kita hanyalah cermin pemantul

Terkadang kita bisa belajar dari kisah yang terjadi pada orang lain,dan bersyukur bahwa apa yang Tuhan berikan kepada kita selama ini adalah ternyata selalu yang terbaik untuk kita.

… Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS 2 : 216)

Melihat kisah seorang teman yg baru menikah belum seumur jagung,saya jadi mengurut dada ketika sang istri curhat kepada saya betapa dia sudah tidak tahan karena beberapa hari belakangan ini dicuekin suaminya.

Perlu diketahui ,si pria ini jarang sholat dan ibadah, malah masih terkesan anak2 dengan perilakunya karena terlalu dimanja oleh orangtuanya.  sementara si wanita adalah seorang yg sudah cukup baik dalam beribadah. jadi kisah mereka adalah kisah tentang si wanita yg suka dengan perubahan kebaikan yg dilakukan si pria demi mendapatkan cinta si wanita tersebut,dan si wanita berharap bisa mengayomi sang suami kelak dengan terus menasehati agar selalu terjaga dalam  kebaikan ,sehingga dia mau saja ketika diminta untuk dinikahi ,dengan alasan memang si wanita  juga sayang.

Sampai disini pun sebenarnya kisahnya sudah ada kejanggalan bukan? bukankah seorang pria harus  menjadi imam bagi keluarganya? bukankah pria itu seharusnya jadi kepala keluarga?

maka bagi para wanita,pesan saya adalah carilah pria yg lebih baik agamanya dari kamu,agar kamu beruntung punya pemimpin yg akan membantumu mencari bekal untuk hari akhir nanti. jangan terbalik dengan kamu yg mengajak mereka,karena laki2 adalah pemimpin dalam rumah tangga islam yg benar.

Namun nasi sudah menjadi bubur,maka marilah kita tarik pelajaran dari kisah ini. buat saya kisah ini menjadi sebuah hikmah,bahwa selama ini walaupun saya juga sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menikah namun selalu gagal dalam perjalanannya. selalu ada sesuatu yg menghalangi,entah itu dari wanitanya tidak mau ataupun dari orang tua yg tidak setuju.

Namun apapun alasannya saya yakin itulah yg terbaik yg Allah berikan untuk saya,mungkin saja saya tidak mampu merubah dia sehingga saya tidak dipasangkan dengan dia,atau dia malah membawa pengaruh buruk buat saya kelak? wallahualam ,hanya Allah yg paling tahu,saya tidak tahu.

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat… (QS 2 : 256)

Kita takkan mampu merubah orang lain,kenyataan selalu membuktikan orang lain berubah karena kemauan dirinya sendiri. kita hanyalah cermin yang memantulkan cahaya,cahaya bukan dari kita,hidayah datangnya dari Allah. Kita hanyalah sapu kotor yg sama kotornya dengan lantai yg akan kita sapu, terlalu naif jika kita berpikir bisa merubah orang lain.

Karena itu berpikir untuk merubah pasangan kita kelak adalah suatu ide yg cukup naif di benak saya,karena orang berubah karena dirinya sendiri,sedangkan batas2 kewajiban kita hanyalah menyampaikan sebuah nasehat saja,karena agama adalah nasehat,dan tidak ada paksaan dalam beragama.

Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka (QS 88 : 21 – 22)

Kalau mau merubah orang lain,rubahlah dirimu dulu,mudah2an mereka berubah karena melihat contoh darimu ataupun karena hidayah dari Allah.

Wallahualam,pendapat saya ini pun hanya bisa mendekati kebenaran ,karena kebenaran mutlak hanyalah milik Allah

semoga Allah senantiasa memberikan petunjukNYA kepada kita semua🙂

*agar tak salah paham,perlu diketahui,bahwa sebelum menikah ,sang istri adalah teman saya dan saya pula yg punya andil dalam mengenalkan mereka. sang istri sedari dulu memang sering curhat dalam memilih laki2,termasuk yg ini,saya juga sebetulnya kurang setuju sama yg ini ,tapi karena memang sudah jodohnya (terbukti sudah menikah) maka saya cuma bisa bilang dari awal sebelum menikah dulu : “kamu harus lebih sabar lagi mengarungi hubungan ini.” Dan nasehat saya pun kurang lebih sama ,yaitu untuk terus bersabar. saya minta dia untuk kembalikan kepada Allah ,agar luas hatinya. soal ayat alquran : pria baik untuk wanita baik dan sebaliknya, akan jadi topik bahasan saya berikutnya setelah sambungan cerita ini. mohon maaf gak dijawab satu2,terimakasih buat semua yg udah komen,saya lagi prepare tulisan berikutnya dan berikutnya lagi yg masih nyambung soal relationship ini

31 Komentar

  1. Assalamu’alaikum,

    Sebenarnya niat yang baik untuk dapat memperbaiki seorang suami, tapi harus memperhitungkan dulu berbagai kemungkinan bila tidak berhasil dengan baik. Tapi untuk sebuah perkawinan yang merupakan perjanjian (akad ) yang agung itu kita seharusnya mengikuti petunjuk Rasul dalam memilih pasangan hidup kita. Syarat utama untuk calon pasangan kita adalah agamanya, sejauh mana ia memahami , meyakini, dan mengamalkan ajaran agamanya.

