idola yang utama

Coba kita lihat idola anak2 jaman sekarang, dari jaman saya masih kecil dulu pun kurang lebih sama. dulu waktu kecil saya mengidolakan superman , batman dan kawan2nya. Namun kini tokoh superhero juga semakin banyak,sehingga idola2 baru juga terus bermunculan. tokoh2 superhero dengan kekuatan supernya menjadi sosok idola saya dan juga banyak orang lainnya karena kehebatannya terutama dalam hal kekuatan fisik.


Sekarang coba kita perhatikan idola umat islam,siapa lagi idolanya yang paling utama, kalau bukan nabi besar Muhammad SAW? beliau adalah sosok panutan paling utama untuk umat muslim,bahkan orang2 non muslim pun mengakuinya juga. Dalam 100 tokoh dunia paling berpengaruh versi Michael H. Hart ,disebutkan bahwa tokoh paling sukses dan paling berpengaruh di dunia ,urutan pertamanya jatuh kepada nabi Muhammad. Beliau sukses jika dinilai dari segi politik,dagang,rumah tangga,militer dan bahkan pemeluk ajarannya terus bertambah dan berkembang sepeninggal beliau.

Namun nabi Muhammad tidak pernah sekalipun digambarkan hebat dari sisi fisiknya atau dari ketampanannya (bukan berarti bahwa wajah beliau tidak tampan,bahkan menurut gambaran wajahnya beliau sangat teduh ,meski mungkin wajahnya tidak seperti ketampanannya Nabi Yusuf yg sangat terkenal itu ya),tapi terutama beliau hebat dari sisi akhlaknya,akhlak beliau adalah akhlak alquran. lihat saja ,dalam film atau penggambaran nabi muhammad tidak pernah sekalipun wajahnya ditampakkan,hanya ada tulisan huruf arab berinisial Muhammad saja di mukanya atau ada cahaya terang menutupi wajah beliau.

Dalam menggambarkan sifat-sifat Nabi, para sahabat sepakat dan tidak beda pendapat, bahwa beliau mempunyai wajah yang bersinar dan mempesona

Al Hasan bin ‘Ali meriwayatkan dari Ibnu Abi Halah, bahwa Rasulullah bertampang muka sangat gagah, berwibawa dan berseri-seri, bagaikan bulan purnama. Demikian menurut At-Turmidzy.

Tatkala Jabir Samurah menatap wajah Rasulullah di malam terang bulan, ia berkata: “Aku memandang wajah Nabi, lalu melihat ke arah bulan, maka bagiku beliau jauh lebih indah dari bulan yang sedang memancarkan cahaya itu.” (Hadis riwayat At­Turmidzy)

Ummu Ma’ad, wanita yang pernah melihat Rasulullah dan belum pernah mengenalnya, menceritakan kepada suaminya dan berkata: “Aku melihat seorang lelaki, bersinar tampan mukanya, bagus dan rupawan.” Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Hakim dan Al-Baihaqi.

Berikut apa yang dituturkan oleh Ummu Ma’bad Al Khuza’iyah di hadapan suaminya, saat beliau SAW lewat di kemahnya dalam perjalanan hijrah ke Madinah.

“……………Dia sangat bersih, wajahnya berseri-seri, bagus perawakannya, tidak merasa berat karena gemuk, tidak bisa dicela karena kepalanya kecil, elok dan tampan, di matanya ada warna hitam, bulu matanya panjang, tidak mengobral bicara, lehernya panjang, matanya jelita, memakai celak mata, alisnya tipis, memanjang dan bersambung, rambutnya hitam, jika diam dia tampak berwibawa, jika berbicara dia tampak menarik, dia adalah orang paling elok dan menawan dilihat dari kejauhan, bagus dan manis setelah mendekat.

Bicaranya manis, rinci, tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak, bicaranya seakan-akan merjan yang tertata rapi dan landai, perawakan sedang-sedang, mata yang memandang tidak lolos karena perawakannya yang pendek dan tidak sebal karena perawakannya yang tinggi.

Seakan-akan satu dahan di antara dua dahan, dia adalah salah seorang dari tiga orang yang paling menarik perhatian, paling bagus tampilannya, mempunyai rekan-rekan yang menghormatinya, jika dia berbicara mereka menyimak perkataannya, jika dia memberikan perintah mereka segera melaksanakannya perintahnya.

Dia orang yang ditaati, disegani, dikerumuni orang-orang, wajahnya tidak memberengut dan tidak pula orang yang diremehkan……………….”

