Diuji berarti masih disayang

ada 3 orang yang paling dicintai Allah :

1. orang miskin yg rajin bersedekah/dermawan. (kalau orang kaya dermawan sih biasa😛 )

2. anak muda yg ahli ibadah. ( biasanya yg rajin ibadah orang2 udah pada tua,jadi pada inget umur,makanya ibadahnya rajin. kayak sholat subuh di dekat rumah saya,anak mudanya cuma 2,sisanya 80% orang tua semua:mrgreen: )

3. orang kaya yg rendah hati. (kalau miskin rendah hati wajar,kalau miskin tapi masih sombong itu sangat kurang ajar😯 )

Terkadang untuk menaikkan derajat hambaNYA, Allah menguji kita untuk mengetahui seberapa besar cinta kita kepadaNYA.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Bahwa ia mendengar Nabi bersabda: Sungguhnya ada tiga orang Bani Israel, seorang berkulit belang, seorang berkepala botak dan yang lain matanya buta.

Allah ingin menguji mereka, maka Dia mengirim malaikat. Malaikat ini mendatangi orang yang berkulit belang dan bertanya: Apa yang paling kamu sukai? Orang itu menjawab: Warna (kulit) yang bagus, kulit yang indah dan sembuhnya penyakit yang membuat orang jijik kepadaku. Malaikat tersebut mengusap tubuhnya, maka penyakitnya sembuh dan ia diberi warna yang bagus dan kulit yang indah. Malaikat bertanya lagi: Harta apa yang paling kamu senangi? Orang itu menjawab: Unta. Atau: Ia menjawab: Sapi. (Ishak ragu-ragu tentang itu). Lalu ia diberi unta yang hampir melahirkan lalu malaikat berkata: Semoga Allah memberkahinya untukmu.

Kemudian ia mendatangi orang yang botak lalu bertanya: Apa yang paling kamu sukai? Orang itu berkata: Rambut yang indah dan sembuhnya penyakit yang membuat orang jijik kepadaku. Malaikat mengusapnya, maka penyakitnya sembuh dan ia diberi rambut yang indah. Malaikat bertanya lagi: Harta apa yang paling kamu senangi? ia menjawab: Sapi. Maka ia diberi sapi bunting lalu malaikat berkata: Semoga Allah memberkahinya untukmu.

Kemudian malaikat mendatangi yang buta, lalu bertanya: Apa yang paling kamu sukai? Ia menjawab: Allah mengembalikan penglihatanku, sehingga aku dapat melihat manusia. Maka Malaikat mengusapnya, sehingga penglihatannya kembali normal. Malaikat itu bertanya lagi: Harta apa yang paling kamu sukai? Ia menjawab: Kambing. Maka ia diberi kambing yang beranak.

Selanjutnya semua binatang yang diberikan itu beranak-pinak sehingga orang yang berpenyakit belang dapat mempunyai unta satu lembah, yang botak mempunyai sapi satu lembah dan yang asalnya buta memiliki kambing satu lembah.

Pada suatu ketika malaikat kembali mendatangi orang yang berpenyakit belang dalam bentuk dan cara seperti ia dahulu lalu berkata: Aku orang miskin yang telah terputus seluruh sumber rezeki dalam perjalananku, maka pada hari ini tidak ada lagi pengharapan, kecuali kepada Allah dan kamu. Demi Tuhan yang telah menganugerahimu warna yang bagus, kulit yang indah serta harta benda, aku minta seekor unta untuk membantuku dalam perjalanan. Orang itu berkata: Masih banyak sekali hak-hak yang harus kupenuhi. Maka malaikat itu berkata kepadanya: Aku seperti mengenal kamu, bukankah kamu yang dahulu berpenyakit kulit belang yang manusia jijik kepadamu, serta yang dahulu fakir lalu diberi harta oleh Allah? Orang itu berkata: Aku mewarisi harta ini secara turun-temurun. Malaikat berkata: Kalau kamu berdusta, semoga Allah menjadikan kamu seperti dahulu lagi.

Setelah itu malaikat tadi mendatangi orang yang dahulu botak dalam bentuknya seperti dahulu lalu berkata kepadanya seperti apa yang dikatakannya kepada orang yang berkulit belang, dan orang itu menjawabnya seperti jawaban orang yang belang tadi. Maka malaikat berkata: Jika kamu berdusta, semoga Allah menjadikan kamu seperti dahulu lagi.

