Jiwa yang belum dewasa

Perhatikan seorang anak kecil,ketika dia menginginkan sesuatu.  ketika tidak mendapatkan apa yg diinginkannya dia akan menangis. ketika mendapatkan apa yg diinginkannya dia malah akan lebih ‘demanding‘ , alias akan bertambah lebih banyak lagi keinginan2nya yg lain ,yg minta untuk dipenuhi.

Demikian jiwa kita ini,banyak dari kita yg jiwanya masih kanak2 ,walaupun tubuhnya sudah dewasa,namun karena jiwa jarang dikasih makan ,maka yg ada adalah ketertinggalan pertumbuhan jiwa dibanding raga. Bagaimana seorang anak kecil akan dewasa jika selalu diperturutkan segala keinginannya?

banyak dari kita umurnya sudah dewasa,namun secara mentalitas jiwanya belum dewasa,barulah saat menghadapi masalah , terlihat dengan jelas dimana kedewasaan itu berada. bahkan sering dikatakan bahwa sebenernya orang dewasa itu adalah anak kecil berbadan besar, ya tentu saja pendapat ini muncul karena begitu banyaknya orang dewasa yg berkelakuan seperti anak kecil yg gak mau ngalah ketika dihadapkan dengan masalah2 dalam hidupnya.

Jiwa yg sudah dewasa tahu bahwa hidup ini bukan tentang yg enak2 saja,hidup itu ada yg enak ,dan tidak enak. Dalam hidup kadang2 kita dapat dan kadang2 kita tidak dapat,dan itu adalah hal biasa,karena tidak semua yg kita minta pasti baik untuk kita.

… Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS 2 : 216)

Dan kita tidak perlu bersedih untuk keduanya,karena memang demikianlah Allah mengajari kita untuk menjadi lebih dewasa.

karena itu dalam menghadapi hidup ,patutlah kita contoh kata2 seorang bijak berikut ini :

Saya sudah belajar bahwa saya tidak selalu mendapatkan apa yg saya inginkan dalam hidup ini,karena itu saya belajar untuk selalu menghargai apapun yg saya miliki saat ini.

inilah contoh kata2 dari sebuah jiwa yang telah dewasa.

bagaimana memberi makan jiwa? jiwa makanannya adalah zikir,yaitu mengingat Allah. karena dengan mengingat Allah dan janji2NYA maka jiwa menjadi tenang,karena janji Allah itu adalah selalu benar, Allah tidak pernah ingkar janji sedikitpun.

Allah gak akan menguji seseorang melebihi kemampuannya,jadi pasti setiap masalah akan punya jalan keluarnya sendiri asal kita sabar dan  tetap tawakal berusaha. semakin yakin seseorang akan pertolongan Allah dalam hidupnya ketika masalah melanda,semakin kuat pula jiwanya tumbuh dewasa.

mari kita dewasakan jiwa kita dengan memperbaiki tauhid dan iman kita kepada Allah🙂

58 Komentar

  1. pertamax dolo aha…

    • haha,boleh deh dikasih pertamax🙂

  2. kunjungan perttma ni kelihatnya….
    salam kenal ya…

  3. kedewasaan beriring dengan sang waktu…
    ujian membuat kita semakin kuat, menerima hasil apa adanya
    mengajari kita untuk lebih dewasa…

    • betul,ujian membuat kita kuat mengarungi kerasnya hidup🙂

  4. maaf belum bisa baca2
    hanya menyapa sepintas saja

    salam🙂

    • makasih dah nyempetin mampir choey😛

      • Karena tulisanmu adalah pencerahan, sobat

      • Allah lah sumber cahaya itu,saya dan kamu hanyalah cermin pemantul🙂

  5. Berkaitan dengan ayat di atas, Allah memang memberikan apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan.🙂

    • setuju banget,seperti yg dibilang dafi juga😉

  6. dan dari sini saya belajar bahwa saya tidak selalu mendapatkan apa yg saya inginkan dalam hidup ini,karena itu saya belajar untuk selalu menghargai apapun yg saya miliki saat ini.😀

    nice post .

