Susah melihat orang lain susah

Pagi ini saya melihat seseorang yang kepalanya tertimpa atap,tapi gak sampai luka parah sih,cuma mungkin rada benjol kali ya? soalnya rada keras juga tuh kayaknya,meskipun itu yg jatuh cuma atap dari seng yg ringan😯

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang dengan sesama mereka seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan baik (sakit) demam dan tidak bisa tidur.” (HR. Bukhari-Muslim)

Melihat hal ini saya kasian kepadanya,tapi saya bingung,kok teman2nya malah pada tertawa ya melihat dia kesakitan? gak ada satupun yg peduli bagaimana kepalanya,tapi malah cuma pada tertawa aja,karena dari sekian orang yg duduk disitu,cuma dia satu2nya yg kena jatuhnya atap tersebut.

Hadis riwayat Ibnu Umar ra : Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Seorang muslim itu
adalah saudara muslim lainnya, dia tidak boleh menzaliminya dan menghinakannya.
Barang siapa yang membantu keperluan saudaranya, maka Allah akan memenuhi
keperluannya. Barang siapa yang melapangkan satu kesusahan seorang muslim, maka
Allah akan melapangkan satu kesusahan di antara kesusahan-kesusahan hari kiamat
nanti. Dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan
menutupi aibnya pada hari kiamat ( HR Muslim )

sebenarnya apa sih reaksi yg pas? gimana sih kita harus bersikap saat melihat teman kita susah? bukankah kita pernah tau ataupun belajar tentang empati dan simpati ya? kemana rasa2 yg positif ini? apakah hati kita sudah gak bisa lagi melihat penderitaan orang lain sebagai bagian dari derita kita juga?

”Tidak beriman salah seorang di antara kamu sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari-Muslim)

Bukankah kita disuruh saling berkasih sayang satu sama lain,bukankah kita disuruh untuk tidak menghina ataupun menertawakan kesulitan teman kita sesama muslim? bukankah seharusnya kita bersikap susah melihat orang lain susah,dan senang melihat orang lain senang? bukan sebaliknya kan?🙄

20 Komentar

  1. ini tulisan udah beberapa minggu yg lalu,sekitar 2 minggu lalu tepatnya ,tapi tersimpan di draft,jadi baru diterbitkan😛

    • Yang empunya blog yg duluan, curaaaaang….

      bukan gitu,mau jelasin doang kalau ini postingan udah beberapa hari yg lampau harusnya mbak😉

  2. Mbak nggak ketawa, Dot. Beneran, nggak percaya amat sih….Ya, klo menurut Mbak nih, waktu ngeliat org yg kena musibah, tiap or punya reaksi yang berbeda2. Spontanitas reaksi itu kadang dapat memperlihatkan siapa orang itu sebenarnya. Pola kebiasaan org kan beda2, mungkin aja mereka belum biasa bersikap cepat tanggap🙂 Sebenarnya semua itu bisa dilatih kok, insya Allah ….

    saya yakin kok mbak mel gak ketawa😛

  3. Ya sudah sepatutnya kita berempati kepada saudara kita ,seolah-olah kita merasakan juga penderitaannya. kalau bukan kita siapa lagi yang harus empati…

    nah yg ketawa itu empatinya pada kemana ya??🙄

  4. Itu kalimat yang tepat Didot..seharusnya memang senang melihat orang lain senang dan susah melihat orang lain susah.

    Tapi mungkin negara kita lagi susah, jadi kita sering mentertawakan kebodohan kita sendiri…lihatlah acara lawak, yang disukai adalah yang konyol dan mentertawakan diri sendiri. Kita bisa mulai dari kita dulu…kemudian mengajak lingkungan kecil kita, untuk kembali kepada yang sebenarnya

    betul bu enny,saya juga mau mengkritisi acara2 lawak yg cuma ketawa ketiwi aja,kayaknya gak ada hikmahnya,udah gitu cenderung mematikan hati😯

  5. Itulah realitas dari tidak ada empati dalam hati manusia lagi. Kita selama ini bergelut dengan berbagai kehidupan kadang keras dan kejam sehingga membuat manusia sisi nuraninya mulai terkikis. Melihat saudaranya tertimpa musibah malah di katawain bukan maksudnya mengetawain itu adalah respon dari kegetiran perasaan mereka.

    jadi hidup ini getir ya mas?? atau cuma perasaan masing2 manusianya aja??😯

    bukankah hidup ini anugerah? perlu disyukuri??🙄

  6. jadi inget2 sendiri kadang klo lg ada kejadian2 kaya gitu respon aku gimana ya?!

    tergantung siapa yg kena kali ya? kalau orang yg dikenal bisa senyum barangkali,kalau yg gak dikenal bisa langsung empati mungkin dengan menawarkan bantuan??😛

