Tentang waria

Kadang saya bingung,saat bertemu para waria. apakah saya harus merasa jijik kepada mereka atau kasian? tapi sering saya merasa kasian,karena saya ingat mereka adalah bagaikan saudara2 saya sendiri yg sedang terjerumus kedalam ‘sumur’ maksiat,sehingga sesungguhnya saya merasa perlu mengulurkan bantuan, jika saja mereka mau untuk dibantu. namun yg terjadi kadang mereka sudah diulurkan ‘tali’ pertolongan, tapi memilih tetap untuk tidak mau keluar dari sumur tersebut.

Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melaknat laki-laki yang bertingkah laku wanita dan wanita yang bertingkah laku laki-laki. Beliau bersabda: “Usirlah mereka dari rumahmu.” (Hadist Riwayat Bukhari.)

meskipun saya pernah digoda mereka seperti dicerita yg ini ,namun saya tidak merasa jijik melihat gaya mereka. cuma dalam hati kadang saya bingung,melihat paha seksi  yg sedang mereka umbar itu, apakah saya sedang melihat aurat atau tidak ya? mengingat mereka kan sebenernya para pria,jadi sebenarnya itu bukan aurat dong ya buat saya? tapi kenapa saya yg risih ya??🙄

“Allah melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki” ( HR Abu Dawud: 4/355; Shahihul Jami’ : 5071)

adapun kebingungan saya lainnya yg selama ini tidak pernah terjawab adalah,apakah mereka masuk ke wc wanita atau pria ya kalau mereka buang air? kalau ke wc wanita apakah para wanitanya tidak protes? kan mereka sebenarnya laki2? jadi auratnya para wanita terlihat dong?? sebenarnya lebih pantas ke wc laki2,tapi apakah para laki2 juga tidak risih jika mereka diintip oleh para waria ini??

ah kenapa saya jadi repot mikirin hal ini juga sih ,hehehe:mrgreen:

ada gak yg sama pemikirannya dengan saya??

16 Komentar

  1. Kalau saya ketemu dengan waria, saya cuman ketawa terbahak-bahak aja, melihat muka pria asli namun kulit selembut wanita, aduh gimana, yaahhhhhhhhhhhh?????????

    emang gak takut dia marah mas kalau ketemu diketawain? saya suka terdiam,karena kadang saya digoda,tapi saya gak takut sih,cuma males aja kalau digodain. maunya saya beri pemahaman agama kalau memungkinkan hehehe😛

  2. iya ya mas..jadi mereka masuk toilet yang mana ya??? *mikir yg ga penting*:mrgreen:

    hehe,gak penting tapi dipikirin juga ya??😛

  3. Pernah kepikir juga, Dot, tapi sepintas doang.

    yang penting pernah mikirin,berarti ada kepedulian hehehehe😛

  4. kalo Oyen cuman mikir, bagaimana caranya agar sebuah penyimpangan tidak menjadi pembenaran, agar sebuah penyimpangan tidak menjadi pembiaran dengan dalih HAM, kasihan, pekerjaan, bisnis dan sudut pandang lain yang tidak berangkat dari akidah…

    Dan Oyen akhirnya berharap dan selalu berharap, mencoba berusaha dan terus berusaha, bersama mereka yang tersadarkan untuk menerapkan aturan yang tegas mengatakan halal adalah halal dan haram adalah haram

    iya ,tapi kalau waria siapa yg mau nyadarin mereka kalau bukan kita juga ya??🙄

  5. pernah juga sih kepikiran, ttg toilet mana yg akan mereka gunakan/
    tapi, hanya sampai disitu saja, gak pernah mikirin smpai beribet.
    salam

    iya sih ,ngapain juga sampai ribet ya bunda? hehehe😛

  6. Kasihan juga kalau kita mencaci maki mereka. Secara mereka juga punya perasaan yang gampang rapuh apabila diperlakukan semacam itu. Didoakan aja semoga mereka kembali ke jalan Allah SWT.

    betul mas ifan,yuk kita berdoa demi kebaikan semua umat manusia🙂

  7. bukan kasian bukan jijik mas tapi takuuutzz hihihih

    waduh ,gak usah takut,mereka kan juga manusia sama kayak kita?😛

  8. jangan bingung-bingung, dot… pegangan aja… **pegangan tiang aja, jangan pegangan sama waria-nya hehehe…😛

    iyalah mi,masak pegangan warianya??😛

  9. Cuma mau ngikik, Dot….jadi kamu pernah di godain waria? ;)) hihihih

    pernah yes,tapi gak takut sih ,cuma males aja kalau digodain,kalau diajak ngobrol baik2 sih gapapa🙂