    Terima kasih.
    Salam

  2. Mas, hati hati mendengarkan curhatan istri orang loh🙂 *jaga hati*

    • betul.. hati2 mendengarkan curhatan orng apalagi itu istri orang (kecuali klo ada hub keluarga..gak masalah).. dapat menimbulkan FITNAH disana sini.. selain itu dampak buruknya yg kadang tidak kita sadari adalah membicarakan keburukan orang (menggunjing) dan mendengarkan keburukan orang lain (dosa telinga).. (semoga itu tidak terjadi.. amin..)😀 kata Aa gym… jagalah hati, jangan kau nodai, jagalah hati cahaya hidup ini.. heheh…😀

      bahaya juga bagi para istri apabila membicarakan keburukan (rahasia) orang yg masih berstatus sebagai suami, dia tidak dapat mencium baunya wangi surga karena suami adalah pemimpin yang harus dihormati dan dipatuhi dalam keluarga apapun bentuknya.

      janganlah engkau mendurhakai perintahnya dan jangan membocorkan RAHASIANYA, karena sesungguhnya jika engkau menentang perintahnya, berarti engkau akan membuat dadanya bergejolak; dan jika engkau membocorkan rahasianya, berarti engkau tidak akan luput dari PENGHIANATANNYA.

      semoga kita dijauhi dari hal-hal yang dijauhi Allah..

      wallahualam…

  3. assalamualaikum..

    Allah telah menetapkan bagi segala sesuatu ketetapan [QS ath-Thalâq [65]: 3].
    Rezeki, JODOH, dan usia adalah takdir Allah..pasangan hidup (jodoh) menentukan hidup yang berkepanjangan.. hidup akan terasa tenang apabila menemukan keluarga yg sakinah..
    jika niat memperbaiki orang lain (dalam permasalahan diatas), harus dilihat juga batas dan kapasitasnya. memilih pasangan landasan utamanya adalah takwanya kepada Allah (agama) jika ingin bahagia. hal itu dapat diraih apabila sudah mengenaln pasangan luar dalam termasuk latar belakang keluarganya. jangan sampai salah pilih dan menyesal dikemudian hari sehingga menyebabkan perceraian. karena perceraian sangat dibenci Allah..

    “Wanita wanita yang baik adalah untuk laki laki yang baik dan laki laki yang baik adalah untuk wanita wanita yang baik (pula) (QS. An Nur 26)”

    ayat ini harus kita percaya dan yakini kebenarannya.. jd kita harus banyak2 instrospeksi aja..😀😀

    wallahualam…

  4. Iya, karakter seseorang itu kadang sulit diubah sampai suatu saat ia menemukan momen yang pas untuk mengubah dirinya sendiri menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya

  5. hmm memang banyak permasalahan yang dihadapi saudara-saudara kita yang baru saja menikah. kadang memang jangal .apakah waktu taraf pengenalannya seperti apa, mungkin prosesnya tidak terbuka jadi tidak sesuai yang diharapkan. Kadang ada juga yang pragmatis dalam pemilihannya. sehinga tidak sesuai dengan harapan jadi lebih baik dengan mengunakan proses yang baik akan lebih baik juga hasilnya.

    dan semoga diberi kemudahan bagi pasangan2 yang sedang dirumdung masalah
    amien

  6. sebagai sesama sapu kotor..aku cuman bisa bilang, salam semangat mencari ridhoNya..v^_^..

  7. Perjalanan hidup setiap orang kita tak pernah tahu, yang kita tahu setiap orang memiliki peluang yang sama untuk kebaikan dan keburukan. Dan syariah Allah adalah sebuah sistem yang mampu meminimalisir perilaku keburukan seseorang dengan serangkaian aturannya, yakinlah selama syariah diterapkan dalam setiap aspek kehidupan, lingkungan yang penuh berkah akan membanjiri setiap orang yang ada di dalamnya. Setiap warga negara akan mendapat pendidikan institusi pernikahan sejak dini, memahami hak dan kewajiban antara suami istri, karena negara memahami peran keluarga sangat besar untuk mencetak generasi pemimpin umat, maka negara tak akan main-main dalam memaksimalkan fungsi edukasi umat, baik dalam kurikulum pendidikan formal, tata pergaulan maupun dukungan dari sistem lainnya.

