Orang buta yang bijak

Di blog ini ,saya seringkali mendapatkan perbedaan pendapat. apakah saya khawatir dengan perbedaan pendapat? perbedaan pendapat sangatlah penting,karena itu menunjukkan perbedaan cara pandang,dan itu sebenarnya malah memperkaya bukan mempermiskin suatu pendapat.
kalau saya boleh bercerita ulang,tentang sebuah cerita yg mungkin sudah sering didengar oleh beberapa orang,tapi mari kita renungkan kembali arti cerita itu secara mendalam.
ORANG-ORANG BUTA DAN GAJAH
Di seberang Ghor ada sebuah kota. Semua penduduknya buta. Seorang raja dengan pengikutnya lewat dekat kota itu; ia membawa tentara dan memasang tenda di gurun. Ia mempunyai seekor gajah perkasa, yang dipergunakannya untuk berperang dan menimbulkan ketakjuban rakyat.
Penduduk kota itu ingin sekali melihat gajah tersebut, dan beberapa di antara orang-orang buta itupun berlari-lari bagaikan badut-badut tolol berusaha mendekatinya.
Karena sama sekali tidak mengetahui bentuk dan ujud gajah, merekapun meraba-raba sekenanya, mencoba membayangkan gajah dengan menyentuh bagian tubuhnya.
Masing-masing berpikir telah mengetahui sesuatu, sebab telah menyentuh bagian tubuh tertentu.
Ketika mereka kembali ke tengah-tengah kaumnya, orang-orang pun berkerumun di sekeliling mereka. Orang-orang itu keliru mencari tahu tentang kebenaran dari rekan-rekannya sendiri yang sebenarnya telah tersesat.
Kerumunan orang itu bertanya tentang bentuk dan ujud gajah: dan mendengarkan segala yang diberitahukan kepada mereka.
Orang yang tangannya menyentuh telinga gajah ditanya tentang bentuk gajah. Jawabnya, “Gajah itu lebar, kasar, besar, dan luas, seperti babut.”
Dan orang yang meraba belalainya berkata, “Saya tahu keadaan sebenarnya. Gajah itu bagai pipa lurus dan kosong, dahsyat dan suka menghancurkan.”
Orang yang menyentuh kakinya berkata, “Gajah itu perkasa kokoh, bagaikan tiang.”
Masing-masing telah meraba satu bagian saja. Masing-masing telah keliru menangkapnya. Tidak ada pikiran yang mengetahui segala: pengetahuan bukanlah sahabat Si Buta. Semuanya membayangkan sesuatu, yang sama sekali keliru.
Makhluk tidak mengetahui perihal ketuhanan. Tak ada Jalan dalam pengetahuan ini yang bisa ditempuh dengan kemampuan biasa.
cerita ini sangat menarik buat saya, karena menggambarkan keadaan kebenaran bagi setiap orang. memang  benar setiap orang mempunyai kebenaran versinya masing2. demikian pula saat kita berbeda pendapat,kemungkinan besar karena kita sedang memegang ‘bagian’ tertentu dari sebuah kebenaran.

Karena kebenaran itu sangatlah subjektif,maka itu tidaklah bijak  jika kita memaksakan pendapat dan kehendak kita kepada orang lain,karena bisa jadi mereka juga sedang meyakini kebenaran versi mereka ,sebagaimana kita juga sedang meyakini kebenaran versi kita.

kebenaran selalu punya banyak wajah,kebenaran sejati mutlak hanyalah milik Allah semata,selain Allah semua yg lainnya hanya bisa mendekati kebenaran ,bukan menjadi kebenaran itu sendiri.

Jika kita mampu melihat sebuah masalah dari dua sisi atau lebih,kita sudah dapat dikatakan sebagai orang bijak. karena orang bodoh hanya melihat satu sisi dari sebuah permasalahan saja.

21 Komentar

  1. Wah benar juga. , memang suatu masalah harus dikaji dari berbagai sudut pandang agar ketemu penyelesaian terbaik buat semuanya.

  2. keren… artikel yang penuh makna
    kisah gajah dan orang buta adalah gambaran tentang fikiran yang sempit
    nice post, Bro…
    salam sukses selalu…

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

  3. Menjadi orang bijak sedikit agak susah, karena memerlukan kematangan dalam berpikir dan kematangan jiwa. Perlu waktu dan pembelajaran untuk meraihnya. Namun seiring waktu berjalan kita bisa meraihnya tergantung dari diri kita mau berubah.

