batalkah wudhu jika menyentuh wanita?

Selama ini saya masih belum jelas soal hal yg sepele ini,apakah menyentuh wanita membatalkan wudhu? bagaimana dengan menyentuh istri sendiri atau anggota keluarga kita yang masih mahram? apakah batal atau tidak?

saya merasa bingung sampai saya mencari sendiri dalil2nya tentang hal2 yang membatalkan wudhu. di beberapa buku yang saya baca ,bersentuhan dengan lawan jenis tidak disebutkan sebagai hal yang membatalkan wudhu.

namun dalam mazhab syafi’i (yang kebetulan paling banyak dianut oleh sebagian besar umat muslim di indonesia) ,menyentuh wanita dianggap membatalkan wudhu.

pada dasarnya ada 3 pendapat soal menyentuh wanita ini :

1. menyentuh wanita membatalkan wudhu (baik yg mahram ataupun bukan).

2. menyentuh wanita dengan syahwat membatalkan wudhu.

3. menyentuh wanita tidak membatalkan wudhu.

ketiga pendapat ini semuanya insya Allah benar,karena masing2 punya dalilnya. mari kita lihat sedikit dimana letak perbedaannya.

di dalam alquran ayat yang dipakai dalam permasalahan ini adalah surat berikut :

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu, Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” (QS. al-Maidah : 6)

perhatikan kata2 yg saya tebalkan,menyentuh perempuan disini sudah ditafsirkan dalam bahasa indonesia.  kata2 aslinya adalah ‘al-lams’ atau ‘lamastum’ dalam bahasa arab ,untuk itu pendapat yang mengatakan bahwa batal wudhunya karena bersentuhan dengan wanita adalah karena menganggap penafsiran kata tersebut sebagai menyentuh dengan tangan,adapun pendapat yg mengatakan tidak  batal wudhunya karena menafsirkannya sebagai berhubungan badan (jima).

hal ini sebenarnya tidak perlu dipermasalahkan apalagi jika sampai terjadi debat kusir dan merasa paling benar sendiri ,kalau saya melihat dari hadist2 yang ada dan juga dari ayatnya dan penjelasan para ulama,maka saya pribadi mengambil pendapat bahwa menyentuh wanita tidaklah membatalkan wudhu,baik itu yg mahram maupun bukan. namun untuk lebih berhati2 saya juga menetapkan bagi diri saya,jika ada syahwat disaat menyentuh lebih baik saya wudhu lagi,karena takut ada sesuatu yg keluar dari kemaluan saat itu terjadi.

Dari ‘Aisyah, beliau mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mencium sebagian istrinya, lalu ia pergi shalat dan tidak berwudhu. Seorang perowi (‘Urwah) berkata pada ‘Aisyah, “Bukankah yang dicium itu engkau?” Setelah itu ‘Aisyah pun tertawa. Juga terdapat riwayat Ibrahim At Taimiy, dari ‘Aisyah. (Riwayat ini dishahihkan oleh Al Albani.)

para sahabat dan bahkan rasul sendiripun selalu mencium istri2nya sebelum pergi ke masjid untuk sholat tanpa mengulangi kembali wudhunya. berarti dapat disimpulkan menyentuh wanita (dengan nafsu ataupun tidak) tidaklah membatalkan wudhu. mencium istri juga bisa jadi ada nafsu disaat melakukannya bukan? kalaulah hal ini dapat membatalkan wudhu,maka kemungkinan besar rasul sendiripun akan mengatakan sesuatu tentang hal ini bukan?

namun sejauh yg saya telusuri memang tidak ada kata2 dari rasul berkaitan soal hal ini ,bisa jadi karena saya yang kurang ilmunya (kurang banyak mencari) atau memang benar2 tidak ada dalil lainnya dari rasul. saya tidak berani bilang tidak ada dalil lain,karena hadist itu ada banyak sekali jumlahnya,jadi saya lebih memilih mungkin ilmu saya yang masih kurang.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:“‘Aku pernah tidur di depan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dua kakiku berada di arah kiblat. Ketika, sedang sujud Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyentuhku, maka akupun menarik dua kakiku. Kalau beliau sedang berdiri, maka aku membentangkan keduanya.’ Ia menambahkan; ‘Pada masa itu, rumah-rumah tidak ada lampunya.’

namun demikian,saya berpendapat bahwa kemungkinan besar  imam syafi’i mengutarakan pendapatnya karena lebih berhati2 (dengan menyebutkan batal ) ,disebabkan karena mungkin beliau khawatir  keluarnya sesuatu dari kemaluan tanpa disadari oleh yang bersangkutan saat menyentuh wanita. bahkan setau saya ,seorang pria , tanpa menyentuh wanitapun ,terkadang bisa tiba2 terbangun syahwatnya dan sangat berpotensi mengeluarkan sesuatu dari kemaluan. sedang kita tahu bahwa mengeluarkan sesuatu diantara dua lubang (kemaluan) adalah termasuk hal2 yg membatalkan wudhu kita. jadi pendapat beliau ini saya pahami sebagai sebuah sikap kehati2an.

