Bencana dan introspeksi

Menyikapi berbagai bencana yang terjadi di tanah air,haruslah dilihat dari kacamata spiritual.

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS 30 : 41)

ya ,memang alam punya fenomenanya,tapi siapakah pemilik alam semesta ini? apakah gunung akan meletus bila tidak diijinkan Allah? apakah bumi akan ‘bergetar’ bila Allah belum menyuruhnya? apakah alam ini bergerak begitu saja? ataukah ada ‘kekuasaan’ lain yg mengaturnya?

miris hati ini melihat berbagai bencana alam yg terjadi,mulai bumi yg bergoyang ,gunung ‘batuk2’ , serta banjir dimana2,termasuk di jjalanan ibukota sekelas sudirman juga banjir dan macet parah belum lama ini.

tambah miris lagi karena berita utama di koran2 ternyata adalah mbah marijan dengan posisi sujudnya sebagai posisi terakhir saat kematiannya,dan awan petruk yg katanya adalah lambang bahwa mbah petruk mau ngasih tau akan terjadi bencana besar (betapa musriknya👿 )

apakah mbah marijan benar sedang sholat saat dicabut nyawanya? apakah beliau benar menghadap kiblat? atau jangan2 malah sedang menghadap ke arah gunung merapi? atau bisa jadi juga beliau sedang lari kemudian terjegal sesuatu dan jatuh tersungkur?? wallahualam,semoga amalnya diterima dan diampuni dosanya oleh Allah SWT.

“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” (QS 4 : 79)

Ponimin yg rumahnya masih lebih diatas dari rumah mbah marijan (berarti lebih dekat ke kawah gunung merapi), malah ternyata selamat sekeluarga (ada 7 orang sekeluarga) ,karena melindungi diri dengan sajadah ,dan istrinya melindungi anak2nya dengan mukenanya , padahal rumahnya rusak parah semuanya. sampai2 akhirnya kabarnya mukena tersebut mau dibeli oleh orang jakarta senilai 40 juta,dan bahkan orang perancis ada yg berani bayarin senilai 100 juta (duh betapa musriknya mengkultuskan sebuah mukena?? )

ponimin sendiri tidak mau menjual dengan alasan bahwa yg menyelamatkan adalah sholatnya,bukan mukenanya (ini contoh sebuah statement penuh keimanan). gak tau benar atau tidaknya,tapi ponimin juga ikut komentar bahwa awan petruk adalah penunggu gunung merapi yg menunjuk ke arah kota jogjakarta sebagai tempat yg dituju untuk dihancurkannya (wallahualam deh kalau yg satu ini)

benar atau tidaknya ,yg jelas sebuah bencana adalah akibat dari berbagai kemaksiatan oleh umat manusia,sebagaimana rasul kita pernah singgung dalam sebuah cerita

Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullahu berkata: “Yang wajib dilakukan oleh seluruh muslimin adl bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala istiqamah di atas agama dan berhati-hati dari seluruh perkara yg dilarang berupa syirik dan maksiat. Sehingga mereka memperoleh pengampunan kelapangan keselamatan di dunia dan di akhirat dari seluruh kejelekan dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menolak dari mereka seluruh musibah lalu menganugerahkan kepada mereka tiap kebaikan. Sebagaimana Ia berfirman:

“Seandainya penduduk negeri itu beriman dan bertakwa niscaya Kami bukakan bagi mereka berkah dari langit dan bumi akan tetapi mereka malah mendustakan maka Kami pun menyiksa mereka disebabkan apa yg dulu mereka upayakan.”(QS 7 : 96)
Kemudian Syaikh menukilkan ucapan Al-’Allamah Ibnul Qayyim rahimahullahu: “Di sebagian waktu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengizinkan bumi utk bernapas panjang. Ketika itu terjadilah gempa/goncangan yg besar sehingga menimbulkan ketakutan pada hamba-hamba-Nya lalu mereka kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mencabut diri dari maksiat tunduk patuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyesali diri sebagaimana ucapan sebagian salaf ketika terjadi gempa bumi: ‘Sesungguh Rabb kalian menegur kalian.’

