Too much information

monkey see monkey do

Informasi ada yg wajib kita tau dan ada yg tidak wajib kita tau.

mana yg wajib kita tau?

yang wajib kita ketahui tentu saja ilmu. ilmu bermanfaat yg berhubungan dengan bidang pekerjaan kita,dengan agama,ilmu marketing,sales,psikologi,dan lain sebagainya.

nah kalau informasi yg gak wajib kita taupun banyak,seperti gosip,politik,iklan,aib orang lain,dan sebagainya.

Ada seorang teman bertanya kepada saya, perlukah dia mengungkapkan segala hal tentang masa lalu dirinya,termasuk kenyataan bahwa dia sudah tidak perawan lagi? apalagi jika untuk urusan menikah,bagaimana jika  suaminya dikemudian hari menceraikan ,karena baru tau kalau dirinya sudah tidak perawan lagi? apa gak sebaiknya jujur dari awal soal hal seperti  ini ?? kira2 begitu pertanyaannya?

Kalau buat saya aib tidak perlu diceritakan,kalau memang ditanya oleh yg berhak bertanya (calon suami) , silahkan di jawab,tapi gak perlu sampai detil,itupun dijawab dengan bijak bahwa itu adalah masa lalu dan itu adalah sebuah kesalahan yg anda sesali.

Kalau ada seorang laki2 menyatakan serius, dengan meminang anda sebagai seorang istri,maka jika dia menanyakan hal ini ,anda wajib menjawab dengan segala resikonya .resiko terburuk tentu saja adalah gak jadi nikah,dan bisa jadi ini malah keberuntungan buat anda,apakah anda mau menikah dengan orang yg hanya melihat ukuran fisik anda semata,bukan melihat kepada tekad anda dan tobat anda untuk tidak mengulanginya lagi? jelas kalau dia meninggalkan anda,berarti anda berdua beruntung tidak jadi nikah. Silahkan bertawakal kepada Allah,pasti ada jodoh lainnya lagi, yg insya Allah lebih baik daripada yang satu ini.

Tapi saran saya buat anda para wanita, anda gak usah cerita kalau gak ditanya,karena hal itu tetaplah sebuah aib,jadi sebaiknya tidak perlu dibuka2 lagi kepada siapapun. adapun bercerita ( jika ditanya oleh calon suami) ,adalah upaya kejujuran yang patut dihargai dalam suatu hubungan. jangan pernah berpikir untuk operasi perawan ataupun dengan trik2 sejenis,karena ini hanya bentuk penipuan,dan cepat atau lambat yg namanya tipuan pasti nanti akan ketahuan. bagaimana anda berharap suatu hubungan ke depannya bisa jadi baik jika dimulai dengan tipu menipu diawal hubungan tersebut?

bagi kita para pria ,kita juga perlu bijak dalam mengetahui sebuah persoalan. apakah dengan kita tahu hal itu akan membawa sesuatu yang baik buat kita? atau malah kita nanti sulit menata hati kita sendiri karenanya? bukankah kita juga disuruh memaafkan dan menerima orang lain? apakah kita sudah sedemikian suci juga? bukankah kita juga ingin diterima apa adanya atas segala kekurangan dan kelebihan kita?

Kita tidak perlu tahu tentang semua hal,karena kita perlu menjaga hati kita dari informasi yang dapat merusak suasana dan penilaian kita sendiri,bahkan seorang filosofis terkenal bernama Socrates di jaman yunani dulu telah mengetahui hal ini. untuk itu saya tuliskan kisahnya disini :

Filter Bijak Socrates

Socrates, filsuf besar yang hidup di Yunani kuno antara tahun 469-399 Sebelum Masehi, terkenal dengan kebijakannya. Suatu hari, Socrates bertemu dengan seorang kenalan yang dengan bersemangat tinggi mengatakan, baru saja mendengar sesuatu tentang salah satu muridnya Socrates.
“Mau tau apa yang saya dengar?” tanyanya

“Tunggu dulu. Anda boleh bercerita sesudah lulus tes yang saya berikan. Namanya Filter rangkap tiga.” kata Socrates.

