Batal menjadi imam sholat jamaah

Ini cerita dari ustad Taufik Nur , beberapa malam yang silam di bulan ramadan ini.  beliau bercerita tentang fikih ,khususnya fikih tentang sholat.

Seperti kita ketahui,hal2 yg membatalkan sholat antara lain adalah mengeluarkan angin alias kentut. tidak peduli siapapun orangnya, kalau lagi jadi  imam kentut ya harus segera mundur karena batal. tapi ternyata hal inipun ada tata caranya dalam fikih. mungkin karena jarang kejadian sehingga jadi banyak yang tidak tahu menahu soal hal ini.

Kejadiannya ketika ustad taufik sedang bersama rombongan ke jawa sebanyak 4 bis. ketika itu sudah saatnya masuk sholat subuh,sehingga beliau memutuskan mencari masjid yang cukup besar untuk sholat subuh bersama jamaahnya.

ketika akhirnya menemukan masjid yang cukup besar, sang imam masjid mempersilahkan ustad taufik untuk menjadi imam,mungkin karena merasa jumlah jamaahnya kalah banyak dengan yang dibawa ustad taufik. namun ustad taufik tetap memilih untuk menjadi makmum karena alasan menghargai tuan rumah,toh dia kan hanya numpang lewat di masjid itu.

hingga akhirnya beliau ikut sholat jadi makmum, bersama dengan para jamaahnya yang lain,dan sang imam setempat pun ternyata melantunkan bacaan yang sangat syahdu dan indah ,bagaikan bacaan imam langsung dari kota madinah. demikian indahnya bacaannya sehingga ustad taufik sangat menikmati sholat tersebut.

Ketika sholat terus berlanjut, tak berapa lama kemudian,saat sujud dalam salah satu rakaatnya,sang imam lama tidak mengaba2kan untuk bangkit dari posisi sujudnya. beberapa makmum yang ada di barisan depan jadi gelisah dan mulai mengintip2 ke arah imam,rupanya sang imam sudah tidak ada di tempatnya,belakangan diketahui imam sudah batal wudhunya karena mengeluarkan angin ,dan langsung lari menuju pintu rumahnya yg kebetulan bersebelahan dengan masjid tersebut .

namun yang konyolnya,makmum yang dibelakangnya pun rupanya tidak tahu harus bagaimana (atau karena terlalu kaget liat imamnya gak ada ?? ), sehingga salah satu makmum yang posisinya berada di belakangnya persis itu malah berbalik badan dan berteriak ” imamnya tidak ada…” , sehingga akhirnya batallah semua yang sholat disitu.🙄

ini kejadian nyata dan saya tertawa geli saat mendengarnya.  gimana tidak? sang imam yg bacaannya begitu indahnya juga gak tau, gimana tata cara batalnya jadi imam ,makmumnya pun rupanya tidak mau kalah dengan sama2 tidak tahu juga. padahal sang imam termasuk bagus bacaannya,tapi rupanya itu tidak ada hubungannnya dengan pengetahuan fikihnya tentang hal ini.

jadi menurut ustad taufik nur, kalau kita jadi imam dan batal saat sedang sujud atau rukuk,jangan langsung main ngacir atau bubar  aja,tapi kembalikan dulu ke posisi berdiri atau duduk yg benar,baru diberi tanda ,bahwa kita sudah batal,dengan mengucap ‘subhanallah’ dan segera keluar meninggalkan posisi imam.

yang jadi makmum pun,yg berada di belakangnya persis ,bisa langsung maju sedikit untuk menggantikan imam,tidak perlu tepat berada di tempat yg awalnya imam berada,cukup maju sedikit saja sebagai tanda untuk menjadi imam sholat tersebut melanjutkan sholat berjamaah tadi.

nah demikian kurang lebih sedikit cerita dan informasi ,semoga kalau teman2 terpaksa batal karena kentut ,saya harap bisa lebih bijaksana saat keluar dari barisannya (kentutnya sih jangan ditahan, nanti sakit lho:mrgreen: ),jangan mentang2 batalnya pas lagi posisi sujud atau rukuk terus langsung ngacir aja.  berilah aba2 sekali lagi untuk kembali ke posisi awal sebelumnya,baru kemudian keluar dari barisan sholat ,gitu ya kawan2?😛

5 Komentar

  1. Pernahkah mendapatkan imam yang batal saat memimpin solat berjamaah…? Andaikata terjadi mungkin nggak tahu karena bagian cewek di saf belakang sehingga kita tak memikirkan apa yang terjadi di depan.

    Tapi pernah pas sholat, imamnya mendadak sakit….diam lama sekali, terbatuk-batuk..tapi kemudian diteruskan…

  2. wah… ternyata kejadian seperti itu ada ya…😀
    Suhanallah… berarti yang dekat2 imam mesti siap2 menggantikan😀

  3. wah, belum pernah mengalami kejadian seperti ini, apalagi bagi kami jamaah wanita, seringnya gak ngeliat imamnya, krn terhalang hijab .
    salam

  4. pertama gw ngakak
    kedua, setahu sy ga perlu juga or harus berkata subhanallah, cukup kasih kode
    ketiga, jika sekalipun imam dirasa ga kasih kode, otomatis makmum belakangnya hrs maju (yg berada di belakang imam)

    keempat, posisinya ya hars spt imam td. krn klo hny maju sedikit, shof belakangnya bakal terputus. jd ya hrs pd posisi imam sebelumnya, apalagi jika jamaahnya banyak.

    dulu waktu smp sering menemui kejadian imam batal, krn imamnya ayah saya sendiri waktu di masjid.

  5. Memang sewajibnya, seorang makmur yang berada di belakang imam siap menggantikan imam tatkala imam berhalangan, “buang hajad” atau sakit. Cuma saya mau bertanya, kalau batalnya, tengah membaca suratul Qur’an dan belum selesai, apa harus lanjutkan surat yang sama atau bisa mengawali dengan surat yang lain. Habis, kalau nggak sehafal imam terdahulu gimana, sedang makmur lain tidak ada yang maju, gantikan imam? Digantikan saja surat yg lain,selain al fatihah kan sunah,tidak dibaca pun masih sah😀


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s