Dengan atau tanpa alas kaki

Sering saya menemui,ketika berada di mushola atau masjid ,yang tempat wudhunya cukup jauh dari tempat sholat,dan biasanya disediakan bakiak atau sandal untuk menuju tempat wudhu,banyak orang menunggu karena kekurangan alas kaki untuk menuju tempat wudhu tersebut.

alangkah baiknya jika ada dermawan yg menyedekahkan sandal atau bakiak untuk mereka2 ini seperti ide om NH di tulisannya ini ,karena suka ada maling sandal di mushola atau masjid2 seperti diceritakan di tulisan teman saya ini

namun jadi pertanyaan saya sebenarnya,apakah wudhu menjadi batal jika berjalan tanpa alas kaki? mungkin kalau tempatnya tanah yg harus dilalui masuk akal kalau harus pakai alas kaki ,karena takut mengotori lantai tempat sholat nantinya,tapi kalau lantainya bersih?

kalau lantainya sudah dari keramik dan tempat wudhunya pun dekat,apakah harus tetap memakai alas kaki juga?

bukankah meskipun terkena tanah sekalipun wudhu kita tidak batal?

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau kembali dari  buang air (al-ghaith) atau kamu telah sentuh-menyentuh perempuan (al-mulamasah), kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. (QS 4 : 43)

wudhu menjadi batal karena sebab2 sebagai berikut ini :

1.  keluarnya sesuatu dari dua kemaluan (kencing,Buang air besar,kentut,keluar madzi dan mani ,khusus mani wajib untuk mandi besar)

2. hilang kesadaran akibat tidur atau mabuk. adapun tidur yang tidak  bersandar (duduk dilantai) tidak membatalkan wudhu.

3. berhubungan badan ,baik keluar atau tidak air mani.

” Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni’mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur (QS 5 : 6)

selain daripada alasan2 diatas maka tidaklah batal wudhu kita,sekalipun kita terkena najis ,wudhu tetap tidak batal,tapi karena syarat sahnya sholat adalah tidak ada najis,maka kita wajib mencuci bagian yg terkena najis itu sampai hilang bau dan warnanya.

nah berarti kalau berjalan di tanah sekalipun tidak membatalkan wudhu kan? tapi kalaupun dikhawatirkan ada najis yg dapat mengganggu sahnya sholat kita,maka sebenarnya kita tidak perlu khawatir, karena ada dua hal,yaitu  :

  • pertama ,najis harus terlihat jelas bentuk fisiknya ,artinya najis secara mutlak,kalau sudah bercampur tanah atau dengan lainnya dan tidak bisa lagi disebut sebagai najis ( sudah berubah bentuk menjadi tanah misalnya) maka bisa dikatakan sifat kenajisannya sudah hilang dan menjadi sesuatu yg suci.
  • kedua ,kalaupun terkena najis yg kita tidak sadar (karena sedikitnya najis tersebut sampai tidak terindera oleh kita) maka bumilah yg akan mensucikannya ,sebagaimana hadist berikut ini :

Seorang wanita bertanya kepada Ummu Salamah, isteri Nabi saw, ia berkata : “Sesungguhnya aku adalah seorang perempuan yang biasa melabukkan pancung (memanjangkan) pakaianku dan (kadang-kadang) aku berjalan di tempat yang kotor?” Maka Jawab Ummu Salamah, bahwa Nabi SAW pernah bersabda, Tanah selanjutnya menjadi pembersihnya.‘” (Shahih: Shahih Ibnu Majah no: 430, Muwaththa’ hal 27 no:44, ‘Aunul Ma’bud II: 44 no: 379, Sunan Tirmidzi I: 95 no: 143, Ibnu Majah I: 177 no: 531).