adapun menyentuh yang bukan mahramnya adalah sesuatu yg haram,sebagaimana kita ketahui dalam hadist berikut :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

Sungguh salah seorang dari kalian ditusuk jarum dari besi di kepalanya lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya (HR Bukhari dan Muslim)

namun ,meskipun berdosa untuk menyentuh yang bukan mahram,tapi hal tersebut tidaklah membatalkan wudhu kita. sebagaimana kita tidak batal wudhunya jika terkena alkohol ataupun minuman keras (bukan diminum ya ,cuma terkena aja :P ) ,demikian pula haram atau tidaknya sesuatu tidaklah menjadi penyebab batalnya wudhu. batalnya wudhu adalah karena penyebab2 yang sudah kita ketahui bersama,yaitu keluar sesuatu diantara dua lubang kemaluan.

jangan sampai hanya gara2 kita takut batal wudhunya atau karena haramnya bersentuhan dengan lawan jenis  ,malah kita jadi menyakiti hati orang lain yg telah biasa  salaman dengan kita sebelumnya. apalagi agak2 terkesan bahwa kita jijik menyentuh saking takutnya,seperti jijiknya kita kepada binatang yg najis.

demikian pendapat saya ini merupakan pendapat pribadi ,setelah menyimpulkan dari membaca beberapa pendapat ulama,jika anda setuju silahkan ikuti,jika tidak sependapatpun  saya memahaminya ,karena insya Allah semua punya dalilnya masing. tinggal dipilih mana yg dirasa paling kuat dalilnya untuk diikuti ;)

Allahualam bishowab

About these ads

26 Komentar

  1. Lapor

    Ane dapet PERTAMAX :mrgreen:

    selamat gan :P

  2. Kalau aku menyentuh wanita itu bukan soal batal dan tidaknya wudu tapi ada pada masalah boleh dan tidaknya saja…

    kalau bukan muhrim ya jelas gak boleh,tapi jangan kaku begitu dong mas,masak menyentuh wanita lebih menjijikan dari memegang kotoran atau najis?? nanti kesannya si wanita itu hina banget gitu lho gara2 kita gak mau tersentuh sama sekali

    • Menyentuh wanita ajnabiyah adalah perkara yang haram, dan telah diriwayatkan oleh Imam at-Thabrani dalam Mu’jamnya dari Ma’qal bin Yasar radliyallahu ‘anhu mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
      Sungguh salah seorang dari kalian ditusuk jarum dari besi di kepalanya lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.

      betul mas usup,makasih :)

    • Mbak meyakini klo menyentuh istri (sekedar sentuhan fisik, tidak berhubungan suami istri) tidak membatalkan wudhu begitupun klo tersenggol wanita lain. Didot berlebihan deh, tidaklah kaku untuk tidak bersentuhan dengan yang bukan mahram, karena sudah jelas dalilnya. Mbak nggak menyentuh laki-laki bukan lantaran jijik atau najis (tidak ada tubuh manusia itu yang najis meskipun dia dalam keadaan junub/haid). Ah, klo Mbak milih nggak nyentuh sama sekali laki2 yg bukan mahram karena perlakuan seperti itu bukan untuk menghina)

      bukan begitu mbak,maksudku gayanya yg terkesan seperti itu. ada lho yg komplain soalnya mengenai hal2 seperti ini,tapi saya gak mau ngejudge siapapun,siapapun berhak buat melakukan apa yg dinilainya benar,karena semuanya punya dalilnya. bersentuhan dgn yg bukan mahram jika tidak sengaja dan untuk kepentingan syar’i kan masih bisa dibenarkan,contohnya dokter kepada pasien :)

      kalau saya pribadi kadang sulit mbak posisinya,kan selama ini udah biasa salaman atau bahkan ada yg cium pipi,kalau dia udah menyodorkan terus saya tolak saya kadang gak tega,tapi kalau milih amannya ,belakangan ini dari jauh saya udah ngasih salam duluan aja hehe,jadi gak perlu bersalaman sama yg non mahram… yah mungkin saya belum bisa seperti yg saya inginkan juga,tapi saya berusaha kok mbak :P

      • Wah, ternyata budaya Barat sudah begitu kental ya, Dot sampe2 pake cium pipi segala. Memang terasa tak tega, tapi lama kelamaan itu kondisi akan berubah dan orang2 juga akan mengerti dgn prinsip kita. Dalam konteks ketidaksengajaan, semuanya dimaafkan termasuk hal yg wajib, misalnya puasa apalagi yg bersentuhan fisik yg tidak disengaja. Bersentuhan antara wanita dan pria memang dibolehkan untuk hal2 tertentu, seperti antara pasien dan dokter, namun sebaiknya diminimalisir. Insya Allah klo udah dapet ilmunya, adalah suatu keharusan untuk menunaikan apa yang ada, mau tidak mau, tega atau tidak tega….

