Hutang

Bagi  yang saat ini sedang berhutang kepada orang lain,saya sekedar mengingatkan agar diniatkan untuk membayarnya. karena hutang dapat menjadi penyebab ,tertundanya dihisab amal2 kita ,sebagaimana disebut dalam hadist berikut ini :

Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, yang artinya: “Jiwa seorang mukmin itu terkatung-katung karena hutangnya, sampai ia dibayarkan.” (HR: at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, shahih).

bahkan seseorang yang mati syahid karena berjihad di jalan Allah ,yang mana seharusnya bisa langsung masuk surga tanpa dihisab,  bisa jadi tertunda masuk surga ,lantaran hutangnya itu

“Demi jiwaku yang ada di TanganNya, seandainya ada seorang laki-laki terbunuh di jalan Alloh, kemudian ia dihidupkan lagi, lalu terbunuh lagi, kemudian dihidupkan lagi dan terbunuh lagi, sedang ia memiliki hutang, sungguh ia tidak akan masuk Surga sampai hutangnya dibayarkan.” (HR: An-Nasa’i, hasan).

“Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim no. 1886)

namun selama anda sudah berniat membayarnya dalam hati,tidak ada masalah selama sudah berusaha dan kemudian ternyata tidak dapat menyelesaikan niatnya itu sampai akhir hayat anda,insya Allah hutangnya itu dilunasi oleh Allah.

Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, yang artinya: “Barangsiapa mengambil harta orang (berhutang) dan ia ingin membayarnya, niscaya Alloh ‘Azza wa Jalla akan menunaikannya dan barangsiapa berhutang dengan niat menghilangkannya (tidak membayar), niscaya Alloh ‘Azza wa Jalla membuatnya binasa. “ (HR. Al-Bukhari).

“Siapa yang meminjam dan sengaja untuk tidak membayarnya, niscaya ia menemui Alloh ‘Azza wa Jalla dalam keadaan sebagai pencuri.” (HR: Shahih Ibnu Majah, no. 1954, 2/52).

nah sebaliknya juga untuk kita yang dipinjami uang alias yang  dihutangi ,jika kita mau meringankan atau membebaskan orang yg berhutang kepada kita,maka balasannya adalah dari Allah,sebagaimana hadist berikut :

Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, yang artinya: “Barangsiapa meringankan hutang orang yang dihutanginya atau membebaskannya maka ia berada di bawah naungan ‘Arasy pada hari Kiamat.” (HR: Muslim).

berusahalah membayar hutang2 kita,meskipun baru sekedar niat🙂

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya yang paling di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.” (HR. Bukhari no. 2393)

7 Komentar

  1. Sebisa mungkin kita menghindari hutang ya, Dot.
    Namun kalo memang dalam keadaan terjepit, mau nggak mau deh.

  2. Jadi inget tmenku yg ngurusin perkreditan di suatu bank… dia pnah do’a : Ya Allah semoga nasabah2ku diberi rizki yang melimpah shg jd lancar bayar cicilannya..hihihiii😀

  3. ..
    walah..
    jadi inget punya hutang puasa..
    hi..hi..
    ..

  4. Allahummakfinii bihalaalika ‘anharoomika wa aghninii bifadhlika ‘amman siwaaka

    Ya ALLAH, cukupkanlah aku dengan yang halal (dari)MU, dan cukupkanlah aku dengan karunia-MU dari selain-MU.

  5. sebisa mungkin aku selalu menghindari hutang piutang.
    takut sekali, krn gak tau kapan akan meninggal, ketika masih ada hutang, nauzubillah.
    Terimakasih sudah mengingatkanku Mas Didot.
    salam

  6. mas didot punya utang traktir Ade di roti bakar Edi, Al azhar … akan Ade tagih.

  7. aih.. betul sekali.
    hutang itu dibawa sampe mati…

    saya pernah nulis ttg itu juga dot..
    http://annafardiana.com/2010/06/hutang-piutang/


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s