Ketika terjadi gempa di kota Madinah ‘Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu berkhutbah dan memberi nasehat kepada penduduk Madinah dan beliau berkata: ‘Kalau gempa ini terjadi lagi aku tdk akan tinggal bersama kalian di Madinah ini.’
Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullahu menasehatkan: “Ketika terjadi gempa bumi dan tanda-tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala lain gerhana angin kencang dan banjir yg wajib dilakukan adl bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tunduk menghinakan diri kepada-Nya dan memohon maaf/kelapangan-Nya serta memperbanyak mengingat-Nya dan istighfar pada-Nya. Sebagaimana ucapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika terjadi gerhana dlm hadits yg diriwayatkan oleh Al-Imam Bukhari dan Al-Imam Muslim: “Apabila kalian melihat gerhana mk berlindunglah kalian dgn zikir/mengingat Allah berdoa kepada-Nya dan istighfar.”

dalam cerita lainnya :

Suatu kali di Madinah terjadi gempa bumi. Rasulullah SAW lalu
meletakkan kedua tangannya di atas tanah dan berkata, “Tenanglah …
belum datang saatnya bagimu.” Lalu, Nabi SAW menoleh ke arah para
sahabat dan berkata, “Sesungguhnya Rabb kalian menegur kalian … maka jawablah (buatlah Allah ridha kepada kalian)!”

maksud dari kata2 rasul ” buatlah Allah ridha ” adalah agar bertobat dari kesalahan dan maksiat  kepadaNYA

mari kita perbaiki segala perilaku kita,diri kita,keluarga kita,dan lingkungan kita. karena musibah tidak hanya menimpa orang zalim ,tapi orang disekitarnya juga,mengapa? karena Allah menganggap yang orang alimnya tidak berbuat apa2 alias diam2 saja dan tenang2 saja dengan kemaksiatan yg terjadi di lingkungannya,termasuk juga cueknya para petinggin atau para pemimpinnya yg mungkin juga tidak perduli pada keadaan maksiat di lingkungan kekuasaannya (atau malah termasuk pelaku maksiat dan musrik juga jangan2? ).

“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (QS 8 : 25)

berita terkait :

http://www.detiknews.com/read/2010/10/31/131030/1480554/10/warga-prancis-tawar-mukena-istri-ponimin-rp-100-juta

http://www.surya.co.id/2010/11/01/mukena-ny-ponimin-ditawar-rp-100-juta.html

http://www.detiknews.com/read/2010/11/08/140257/1489352/159/mbah-petruk-dan-petaka-sabtu-legi?n991102605

http://www.detiknews.com/read/2010/11/02/183016/1483124/10/jangan-percaya-pertanda-awan-petruk

18 Komentar

  1. nauzubilllah mindzalik, semoga dgn segala macam bencana yg terjadi sekarang ini di negeri kita , kita lebih bisa menyikapinya dgn memperdalam iman dan ketakwaan, amin
    ampuni kami ya Rabb……..
    salam

  2. Saya juga melihat kalau letusan gunung berapi adalah adzab Allah kepada para pemercaya jin penunggu merapi.

    Tetapi mengapa kalau diingatkan pada nggak mau yah

  3. mungkin allah udah murka kali ya mas..terlalu banyak kemusyrikan terjadi disana..
    Semoga kita semua cepat sadar dan memperbaiki kesalahan yg telah kita perbuat..

  4. semoga segala bencana membuat bangsa Indonesia introspeksi diri, agar bisa kembali bangkit.

    insya Allah ya🙂

  5. Bencana akan meluluhlantahkan alam sekitar tidak memandang orang beriman dan tidak beriman. Perbuatan segilintir orang yang tidak beriman akan memusnahkan seisi alam semesta.

    itu dia bahayanya,yg gak berdosa kena juga akibat dosa orang di lingkungannya…

  6. Bencana tiada henti melanda negeri ini ya.
    Memang di saat-saat begitu seriingkali hal2 berbau klenik dan mistis mencuat. Mereka yang beriman harus menjaga betul agar tidak terjerumus pada hal2 yg syirik.
    Lebih baik kita bahu membahu dan juga berdoa agar bencana segera berlalu…

    iya mbak,masih banyak islam yg tercampur aduk dengan klenik seperti itu😦

  7. Mengenai kemaksiatan, kejahatan dan kezhaliman yg dilakukan oleh manusia (yg sudah pasti dibenci oleh ALLAH SWT) telah diterangkan oleh-NYA dalam surat Al-Israa’ ayat 22, 23, 26,29, 31, 32, 33, 34, 36 dan 37.

    wow lengkap banget mas duddy😀

    syukron ya🙂

  8. bener Dot. Gue juga capek deh denger/baca pembahasan orang yg lebih berat ke hal2 klenik dan cenderung musyrik (halah, pasti orang2 itu langsung mengklaim gue sok suci deh kalo ngomong gini…)

    mbok ya lebih menitikberatkan pembahasan ke gimana cara kita menjaga alam dan menjaga akhlak. Bukan jaminan keselamatan dari bencana, tapi insyaAllah jaminan keridhoan Allah dunia akhirat.