“Filter rangkap tiga?” tanyanya

“Benar,” jawab Socrates lalu melanjutkan, ” Sebelum Anda cerita tentang murid saya, mari kita saring dulu apa yang akan anda katakan. Itu sebabnya, tes ini saya namakan tes Filter rangkap tiga. Yang pertama namanya Filter Kebenaran.
“Apakah Anda benar-benar yakin, apa yang akan Anda katakan kepada saya itu benar?” tanya Socrates.

“Tidak. Saya tak tahu apakah itu benar. Saya hanya mendengarnya dan sekarang ingin cerita kepada Bapak,” kata orang tersebut.

“baiklah,” kata Socrates. ” Jadi Anda tidak tahu persis apakah cerita itu benar atau tidak. Sekarang, kita coba filter kedua. Namanya Filter kebaikan.
“Apakah yang akan Anda ceritakan kepada saya tentang murid saya ini sesuatu yang baik?” tanya Socrates.

“Bukan sesuatu yang baik, tapi justru kebalikannya,” kata orang tersebut.
“Jadi, “lanjut Socrates,”Anda ingin mnceritakan sesuatu yang buruk tentang murid saya itu kendati pun Anda tidak tahu persis apakah itu benar?”

Pria itu kaget dan merasa malu.
“Sekarang kita sampai ke tes yang ketiga. Namanya tes Filter Manfaat. Apakah yang akan Anda ceritakan kepada saya tentang murid saya itu berguna untuk saya?” tanya Socrates.

“Tidak. Sama sekali tidak,”jawab pria itu.

“Jadi, yang ingin Anda katakan kepada saya itu tidak benar, tidak baik, dan juga juga tidak berguna. Buat apa anda cerita kepada saya?,”tanya Socrates

Pria itu malu dan segera berlalu.

Kisah ini merupakan salah satu contoh sikap Socrates yang menjunjung tinggi kebenaran. itu sebabnya, Socrates menjadi filsuf besar yang sangat dihargai dan dihormati.

jadi menurut cerita diatas, informasi itu dipilih berdasarkan 3 hal ,yg menjadikan informasi itu perlu atau tidaknya kita ketahui ,yaitu : Kebenaran, kebaikan dan manfaatnya.

Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:
” Seluruh umatku akan dimaafkan kecuali orang yang terang-terangan dalam dosa (al mujahirun), termasuk terang-terangan dalam dosa ialah seorang hamba yang melakukan dosa dimalam hari lalu Allah menutupinya ketika pagi, namun ia berkata: “Wahai fulan aku tadi malam telah melakukan perbuatan begini dan begini!” (HR Muslim, kitabuz zuhd)

Apa yang sudah ditutupi Allah,tidak perlu dibuka2 oleh manusia.

dan ini ada sedikit cerita tentang aib juga,intinya kalau sudah mau bertobat tidak perlu dibuka2 lagi aibnya.

Suatu saat kekeringan melanda Bani Isra’il pada zaman Nabi Musa a.s. Karena tidak tahan dengan kekeringan yang sangat panjang, Bani Isra’il pun mendatangi Nabi Musa a.s.

” hai orang yang diajak bicara langsung oleh Allah mintalah kepada Tuhanmu agar menurunkan hujan untuk kami, ” pinta mereka.

Musa a.s pun akhirnya pergi ke padang pasir bersama 70.000 orang atau lebih lalu berdo’a :

” Tuhanku, turunkanlah hujan-Mu untuk kami, tebarkanlah rahmat-Mu atas kami dan kasihanilah kami karena bayi-bayi yang masih menyusui, binatang-binatang yang merumput dan orang-orang tua yang bungkuk, ”

setelah berdo’a ternyata langit makin terang dan tidak menunjukkan tanda-tanda hujan. melihat itu Musa a.s berseru :

” Tuhanku, bila memang kedudukanku di sisimu telah lapuk, aku memohon kepadamu dengan kedudukan Nabi yang tidak bisa membaca, Muhammad s.a.w yang akan engkau utus di akhir jaman,”

Allah pun menjawab permintaan musa :

” Kedudukanmu di sisi-Ku tidak lapuk, engkau tetap mulia di sisi-Ku. tetapi di antara kalian ada pendurhaka yang menentangku selama 40 tahun. serulah orang2 hingga pendurhaka itu maju di hadapan kalian sebab karena dia lah aku tidak menurunkan hujan atas kalian, ” wahyu Allah kepada Musa a.s

Musa pun menjawab, ” Tuhanku aku hamba yang lemah, suaraku pun lemah, bagaimana mungkin ia akan terdengar oleh mereka padahal mereka berjumlah 70.000 atau lebih ?”