Kemudian sesudah itu malaikat mendatangi orang yang dahulu buta dalam bentuk dan cara seperti dahulu lalu berkata: Aku orang miskin yang mengembara dan telah terputus seluruh sumber rezeki dalam perjalananku, maka pada hari ini tidak ada lagi pengharapan, kecuali kepada Allah dan kamu. Demi Tuhan yang telah memulihkan penglihatanmu, aku minta seekot kambing untuk membantuku dalam perjalanan. Orang itu berkata: Dahulu aku buta, lalu Allah memulihkan penglihatanku, maka ambillah apa yang kamu inginkan dan tinggalkanlah apa yang tidak kamu inginkan. Demi Allah aku tidak akan membebani kamu untuk mengembalikan sesuatu yang telah kamu ambil untuk Allah.

Maka malaikat berkata: Peganglah hartamu itu semua, karena kamu sekalian hanya sekedar diuji, kamu telah diridai Tuhan, sedangkan kedua sahabatmu telah dimurkai Allah. (Shahih Muslim No.5265)

Bagaimana dengan anda? apakah siap jika diuji dengan ujian kenaikan tingkat olehNYA?

16 Komentar

  1. benar juga ya..
    Hehehe

  2. Barang siapa yang lulus atas ujian Allah, maka orang manusia tersebut akan menyandang manusia paling sempura alias Insan Kamil.

  3. kadang kala ujian bukan berbentuk musibah malah anugrah, Allah ingin menguji kita apakah setelah diberi kenikmatan kita masih bersyukur atau malah kufur nikmat.

  4. Betul itu Partner…..

  5. Subhanallah, sangat sarat pembelajaran….ALLAH yang memberikan kita kekuatan agar bisa lulus dalam setiap tingkatan ujian dari NYA…Semoga kita senantiasa bisa menjadi hamba NYA yang bersyukur, amiin…

  6. yup..saya kadang juga tidak mengerti.
    kenpaa kita bisa melewati ujian kesulitan dengan berjuang dan tetap mengingat ALLAH
    tapi…
    kita terkadang gagal di ujian kenikmatan..kadang kita mengabaikan,dan melupakan-Nya

  7. setujuh banget…
    diuji berarti masih disayang….
    ujian selalu diberikan bagi yang akan naik derajadnya…
    sukses untukmu selalu, Sahabat..
    tetap semangat..

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

  8. Semoga apa pun ujian yang Allah berikn pada kita bisa menempatkan kita di sisi-Nya kelak….

  9. Subhanallah… sungguh kisah yang bisa menjadi teladan.
    Semoga kita dapat selalu lulus dalam ujian ya…🙂

  10. menyambut bulan Suci Ramadhan 1431 H, ijinkan saya memohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya jika ada salah dan khilaf
    Taqobbalallohu minna waminkum siamnaa wasiamikum, taqobbal yaa kariim..
    Marhaban Yaa Ramadhan…..

  11. ..
    kayaknya aku tiap hari di uji…
    jadi artinya aku di Sayang terus dong..🙂
    ..

  12. saya sudah pernah baca kisah ini tapi kemudian lupa : dan alhamdulillah telah di ingatkan lagi😀 terimakasih banyak atas tulisannya yang sangat bermanfaat😀

  13. Semoga apa pun ujian yang Allah berikn pada kita bisa ambil hikmahnya

  14. aku mau sangat diuji setiap hari ,Mas Didot.
    Semoga dengan ujian yg diberikanNYA, aku dinaikkan derajatnya olehNYA,amin.
    salam

  15. dan tak ada ujian diluar batas kemampuan kita sebagai manusia … ALLAH saja yakin kita kuat, masa kita gak yakin🙂

  16. hm..
    dot..
    saya selalu berdoa Allahumma laa tabluna illa billati hiya ahsan
    artinya : ya Allah, berikanlah aku ujian yang baik-baik saja

    jadi ketika datang suatu ujian, pasti ujian itu baik untuk saya..🙂
    amin, insya Allah selalu diberi ketabahan.
    tapi jujur.. ada ketakutan juga kalo dapet ujian yang lebih berat..
    tapi kan Allah udah berjanji tdak akan memberi ujian yang melebihi kemampuan kita kan?

    begitu sekiranya Didot yang baik…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s