Sumber lain adalah dari Shahabat Ali Radhiyallaahu ‘anhu:

“…………Beliau bukan orang yang terlalu tinggi dan tidak pula terlalu pendek, orang yang perawakannya sedang-sedang, rambutnya tidak kaku dan tidak pula keriting, rambutnya lebat, tidak gemuk dan tidak kurus, wajahnya sedikit bulat, kedua matanya sangat hitam, bulu matanya panjang, persendian-persendiannya yang pokok besar, bahunya bidang, bulu dadanya lembut, tidak ada bulu-bulu di badan.

Telapak tangan dan kakinya tebal, jika berjalan seakan-akan sedang berjalan di jalanan yang menurun, jika menoleh seluruh badannya ikut menoleh, di antara kedua bahunya ada cincin nubuwah, yaitu cincin para nabi, telapak tangannya yang terbagus, dadanya yang paling bidang, yang paling jujur bicaranya, yang paling memenuhi perlindungan, yang paling lembut perangainya, yang paling mulia pergaulannya, siapa pun yang tiba-tiba memandangnya tentu enggan kepadanya, siapa yang bergaul dengannya tentu akan mencintainya……………”

Kemudian Ali menambahkan, “………..Aku tidak pernah melihat orang yang seperti beliau, sebelum maupun sesudahnya……………….”

Diambil dari buku Siroh Nabawiyah, Oleh Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury.

sungguhpun demikian ,beliau punya sikap rendah hati yang luar biasa,bahkan beliau berpesan untuk mencontoh perilaku mulia dari 4 Nabi lain,yaitu Nabi Sulaiman,Nabi Ayub,Nabi Yusuf,dan Nabi Isa. apakah Nabi2 lain ini lebih mulia dari Nabi Muhammad? tentu tidak, tapi itulah kerendahan hati beliau. 4 nabi diatas disebut oleh beliau karena kelebihannya yg khusus antara lain : Nabi Sulaiman karena punya kekayaan dan kekuasaan besar tapi tetap soleh,Nabi Yusuf karena ketampanannya,Nabi Ayub karena kesabarannya,dan Nabi Isa karena miskin dan terlahir tanpa ayah.

kita perlu meyakini,bahwa Nabi Muhammad adalah sungguh2 kekasih Allah yang paling mulia disisiNYA,bahkan Nabi Adam saat menikahi Siti Hawa memberikan mas kawinnya dengan bershalawat untuk Nabi Muhammad,sebagaimana cerita berikut ini :

Ketika Nabi Adam as. telah diciptakan Allah SWT, ia melihat ke atas dan ke bawah, maka baginda tidak melihat seorang pun dari jenisnya untuk dijadikan sahabat di dalam kesunyian. Seperti diungkapkan bahawa burung terbang bersama jenisnya maka ia pun merasa sunyi dan rindu kepada jenisnya.

Pada waktu itu ia sedang duduk, tiba tiba ia merasa sangat mengantuk dan akhirnya tertidur. Ketika itu Allah memerintahkan kepada Malaikat Jibril as. agar mengeluarkan tulang rusuk kirinya, sedangkan Nabi Adam as. tidak merasakan kesakitannya. Kemudian Allah menciptakan dari tulang rusuk kiri Adam itu seorang wanita, yang diberi nama dengan Hawa.

Segala kecantikan, dan keindahan diletakkan oleh Allah SWT kepada Siti Hawa hingga pada hari kiamat. Begitu juga segala kesucian dan budi pekerti diletakkan pada Siti Hawa. Sedangkan kerinduan, kecintaan dan kasih sayang diletakkan di dalam hati Adam as. Sehingga Siti Hawa menjadi seorang wanita yang paling cantik di seluruh langit dan bumi, sedangkan Adam as. menjadi seorang lelaki yang paling tinggi rasa cintanya di seluruh langit dan bumi.

Setelah itu Allah SWT membangunkan Adam as. dari tidurnya, sambil dilihatkan Siti Hawa kepadanya. Adam as. bertanya: “Siapakah Engkau? Siti Hawa menjawab” Aku diciptakan Allah untuk dirimu. Adam berkata: Dekatlah engkau kepadaku. Siti Hawa menjawab: Sebaiknya engkaulah yang mendekati aku.” Adam lalu berdiri dan pergi menemui Siti Hawa. Semenjak itulah menjadi kebiasan bagi umat manusia sebagai keturunan Adam. pihak lelaki menemui atau meminang wanita.

Di saat Adam as. mendekati Siti Hawa, beliau ingin memegang Siti Hawa, tiba tiba terdengar suara: “Wahai Adam, bersabarlah!, sebab pergaulanmu dengan Hawa tidak dihalalkan kecuali dengan mahar dan nikah.” Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada seluruh penghuni Surga, menghiasi Surga dengan seindah indahnya. Setelah itu Allah memerintahkan kepada semua Malaikat di langit berkumpul di bawah pohon bernama Thuubaa. Semua malaikat pun berkumpul di sana.