  3. Wah, bang ahsan pemburu pertamaxXx ne. ,

    wah, mending gk usah sentUH2n dlu, kok jadi pusing aku mencernax. ,

    pusing bagian mana mas? intinya gak usah bersentuhan kalau gak perlu. tapi kalau pun bersentuhan bukan berarti batal,demikian itu hasil penyelidikan saya :P

  4. yang saya tahu bersentuhan dengan Istri atau mahramnya itu tidak batal mas

    thanks untuk ngingetin kembali, hal-hal yang sekarang mungkin sudah kita lupakan tentang “awal” pelaksanaan Shalat karena jika awalnya kita tidak Sah yaitu Wudhunya sudah pasti Shalatnya pun tidak sah

    salam

    makasih juga udah mampir mas omiyan ;)

  5. Masalah batal atau tidaknya wudhu’ seorang laki-laki yang menyentuh wanita memang diperselisihkan di kalangan ahlul ilmi. Ada diantara mereka yang berpendapat membatalkan wudhu’ seperti Imam Az-Zuhri, Asy-Sya’bi, dan yang lainnya. Akan tetapi pendapat sebagian besar ahlul ilmi, di antaranya Ibnu Jarir, Ibnu Katsir dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan ini yang rajih (kuat) dalam permasalahan ini, tidak batal wudhu’ seseorang yang menyentuh wanita. Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

    insya Allah saya sependapat :)

  6. saya juga masihh bingung ama yg atu ney mas..

    klo masih ragu2 mah..mending wudhu’ nya diulang aja..

    kalau ragu saat masih berwudhu (belum selesai wudhu) ,memang sebaiknya diulang (diyakini kondisi awalnya yaitu belum berwudhu). tapi kalau ragu batal atau tidaknya,diambil kondisi awalnya,yaitu berwudhu,jadi lanjut. karena ada hadistnya :
    Dari Abbad bin Tamim dari pamannya, bahwasanya ia mengadu kepada
    Rasulullah SAW tentang seseorang yang membayangkan bahwa ia mendapat
    sesuatu (mengeluarkan kentut) dalam sholat, maka beliau bersabda:
    ”Janganlah ia menoleh atau berpaling (membatalkan sholat) sehingga ia
    mendengar suara atau mendapatkan baunya.”(H.R.Bukhari).

    • oohh gitu ya mas..makasi wat ilmunya.. :)

      makasih kembali :)

  7. yang penting mas, jangan pernah menyentuh wanita yang bukan muhrimnya, baik itu pada saat memiliki wudhu ataupun tidak… seperti penjelasan mas usup supriyadi diatas

    setuju,tapi jangan jadi jijik sama wanita sampai membuat mereka sakit hati karena dianggap sesuatu yg najis sebagaimana najisnya kotoran :)

  8. Dot, i’m blogging again, hehehe…

    soal sentuh2an ini, ya gue setuju utk ga jadi debat kusir. Kalo emang yakin dengan suatu dalil dan penafsirannya, silakan ikuti. Kalo semisal ragu, pilih yg paling ‘aman’ saja (dalam hal ini ya mending hindari sentuhan sekalian, tentu dg cara yg ma’ruf)

    saya selalu berpatokan satu hal “Allah tidak hendak menyulitkan hambaNya”.

    setuju banget des :P

    alhamdulillah sudah kembali lagi,welcome back ;)

  9. Hmmm…kayaknya 3 pendapat itu berasal dari beberapa mahzab yang berbada y mas, berhubung saya non mahzab dan tak pernah mempersoalkan masalah ini dalam ibadah keseharian saya. no comen dulu ah..hehehehe :)

    saya juga non mahzab kok dik,saya pakai fikih sunah,jadi mana yg lebih kuat dalilnya itu yg saya pakai ;)

    • kalo saya back to basic mas, ke ajaran salafiyah bertumpu pada kemurnian ajaran rosulluloh..hehehe

      saya juga begitu dik,kan semua mahzab juga kembali ke ajaran rasul,tapi penafsiran aja yg bikin mereka berbeda. seperti penafsiran pada kata lams itu tadi :P