    • sama2 belajar kita berarti mas usup😛

  7. Baca Tulisan Ini, serasa baca tulisan saya juga yang ini… http://atmakusumah.wordpress.com/2010/01/13/menjadi-jiwa-yang-dewasa/
    kompak yah mas :p *Toss dulu ah*

    • udah dibaca,bener ya mirip,itu pasti karena kita satu guru hehehehehe😛

      *toss juga

  8. Emang Mas Allah memberikan apa yang kita Butuhkan bukan yang kita inginkan..!!!

    • setuju,apa yg dibutuhkan bukan apa yg diinginkan🙂

  9. Allah Maha Mengetahui segala yang tepat bagi kita🙂

  10. Semoga saya bisa menjadi dewasa dan lebih baik lagi.🙂

    • asop masih muda banget,jadi masih punya banyak kesempatan ,tapi jangan mau kalah juga sih,soalnya umur orang siapa yg tau ya sop? hehe😛

  11. Banyak yang bilang anak kecil itu adalah miniatur orang dewasa….
    Terkadang, ketidakdewasaan itu sering juga menimpa Mbak….Kesiapan dan kematangan mental memang harus dilatih sehingga kita bisa menjadi pribadi dewasa.

    • ah betul sekali,gak bisa dilihat hanya fisiknya belaka,tapi mentalitasnya alias jiwanya bagaimana tentunya mbak mel🙂

      • Usia mental itu tidak selalu sejalan dgn usia fisik….yang bermental anak2, justru org dewasa yg dah ngerti klo dia sudah dewasa….

      • haha,iya mbak mel ,namun bagaimana cara mengukur diri sendiri? bukankah jadi gak obyektif nantinya jika mengukur diri kita sendiri? gimana bisa dibilang dewasa kalau masih suka berdebat ya? hehe😛

        ya mungkin buat saya,dewasa gak dewasa,terus aja memperbaiki diri,biar orang lain yg menilai kedewasaan kita itu sampai dimana

        wallahualam ,mari kita ikhtiar terus memperbaiki diri masing2 ketimbang sibuk menilai orang lain tentunya🙂

      • Dot, emang komen Mbak kesannya debat ya….hah! Segitunya (dah ga mau komen lg klo gitu huh…hiks…hiks…hiks…).Kita bisa menilai diri kita dengan melihat kekurangan dan kelebihan kita meski itu sering dibubuhi subjektivitas. Ada sisi-sisi/ jendela tentang diri kita dan orang di sekitar kita bahwa ;
        Kita harus tahu dan orang lain juga tahu
        Kita tahu dan orang lain tidak tahu
        Kita tidak tahu, orang lain tahu
        Kita dan orang lain tidak tahu (bingung)
        Terus, dimanakah yang baik saat berinteraksi dgn org lain? Yang jelas bukan yang terakhir. Orang lain harus tahu siapa kita (karakter) dan kita pun harus tahu orang lain (karakternya), jd balance. Ikhtiar ke arah lebih baik itu harus, itulah yang namanya muslim yang akhirnya akan menjadi mukmin.

        Kalau kita ga kenal dgn diri kita, bagaimana kita bisa mengenal Allah. Banyak ayat-ayat Allah di dalam diri kita, dalam karakter yang kita miliki. Objektivitas itu dalam menilai diri sendiri pun perlu, jangan sampai kita egois dengan yang lain. Dewasa ga dewasa, yang penting Allah suka, buka orang lain suka. Bagusnya, Alah dan orang lain pada suka sehingga rahmat Allah tercurah pada kita.