Kemudian Allah SWT memakaikan kepada Siti Hawa tujuh puluh macam perhiasan Surga, dan diberinya pula sebuah mahkota, akhirnya didudukkan diatas singgahsana dari emas.

Kemudian Allah berkhutbah: “Alhamdulillah pujian untuk-Ku, dan keagungan adalah selimut-Ku, kesombongan adalah selendang-Ku, seluruh makhluk adalah hamba hamba-Ku. Aku menjadikan malaikat malaikat dan penghuni langit-Ku sebagai saksi. Aku kawinkan Hawa dengan Adam dengan mas kawin dan tasbih serta tahlil atas-Ku.”Kemudian pelayan pelayan Surga dan para malaikat menaburkan mutiara dan delima, lalu Siti Hawa mereka serahkan kepada Adam as. Siti Hawa meminta maskawinnya daripada Adam. Maka Adam as. berkata: “Ya Allah apakah yang harus aku berikan kepadanya, emas, perak atau permata? Allah berfirman: Bukan Wahai Adam as.”

Adam bertanya lagi: “Apakah aku harus berpuasa, solat atau mengucapkan tasbih untuk-Mu? Allah berfirman: Bukan wahai Adam. Adam bertanya lagi: Ya Allah, apakah yang harus aku lakukan? Allah berfirman: Mas kawin Siti Hawa yaitu engkau membaca selawat sepuluh kali untuk Nabi dan kekasih-Ku Muhammad penghulu seluruh Rasul.”

Allah SWT berfirman kepada Adam as.: “Berilah salawat kepada Muhammad supaya Aku halalkan Hawa bagimu. Kepada umat Muhammad Allah berfirman: “Shollu Alaihi Wasallimu’ berilah salawat dan salam untuknya. Berilah salawat kepada Muhammad, agar Aku haramkan neraka bagi kamu, dan berilah salam kepadanya, agar Aku halalkan Surga untuk kamu.”

Nabi Muhammad yang saat itu masih berbentuk nur/cahaya ,dikatakan juga bahwa namanya telah tertulis di sisi Allah di surga yang tertinggi ,jauh sebelum diciptakannya Nabi Adam. Karena itulah shalawat kepada beliau kemudian dijadikan sebagai mas kawin untuk perkawinan manusia pertama.

Jaman sekarang kita mengidolakan sosok2 manusia karena kelebihan fisiknya ,tapi coba kita lihat apa yg terjadi karenanya? manusia berlomba2 memperbaiki penampilannya,segalanya dihalalkan demi penampilan yg keren : baju mahal,operasi plastik , mobil mewah. kalau soal fisik,mungkin tidak semua orang mampu untuk memperbaikinya,karena ada yg terlahir cacat atau kurang dari segi fisik dan wajah. tapi kalau akhlak, jelas siapapun bisa memperbaikinya asal ada kemauan.

ada yang aneh di negeri ini,dimana kepintaran dan keahlian seseorang dihargai sangat rendah. coba kita lihat penghargaan terhadap para hafidz quran,seberapa besar dibanding penghargaan terhadap selebritis? bagaimana bayaran guru ngaji jauh lebih kecil daripada bayaran guru les matematika atau bahasa asing. coba kita lihat bagaimana penghargaan masyarakat kita terhadap para olahragawan kita? terhadap ilmuwan kita? sebagai contoh perbandingan, di jepang ilmuwannya dihargai sebagaimana kita menghargai para selebritis disini. manusia dihargai karena keahlian dan ilmunya,bukan sekedar dari tampilan luarnya saja, bukan karena status selebritinya saja. bukan karena sekedar menyanyikan lagu orang lain secara lipsing terus bisa terkenal,it takes more than that to become a true idol…  really!

karena itu saya mengajak kalian semua untuk mulai mengidolakan akhlak sebagai sesuatu yg paling pantas diidolakan dan dimuliakan,dan tentu saja bukan sembarang akhlak , akhlak yang sesuai tuntunan rasul ,yaitu akhlak alquran,dan tidak ikut2an pada orang2 kebanyakan yg hanya mengidolakan tampilan luar belaka.

