Rahmat Allah

kita takkan mampu membalas kebaikan kedua orang tua kita meskipun kita melakukan kebaikan sepanjang sisa umur kita,sebagaimana ada dalam hadits berikut :

Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : “Kenapa pundakmu itu ?” Jawab anak muda itu : “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya”. Lalu anak muda itu bertanya: ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua?” Nabi SAW sangat terharu mendengarnya, sambil memeluk anak muda itu ia berkata : “Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan oleh pengorbanan dan kebaikanmu”.

kalau membalas kebaikan orang tua saja kita gak mampu,apalagi membalas kebaikan Allah kepada kita ya?  kalaupun kita masuk surga ,memang bukan semata2 karena banyaknya amal ibadah yg kita telah lakukan, apalagi tentu tidak semua amal kita itu sempurna kalau dilihat dari sisi keikhlasannya.

Rasulullah SAW pernah berkata, “Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga”. Lalu para sahabat bertanya: “Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?”. Jawab Rasulullah SAW : “Amal soleh sayapun juga tidak cukup”. Lalu para sahabat kembali bertanya : “Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?” . Nabi SAW kembali menjawab : “Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata”

Sampai saat ini saya  merasakan betapa sedikitnya saya bersyukur atas nikmat Allah. kalau sekedar di lisan atau di hati ,mungkin masih suka saya lakukan ,tapi katanya ustad saya,kita belum bisa dibilang bersyukur,kalau seandainya kita belum beramal dengan segala nikmat yang Allah telah berikan kepada kita tersebut.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (diulang dalam surat arrahman sebanyak 31 kali)

betapa sedikitnya saya menginfakkan rejeki yg saya dapat di jalan Allah,betapa jarang saya menggunakan mata ini untuk membaca ayat2 alquran atau membaca buku2 ilmu pengetahuan dan agama,betapa jarang mulut ini mengatakan yang baik2 bahkan malah mengatakan hal2 buruk tentang sesama saya,betapa kuping saya masih lebih sering mendengarkan musik2 duniawi ketimbang mendengarkan ceramah2 dan pengajian serta majelis2 ilmu.

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.s. an-Nahl: 18).

ah ,apakah pantas saya menyebut diri saya hambaNYA yang pandai bersyukur? kalau baru sebatas syukur di hati atau di lisan,itu belumlah sempurna di mata Allah. beginikah cara saya membalas segala nikmat dan kebaikan yg telah Allah berikan? lalu saya masih mau menuntut surga atas ibadah2 yg telah saya lakukan selama ini? padahal tidak diberi surga pun rahmat Allah sudah melebihi segala amal ibadah saya kepadaNYA? belum lagi jika amal2 tersebut dikurangi dengan dosa2 saya,astagfirullah… bisa jadi saya pantasnya menjadi penghuni neraka😦

Di zaman Bani Israil, ada cerita tentang seseorang yang sejak kecil hingga akhir hidupnya, selalu dipenuhi dengan ibadah, waktunya tidak ada yang terbuang percuma, ia berkhalwat menjauhkan diri dari keramaian dunia semata mata untuk beribadah, maka bisa dibayangkan betapa banyak pahala yang dia peroleh. Ketika dia wafat, Allahpun memasukkannya ke Surga dengan rahmat-Nya. Setelah si Fulan ini tahu bahwa ia masuk surga bukan karena amalnya tetapi karena rahmat Allah semata, diapun “protes” kepada Allah. “Ya Allah, mengapa saya masuk surga karena rahmat-Mu, kenapa bukan karena amal saya. Bukankah saya telah menghabiskan umur hanya untuk beribadah dan seharusnya saya masuk surga karena pahala-pahala yang saya peroleh dari amal-amal saya ? Allah berfirman, “Rupanya kamu tidak puas dengan apa yang telah Aku berikan kepadamu ? Baiklah, sekarang Aku akan hitung amal-amal ibadah yang telah kamu lakukan. Memang pahala yang kamu peroleh sangat besar bahkan lebih besar dari gunung, tetapi ada beberapa kewajiban yang belum kamu laksanakan diantaranya mensyukuri segala nikmat-nikmat-Ku. Pertama mulai kuhitung dari mata. Bukankah dengan rahmat-Ku berupa mata kamu bisa melihat dan membaca sehingga kamu memperoleh ilmu yang bisa kamu gunakan untuk ibadah. Dengan mata pula kamu bisa melihat-lihat kebesaran-Ku sehingga kamu memuji-Ku yang menyebabkan kamu mendapat limpahan pahala dari-Ku. Sekarang seberapa syukurmu atas nikmat-Ku yang berupa mata tadi. Bukankah pahala ibadahmu yang melebihi gunung tadi belum sebanding dengan nikmat yang Kuberikan ?,meski itu baru ditimbang hanya dengan nikmat mata saja ?, belum yang lain. Jika tumpuanmu ke surga-Ku adalah hanya amalmu, bukankah neraka lebih pantas menjadi tempatmu ? Orang itu kemudian memohon ampun kepada Allah seraya mengakui bahwa dia masuk surga hakekatnya adalah karena rahmat Allah Swt. semata