  7. Artikel yang menarik sekali, semoga sukses selalu..thx,slm kenal

    salam kenal kembali mas yohan😉

  8. ..
    Kayaknya nunggu kepala temennya bocor dulu baru berlimati, eh berempati..🙂
    ..

    wah parah banget tuh itu mah ta😯

  9. gw juga sering tuh ngeliat orang kena musibah (misal jatuh atau apa gitu), tapi orang di sekitarnya kok ketawa. bahkan temannya sekalipun.

    alhamdulillah seumur-umur gw gak pernah ketawain temen yg kena musibah…. walaupun gw sendiri yg bikin musibah:mrgreen: *tukang jail dasar*

    wah mesti ati2 nih kalau dekat diaz,bisa2 kita kena dijahilin😛

  10. yang plg ga enak tu ngeliatin acara lawakan di tv.. tabok2an, hina2an malah di jadiin tontonan n buat di ketawain rame2..
    gmn tuh mas didot?..

    iya,justru itu juga yg mau dikritisi,saya udah siapin tulisannya kok,tontonan seperti itu mematikan hati,sedangkan hati kita juga udah pada mati,tambah keras aja ngeliat hal2 seperti itu,lebih baik kita nonton yg lain atau lebih baik lagi baca buku cari ilmu aja🙂

  11. Memang kayanya hal itu sudah menggejala di tengah masyarakat kita. Rasa empati mulai berkurang dan lebih senang tertawa dengan penuh kemenangan jika ada orang yang (mungkin menjadi rival kita) gagal total. Mudah2an aku dijauhkan dari sifat semacam itu dan bisa lebih berempati pada kejadian2 yang tidak mengenakkan tersebut.

    amin ,mari kita sama2 berlindung kepada Allah dari keburukan2 diri kita

  12. Assalaamu’alaikum

    Akal budi manusia semakin kurang sehingga tidak menimbulkan rasa empati dari apa yang berlaku kepada temannya. Dia tidak melihat betapa besarnya ganjaran di sisi Allah hanya dengan membantu bagi meringankan beban kesakitan.

    Jika mereka tahu betapa banyak dalam kisah manusia di zaman para nabi dan rasul yang terdahulu; hanya dengan membantu haiwan yang sedang kehausan, kelaparan, terkena duri dan seumpamanya dimasukkan Allah ke dalam syurga. semoga hati kita akan tetap tersentuh dengan kesusahan orang lain. Hari ini hari dia, mungkin esok pula hari kita. Wal’iyazubillahi min zalik.

    Salam mesra dari saya di Sarawak, Malaysia.

    betul bu siti,kadang hal kecil dapat menyelamatkan kita dari api neraka,seperti menyingkirkan duri di jalan itu ya bu?? 🙂

  13. waduh

    kebiasaanku juga kayak gitu tuh
    kalo ga parah2 amat kejedotnya…
    ::(

    wah pasti kalau saya yg kejedot diketawain deh sama mas ahmed😛

  14. iya mas..kaya nya dah biasa ya di masyarakat kita..menganggap hal seperti itu seperti bahan tertawaan.. aq juga ga munafik kadang masih ketawa..sejauh kesusahan yang menimpa ga berat..kalo udah berat masih ditertawain juga mah itu keterlaluan..

    semoga aku bisa memperbaiki diri jadi lebih baik lagi..

    insya Allah,saya juga perlu banyak memperbaiki diri nih fit😯

  15. Jangan pernah mengku orang penuh kasih sayang, jika kita senang melihat orag lain susah..
    thanks postingannya Didot..

    makasih kembali mas dede atas pesan singkat penuh makna ini🙂

  16. kadang suka bingung sama selera humor orang jaman sekarang, keknya orang lagi sial bagi mreka malah lucu gitchu…😦

    iya tuh mi,makanya saya juga pengen ngebahas soal hal itu

  17. judulnya tu ada kelanjutannya kan: senang melihat orang lain senang.🙂

    betul banget mas😉

  18. dan, ini termasuk salah satu penyakit hati khan ya Mas Didot?
    semoga kita dijauhkan dr segala penyakit hati ,amin
    salam

    iya kira2 begitu bunda,semoga kita dijauhkan daripadanya ya bunda sayang😛

  19. makasih udah diingetin dot..

    kadang kita tanpa sadar suka ngetawain hal2 yang menurut kita lucu, tapi tidak untuk orang lain.

    belum tentu orang yang kita ketawain merasakan hal yang sama dengan kita. bisa jadi buatnya adalah suatu kesedihan.

    belajar berempati terhadap orang lain, juga bisa membuat diri sendiri menjadi lebih baik.

    betul na,kita harus lebih mempertajam empati dan mata hati kita agar jadi manusia yg lebih baik🙂


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s