Abus Said ra bahwa Nabi saw. bersabda, “Apabila seorang di antara kamu datang ke masjid, maka baliklah kedua sandalnya dan perhatikan keduanya: kalau Ia melihat kotoran (pada sandalnya), maka gosokkanlah ke tanah kemudian shalatlah dengan keduanya.” (Shahih: Shahih Abu Daud no: 605 dan ‘Aunul Ma’bud II:353 no:636).

kalau begitu sudah jelas kan,kalau sebenarnya alas kaki itu bisa dipakai ataupun tidak,kalau ada silahkan dipakai,kalau tidak ada juga tidak mengapa. (kalau ada ya dipakai dong,masak dianggurin:mrgreen: )

demikian pendapat saya,kalau setuju silahkan diambil,kalau tidak silahkan diambil pendapat lain yg lebih kuat. saya hanya berusaha menyampaikan apa yg saya pahami,kebenaran sejati hanya milik Allah semata,semoga Allah merahmati kita semua dengan petunjukNYA

19 Komentar

  1. PERTAMAX..hehe
    makasih dah dikasi backlink ^^
    kayanya bakiak lebih asik deh..
    ada suaranya kotoplak kotoplak wkwkw

  2. Bener kata kang ian, lebiH nyeni pake bangkiak

  3. AKu setuju tulisan ini, banyak juga yang pada berdalih ke tika diajak ke masjid. wah kena najis neeh, padahal dia ga bisa nunjukin najisnya yang mana, cuma alasan doang ga mau ke masjid.Salam sehat dan semoga keberkahan untuk mas didot ,amien

  4. Sah tidaknya wudhu seseorang bila tidak memakai sandal ketika menuju mesjid di lihat dari situasi dan kondisi tanah saat itu, bila tanah di sekitar yang di lewati banyak mengandung kotoran seharusnya mengambil air wudhu kembali, jika tidak segeralah menunaikan sholat.
    Tapi sepantasnyalah ketika mengambil air wudhu harus menggunakan alas kaki supaya kakinya tidak kotor sehinnga menyebabkan lantai yang di lewatinya tidak kena kotoran atau najis.

  5. Hehe… nggak mesti harus bergantung dengan sendal jepit ya…🙂

  6. Yup betul banget …

    Tapi jika penyediaan sendal jepit itu simple dan sedemikian mudahnya …
    ya mengapa tidak ?

    Yang jelas …
    Mengenai Najis yang hilang sifat kenajisannya … saya baru tahu Dot …
    Thanks For the info ya …

    Salam saya

  7. setuju, bener banget
    saya termasuk yang cukup jauh nyeker dari tempat wudhu ke tempat shalat
    salam sukses

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

  8. waah semakin paham deh dengan ilmu thaharah
    terimakasih artikelnya mas!🙂

  9. Nah, saya rasa kalo jalan menuju tempat wudhunya jauh tapi berlapis keramik (bukan tanah atau pasir), gak masalah. Menjadi masalah ketika jalur ke tempat wudhu berupa tanah atau pasir. Ditambah lagi gak ada keset di pintu masuk masjid. Habis wudhu, kaki kotor, ngotorin lantai dalam masjid.😦

  10. Alhamdullillah dapat pengetahuan agama lagi nih. Saya jadi tidak ragu2 lagi apabila mengalami kejadian semacam ini.

  11. Ada yang komentar bakiak, jadi ingat bakiak berjejer di depan suatu mushola….agar tak hilang

  12. bener juga tuh.., dulu desya juga pernah kehilangan sendal gitu, tapi lebih seringnya wudlu di rumah, trus sampai masjid tinggal cuci kaki lg kalau kotor ^^

  13. salam hormat,n salam kenal dari saya ya mas

  14. Potret kenyataan yang sungguh miris ya mas, ternyata di rumah Allah pun, manusia masih saja mau melakukan perbuatan mengambil hak milik orang lain, ternyata dampak kemiskinan sebegitu dasyat y mas, sehingga bisa menutup rapat2 pintu hati kita

  15. saya sih simpel aja, kalau ada bakiak dipake kalau ngga ya nyeker.

  16. kalau tau bakiaknya diantriin , ya abis wudhu langsung dilepas aja,

    ada gerakan mukena bersih, bisa juga dong buat gerakan sandal jepit atau bakiak bersih

  17. wawasan baru ini. makasih sudah share…

  18. kalaakenapa tidak sholat sekalian pakai sandal..
    bukankah dulu sahabat dan rasul sering sholat dengan sepatu masih dipakai?

    itu juga sunnah

    jd, penulisan “BATAS SUCI” di masjid2 itu sebenarnya salah kaprah
    memangnya di luar masjid tidak suci??
    BUmi Allah itu suci…
    layak untuk dijadikan tempat sholat kecuali kuburan dan WC

  19. Terimakasih utk postingan ini, Mas Didot.
    jadi lebih memahami lagi ttg thahharah
    salam


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s