Hidup secukupnya

Orang bijak ada yg bilang bahwa  ” Cukup adalah harta terbesar”.

ya,memang benar,hidup itu sebenarnya gak butuh terlalu banyak kok,hanya secukupnya saja.

saya ingat film ‘into the wild’ ,sebuah film tentang kembali ke alam ,mencari jati diri,melepaskan diri dari ketergantungan kepada dunia,mencoba menjadi mandiri dengan hidup secukupnya. bagi yg belum nonton silahkan nonton deh,film ini terinspirasi dari kisah nyata.

lihatlah anjing2 liar di alam,mereka begitu kompak bersama2 mencari mangsa,mengejar mangsanya tanpa kenal menyerah,lalu membagi2nya bersama kelompoknya tanpa berkelahi,makan secukupnya untuk hari itu,kemudian memulai lagi rutinitas yg sama esok harinya. kalau hari ini mereka memangsa sapi,mungkin besok kuda,dan mungkin besok lagi jerapah,atau kambing dan lain sebagainya. anjing2 ini tak kenal menyerah,mereka akan terus mengejar mangsanya sampai mangsanya itu kecapaian. satu hal yg pasti mereka tak pernah menyimpan makanannya untuk besok dan mereka hanya berburu secukupnya untuk hari itu saja.

lalu coba kita lihat binatang pemamah biak,seperti rusa,sapi ,kuda (yg dimangsa oleh anjing2 tadi). mereka makan secukupnya,mereka gak pernah menyimpan2 rumput yg akan mereka makan untuk persediaan,apabila mereka butuh makan lagi mereka akan mencarinya lagi keesokan harinya. mereka tidak pernah takut besok mereka tidak makan.

kini kita beralih ke mahluk yg paling mulia diantara semua mahluk ciptaan Allah,yaitu manusia. manusia sebenarnya hidup gak banyak kebutuhannya,tapi kadang ketakutannya akan kekurangan makanan membuatnya melakukan jauh melampaui batas. bukan lagi didasarkan kebutuhan,tapi sudah keinginan yg berlebih. kalaupun bukan didorong ketakutan akan rasa lapar,didorong keinginan untuk hidup lebih mewah,hidup lebih enak.

karena ketakutan akan hari esok yg kekurangan ,manusia mengumpulkan2 kebutuhan2nya itu,menimbun2 harta. dan melakukan itu dengan merusak alam,merugikan manusia lainnya,mengambil yg bukan haknya.

inikah gaya kepemimpinan yang bijak? apakah Allah memberi manusia kekuasaan dan gelar ‘Khalifah’ di muka bumi ini untuk lebih merusak daripada binatang2 yg dipimpinnya?

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS 2 : 30)

saya yakin tidak,tapi mengapa bumi ini semakin rusak setiap harinya karena kalian wahai para khalifah?

*terinpirasi karena berita tentang terpisahnya gletser di kutub utara seluas ukuran 260 km persegi atau hampir sama dengan ukuran kota Jakarta

16 Komentar

  1. Manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya, hal itu sudah Allah peringatkan dalam Al-Qur’an. Jadi jangan heran bila ada sebagian manusia suka menumpuk harta kekayaan.

  2. Hidup berlebihan ternyata membawa dampak yang buruk, bukan hanya bagi kita tetapi untuk alam juga..
    itulah sebabnya mengapa kita sebagai manusia sangat dilarang untuk hidup berlebih-lebihan

  3. kemarin menjelang berbuka bundo denger di TV seorang ustad mengajak kita untuk membiasakan diri dengan pakaian saat kita meninggal nanti.

    hanya satu pakaian kafan sederhanan pembungkus tubuh
    hanya tanah secukupnya saja seukuran tubuh.

    dengan begitu kita akan bisa menjauhi sifat serakah.
    krn keserahanlah yang merusak bumi kita ini.

    pagi didoooottt.. semoga puasanya lancar dan semangat!

  4. Egois, serakah dan gak pernah puas..😦

  5. yah, sederhana sajalah… aku suka kata itu..
    salam kenal mas..🙂

  6. *jadi ingat dengan kabar gletser itu*😦😦
    😥

  7. Anjingny amana Mas kok, Rusanya aja yang kelihatan….

  8. Klo Kutu lebih miris sama orang-orang yang sampai tega membunuh anaknya sendiri atau bahkan diri sendiri karena katanya tuntutan ekonomi. Apa mereka gak percaya bahwa rezeki itu sudah diatur oleh Allah, kita pun terkadang lupa sama mereka, dan malah memperkaya diri T-T

  9. Apapun karunia yang telah Dia berikan semestinya kita selalu bersyukur.

  10. Merasa cukup akan membuat hidup tidak terbebani dan enjoy, Dot. Btw, tuh gletsernya sepeti wajah orang ya.

  11. Tak banyak orang yang mampu bersyukur dengan kekurangan yang dimilikinya. Rata2 orang hanya bersyukur kalau mendapat limpahan atau keberuntungan.

  12. inspiring…..🙂

  13. Makan berlebihan membuat sakit
    Makan kekurangan juga bisa sakit

    Secukupnya saja.
    Meskipuni cukup buat seseorang tidak sama dengan yang lain.
    bersyukur selalu😀

  14. Makan berlebihan membuat sakit
    Makan kekurangan juga bisa sakit

    Secukupnya saja.
    Meskipun cukup buat seseorang tidak sama dengan yang lain.
    bersyukur selalu😀

  15. secukupnya saja, tentu ukurannya berbeda pada tiap orang ya Mas Didot.
    dlm hal harta, sepertinya banyak sekali manusia yg merasa selalu kurang, sudah punya ini, pingin itu, sudah ada satu,pingin dua, begitu seterusnya, gak selesai2 , sampai akhirnya ajal menjemput, nauzubillah………..
    Semoga kita termasuk orang2 yg selalu mensyukuri nikmatNYA,amin
    salam

  16. 260 m persegi
    kok seluas kota jkt sih??

    :-s

    masalahnya, cukupnya setiap orang berbeda2…
    hehehehe

    itulah dunia.
    menjadi cukup
    ketika ada kaya ada miskin
    ada sombong ada rendah hati

    pasangan2 itulah yg membuat dunia cukup.
    semua tdk jauh dr Qodarullah


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s