  4. ..
    Orang yang merasa pendapatnya paling benar, adalah orang yang tersesat..😉
    ..

  5. para politikus yang selalu berdebat dan merasa pendapatnya paling benar bukanlah orang yang buta secara fisik, tapi buta mata hati😀

  6. soal beda pendapat itu biasa Dot..
    asalkan perbedaan itu bisa kita ambil yang sisi positifnya.
    karena dengan perbedaan, kita bisa melihat sudut pandang yang berbeda.

    tinggal bagaimana cara penyampaian pendapat yang berbeda itu.
    kalo nggak enak menyampaikannya juga nggak asik kan🙂

  7. Mungkin Indonesia kuran berkembang karena kurangnya orang bijak di negeri ini. Atau ketika mereka ada kemauan jadi orang bijak tidak tahu harus mulai darimana..🙂 Langkah pertama, harus baca cerita ini dulu.. :;

  8. setuju deh setuju
    kita emang ga boleh maksain apa yang kita anggap benar
    karena blom tentu orang laen nganggapnya juga benar

  9. setuju bgt mas..perbedaan pendapat kdg terjdi karena adanya perbedaan sudut pandang… Yg jelad itu bakal memperkaya kita..

  10. Perbedaan itu indah, karena perbedaan pelangi bisa dilihat menawan. Dan tidak seharusnya perbedaan itu dipertentangkan karena perbedaan memang sudah saunnatullah.😆
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  11. nice quote mas………

  12. Sejatinya subtansi kehidupan bukan hanya melihat dengan mata kan mas, tapi juga bisa melihat hikmah dan makna segala ujian dengan hati dan iman

  13. Justru perbedaan pandangan ini yang memperkaya pengalaman kita…karena kita bisa melihat dari berbagai sudut pandang, yang tentu saja tak sama.
    Pada kenyataannya hidup dan dunia ini berwarna warni, tak hanya hitam putih belaka.

  14. @_@
    halo bang hadidot aku ngepens lho sama postingan pean di kaskus.. sampe masuk sticky kerreeenn……

    oby ko sulit nagkep makna ceritanya yak… T~T
    oby yang o’on kali yah

  15. Dengan adanya perbedaan kita kembali diingatkan untuk mengoreksi diri kita kenapa sampai ada orang lain yang berbeda pendapat dari kita. Mungkin ada hal lain yang perlu kita pelajari lebih dalam dari beda pendapat tsb shg kita menjadi bijak untuk menentukan sikap selanjutnya. Just my opinion.

  16. melihat hidup itu memang semestinya tidak melulu menggunakan mata,
    tapi juga dengan pikiran dan hati kan mas. jazakallah khoirah deh buat sharing2nya pada kita semua y mas..biar lebih mengahragai sedetik dan semenit yang berlalu dalam hdiup ini…

  17. Setuju banget sama paragraf yang ini, Dot

    Karena kebenaran itu sangatlah subjektif,maka itu tidaklah bijak jika kita memaksakan pendapat dan kehendak kita kepada orang lain,karena bisa jadi mereka juga sedang meyakini kebenaran versi mereka ,sebagaimana kita juga sedang meyakini kebenaran versi kita.

    Setuju sekali…

    Sayangnya beberapa manusia kurang bijak menyikapinya, sehingga cenderung memaksakan kehendak kebenaran, versi…dia🙂

    Btw, Dot…
    MANA CERITA KOPDARNYA?!?!?

    Kapan-kapan ketemuan makan di situ lagi yuk? Mau nyobain nasi goreng ijonya lagiiiiii😦 Bawa pacarmu🙂 Nanti aku bawa bossku! *maksudnyaaaa*

  18. terkadang manusia sibuk mencari2 kesalahan, ketimbang menekuni kebenaran yg ada..🙂
    salam……

  19. satu lagi nice post dari mas didot…
    bisa jadi pelajaran untuk indah dan kawan kwan semua agar tidak menandang dari satu sisi saja…🙂
    keep writing mas..🙂

  20. buatku, yg tw kebenaran sesungguhnya itu memang cuma Sang Pembuat Kebenaran itu sendiri ^^

  21. Kisah-kisah yang membuka mata….Kiasan yang cantik untuk belajar moral. Ini kisah dari negeri Yunani bukan, Dot?


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s