Merendahkan suara

Sering dengar gak kalau di masjid ,setelah baca al fatihah,rata2 membaca aminnya kencang2?

“. Dan merendahlah semua suara kepada Rabb Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja”. (QS.  20 : 108)

kadang2 ada satu dua anak kecil yang teriakannya sangat mengganggu,karena dia teriak sekencang2nya,dan dimulai sebelum yang lainnya mengucapkan amin😛

memang kita disunahkan membaca amin saat usai doa al fatihah,tapi tentu bukan seperti itu caranya lho ya😉

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (QS. 7 :55)

kalau ada presiden di hadapan kita,apakah kita akan teriak kencang2 seperti itu? atau malah bicara dengan sopan dan lemah lembut?

nah ini adalah penguasanya presiden lho,yaitu Allah.

masak kita mau keras2 dan teriak2 di hadapan Allah?

Allah selalu di hadapan kita saat kita sholat.

Allah Ta’ala tetap (senantiasa) berhadapan dengan hambaNya yang sedang shalat dan jika ia mengucap salam (menoleh) maka Allah meninggalkannya. (HR. Mashobih Assunnah)

meski kita mungkin belum mampu merasakan kehadiran Allah,tapi kita harus yakin bahwa Allah selalu melihat kita,apalagi di dalam sholat kita.

Ihsan ialah menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, jika engkau merasakan tidak melihatnya, maka yakinlah bahwa Allah melihatmu.”… (Shahih Muslim).

karena itu marilah kita merendahkan hati,merendahkan diri dan merendahkan suara kita dihadapan Allah yang maha agung🙂

23 Komentar

  1. Kayanya hampir rata2 di setiap masjid / langgar / surau, kalau ada anak2nya pasti bacaan amin nya kencang dan nyaring sekali. Dan tentu saja hal itu mengganggu konsentrasi kekhusyukan, msskipun saya akui bahwa tanpa teriakan amin nya pun, konsentrasi sholat saya pun sudah pecah, apalagi ditambah lagi suara ke yang kencang itu. Habis mau bagaimana. Mudah2an kedepannya, sholat yang aku lakukan lebih khusu dari yang sebelum2nya. Amin
    amin mas ifan,semoga lebih lancar sholatnya🙂

    • Iya, setahu saya di negara arab gak seperti itu ya…?

  2. Membaca amien dengan keras bagi anak-anak sebuah kenikmatan tersendiri dan memang kita yang dewasa harus lebih sering memberikan pelajaran kepada adik-adik kita agar mengcilkan amiennya. semoga bisa lebih khusyu … lagi nantinya.Insya Allah

  3. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
    kalau tidak salah ini (QS. 31:19).

  4. Bener banget mas, sebaiknya kita mengucapkan dengan lemah lembut kepada yang maha Agung. makasih untuk saling mengingatkan.

  5. Dalam islam hal ini dikenal dengan sebutan Khafdhus Shauth berasal dari dua akar kata. Khafdhu dan shauth. Khafdhu artinya merendahkan atau meneduhkan. Shauth artinya suara atau omongan. Khafdhus Shaut berarti merendahkan suara saat berbicara, bercakap, berkomunikasi bahkan ketika berdo’a dan melaksanakan taqarrub ilallah swt.

    Yang kalo di definisikan secara simple, berawal dari merendahkan suara, kita dilatih untuk melembutkan hati, menghindari hikmah dan gibah, juga mentaati teladan rosul…hal ini bisa mendatangkan Menyebabkan kasih sayang Allah swt. Bahwa salah satu bentuk kasih sayang terhadap orang lain adalah berkata sopan dan merendahkan suara.gitu kan mas maksudnya tulisan di atas

  6. anggap aja manusia, seandainya ada seseorang yang meminta pertolongan ke kita tapi ngomongnya kencang dan kurang enak didengar. gimana kita mau bantu.
    nah begitu juga Allah

  7. mas didot , kok aku ga bisa comment di FB mu yak? padahal udah aku accept

    tks & rgds

    • Itu emang dibuat ga bs komen,Mbak….Takut kalo diserang dua, dari FB n WP juga hehehe…..Pissssssssss,Dot🙂

  8. merendahkan suara itu salah satu lambang ketawadhu’an

  9. iya.. saya cenderung pelan kok kalo mengucap amin.
    tapi tulisan didot semakin mengingatkan kita..\
    cuman kalo anak2, ya perlu dikasih tau juga.. walopun dengan cara yang lebih mudah dipahami oleh mereka.

    kebetulan di masjid depan rumah… kalo udah baca amin.. waduh.. rame banget deh… jamaah anak2nya lumayan byk..)

  10. Jujur waktu masih kecil biarpun cewek lia suka paling kenceng teriak amin..😀 maklum belum ngerti…akhirnya pernah kena hukum ama abah karena abah bisa tanda itu suara lia ditambah ceramah panjang
    setelah tahu jadi istighfar sendiri….