  10. Iya, saya merasa kasihan melihat para waria…😦
    Rasanya saya beruntung sekali, lahir dan besar di lingkungan yang benar. Tidak seperti mereka yang mungkin lingkungannya salah atau kurang perhatian dari keluarga.😥

    betul sop,mereka ini perlu dikasihani sebenarnya,kurang kasih sayang dan pendidikan agama😯

  11. hehe..
    soal waria, di jogja juga ada pesantren khusus waria.

    pertama kali denger, sedikit ganjil.. mereka sholat pake mukena ato sarung ya?
    ternyata ada yang pake sarung dan berpeci, tapi ada juga yang pake mukena…

    masih soal waria juga..
    ada mahasiswa di kampusku dulu, walopun waria dia berjilbab lho dot…

    hihihi,lucu ya,ada yg pake mukena dan ada yg pake sarung,mungkin itu semua tergantung gimana cara pandang mereka thd diri mereka sendiri ya na?? kalau yg udah 100% cewek ya pake mukena,kalau yg masih 50% cewek mungkin masih pake sarung. terus sholatnya gimana dong?? yg pake sarung dan peci di depan ya??🙄

    aduh,jadi bingung liat tingkah mereka ini,mungkin bagusnya mereka masih mau sholat kali ya? seandainya saya bisa ketemu akan saya bimbing mereka2 ini supaya kembali kepada yg semestinya🙂

  12. saya nebeng komennya oyen aja deh, kurang lebih seperti itulah komen saya.

    intinya saya bersikap seperti sikap Rasul, maupun perintah Allah Swt.
    menurut saya ini bukan perkara main2, bahkan salah satu tanda-tanda kiamat adalah waria dan sebaliknya, wanita yg berpakaian/berpenampilan seperti laki2, nauzubillah min zalik.

    hehe…mas didot pernah digoda waria? berarti memang benar mas didot ganteng. saya juga pernah beberapa kali digoda waria, berarti saya juga ganteng kali ya???😀

    hahaha,memuji saya untuk memuji diri sendiri ya mas abu?😀
    mas abu ganteng kok saya yakin ,dari fotonya aja ketauan,kalau saya lebih suka dibilang pinter sih daripada ganteng ,soalnya gak merasa ganteng hehehe😛

  13. huahaha kayanya emang perlu dibikinin w khusus waria deh mas wkwkw😀

    posisinya dimana tuh mas? ditengah gitu??😀

  14. saya bukan seorang religius seperti teman-teman diatas, tapi saya sangat yakin semua yang di ciptakan Tuhan pasti ada manfaatnya, dan kenapa Tuhan menciptakan mahluknya berbeda-beda agar supaya mereka mengenal satu dengan yang lain. persoalan waria hari ini bukan hanya masalah wc belaka tetapi bagaimana bisa membantu teman-teman waria untuk dapat diterima dan membiarkan waria dengan sumber daya-nya membangun negeri ini juga.
    syukurlah anda bukan waria, atau saudara anda bukan waria atau dilingkungan anda tidak ada yang waria, tetapi anda juga harus tahu bagaimana dia bisa menjadi waria (karena setahu saya tidak ada yang mau menjadi waria, ini mengenai takdir) saya yakin tema-teman yang ada di forum ini masih memiliki nilai-nilai kemanusian untuk membijaksanai permasalahan ini.
    salam hangat dari saya.
    warsinah

    terimakasih atas pendapatnya,tentu saja persoalan waria bukan semata persoalan wc belaka. justru ini jauh lebih kompleks dari itu. saya yakin masalah waria ini harus dinilai dengan bijak dan hati2. bagaimana rasul sendiri berpendapat soal waria? dari hadist2 diatas,waria disuruh untuk diusir dari kota atau rumah,karena waria dapat membawa pengaruh buruk ,yaitu mempengaruhi yg lain untuk menjadi sepertinya. coba perhatikan sebelum era 1978,di amerika serikat sendiri fenomena homoseksual mendapat banyak tentangan,tapi semenjak kejadian yg terjadi dengan “harvey milk” (coba anda baca sejarahnya di google) ,kaum homoseksual meminta kesejajaran hak atas nama hak asasi. seperti pula pada film philadelphia yg dibintangi Tom hanks,kasus itu adalah kasus tentang homoseksual yg meminta kesejajaran hak.
    sebenarnya hukum manusia tentang kesejajaran patut kita pertanyakan lagi,apakah benar yg namanya kesejajaran itu kemudian menjadi sebuah tameng untuk kita melawan hukum2 Allah? misalnya atas nama Hak Asasi Manusia lalu kita jadi boleh membuka aurat dengan bertelanjang di jalan2,sebagaimana dilakukan kaum gay disana saat menuntut kesejajaran hak?? atas nama HAM kita jadi boleh menikah sesama pria dengan pria?