(QS 33 : 21) Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

16 Komentar

  1. Kelak, di yaumul akhir, kita akan bersama dengan orang yang kita cintai…

    maka rugilah jika kita tak pernah mencintai Rasulullah SAW… dan rugilah ketika kenikmatan dan pesona duniawi yang lebih kita cintai…

  2. berusaha untuk selalu mencontohi si Idola hati..

    semoga slalu dimudahkan..🙂

  3. Idola saya…😥

  4. Aku ingin sekali bersama Rasulullajh saw kelak di yaumil akhir,
    jadi aku memang sangat sangat mencintai Beliau saw .
    Semoga Allah swt memudahkanku utk bertemu dan bersama Sang KekasihNYA , Rasulullah saw ,amin
    salam

  5. idola saya juga tuh
    pengen deh kelak ketemu sama beliau

    hmmmm

  6. Idola itu sangat penting utk diteladani.
    Kurasa Indonesia ini sudah krisis idola,
    Udah nggak peduli nama-nama Menteri, misalnya.
    Entahlah!

    Idola itu berubah bergeser.
    Kearah positip atau ke arah negatip.
    Aku punya artikel ttg pergeseran idola itu:
    http://tertiga.wordpress.com/2009/02/17/idola-percaya-ibu-bapak-tuhan/

    Salam Damai!

  7. insyaAllah, sampe kiamat idola saya adalah akhlak Rasulullah yang mulia. Dan alhamdulillah, ketika saya memilih calon suami, yang saya nilai paling utama juga adalah akhlaknya… akhlak yang sesuai dg ketentuan Allah, akhlak yang diteladankan oleh Baginda Rasul. Mungkin ga akan pernah persis sama, tapi semoga terus menuju kesempurnaan…. ^^

  8. Muhammadku Muhammadku
    Dia idolaku

  9. semakin yakin.. bahwa ia manusia pilihan Allah.
    tidak terbayang.. pahala yang senantiasa mengalir untuknya..

    semoga kita dapat dipertemukan dengan Muhammad.amin…

  10. makanya ada yang mencoba membuat karikatur nabi muhammad.
    semoga kita selalu bisa mengambil contoh keteladanannya

  11. Dialah Idola seluruh umat dunia. Jadi contohlah semua perilakunya demi keselamatan kita di dunia dan akhirat.

    karena rasul dijamin surga,maka kalau kita mau masuk surga juga harus mencontoh beliau ya mas?😛

  12. Isinya bagus,Dot….hmmm….. gambar idolanya (heronya)😦

    makasih mbak,gambarnya kan buat visualisasi🙂

  13. Allahumma sholli ala Muhammad, semoga salam dan slawat senantiasa untuknya Rasulullah SAW…

    The best idol.

    Salam hangat dari Malang mas didot.

    di malang bukannya dingin ya mbah? salamnya masih baru kali ya jadi hangat??😛

  14. Semoga kita selalu meniru akhlak Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam…
    Bukan idol yang lain…🙂

    iya kin, kita jadikan contoh dan panutan kita bersama🙂

  15. Artikel yang menarik sekali Dot…

    Secara bahasa, IDOL berarti sesembahan, berhala, sesuatu yang dipuja.
    Menurut saya, kurang pas jika kita melekatkan istilah idola kepada Nabi Muhammad.
    Beliau, diutus bukan untuk disanjungpuja apalagi disembah. Tapi beliau berada di muka bumi ini untuk memberi petunjuk kepada umat manusia ke arah kebenaran akhlak.
    Maka, term yang digunakan Al-Quran buat beliau adalah “uswah hasanah”, yang bisa kita maknai sebagai “panutan”.
    Beliau adalah seseorang yang patut kita panuti dan tiru akhlaknya, bukan disanjung secara berlebihan sehingga menghilangkan kemanusiaan beliau. Pengkultusan secara berlebihan kepada beliau, menurut saya akan mengaburkan ketauhidan kita kepada Allah swt.

    Menyukai makhluk adalah manusiawi, namun menjadikannya pujaan dan membuat kita lupa akan PUJAAN UTAMA, itulah yang berbahaya…🙂

    Wallahu a’lamu bish shawab

    terimakasih uda atas penyempurnaan tulisan ini,memang betul,harusnya beliau jadi panutan,bukan idola,dan yg harus kita idolakan adalah Allah saja,tapi mungkin sulit ya buat kebanyakan manusia untuk mengidolakan sesuatu yg gaib, tapi intinya saya setuju dengan pendapat uda,,bahwa rasul harus kita jadikan contoh panutan kita🙂

  16. Senang membaca tulisan ini, dan makin bertambah pemahaman dengan komentar Uda Vizon.
    Mungkin cara pendidikan kita yang salah….atau orangtua yang salah (termasuk saya), mestinya sejak kecil anak-anak didongengi para Nabi sebelum tidur. Bagaimana jika orangtuana sendiri tak hafal cerita tersebut? Berarti memang harus banyak yang dipelajari sebelum menjadi orangtua.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s