” kamu hanya berseru Akulah yang menyampaikan suaramu, ” jamin Allah

Musa pun akhirnya berseru, ” hai pendurhaka yang menentang Allah selama 40 tahun, majulah sebab karenamulah Allah tidak menurunkan hujan, ”

Si hamba pendurhaka itu menoleh ke kanan dan ke kiri dan tidak melihat ada seorang pun yang maju, akhirnya tahulah dia bahwa dia lah yang dimaksud.

” jika aku maju, maka aibku akan terbongkar di hadapan Bani Isra’il, jika aku tidak maju maka mereka tidak akan pernah mendapatkan hujan, ” gumamnya dalam hati

Akhirnya dia pun memasukkan kepalanya ke dalam bajunya sambil menyesali perbuatannya seraya berseru, ” Tuhanku, aku telah mendurhakai-Mu selama 40 tahun namun engkau tetap memberiku tangguh, kini aku datang dengan penuh kepatuhan maka terimalah aku.”

Ternyata sebelum do’anya selesai awan langit telah mendung dan Allah pun menurunkan hujan dari langit seperti air keluar dari mulut-mulut bejana. Musa a.s pun tampak kebingungan

” Tuhan, kenapa engkau menurunkan hujan atas kami padahal belum ada seorang pun yang keluar mengakui dosanya, ” tanya Musa a.s

” Musa, Aku menurunkan hujan atas kalian karena orang yang aku tahan hujan ini disebabkan dosanya (dia telah bertobat),” wahyu Allah pada Musa a.s

” Tuhanku, perlihatkan kepadaku hamba pendurhaka ini, ” pinta Musa

” Musa, Aku tidak membuka aibnya kala ia mendurhakaiku, lalu apakah Aku akan membuka celanya saat ia menaatiku ? Musa, Aku benci para pengadu domba, apakah Aku lalu mengadu domba ? ” Jawab Allah

dari Abu Hurairoh berkata,” Rasulullah saw bersabda.’Barangsiapa yang meringankan penderitaan seorang muslim di dunia maka Allah akan meringankan penderitaannya di akherat. Barangsiapa yang memudahkan kesulitan (seorang muslim) maka Allah akan memudahkan kesulitannya di dunia dan akherat. Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim maka Allah akan tutupi aibnya di dunia dan akherat. Dan sesungguhnya Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu menolong saudaranya.’

N.B :komentar dari mas ahmed adalah jawaban yg cukup baik  ,karena ada tersirat disana jawabannya meski tidak detil. “aku adalah manusia biasa yang tak luput dari dosa baik kecil maupun besar”. bisa dipakai untuk menjawab pertanyaan calon suami,kalau seandainya ditanya lagi lebih lanjut cukup anda diam atau bicara bahwa saya tidak perlu menjawab lebih lanjut,karena itu adalah aib saya,dan kita memang disuruh untuk menutup aib rapat2 bukan?  jika dia mengerti maksudnya dan tidak jadi menikahi anda ,misalnya dengan mengancam akan menceraikan, jika di kemudian hari tau anda berbohong ,maka bertawakallah kepada Allah.

terimakasih mas ahmed karena dengan sharing ini saya juga jadi tambah informasi kira2 menjawab seperti apa yg baik tanpa perlu berbohong🙂

25 Komentar

  1. aib itu telah Allah tutupi dan hendaknya kita menutup aib2 kita dari orang lain, dengan tetap berusaha tuk memperbaikinya

    ya betul nouf,yg paling penting tentu saja bertobat🙂

  2. Mohon maaf saat ini hanya meyampaikan undangan-pernikahan-sang-sahaja-dengan-pagi-bening bila memang memungkinkan , salam sehat selalu , semoga diberkahi, amien

    insya Allah hadir kalau memungkinkan🙂

  3. Aib memang sebaiknya tidak perlu diumbar kepada orang lain karena hanya akan menambah keburukan yang ujung2nya membuat seseorang lebih jauh dari hidayah Allah SWT

    iya mas,saya jadi ingat dulu masih suka buka2 aib dengan bangganya😦

  4. Ketika ALLAH sudah menutupi aib aib kita, janganlah kita membukanya ….

    betul de,kalau perlu ngumpet di balik tembok biar gak ketauan aibnya🙂

  5. wajburnii, dan tutuplah aibku (cukupkanlah kekuranganku).

