yang sa’at ini banyak tidur dan lalai, sehingga menjadi kelemahan dalm segala bidang, padahal kalau kita lihat sjarah sumber2 teknologi modern dalm sgala bidang penemuan yang berkembang sampe skarang ini adalh dari pemikir orang2 islam trdahulu. Kita harus belajar bersatu untuk kkuatan dan kejaya’n islam, biar tdk jdi minoritas dalm kmampuan, mayoritas jumlah tdak bernilai tinggi tanpa kualitas, islam masa ini sdang runtuh karna pecah belah oleh sbab kbodohan.

  3. Pluralisme itu paham yang salah,jadi say no to JIL ya teman2 ,gak usah dimusuhi,didoakan biar kembali ke jalan yg benar ngikut sunah

    sangat sepakat

  4. Assalamu’alaykum wr wb mas didot. Semoga kabar antum baik. Nice posting, sepakat bahwasanya kita harus memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa perbedaan yg ada adalah bagian dari khilafiyah yg kesemuanya diakomodir di dlm islam. Berjamaah menurut saya adalah keniscayaan bagi umat islam, dan selama rujukan jamaah adalah al quran dan sunah, keberagaman khilafiyah harus ditempatkan sbg keindahan islam. Terus berjuang mas… Salam, paras.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s