Tergantung pembandingnya

Jika sebuah kamar kost seharga 3 juta per bulan dikatakan mahal ,tentu itu karena ada pembandingnya yg jauh lebih murah bukan?  bisa jadi 3 juta per bulan itu sudah bisa nyicil rumah lumayan bagus meski agak kepinggir sedikit. bisa jadi mungkin buat orang lain lagi 1,5 juta sudah bisa dapat kamar kost yg cukup mewah di tempat yg lain.

namun kalau dibandingkan kamar hotel yg per malamnya 500 ribu permalam dan jika orang itu rajin check-in ,katakan saja misalnya seminggu sekali,maka kamar kost tadi jadi terasa murah bukan? dengan bayar 3 juta bisa dipakai setiap hari,yang seharusnya hanya bisa buat 6 malam saja??

bila sebuah bisnis menghasilkan keuntungan senilai 100 juta rupiah bersih sebulannya,bisnis tersebut juga belum dapat dikatakan sebagai bisnis yg sukses. mengapa? karena harus dilihat dulu,berapakah besarnya modal bisnis tersebut, sebagai pembanding terhadap keuntungan yg didapatnya tersebut.

kalau modalnya 1 milyar masih lumayan bagus bisa untung segitu,kalau modalnya 100 juta juga sangat bagus sekali,akan tetapi kalau modalnya 2 trilyun ,untung sebesar itu jadi tergolong kecil bukan?

seorang yang kaya raya dan tinggal di kompleks orang super kaya,belum tentu merasa bahagia,apabila kemudian dia mengetahui ,bahwasanya dia adalah orang paling miskin di kompleks itu.

jadi untuk bahagia,kita perlu pembanding lain yg lebih miskin dan susah. coba misalnya orang kaya itu mau melihat keluar kompleksnya,ke tempat orang2 miskin berada,ke gang2 sempit dan kumuh,dimana kamarnya dan kamar mandinya sudah sebesar rumah orang2 miskin tersebut, kemungkinan besar dia  akan langsung merasa bersyukur dengan kondisinya saat itu juga.

nah,dalam hidup,jangan sampai kita salah membandingkan. dalam hal prestasi kerja,kita harus melihat keatas,agar kita bisa terpacu untuk lebih baik lagi. namun dalam hal materi dan nikmat,kita harus melihat ke bawah agar kita selalu bersyukur,bahwasanya ada mereka2 yg keadaannya jauh lebih susah lagi dari kita saat ini,betapapun buruknya kondisi yg kita pikir sedang kita hadapi saat ini.

kalau kita merasa sulit untuk bersyukur,cobalah sesekali kita sempatkan main kerumah sakit,lihat orang2 sakit di rumah sakit,terutama orang2 dengan penyakit2 yg berat, seperti misalnya kanker,jantung dan juga stroke,maka saya yakin seketika itu juga kita akan bersyukur bahwa kita telah diberikan kesehatan.

ada cerita seorang yg selalu mengeluh sepatunya sudah bolong,karena dia belum mampu beli sepatu baru. setiap hari kerjaannya mengeluhkan sepatu bututnya tersebut. hingga orang ini bertemu dengan orang yg kakinya buntung sebelah,seketika itu juga keluhannya tentang sepatunya yg sudah butut jadi sirna dan tergantikan oleh rasa syukur karena masih memiliki kedua kaki yg utuh.

lihat kan? untuk merasa bersyukur,kita perlu pembanding yg lebih buruk.

Pembanding lainnya adalah antara kehidupan dunia dan akhirat. kenapa hidup di dunia dikatakan hanyalah sebentar?

“Allah berfirman: “Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui”. Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (Q.S. Al-Mu’minun (23) : 114 – 115)

karena tentu saja pembandingnya adalah akhirat yg abadi. berapakah 1 : ~

(1 berbanding tak terhingga) , jawabannya adalah tak dapat dibandingkan sama sekali,karena akhirat takkan pernah berakhir🙄

“Perbandingan antara alam dunia dan akhirat adalah seperti air samudera, celupkanlah jarimu ke samudera, maka setetes air yang ada di jarimu itu adalah dunia, sedangkan air samudera yang sangat luas adalah akhirat”.