    semoga kita segera bertobat agar Allah juga senantiasa menutupi aib2 kita🙂

  6. Kalau ada seorang laki2 menyatakan serius, dengan meminang anda sebagai seorang istri,maka jika dia menanyakan hal ini ,anda wajib menjawab dengan segala resikonya .resiko terburuk tentu saja adalah gak jadi nikah,

    >> aku pernah nanya mslh pelik ini ke beberapa org ustadz,,
    rata-rata jawab mereka semua adl tidak menjawabnya..
    dijawab dg jawaban diplomatis saja.

    kalau saya berpendapat lain mas ahmed,karena jujur itu wajib bagi yg ingin memulai suatu hubungan yg baik,dan ini pun jujur kepada calon suami. untuk menghindari kemudharatan yg lebih jauh,apalagi jika sampai nikah kemudian diceraikan karena tidak jujur kan lebih menyakitkan buat kedua belah pihak karena sudah diselenggarakan pesta pernikahan bukan?

    inipun tentu saya juga udah bertanya kepada ustad,dan atas pertimbangan saya memutuskan jawaban saya pribadi seperti itu. kalau boleh jujur saya sendiri sebagai laki2 tidak mau bertanya lebih jauh soal masa lalu calon istri saya,apa yg sudah terjadi biarlah berlalu. buat saya yg penting dia sungguh2 bertobat,tentu itu lebih baik buat saya dan dia.

    krn ini juga bagian dr al mujahirun juga kata mereka.
    “aku adl manusia biasa yg tak luput dr dosa baik kecil maupun besar”
    pertanyaan di saat ta’aruf lbh pas bila membahas persoalan visi – misi
    kebiasaan2, yg sifatnya lbh ke duniawiyah.
    bukan nanya mslh hafalan brp, brp kali sholat sunnah, brp ayat mengajinya dll.

    katanya gitu..

    tapi saya setuju untuk jawaban diplomatis seperti mas ahmed,berkata jujur tapi tidak mengungkapkan semuanya,kurang lebih begitu.
    ini lebih baik,dalam jawaban yg diplomatis tentu saja mengandung unsur tersirat bagi yg paham. maka jawaban “aku adalah manusia biasa yg tak luput dr dosa baik kecil maupun besar” tentu saja cukup baik untuk menjawab pertanyaan calon suami,wallahualam. saya juga belajar sesuatu dari sini,yaitu proses pendewasaan,untuk lebih bijak lagi menjawab pertanyaan tentunya ,syukron atas sharingnya mas🙂

  7. makasih untuk artikel yang sangat bermanfaat ini
    sekali lagi makasih ya maz😀

    sama2 mas ,saya hanya berbagi untuk mendapatkan ilmu lagi kok🙂

  8. biasanya orang yg mudah memaafkan, adalah orang2 yg sadar diri bahwa ia tdk sempurna , dan berkeinginan utk menjadi sesuatu yg berharga dr kekurangan2 itu.
    Semoga kita bisa menjadi manusia yg hatinya seluas samudera utk memaafkan, tak terkecuali pd orang2 yg telah menganiaya kita.
    krn Islam mengajarkan demikian.
    Semoga kita semua bisa tetap bisa istiqomah menjalani islam dan memilihara iman kita,amin
    salam

    amin bunda ,kita terus berusaha menjadi yg terbaik di hadapan Allah🙂

  9. Indahnya hidup ini tanpa mengumbar aib sendiri dan aib orang lain! Salam!

    pasti indah kalau hidup seperti itu,karena selalu menata hati kita dan menata hati orang lain🙂

  10. bener BU’ kejelekan orang lain nggak perlu kita cari-cari…

    siap ,lebih baik kita introspeksi kesalahan kita sendiri,muhasabah dan istigfar selalu🙂

  11. okre dah kalo begitu….!!

