Wajib atau pilihan

Kita sering denger istilah bahasa inggris Apple to Apple.  Istilah apple to apple biasanya dipakai saat membandingkan satu hal dengan hal lainnya dengan perumpamaan yg sejenis dan sama. Lalu kenapa saya tiba2 mau ngebahas soal apel ini sih? yah ,begini soalnya belakangan ini saya sering melihat di masyarakat beredar pembanding yang tidak pas untuk membandingkan kondisi yg ada satu sama lain.

Emang iya?

iya bener kok,contoh misalnya aja pertanyaan yang sering saya dapati seperti ini :

‘Lebih baik yang mana, Tidak berjilbab tapi sholat atau berjilbab tapi meninggalkan sholat?’

,atau misalnya Pernyataan yg seperti ini :

‘Percuma aja berjilbab tapi merokok ,mending si anu deh yang tidak berjilbab tapi juga tidak merokok.’

‘Percuma sholatnya 5 waktu tapi masih korupsi’

‘Sholat terus tapi zinah juga jalan terus’

Jawaban pertanyaan diatas jadi susah karena yang salah ada pada pertanyaannya,demikian pula dengan pernyataan yg dibawahnya. Menurut saya pada dasarnya pembanding itu haruslah identik sama,malah ekstrimnya harus dirinya sendiri terhadap dirinya sendiri juga jika melakukan atau tidak melakukan hal lain yg akan dibandingkan. Karena setiap orang itu unik karakter dan kondisinya,jadi kalau mau apel ke apel, ya harus orang yg sama itu untuk jadi pembandingnya.

Pertanyaannya yg benar seharusnya adalah :

Lebih baik mana? Orang berjilbab tapi meninggalkan sholat,atau orang berjilbab dan sholat?  

Lebih baik mana? orang yang tidak berjilbab tapi sholat atau orang yang tidak berjilbab dan juga tidak mau sholat?

Nah kalo pertanyaan kayak gini jadi gampang kan jawabannya?😀 (berarti bener dong yang awal tadi pertanyaannya salah ya😛 )

Jadi mudah menjawabnya karena memang pembandingnya pun tepat ,yaitu orang yang sama.

Orang yang tidak berjilbab selalu dalam keadaan berdosa selama dia tidak menutup auratnya di hadapan lawan jenisnya.  Meninggalkan sholat wajib pun juga berdosa ,bahkan termasuk dosa besar selain membunuh,berzinah dan memakan riba. Berbeda dengan hidup yang penuh dengan pilihan,khusus untuk SHOLAT dan MENUTUP AURAT bukanlah sebuah PILIHAN melainkan adalah KEWAJIBAN bagi setiap MUSLIM.

“Dari Aisyah ra: Bahwasannya Asma binti Abu bakar masuk ke dalam (tempat) Rasulullah Saw. dan dia (Asma) memakai pakaian yang tipis (tembus mata memandang ke dalam), maka Rasulullah berpaling daripadanya seraya bersabda: ” hai Asma! sesungguhnya orang perempuan itu apabila ia telah dewasa tidak patut menampakkan sesuatu dari dirinya melainkan ini dan ini ( Rasulullah Saw. menunjuk muka dan telapak hingga pergelangan tangannya sendiri )”(HR. Abu Daud)

Pernyataan2 yang ada dibawah pertanyaan itu pun jadi gampang pula menyanggahnya :

‘Percuma aja berjilbab tapi merokok ,mending si fulan deh yang tidak berjilbab tapi juga tidak merokok.’ (Lebih parah lagi yang tidak berjilbab dan juga merokok bukan? dibanding yang merokok tapi masih mau berjilbab?)

‘Percuma sholatnya 5 waktu tapi masih korupsi’  (Tidak sholat wajib itu dosa,kalau kemudian dia juga korupsi kena dosa tambahan lagi,jadi dosanya dua,dari tidak sholat dan korupsi.)

‘Sholat terus tapi zinah juga jalan terus’ (Tidak Sholat wajib dosa,ditambah zinah dosanya jadi dobel)

Dari Ibn Umar, Rasulullah SAW bersabda, “Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasul-Nya, mengerjakan shalat dan membayar zakat. Jika mereka telah memenuhi semuanya, berarti mereka telah menjaga darah dan hartanya dari aku, kecuali berdasarkan ketentuan-ketentuan Islam. Sedangkan perhitungannya terserah kepada Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Seharusnya semua wanita muslim itu berjilbab tanpa kecuali,karena itu  perintah dari Allah, sebagaimana wajibnya perintah sholat bagi seluruh umat muslim. Nah kalau kemudian ada yg merokok,korupsi,mencuri atau zinah,itu adalah masalah individunya,tapi tidak melepas kewajiban jilbab atau sholatnya.

Bayangkan jika seandainya seluruh umat muslim di dunia ini  telah sholat 5 waktu dan yang wanita telah berjilbab semua tanpa terkecuali,apakah tetap masih ada korupsi? apakah masih ada zinah? apakah akan masih ada pencurian, yang dilakukan oleh umat muslim? Saya yakin jawabannya tetap ada,meski relatif kecil,karena kata Allah dalam alquran sholat bisa mencegah perbuatan keji dan mungkar. Tapi jika demikian keadaannya tentu kita tidak akan berkata si fulanah berjilbab tapi begini ,atau si fulan sholat 5 waktu tapi masih berbuat begitu (karena semua muslimah berjilbab dan semua orang telah sholat 5 waktu).

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan fahsya’ dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. 29:45)

Adapun pendapat lain yang mengatakan lebih baik menjilbabi hati dulu menurut saya itu tidak benar,karena sekali lagi menutup aurat bukanlah sebuah pilihan bagi seorang muslim tapi merupakan suatu kewajiban,jadi mau hatinya seperti apa pun harus menutupi aurat,wallahualam

3 Komentar

  1. makasih utk informasinya, kebanyakan wanita masih belum siap untuk memakai jilbab. seperti halnya saya, jika memakai jilbab tanpa didasari rasa iklas “apa hukumnya?”

    makasih & maaf bila pertanyaannya sprt itu

    • ikhlas itu karena Allah,jadi meskipun hati anda agak berat menjalankan perintah Allah namun anda melakukannya karena Allah itu tetaplah dikatakan ikhlas. berat ringannya hati itu bukan berarti tidak ikhlas,hanya saja makin berat anda meninggalkan sesuatu atau menjalankan sesuatu karena Allah maka pahalanya makin besar pula ,Allahua’lam

  2. Kebanyakan wanita berjilbab tetapi masih melakukan zinah,kata orang-orang tdk ad gunanya berjilbab tapi masih melakukan dosa.Hal seperti itu bgmna hukumnya?apakah jilbabnya itu masih akn mendptkan pahala ataukah jilbabnya tdk akn mempunyai pahala sama sekali.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s