  10. Dalam hal ini saya bila bersentuhan yang bukan muhrim saya pasti akan mengambil wudhu lagi.

    silahkan dijalani bila itu yg diyakini mas,semua insya Allah benar sesuai dalilnya masing2 :P

    btw muhrim itu harusnya mahram mas,baca disini ya ;)

  11. Saya juga kadang masih bingung tentang aturan berwudhu ini. Apalagi jika dikaitkan dengan menyentuh wanita yang masih satu keluarga dengan kita. Tapi dengan adanya penjelasan diatas, Insya Alllah akan menjadi panduan saya kedepannya. Amin

    amin :)

  12. wah..dapet pengetahuan baru nih indah….nice share mas didot..
    ehm…..
    baru tau juga…rasulullah so sweet banget sebelum sholat mencium istrinya dulu…
    :lol:
    :)

    semua sahabat juga demikian kok ndah ;)
    bahkan rasulllulah kalau mencium aisyah mesra banget lho,pakai mengulum bibir dan lidahnya hehehe ,ada kok di hadist :)

    • wah????oh yah???wah……pengen punya suami kaya rasulullah deh….
      *hihihi..mupeng..

      berarti harus berusaha juga jadi seperti aisyah atau khadijah. karena wanita baik untuk pria baik,dan sebaliknya. jadilah yg baik duluan,insya Allah dapat yg baik juga :P

      islam mengajarkan untuk romantis kepada pasangan,bukan berarti kalau sholeh terus jadi kaku dan dingin kepada pasangan,,justru harus lebih romantis setelah menikah,demikian kata ustad saya ndah ;)

      • Setuju mas..sholeha lebih romatis…setelah menikah…. :D

  13. Menurut guru ngaji saya batal mas..hehe :D

    guru ngaji kamu betul ;)

  14. saya setuju dengan mas didot, namun saya ada tambahan. jika menyentuh wanita karena terpaksa, atau karena tidak sengaja, atau apapun yg mengharuskan itu terjadi ga ada masalah. tetapi untuk berjaga-jaga ya sebaiknya jangan dilakukan

    terimakasih artikelnya bagus

  15. sebaiknya kalo udah wudhu emang nggak usah bersentuhan dengan yang bukan muhrimnya. kalo ketemu, trus mo salaman, bilang aja.. maaf saya udah berwudhu.. mau sholat.. gitu kan enak dan sopan. :)

  16. yang paling aman memang, jangan bersentuhan bila bukan mahram ya Mas Didot
    yg bunda jalani selama ini, insyaallah kalau bersentuhan dgn suami dan anak laki2 bunda, bunda gak wudhu lagi.
    Terimakasih Mas Didot sudah diingatkan lagi melalui tulisan ini :)
    salam

  17. menurut saya,bukan mahram batal,jd kalau sdh wudhu salaman dr jauh pakai kode sj,atau maaf sdh wudhu,saya rasa pihak lain akan terima. dan kalau sdh wudhu bersentuhan dg yg bukan mahram walau gak sengaja tetap hrs wudhu lagi.jd jgn ditawar2 lagi shg sholatnya akan lebih mantap gak was2.

  18. dlm keadaan yg tak bisa dihindari mungkin boleh bersentuhan. Tapi klo masih bisa untuk menghindar ato sengaja menyentuh,jelas tidak boleh,apalagi bukan muhrim. dlm islam sendiri kan jelas untuk tidak bersentuhan dgn wanita yg bukan muhrim. Lalu itu pendapat ulama mana mas? Hehe.

    disini kita membahas batal atau tidaknya,bukan haram atau tidaknya,keharaman bersentuhan antara lawan jenis tetap tidak menjadikan batalnya wudhu. mohon dibedakan konteks haram dan batal,terimakasih atas komennya :)

  19. na disini saya mau nax,jadi jika laki2 yg belum kitanan\sunat bersentuhan dengan wanita pada saat selesai wudhu dan yg di sentuhx itu ada 2 kata gori
    yg pertama:
    1.wanita yg sudah balik dan yg ke
    2.ibu atau wanita yg melahirkan kita di dunia ini apakah keduax ini membuat wudhux batal?????
    soalx ny kata gori ini tentang orang atau laki2 yg belum sunat atau kitanan,trimah kasihhhhh

    Hal tersebut tergantung mazhab dan cara berpikir yg diambil. kalau di indonesia rata2 mazhab syafii batal,kalau mazhab lain tidak. tetapi rasul biasa mencium istrinya sebelum pergi ke masjid dan tidak mengulangi wudhunya. jadi bukan masalah khitan atau baligh,tapi lebih kepada pemahaman ttg dalil2 yg ada :)


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.946 pengikut lainnya.