Menghadirkan hati

Jika saya mengucapkan terimakasih kepada anda,dengan berkata :

“terimakasih,terimakasih,terimakasih ,terimakasih,terimakasih,… ” (diucapkan dengan cepat sampai berpuluh2 kali *lebay mode on😛 ) ,apakah yg anda rasakan? apakah anda merasakan ketulusan dari kata2 saya tersebut?

bagaimana jika saya mengucapkan :

“terimakasih ya… (diucapkan dengan lembut dan perlahan ) ,karena kamu kemarin sudah baik sekali mau meminjamkan saya uang,saya benar2 lagi butuh lho kemarin itu… (diam sejenak sambil tersenyum🙂 )

terimakasih ya sekali lagi… (senyum semanis mungkin😉 ) ”

apa perbedaan dari kedua terimakasih diatas? yang pertama terasa seperti mengucapkan mantra,kurang dalam, karena tidak membawa hati dan kesungguhan saat mengucapkannya.

sementara yg kedua lebih terasa dari hati,dan terasa tulus mengucapkannya,betul gak?

kira2 kalau anda jadi orang yg diucapkan terimakasih,anda percaya sama yg mana ,kalau dari cara pengucapannya??

Demikian pula saat kita berzikir,sesungguhnya kita juga seharusnya membawa hati saat mengucapkan zikir tersebut,bukan sekedar seperti mengucapkan mantra saja.

Saat kita berzikir,kita sering menghitung zikir kita.  saat kita menghitung,apakah fokus kita lebih kepada hitungan kita,atau kepada bacaan kita?

(QS 33 :41) Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.

kita tidak disuruh menghitung2 zikir kita,tapi kita disuruh berzikir sebanyaknya.

jadi mulai sekarang tidak perlu terburu2,take your time,resapi setiap kata2 anda dengan sungguh2,dan ucapkan dari lubuk hati anda,dengan sikap diri yang juga ikut menyesuaikan dengan hati anda tersebut.

Jangan kaget bila kemudian ada terasa getaran di hati anda,atau tiba2 anda menitikkan air mata,itu karena hati anda sudah mulai ikut bergerak. selamat mencoba🙂

20 Komentar

  1. Iya mas benar sekali, kdg lw itUnganx salah jd bingung sndri😛

    makanya santai aja,gak usah diitung2🙂

  2. benar dot, sesuaikan dengan hati.. bundo sedang belajar itu,
    dan sharingnya Didot sampai ke hati bundo, pagi ini

    alhamdulillah kalau sampai ke hati bundo,karena disampaikannya juga dari hati bundo🙂

  3. Assalamu ‘alaikum wr.wb
    Pakde,
    Saya datang sebagai blogger newbie yang ingin berkenalan, silaturahmi dan menyerap ilmu dari para senior. Semoga kunjungan saya bermanfaat.

    Wah pakde blognya bagus banget dan isinya sangat saya sukai pakde

    Pakde, mohon berkenan berkunjung ke blog saya, mohon diberikan saran2 atau nasihat agar blog tersebut bagus dan terkenal seperti blog pakde ini. Saya tunggu pakde, kalau datang akan saya sambut dengan lagu rebana deh.

    Salam hormat saya dari Batam.

    Wassalamu alaikum wr.wb
    Annaura

    walaikum salam wr wb
    insya Allah🙂

  4. Dalam ibadah memang hati harus beserta pakde, bukan hanya gerakan dan ucapan tanpa makna.

    Terima kasih artikelnya yang mencerakan.

    Salam hangat dari Batam

    makasih🙂

  5. ah…bener juga ya, sebenernya kita ga pernah disuruh menghitung cuma disuruh dzikir sebanyak2nya…kadang saya suka direpotkan dengan hitungannya apalagi klo hitungannya jadi ngaco xixixixixi…

    makanya zikir aja yg penting dapet tenangnya🙂

  6. suka susah seh mas, apalagi di jaman sekarang yang orang kerja dah kayak robot, berangkat pagi, kerja, pulang sore, tidur, besok bangun berangkat lagi, hee. Beruntunglah orang2 yang bisa menghadirkan hati di setiap perbuatannya ^^

    yah kalaupun gak bisa seluruhnya,ya minimal sebagian besarnya lah dit,tapi jangan gak sama sekali,nanti beneran jadi robot dong😉

  7. hmm. setuju bgt…makna dari zikir harus kita ketahui agar benar2 mendapatkan hakekatnya untuk mengingat Allah.. hati berperan penting didalamnya.. tanpa peranan hati dan niat, semua sia2..

    thanks mas..😀

  8. iya ga usah cuma mikir cepet2 aja.. dzikir jg kan musti diresapi maknanya..🙂

  9. sekali kalau dengan hati pasti akan bermakna😉

  10. benar2 artikel yang menyentil..
    kalo solat di kantor sepertinya ucapan zikir yg lia buat terkesan cuma hitungan😦
    namun beda ketika dirumah..
    semoga kedepannya bisa lebih baik..

    makasih mas didot

  11. Makasih,Dot….Sudah hadir ngeramein blog Mbak….Ya, Mbak jarang berkunjung kesana….
    Bener lho, terima kasih ini insya Allah berasal dari ketulusan hati hehehehe

  12. Asslm ‘alaikum…
    apa yg antum ktkn itu benar…Jangankan memberi ucpn trimksih memberi slm sj jika diucapkn dgn ikhlas akan berdampak lain bg qta…

  13. Iya, saya juga merasa zikir dengan bilangan tertentu membuat saya terburu2 dan jadi tidak merasai maknanya

  14. Sebetulnya kita merasakan kok apakah suatu ucapan diucapkan secara tulus dari hati atau sekadar basa basi….

  15. ah,ini komentar saya yang ke sekian…semoga di balas ding sama si empunya blog…ada apa ya akhir2 ini kok yang empunya blog jarang mbalas komen, ada apakah dengan bang didot🙂

  16. hehe.. iya dot, kadang kalo habis sholat, zikir, tapi pikiran udah kemana…😦

    tentunya menyebut namanya dengan hati lebih terasa nikmat ya…🙂

  17. kalau mas Atma ngajarin saya kata terima kasihnya diganti dengan kata “sayang” maksudnya kalo memanggilnya dengan perlahan pasti beda dengan perlahan lahan sampe ke telinga sang pendengar tuh … kalimat sayang kini diganti dengan subhanallah …

    *satu guru satu ilmu sama saya nih kayanya*

  18. Alhamdulillah, pagi ini tulisan Mas Didot terasa sampai ke hati dan insyaallah bunda akan terus belajar ttg hal ini ,Mas.
    terimakasih banyak utk sharing yg iindah dan menyejukkan ini.
    salam

  19. terimakasih yang terucap dari hati akan terasa lain di tiap hati juga… beda banget dot

  20. yup bener mas..fenomena zikir ngebut ini kemaren2 kan jadi ngetren padahal yang dicontohkan sm rasulullah kan g gitu..setuju sm mas didot ^^
    makasih y mas didot gantennng..sambil senyum manis ( hoeekk jijay xixi )


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s