    penelitian beberapa psikolog membuktikan ,faktor lingkungan dan tontonan juga ikut memberi pengaruh yg cukup besar kepada maraknya fenomena homoseksual dan juga waria2 ini. memang ada satu dua yg faktor genetik,tapi kebanyakan saat ini pengaruh lingkungan dan pergaulan. kalau mereka sudah mencoba berobat dan terapi dengan psikolog kemudian ternyata hasil tes membuktikan mereka memang secara genetik salah saya bisa memaklumi,tapi kalau belum apa2 sudah merasa dirinya normal dengan menyukai sesama jenis,saya perlu bertanya : apakah Tuhan salah menciptakan mahlukNYA? silahkan anda jawab sendiri nanti kalau ketemu Tuhan,setiap kita bertanggung jawab kepada Tuhan nanti,bukan kepada manusia lainnya.

    manusia itu kecenderungannya kepada yg buruk,kalau mau mengikuti hukum manusia pasti tersesat,makanya Allah memberikan hukum2nya dengan turunnya Alquran dan RasulNYA. lihatlah sekarang kerusakan moral dimana2,kenapa? karena yg ditegakkan hukum manusia,bukan hukum Allah. perzinahan di ranah hukum indonesia sendiri pasalnya adalah jenis pemerkosaan,bukan sebagaimana zinah yg dimaksud dialquran.

    ah komentar ini gak akan cukup membahasnya,saya akan menulis satu topik lagi sendiri tentang hal ini… meski demikian ,saya berterimakasih atas pendapat warsinah ini ,pendapat ini memancing komentar saya lebih jauh🙂

  15. aku seorank waria. jujur aku tersingung mndgarkan crita ini, tpi pa boleh buat aku brani berbuat y brani brtangung jwab. ehm.. klau boleh jujur mnjadi waria tc sedih n sakit,tpi d dunia kami ni lah aku mnemukn kbhagia’an baik luar maupun dlam.
    kami terima klau kami d hina dn di caci,, tpi kami kn mnusia berhak memilih jlan hidup mski itu slah,kami jg pnya hati, emank kami ni laki2 tapi lihat jiwa dn prsa’an kami, kami lebih dominan k wanita. tuk mnjawb prtnya’an mz tadi jujur klau aku slama mnjadi waria blom perna mask k WC laki2.
    jd tolong kmi mnta k pda smua yg membca tulisan ini,jgn hina tau kucilkn kami. kmi akn sngat2 brtrimakasi klau anda tersnyum dan mnerima kami d lingkungan anda.

    Mas sucy (mohon maaf saya tidak memanggil mbak,karena saya mengakui kodrat kita ketika lahir ke dunia) ,saya senang anda mau jujur disini. kalau boleh saya memberi nasihat kembalilah ke jalan yg benar,kebahagiaan yg anda cari yg mana? yg anda bilang kebahagiaan luar dalam? sungguhkan itu kebahagiaan abadi? di dunia ini semua sementara,jika anda muslim,tentu anda tau kebahagiaan sejati itu ada di surga.

    satu pertanyaan lain dari saya ; Apakah Allah,sebagai Tuhan yang maha bijaksana,maha kuasa dan maha tahu segala itu bisa salah menciptakan anda? jika jawaban anda bisa salah,maka silahkan pertanggungjawabkan kelak ketika bertemu denganNYA.

    Saya tidak menghina anda,coba lah anda baca kembali tulisan saya ini,dimana ada saya menghina,saya hanya bingung memposisikan diri saya ketika melihat aurat para waria,apakah itu terlarang untuk saya atau tidak,karena kebanyakan berdandan sensual seperti wanita,tapi insya Allah saya yakin itu bukan aurat bagi saya.

    Dalam hidup ada beberapa hal yang tidak bisa kita rubah,seperti orang tua kita,warna kulit kita,hidung kita pesek atau mancung (meski yg pesek bisa dioperasi tapi kalau orangtuanya pesek kemungkinan anaknya juga akan pesek hidungnya) ,rambut kita keriting atau lurus (meski kemudian bisa diluruskan,tapi kemudian kode genetik itu akan tetap menurun ke anak kita)

    bagian yg tidak bisa kita rubah juga antara lain ya jenis kelamin kita,tapi kita bisa merubah nasib kita,misalnya kita miskin,bukan berarti kita akan miskin selamanya,jika kita berusaha dan Allah ridho maka bisa jadi hidup kita akan berubah jadi orang kaya,demikian pula dengan kepintaran kita,bisa kita latih dari yg tadinya kita kurang ilmu jadi berilmu dengan mempelajarinya.

    karena itu yg harus kita pikirkan adalah bagaimana merubah yg bisa kita rubah dan bukan merubah apa yg tidak seharusnya kita rubah. semoga Allah memberi cahaya kepada anda dan teman2 anda yang lainnya🙂


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s