Ngakalin

Kata beberapa sumber yg tidak dapat dipercaya (tapi boleh juga dipikirin) kalau sampai tahun 2014 ,tidak ada terobosan baru dalam hal transportasi massal di jakarta,maka kemungkinan besar dengan tingkat pertumbuhan jalan yg sangat minim,dan juga pertumbuhan kendaraan yg sangat besar setiap harinya,jalanan di jakarta pada tahun 2014 akan tidak bisa bergerak lagi,alias lumpuh total dengan akibatnya kemungkinan di depan rumah kita semua akan terjadi macet setiap saat.

Saya cuma mau menyoroti soal kebijakan pemerintah tentang 3 in 1. kalau untuk busway ,terbukti meskipun banyak pro dan kontra awalnya,kini jadi salah satu fasilitas yg sangat mumpuni di kala macet bagi sebagian besar rakyat jelata jakarta.

3 in 1 hanya menghadirkan persoalan baru bagi pemerintah,yaitu Joki 3 in 1 yang bermunculan di pintu2 masuk jalur 3 in 1. tidak jarang mereka2 ini dirazia ,tapi besoknya sudah berjamuran lagi muncul dimana2. begitulah mental manusia2 di negara ini,satu muncul yg lain ikutan. Orang kita itu seringnya ngakal2in sesuatu,gak mau tertib tapi mencoba ngeles dari peraturan yg berlaku.

Nah ,katanya 3 in 1 mau digantikan oleh kebijakan2 baru lainnya. saya jadi bertanya2,apa gak nanti juga diakal2in oleh orang2?

Kebijakan yg mungkin akan diberlakukan adalah sistem nomor ganjil genap atau plat nomor dengan depan tertentu yg bisa masuk (berbeda setiap harinya). kalau benar kebijakan ini diberlakukan , ada 2 kemungkinan yg bisa terjadi : bagi si kaya akan membeli beberapa mobil dengan nomor2 yg berbeda2,dan bagi yg kurang mampu seperti si kaya kemungkinan besar akan memiliki beberapa plat nomor palsu.

Kebijakan lain lagi adalah sistem stiker,kalau ini diberlakukan,kemungkinan besar akan marak stiker2 palsu di mobil2 yg berseliweran di ibukota jakarta ini pastinya. apalagi stiker tergolong murah dan mudah pembuatannya.

Memang setiap kebijakan akan memunculkan problematika baru,karena mental masyarakat kita yg belum siap dan tidak mau mengerti lebih jauh tentang kenapa diberlakukannya suatu aturan,yang ada hanya mau menang sendiri,yg penting dirinya selamat, kalo orang lain masa bodo ,kurang lebih begitu lah. nah bagaimana dengan anda? apakah anda sendiri suka juga ngakalin peraturan??🙄

11 Komentar

  1. Paragraf pertama panjang amat mas, sampai menggeh-menggeh. Gak apa2 kok.

    Kita memang senang memanfaatkan celah yang ada untuk seenak-enaknya kepentingan pribadi ha ha ha ha.

    Kalau sudah terjadi sesuatu, kita tinggal bengak-bengok menyalahkan pihak lain.

    Mari dari diri sendiri memperbaiki diri. Kalau semua sudah maka dampaknya akan bagus.

    Salam hangat dari Surabaya

  2. saya sering juga ngakalin,,
    hehehe

  3. yang diatur selalu lebih pintar drpd yang bikin peraturan, makanya selalu ada akal buat ngakalin😀

  4. hehehehehe… terkadang, adanya peraturan membuat si ‘otak kreatif’ malah semakin kreatif. terkadang ada trotoar yang kosong melompong, lalu ada tulisan : ‘dilarang berdagang’ di sini, malah pada berdagang.

    aneh yah… jadi bingung. sebenernya perturan ada buat mengatur, atau di buat untuk dilanggar yah?

    jujur, kalau aku pribadi lebih suka mentaati perturan. bukannya sok loh, karena aku nya juga suka BT ngeliat sesuatu tidak teratur. kan jadi nya gak lancar😦

  5. yaa.. emang gak gampang menyelesaikan permasalahan macet di jakarta.
    kalo otak saya udah gak mampu deh mikirnya. tapi menurut saya, busway itu udah bagus.. dilanjutkan saja pembangunan halte, koridor dan penambahan armada.

    soal ngakalin peraturan, kembali ke diri sendiri saja.

    tul gak dot?

  6. ada yg bilang katanya peraturan itu dibuat untuk dilanggar. nah lho kapan bisa maju kalo gini terus.

  7. susah emang kalo udah mental ngakalin sih hehe…
    Bandung juga diprediksi akan menjadi semacet jakarta dalam 5 tahun ke depan kalau tidak diatasi dari sekarang

  8. agak susah sih kalo buat peraturan di Indonesia
    wong mentalnya dah terpatri ‘peraturan dibuat tuk d langgar’
    ini statement temen saya ketika saya menegur dia karena tak pakai helm meski keluarnya cuma sekitar 500meter dr kantor

  9. Kebijakan selamanya hanya untuk mengakalin masyarakat.

  10. pindah ibukota saja

    bukan pindah sih sebenarnya, tp lebih pas-nya pemisahan antara IBUKOTA ADMINISTRASI dan dan IBUKOTA BISNIS CENTER

  11. heheh….saling ngakalin ceritanya ya Mas Didot.
    siapa yg diakali dan siapa yg mengakali hehe🙂
    salam


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s