15 Komentar

  1. Subhanallah….
    Betapa mruginya orang-orang yang gila dunia….

  2. Kuncinya, kita harus mensyukuri betapapun kecilnya pencapaian kita….

    Jadi ingat telpon dengan si bungsu…betapapun hidup ini untuk berjuang, dan bersyukurlah atas kenikmatan yang telah diberikan Allah swt (dapat beasiswa ke LN)…dan raihlah masa depanmu dengan kerja keras.

  3. biarpun udah tau, tapi diingatkan soal yang satu ini selalu berguna. Makasih Tuhan udah ngingetin saya melalui Didot, semoga kita semua digolongkan ke dalam orang yang makin pandai bersyukur.

    (liat gambar matahari dan planet2 itu selalu bikin merinding. Subhanallaahhh….)

  4. musti banyak bersyukur ya sob..

  5. Dalam kehidupan ini semestinya mempunyai perbandingan nilai-nilai hidup, agar tidak stress dalam menjalani kehidupan.

  6. Nikmat mana yang bisa kita dustakan ?
    harus selalu bersyukur mas🙂

    nice

  7. akhirat, adalah keabadian kehidupan di sana
    duh, saya selalu khilaf di kehidupan yg singkat ini🙂

  8. Kita patut bersyukur karena telah mendapatkan nikmat Islam, sehingga pembelajaran yang diperoleh bisa jadi bekal untuk hidup di masa “1” dan memperoleh tempat terbaik di masa “tak terhingga” itu kelak😀

  9. artikelnya sangat menarik mas
    manusia memang terkdang sangat sulit diajak melihat ke bawah, yg pada akhirnya kata syukur sangat mudah untuk diucapkan tapi sulit dilaksanakan. semoga kita termasuk ke dalam golongan orang2 yg senantiasa bersyukur atas Nikmat-Nya, amin…

  10. betul sekali..
    kadang kita sering terlupa..
    selalu membanding2kan rejeki kita dengan orang lain
    padahal soal harta, mendingan liat ke bawah aja..

    berbeda dengan ibadah.. kita harus melihat ke atas.. agar senantiasa meningkatkan kuantitas dan kualitas🙂

  11. Memang kenyataannya seperti itu kan mas, kalo udah nyangkut masalah materi banyak orang lupa kalo akhirat itu lebih hakiki di atas segala-galanya. dan banyak orang berpikiran bisa membangun surganya di dunia ini, sehingga lali akan surga akhiratnya🙂

  12. Kalau kita tak sabar dan syukur maka berantakanlah hidup kita.
    Sabar dan syukur adalah sikap orang beriman.
    Jika mendapatkan kesedihan/kesusahan dia bersabar dan itu baik baginya.
    Jika mendapatkan kesenangan/kegembiraan dia bersyukur dan itu juga baik baginya.

    Saya bintang satu, beberapa teman saya ada yang bintang 2, tiga dan empat.
    Dan buaaaanyaaak yang melati 3 atau dua dan bahkan ada yang melati 1.

    So, saya bersyukur bisa menjadi bintang satu, wong saya arek ndeso. Bintang satu dah paling hebat sak kecamatan lho.

    Salam hangat dari Surabaya

  13. jadi untuk lebih bersyukur
    harus SERING” melihat ke BAWAH ya?
    :’)

  14. truly inspiring posting

  15. itulah manusia Mas Didot, selalu merasa bersyukur ketika melihat lainnya dlm kesulitan yg melebihi kesulitannya.
    padahal seharusnya kita bersyukur setiap saat atas segala anugerah yg diberikan Allah swt setiap hari .
    Semoga kita termasuk orang2 yang selalu bersyukur, amin.
    salam


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s