        Memang ga bener tuh klo terus menilai atau melihat kesalahan org lain tanpa melihat kesalahan/ kekurangan diri sendiri, Mbak setuju banget. Males kali sibuk mencari keburukan orang lain, masih banyak tugas kerja dan kuliah yang mesti diselesaikan. Masih banyak blog teman yang mesti dikunjungi. Saling menasihati itu perlu, ga mau dinasihati, ya udah… tetap nasihati:mrgreen: *mending kabuuuuurrrrrrr sebelum dibilang debat….

      • haha,gak gitu mbak mel sayang,maksudnya yg disampein itu bener juga,tapi mungkin kita beda sudut pandang ya hehe…

        sebenernya yg penting itu memang dimata Allah,itulah derajat seorang mukhlisin,dia gak peduli lagi dengan penilaian dari manusia,tapi yg penting bagaimana dirinya di hadapan Allah

        aku gak merasa berdebat kok mbak sayang,aku merasa kita lagi diskusi kok,gak pake ngotot kan hehehehehehe😛

        jangan kabur dong mbak,ini kan diskusi memperkaya ,saya malah senang kalau ada orang terbuka diskusi dan malah bisa jadi menambah bobot postingan ini dengan ilmunya.

        Jadi intinya perlu juga muhasabah menilai diri sendiri,sekaligus untuk mengenal diri kita dan mengenal Allah lewat diri kita ini ya,gitu ya mbak kira2?

        mudah2an saya yg masih kurang ilmunya ini bisa dapat tambahan lagi dari mbak mel😛

  12. yups..
    bahwa Allah tau yang terbaik buat kita.
    tau yang kita butuhkan.

    jadi jangan khawatir, segala ujian yg kita dapat adalah untuk kebaikan kita sendiri.🙂

    • betul na , kita perlu menyambut baik setiap masalah yg ada,karena itu hakekatnya untuk kebaikan diri kita juga,jadi jangan mengeluh bila ada masalah🙂

  13. Ya, kita harus selalu bersyukur atas apa yang telah kita peroleh selama ini….

    • ya bu enny ,kita telah mendapatkan banyak,tanpa pernah kita sadari😛

  14. ”Menjadi tua adalah alami, menjadi dewasa adalah pilihan”, kemarin ketika saya berulang tahun ada yang kirim sms ini, tampaknya benar bahwa mau menjadi dewasa atau tetap kekanak kanakan adalah sebuah pilihan, dan itu bisa dibolak balik loh ..

    Orang dewasa kadang juga ingin dimanja seperti anak anak, kadang juga sok dewasa dengan gak mau ngalah, jadi benar benar pilihan menjadi dewasa atau menjadi anak anak🙂

    Kalau Ade? kadang lucu dan imut kaya bocah centil *dibekep*

    • hahaha… belum tau lucu dan imutnya ade sebelum benar2 liat dengan mata kepala sendiri😉

      mana traktirannya nih de??:mrgreen:

  15. Dewasa itu pilihan…🙂
    mari kita menjadi dewas dengan memaknai semua peristiwa dan melantun kan zikir dan Asmaul Husna…

    • yuk yuk ,mari2 sama kita banyakin zikrullah🙂

  16. Seperti sebuah kutipan kamu mas, di blog kamu yang paling jadul dulu..Age doesn’t represent wisdom..Ya, saya selalu memegang teguh hal itu. pertumbuhan kedewasaan seseorang, bertahap secara proporsional kepekaan mental dan jiwanya menganalisa segala perubahan dan permasalahan2 dalam menuju perbaikan diri🙂

    • ah baca komen ini saya jadi merasakan betapa kamu adalah benar2 sahabat blogger saya yg sudah lama sekali mengikuti blog saya dari jaman baheula😉

      makasih dik,benar banget apa yg pernah saya sampaikan,namun kini saya mengupasnya lebih dalam dari sisi jiwa🙂

  17. Allah tau yang terbaik untuk hamba-Nya..🙂

    • pastinya,Allah sang maha tahu segala gitu lho😛

  18. ukuran kedewasaan sendiri itu apa sih?