    Spt prinsip suami gue dlm menjaga kesehatannya dg rajin olahraga & jaga makanan. Gue bertanya “Andai Allah tetap menakdirkan kamu sakit parah setelah semua usaha dan doa ini?”
    Dia menjawab “Itu terserah Allah. Yg penting tanggungjawab aku sudah tuntas, minimal aku ga akan menyalahkan diri sendiri atas apa yg terjadi kemudian.”

    hebat suamimu des,betul banget deh kata2nya.
    no regrets… after you have done your best🙂

  9. Dot, kmaren malah ada persembahan kepala hewan supaya merapi berhenti meletus… Kasihan banget…😦😥

    aduh duh duh…😯

  10. Benar…kita harus lebih tanggap dalam memahami setiap bencana di negara kita ini…🙂

  11. Salam duka Indonesiaku!

    Wasior, Merapi, Mentawai
    Air, api, kerak bumi melambai-lambai.
    Kemuliaan Tuhan sedang dinyatakan.

    Salam Damai!

  12. kalo saya bilang sey..
    “if it too much for us, don’t be selfish being human”

    semoga smuanya akan baik2 saja..amin..

  13. iya Dot, ternata diketahui, mbah marijan meninggal saat sujud tdk menghadap kiblat, namun menghadap ke arah Tugu Yogyakarta (ini sy dengar dr berita di sebuah stasiun tivi. jd tdk bs sy kasih link nya😦 )
    masalah mbah petruk, temen sy yg insya Allah kandidat doktor Peradaban Islam sedang meneliti dan telah memperoleh hasilnya.
    Bocorannya, mbah petruk dipaksakan utk dijadikan sbg sebuah mitologi mengarah ke syirik pdhal hakikatnya bukan demikian.
    yg soal Ponimin, subhanallah.
    Ternyata Allah masih menunjukkan secercah sinar, ini jarang diliput media. kalah oleh berita marijan.
    tauhidnya luar biasa…
    semoga Allah menguatkan iman Ponimin.
    amiin

  14. bener banget dot..
    byk sekali riutal2 yang nggak jelas ujungpangkalnya yang diyakini dapat ‘menidurkan’ merapi.

    ada yang bikin sayur lodeh dan sbagainya.. katanya perintah dari kraton. halahhh… sedihnya dakuuuu…😦

  15. tidak bisa dibungkiri, semua musibah yg terjadi memang akibat tangan manusia… kita harus segera memperbaiki ulah kita sendiri supaya Tuhan lebih menyayangi kita, Amin.

  16. Keknya ritual itu beda-beda.
    Mungkin-mungkin semua ritual menyedihkan.
    Tapi jangan lah menjadi spt si Kain thp si Habil,
    Gara-gara ritualnya mental dia bunuh si Habil. Terlalu!

    Menurutku, dasar ritual itu ada tiga,
    Padahah hanya satu dasarnya,
    Yaitu cinta.

    Yg pertama dan utama, cintailah Tuhan.
    Yg ke dua yg sama dgn itu, cintailah sesama,
    Yg ke tiga yg udah tahu dari dulu, cintailah alam.

    Satu cinta dari tiga itu nista,
    Maka cilaka lah kita,
    Kan, Dot?

    Salam Ritual!

  17. biarlah Allah swt saja yang memberi vonis bahwa ini adzab atau peringatan, manusia gak layak untuk ikut memvonis,dengan kejadian seperti ini, membuat Anda lebih dekat dengan Allah, Andalah yang beruntung,

  18. Bencana ini jangan dianggap sebagai azab, namun hendaknya dianggap sebagai ujian Allah swt bagi umat Nya.
    Semoga kita lebih dekat kepada Nya…..memohon ampunan dan ridho Nya.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s