    ===> terima kasih mas atas ucapannya ^_^

  11. aaammmmmiiiiiiinnnnnnn…………………………..

    buat anak2 itu mungkin sebuah ekspresi ke-hamba-an😀

  12. saya sudah mempraktekkannya🙂

    alhamdulillah🙂

  13. maaf mas, saya setuju kalau anak2 yang teriak keras2 itu dibilang salah. tapi kalau tidak salah baca, saya pernah lihat keterangan bahwa kita dianjurkan untuk mengeraskan bacaan “Amiin” setelah membaca Al-Fatihah, nanti saya cari deh, alasannya karena orang Yahudi sangat iri dengan bacaan Aminn kita itu … Salam

    maaf juga dit,kalaupun ada ya dit,itu kan pasti di hadits (belum tentu shoheh lagi😛 ). kekuatannya kalah dengan alquran. sedangkan saya ambil ayat2 alquran lho ini ,yaitu untuk merendahkan suara di hadapan Allah🙂

    • Apabila Imam mengucapkan Amin maka ucapkanlah Amin. Siapa yang amin-nya sesuai dengan amin para malaikat, diampuni dosanya yang sudah lewat. (HR Bukhari dan Muslim)

      Dari Wail bin Hujr berkata bahwa Rasulullah SAW kalau membaca Waladhdhaallin, maka beliau mengucapkan Amin dengan suara yang keras. (HR Ad-Daruquthny dengan sanad yang shahih)

      Memang ada perbedaan dalam masalah ini, Madzhab Hanafi bahkan mengatakan bahwa kita HARUS membaca “Amin” itu dengan lirih. Tapi mayoritas ulama mengatakan sebaliknya (bahwa kita harus membacanya dengan keras) dengan berbekal ayat dan hadits seperti yang saya sebutkan di atas. Tentu tetap dengan cara yang sopan dan tidak berlebihan. Bukan maksud berdebat lho mas, cuma kan ada baiknya bila ada perbedaan ya saling menghormati aja gt ^^.

      Lagipula kurang baik kalau kita mengambil mentah-mentah isi Al-Qur’an karena interpretasinya bisa bermacam-macam, bukankah yang terbaik adalah menyatukan pemahaman yang diambil dari Al-Qur’an, Hadits, dan pendapat para ulama terdahulu, jadi klop deh semua …

      makasih atas risetnya dit,gapapa kok,berbeda pendapat itu sangat esensial. kalau saya sulit untuk khusyu kalau keras2,tapi kalau ada orang lain yg tetap bisa khusyu silahkan aja😛
      saya pribadi selalu melirihkan bacaan saya,seakan saya benar sangat butuh (memang demikian juga sih sebenernya kita thd Allah) , berbicara dengan pelan supaya timbul rasa rendah diri dan rendah hati.
      jadi intinya silahkan saja,diambil mana yg sesuai dengan kepribadian kita. hal2 seperti ini kan sunnah,karena ada sebagian ulama yg juga tidak memakai amin. jadi saya rasa hal ini memang tidak perlu diperdebatkan,seperti tulisan yg pernah saya singgung disini : https://hadidot.wordpress.com/2010/05/15/perbedaan-dan-persaudaraan-islam/
      monggo dibaca dulu,dan kita tingkatkan ukhuwah islam kita🙂

  14. hmmm,,,

    I got the point…
    ini bukan persoalan amin di waktu sholat kurasa..

    memang bukan mas,tapi soal merendahkan diri dan suara,biar khusyu pas sholat🙂

  15. Kata guru agamaku kalo ada anak kecil yg ganggu orang salat yg dosa orang tuanya. Jadi mendingan salat di rumah aja kalo punya anak kecil.

    kalau wanita emang baiknya sholat di rumah🙂

  16. hihihihi…apalagi kalo lagi jamaah sholat taraweh…duhhhh amin nya panjang banget ya mas😀

    malah jadi terkesan main2 ya bukan serius😛

  17. Benar pakde dan itu bukan hanya disini saja, di Arab juga begitu.
    salam hangat dari Batam

  18. Namanya anak2 kadang sulit diatur. ada khutbah saja bengok-bengik ndan lari kesana-kemari tralala lala lala lala
    salam hangat dari Batam

  19. Memang anak-anak sering banget teriak2 dan lari kesana-kemari, bahkan waktu khutbah. Sudah serungkali diingatkan tapin tetap merajalela.
    Thanks artikelnya yang mencerahan.

    Salam hangat dari BlogCamp

  20. Karena sesungguhnya Allah itu Maha Mendengar.
    jadi, utk apa teriak2 segala?
    lagi pula merendahkan suara juga menyiratkan ketawadu’an kita.
    salam


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s