12 Komentar

  1. Sepertinya saya juga belum bisa bersyukur kepada Allah, huhu

    ayo dong bersyukur lagi di😉

  2. Suatu ketika seorang siswa mengeluh tentang sesuatu yang tidak dia sukai, lalu keluar kata-kata, ” Syukur itu bukan hanya pada hal yang kita sukai saja, tetapi hal yang kita tidak sukai juga.”….

    wah hebat tuh mbak ,bener banget kata2nya,hidup semuanya adalah anugerah🙂

  3. dan segala sesuatunya berproses…
    menjadi hamba yang senantiasa bersyukur juga perlu menapaki tangga2….

    Semoga kita semua bisa menjadi manusia2 yang senantiasa bersyukur untuk nikmat hidup dan setiap helaan nafas kita

    amin😛

  4. syukur dan ikhlas adalah perbuatan hati yang tercermin dalam sikap, maka pekakan hati, hidupkan hati dan sehatkan hati agar mudah melihat apa yang ada dan tidak mencari yang tak ada…

    betul mas ryan😉

  5. saya pernah mendapat nasehat dari seseorang yang saya kagumi, katanya: “syukur adalah satu kata yang sangat mudah untuk diucapkan, namun sangat sulit untuk dilaksanakan dengan sebenar-benarnya”

    pa kabar mas? lama ga iktu pengajian ke sini, jadi kangen😀

    saya juga udah lama gak kerumah mas abu,udah lama juga ya gak nulis mas??😛

  6. hiks ……hiks…………. bunda masih harus belajar banyak ttg rasa syukur ini, Mas Didot.
    masih banyak sekali hal2 yg terlewatkan tanpa rasa syukur.
    Ampuni kami ya Rabb Yang Maha Pengampun,amin.
    salam

    rabbigfirli wa’fuani

  7. Gak mampu komen banyak.. Thanks for sharing mas🙂

    makasih mas duddy atas komennya meskipun hanya pendek😉

  8. kita sering terjebak dengan merasa bahagia tanpa rasa syukur… astaghfirullahaladziim…

    betul mi,saya juga suka begitu kadang2,namanya juga manusia ya?? gudangnya khilaf🙄

  9. Saya juga harus banyak belajar untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada saya. Tidak hanya syukur pada waktu senang saja. Pada waktu mengalami kesusahan pun harusnya saya juga makin banyak bersyukur

    betul mas,hidup adalah anugerah ,jadi semuanya perlu disyukuri selalu🙂

  10. YA Allah aku memohon Ridho-Mu atas apa yang aku lakukan selama ini demi beribadah pada-Mu. Amin.

    amin ,kabulkanlah ya Allah🙂

  11. yq ampunn
    jadi termenung ngebacanya
    saya juga kurang bersyukur nih
    ya Allah

    mari banyak bersyukur hel😉

  12. aih betul juga…
    kadang, ketika saya membantu sedikit untuk orang tua saya.. sering ada godaan dalam hati untuk merasa puas. padahal tidak akan mampu membalas seluruh kebaikan dan jasa orangtua kita.

    apalagi atas rahmat dan pertolongan Allah.
    setiap hal yang kita miliki saat ini adalah belas kasian dari Allah.

    iya na,kita sering merasa udah cukup,padahal takkan pernah cukup membalas kebaikan2 orang tua kita,apalagi kebaikan Allah. kita hanya bisa berharap mereka ridho kepada apa yg kita perbuat aja🙂


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s