Kerajaan hati

Ada sebuah kerajaan kecil yang telah berhasil dikuasai oleh sebuah kerajaan yang jauh lebih besar,dengan rajanya yang amat sangat bijaksana. Kerajaan yang lebih besar ini setelah berhasil menguasai kerajaan yang lebih kecil tidak menindas kerajaan yang baru dikuasainya ini. malahan kerajaan ini diberdayakan dengan aturan2 baru yang membangun,dan dibuat suasana baru yg nyaman untuk semua orang berusaha,sehingga malah jadi lebih makmur daripada sebelumnya.

Maka kini kedua rakyat dari kerajaan ini pun hidup berdamai,karena raja barunya memerintah dengan adil dan bijaksana. Namun sang raja yang lama,dari kerajaan yang kecil yang ditaklukkan tetap menyimpan sebuah ambisi untuk menguasai kerajaannya lagi seluruhnya. demikianlah sang raja ini tidak mau tunduk kepada ketentuan2 raja yang baru,dan jika memungkinkan akan melakukan kudeta suatu hari untuk mengambil alih kerajaan.

Apakah cerita ini terkesan familiar?

sudah pernah dengar?

mungkin saja,karena memang ini cerita adalah tentang si hati kita masing2. raja yg kecil adalah hati kita,karena hati adalah raja bagi seluruh anggota badan kita. kemudian raja yg besar adalah Allah dengan segala kemuliaanNYA,yang memberi aturan untuk memperbaiki mutu kehidupan kita.

Nah cerita diatas adalah contoh bagaimana belum tunduknya hati seseorang kepada ketentuan Allah dan hukum2NYA.jadi tunduknya baru sebatas ragawi saja.

mengapa ada orang sholat tapi masih maksiat? mengapa ada orang puasa tapi masih suka ngomongin keburukan orang? itu semua karena belum tunduknya hati sebagai pemimpin seluruh jiwa raga ini. sholat jadi kosong,karena yg tunduk bukan hati,tapi baru raganya saja.

Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging apabila segumpal daging itu baik maka akan menjadi baik semuanya dan apabila segumpal daging itu jelek maka akan jeleklah semuanya ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.

Dalam sholat yang paling penting adalah ketundukan hati,karena islam artinya adalah berserah diri,jadi saat sholat,jangan bangun dari sujud atau rukuk ,sebelum anda merasakan hati anda tunduk, karena bacaan saat rukuk atau sujud itu sunah,yang wajib adalah gerakannya,jadi sempurnakan gerakannya,yaitu dengan niat dan menghadirkan hati saat melakukannya.

mari kita tundukkan hati kita bersama di hadapan Allah🙂

19 Komentar

  1. afwan, satu setengah hari internet dirumah ngedrop,jadi gak nulis dan balas komen dulu. akan segera saya balas komen teman2 dan mengunjungi balik ,terimakasih😛

  2. begitulah,, tidak ada manusia yg sempurna

  3. Hmmm….insyaAllah kang…. ^^ …

  4. Mari semua kita tundukkan Hati kita…

  5. dengan membaca inipun hati ini diperlembut dan memang sudah sepantasnya kita memintropeksi diri. Membaca Al-quran bisa melembutkan hati

  6. Sempurnanya iman seseorang bisa dinilai, seperti apa ia menyempurnakan dan memperindah kemuliaan yang bersumber dari dasar hatinya, yaitu segala niat yang totalilas dan kaffah hanya bertuju pada Allah. Hati yang penuh taburan dzikir, bisa menjadi rahmat bagi sesama kita dan orang lain. Karena Rahmat Allah SWT bisa mengalahkan segala kemurkaanNya

  7. insya allah mas..

  8. …..sholat saya masih belum sempurna….😥

  9. mungkin shalatnya belum benar-benar menyatu dengan jiwanya, baru sebatas rutinitas menggugurkan kewajiban

  10. Harus belajar sholat dengan khusuk nh,,🙂

  11. Bener sekali mas…

    Yuuuk mari kita jaga hati ini agar tetep bersih…

  12. mengapa ada orang salat tetapi tetap ada maksiat?

    jawabannya: karena mereka menganut STMJ (bukan susu telor madu jahe), tapi Solat Terus Maksiat Jalan:mrgreen:

  13. Mudah2an kerajaan hati itu selalu terselip dalam hati kita

  14. yuk hatinya ikut tunduk..

  15. hm..
    kadang ketika sholat pun seringkali hati kita justru ke mana…
    pikiran, konsentrasi bukan di sholatnya.
    sehingga tinggal gerakannya saja.. tapi hatinya nggak ikut sholat😐

    iya na betul,tapi gapapa kata ustad saya lebih baik sholat pikirannya jalan2 daripada jalan2 gak sholat😛

  16. […] […]

  17. Hati adalah tumpuan segala ibadah kita, jadi bilamana ibadah kita tidak bisa memurnikan kelakuan itu tandanya hatinya masih kotor. Selama hati kotor, biarpun ibadah kita dari pagi hingga pagi full tidak akan memurnikan kelakuan.

    setuju mas,hati itu yg utama🙂

  18. …Hati adalah cerminan jiwa…..kutipan dari buku ust.aam, bhwa dlm diri qta ada 3 nafsu amarah, lawwammah dan muthmaiinnah…jika nafsu muthmainnah yg mendoominasi maka khidupan qta snantiasa dlm kebaikan namun jika nafsu amarah yg mendominasi maka hidup qta jd tak terkendali…dan nafsu lawwammah yg mampu menyeimbngkannya… smoga qta sanantiasa mengikuti jejak rasulullah saw dlm berakhlak….amin..

    betul sekali,hati dan jiwa itu sangatlah dekat. insya Allah hanya nafsu2 yg baik saja yg mengendalikan kita,kita harus minta pertolongan Allah,laa haula walla quwwata illa billah

  19. bunda masih terus berusaha utk meletakkan hati ini disetiap sujudku padaNYA.
    semoga Allah swt memudhkan kita semua utk beribadah padaNYA,amin
    salam

    insya Allah ,saya doakan ya bunda🙂


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s