Renungan Ramadhan

Mengapa banyak orang bergembira dgn datangnya lebaran,sementara tidak bersedih dengan kepergian Ramadhan? Dulu para sahabat selalu menangis tatkala Ramadhan akan berlalu,karena itu berarti perjuangan lebih berat telah menanti di depan mata
Jika kamu mengira Ramadhan adalah ujian,sebenarnya Ramadhan hanyalah kemudahan. Ujian sesungguhnya adalah setelah Ramadhan berlalu. Jika kamu mengira Ramadhan itu sulit,bukankah yang sulit itu membiasakan diri berbuat baik diluar Ramadhan
Jika kita sulit terbangun malam di Ramadhan ,akan lebih sulit ketika diluar Ramadhan,Jadi bukankah Ramadhan itu sebenarnya mudah?

Seandainya mungkin jika Ramadhan itu setahun penuh,penuh rahmat dan ampunan Allah sepanjang tahun,bukankah itu lebih baik bagi penduduk bumi?


Allah memberi insentif pahala kepada kita agar kita mempolakan kebiasaan baik dalam Ramadhan,apakah kita sudah terbiasa saat ini?

Mengapa orang sibuk beli baju baru ketimbang menyiapkan hati yang baru? Adakah gunanya baju baru jika hati tidak diperbarui?
Sungguh kami menemukan beberapa teman yg jarang sholat mau sholat di bulan Ramadhan,lalu bagaimana nasib mereka setelah ini?

Bagi yg merasa mendapatkan Lailatul Qadr,coba periksa apakah ibadah dan amal anda meningkat setelah Ramadhan berlalu?


Hanya iblis2 yg tertawa bahagia dgn kepergian Ramadhan,karena sekarang ia benar2 bebas menggoda kembali seluruh manusia,apakah anda termasuk temannya? Selama ini iblis dibelenggu bukan berarti ia tidak bisa berbuat apa2,lihat saja bulan Ramadhan pun tetap ada maksiat kan?
Ramadhan berarti agak malu jika mau maksiat,sebab yg lain puasa,seharusnya malu itu kepada Allah bukan manusia.

Yang sebelum Ramadhan berpesta pora sebelum memasukinya,maka sesudahnya pun akan segera berpesta pora kembali

Apakah Ramadhan ini hidup kita sudah lebih baik? Atau kita tidak mendapatkan hikmah apapun kecuali rasa lapar dan haus belaka?

Barangsiapa yakin hidupnya masih panjang silahkan kembali maksiat,barangkali anda yakin masih ketemu Ramadhan tahun depan lagi,saya pribadi tidak yakin,dan tidak ada yg bisa jamin
Orang yang pintar itu bukan yg minum jamu anti masuk angin,tapi pintar mempersiapkan bekal untuk akhiratnya Sudah cukupkah amal kita untuk bekal kita kelak di negeri yg abadi?

1 Komentar

  1. subhanallah,sampai menangs sya membacanya,


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s