    oqelah qalow begetoh😛

  12. hmmmphhh…saya ingin teman saya membaca postingan ini, inilah yang ingin saya sampaikan tapi mungkin saya tidak pintar berbicara hingga teralu sulit ia mengerti
    ada yang harus dibicarakan dan ada yang tidak harus dibicarakan
    ada yang harus didengar dan ada yang tidak harus didengar
    i like this post kang🙂

    semoga temannya ikut membaca dan mengerti juga,saya juga menulis ini alhamdulillah mendapatkan suatu feedback yg baik juga buat diri saya pribadi🙂

  13. Inilah yang paling lia hindari dari proses konseling a.ka curhat😀 ketika saat proses itu dia menjurus menyalahkan orang lain dan akhirnya menceritakan aib orang tsbt (ghibah) …

    dan benar mas… gak ada gunanya menceritakan aib kepada orang yg tidak tahu apa2 walaupun itu teman karena bisa jadi menjadi boomerang buat kita….

    artikel yang sangat bermanfaat🙂

    iya dek,kalau infonya gak perlu kita tau ya gak usah diceritain juga sebenernya🙂

  14. jika ditanya baru dijawab, hanya pada orang yang berhak tahu.

    kurang lebih demikian🙂

  15. ..
    Soal asas manfaat, jd inget blogku..
    Isinya kadang malah jelekin orang..😦
    *tp aku kan manusia biasa, gak luput dr kesalahan*
    Ngeles..😀
    ..
    Thanks Sob, aku suka cerita mbah Socratesnya..😉

    hahaha,bisa aja ngelesnya si ata

    saya juga suka cerita mbak socrates ini😉
    ..

  16. Ternyata sudah prepared dari sekarang ya mas. menjadi “calon suami”…..semoga ikhlas lahir batin saja mas, mengamalkan ilmunya sebagai calon imam

    insya Allah ,kamu juga sedang mempersiapkan kan dik? meski calonnya udah ada atau belum ,saya yakin kamu sedang bersiap2 juga kok🙂

    • ah..tau aja kamu mas….🙂

      kan kita udah sama frekwensi hatinya😉

  17. semoga kita bisa menjaga aib kita, ya mas..

    insya Allah,kita jaga baik2 kesalahan kita yg sudah ditutupi Allah🙂

    dan kita juga bisa menyimpan aib orang lain, karena setiap kita menyimpannya, Allah bakal menyimpan aib kita,

    janji Allah pasti benar,siapa yg menutupi aib sesamanya pasti ditutupi aibnya oleh Allah🙂

  18. Betul, kita tak ada untungnya menyebarkan informasi yang tak perlu…..

    nyape2in juga bu hehe😛

  19. Setuju dgn nasihat dari Socrates, filusuf Yunani itu….Masya Allah jd mikir….Di padang masyar nanti seluruh keburukan kita trungkap….

    iya mbak,aku juga jadi malu kalau ngebayangin dibuka semua aibnya ,astagfirullah😐

  20. setuju deh.. mantap dah.. yg penting kita pintar2 menutup aib ajah.. baik aib diri sendiri maupun orang lain yang gak etis klo didengar aibnya.. bukankah klo kita menutupi aib orang lain Allah akan menutup aib kita jg.. semoga aib kita ditutup rapat oleh Allah dan mengampuni dosa2 kita.. amin..😀

    amin ,semoga Allah menutupi aib2 kita ya ta😉

  21. iya juga ya…
    terkadang kalo udah kebablasan curhat.. orang malah ngebuka aib sendiri.

    sedangkan membuka aib orang lain, kadang gak terasa kok dot.. sekadar omongan ato obrolan ringan.. eh nggak kerasa jadi ngebahas aib orang..

    astaghfirullah…

    semakin semangat belajar menjaga mulut🙂

    yuk mari na,saya juga masih kebanyakan bicara kadang2😐

  22. […] (lihat paragrap terakhir), ke ustad misalnya karena memang butuh bimbingan atau bagaiamna pendapat menceritakan aib kepada calon suami/istri karena ingin jujur , Wallahualam, semakin sedikit yg tau, maka Allah akan semakin menyembunyikan aib2nya. Jadi, jika […]

  23. Assalam..
    InsyaAllah bermanfaat buat sya..

    • Sy akhwat mas, syukron sya jadi ngga kebingungan ngatasin masalah sperti ini.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s