    • Dewasa itu menurut saya mampu untuk menerima hal2 yg tidak disukai dengan lapang dada,bahkan tetap selalu bersyukur dalam susah maupun senang. yg jelas mampu untuk bersabar itu menurut saya salah satu ciri kedewasaan seseorang😉

      wallahualam ,mungkin yg lain punya ukurannya masing2 dead🙂

  19. kedewasaan kita di pengaruhi lingkungan dan pengalaman hidup. dan setiap hari kita belajar memaknai hidup kita dengan berbagai bentuk peyikapan dan kadang kala peyikapan ini mungkin tingkat kemampuan merespon yang membuat masalah.bagi orang yang menilainya. Butuh kawan berbagi untuk semakin dewasa.

    salam sehat selalu

    • kawan berbagi juga untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran🙂

  20. ya dong makan buat fisik aja harus pilih2, apalagi buat jiwa… kalau udah pilih2 masih gak sehat juga dewasanya berarti Allah punya rencana lain :)…gitu mas?

    • iya wi,gak semua yg kita masukan untuk otak kita itu baik,makanya harus dipilih mana yg dimasukkan ke mata ,ke telinga dan ke hati🙂

      Allah punya rencana yg terbaik,tapi kita manusia yg suka gak mau ikut,biasanya kan gitu wi??😛

  21. bunda ingin lebih dewasa dlm hal yg satu itu Mas Didot.
    Semoga Allah swt memberikan kemudahan,amin
    salam

    • insya Allah bunda ,kita cuma bisa minta dan berusaha,Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah🙂

  22. jadi bertanya, apa saya sudah mencapai kedewasaan itu…

    • dia yg dewasa tidak akan mengaku bahwa dirinya sudah dewasa,dewasa itu sikap kita di mata orang lain🙂

  23. Kalau aku jujur aja mas, masih seperti kekanak-kanakan. Tidak dewasa dalam menghadapi sesuatu. Cepat panik dan bingung sendiri dikala dilanda masalah. Habis mau bagaimana

    • belajar itu dari lahir sampai ke liang kubur,kalau masih mengaku kekanak2an berarti masih bisa belajar untuk jadi dewasa,namun kalau sudah mengaku dewasa bagaimana belajar lagi tentang kedewasaan? bersyukurlah tau bahwa kita masih punya kekurangan,berarti kita masih mau maju🙂

  24. em aku dewasa ga ya?
    #dari cara nya tanya aja udah ketauan kalo nggak dewasa
    gubrak

    rapel comment kak, maaf ni beberapa hari tak bersua

    • kamu sedang menuju kesana maiank ,jadi berjalanlah terus🙂

      kalau masih sadar belum dewasa berarti masih bisa belajar untuk jadi dewasa,kalau udah merasa dewasa,khawatirnya sudah gak mau belajar lagi nanti😛

      iya gapapa dirapel maiank,kakak ngerti kok😉

  25. selama hidup ini masih kita sandang, kita akan selalu belajar tuk dewasa… karena kedewasaan itu relatif dan diraih oleh masing2 jiwa dalam kondisi yang berbeda-beda pula

    • itulah yg disebut maqam atau level,setiap orang berbeda levelnya,dan Allah yg maha tahu selalu menguji kita untuk menaikkan level kita di hadapanNYA🙂

  26. “BOleh jadi kamu menyukai sesuatu… ” Kok sulit yang ikhlas dengan yang satu ini😥

    • kalau ikhlas itu gampang,niscaya banyak orang berlabel mukhlisin hehe

      ikhlas itu sulit,tapi bukan gak mungkin.

      kita perlu melakukan 3 hal agar ikhlas :
      1. tidak bangga saat dipuji
      2. tidak marah saat dihina
      3.semua hanya karena Allah

      intinya hanya peduli pada penilaian Allah,bukan penilaian manusia lainnya,alias berada di posisi nol atau zero🙂


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s