    Jika sekarang banyak yang tidak memahami esensi relasi antara suami istri ya karena Islam sudah tidak lagi dijadikan pegangan hidup, hanya sebatas agama ritual yang tak terformalisasi negara sehingga semua tidak mendapat pemahaman yang merata. Lihatlah sepanjang sejarah kekhilafahan selama lebih 13 abad, tak banyak tercatat kasus kisruh rumah tangga seperti sekarang ini, karena begitu perhatiannya khalifah terhadap majelis ilmu baik untuk laki-laki maupun perempuan, selama kurun tersebut hanya tercatat 200 kasus di pengadilan (untuk semua kasus), bandingkan dengan sekarang, kasus korupsi saja sudah ribuan belum kisruh lainnya. Faktor utamanya adalah keberkahan yang Allah berikan ketika hanya aturanNya yang dijadikan sandaran. Itulah yang membuat manusia berbondong2 masuk agama Allah karena terlihat jelas dan gamblang ketika aturannya diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan. sayang, banyak kaum muslimin baik karena faktor eksternal maupun internal seolah tidak pernah mengenal sistem kepemimpinannya sendiri, hanya memahami Islam sebagai agama ritual semata, bukan sebuah sistem hidup yang utuh.

    Ketetapan Allah maha indah Pak, saya sendiri sudah tak terhitung lagi berapa kali gagal proses dengan seseorang karena bermacam faktor, tapi itulah rahasia Allah, karena saya dipersiapkan hanya untuk orang yang tepat, jika tidak di dunia, semoga di akhirat saya layak mendapatkannya, begitu juga untuk bapak. selama ada niat ikhlas menikah karena Allah, insyaAllah akan dimudahkan jalannya oleh Allah, termasuk menjadi qowwam untuk keluarga.

    Dan jangan menunda jika tak ada hal yang merintangi, hope Allah give someone special soon…amin

    • haduh Pak, mangap selalu gak kerasa kalo udah nulis dan pengen ngomong, musti kepanjangan, mangap ya, hapus aja kalo gak berkenan😦

  8. Iya, lelaki harusnya menjadi imam dalam rumah tangga. Tapi orang itu kok begitu ya?😦
    Benar Mas, kita hanya memberikan peringatan, selanjutnya adalah hati masing2 yang memilih untuk melaksanakan peringatannya atau membiarkannya.

  9. Toh, kita tak bisa menginterpreasikan kalo kehidupan kita bakal sama dengan orang lain, Allah mejadikan kita dengan rizki dan ujian masing2 yang fasenya juga berbeda satu sama lain. Apa yang kita lihat buruk pada orang lain, bisa juga sama terjadi pada kita, atau bahkan juga bisa terjadi hal yang lebih buruk serta juga sebaliknya (kita mendapat kebahgiaan yang luar biasa setelah menikah)…Semoga sekilas pengalaman ini menjadi prepared learned buat mas didot yang sudah ambil ancang2 buat getting merried soon…*di timpuk bakiak*🙂

  10. Assalaamu’alaikum,

    Ini hanya opini saya mas🙂
    Menurut saya, karena semuanya sudah terjadi.. tidak ada yg perlu disesali oleh sang istri, justru hal itu menjadi ujian kesabaran bagi sang istri dan bisa menjadi ladang ibadah baginya. Tidak ada salahnya sang istri membimbing suami dalam kebaikan jika memang kondisinya sudah demikian adanya, bukankah suami istri itu partner dalam menjalani kehidupan berumahtangga? Meskipun memang idealnya adalah kewajiban suami untuk menjadi pembimbing dan pemimpin dalam rumahtangganya.

    Dan sebaiknya sang istri sedapat mungkin tidak menceritakan masalah rumah tangganya kepada orang lain yang mungkin tidak berhak untuk tahu. Lebih baik dikomunikasikan langsung dengan sang suami, jika pun membutuhkan bantuan dari pihak lain.. sebaiknya pihak lain itu adalah berasal dari keluarga, baik keluarga istri maupun keluarga suami.

    Wassalaamu’alaikum,

  11. Btw, jika cinta tak mampu bersatu (bertepuk sebelah tangan atau apapun penyebabnya).. bersyukurlah, karena ALLAH telah menyiapkan seseorang yang jauh lebih baik untukmu🙂

  12. saya belum nikah dan saya selalu berusaha dan berharap semoga kelak jadi imam yang baik bagi keluarga saya… Amiin🙂

  13. @ all : agar tak salah paham,perlu diketahui,bahwa sebelum menikah ,sang istri adalah teman saya dan saya pula yg punya andil dalam mengenalkan mereka. sang istri sedari dulu memang sering curhat dalam memilih laki2,termasuk yg ini,saya juga sebetulnya kurang setuju sama yg ini ,tapi karena memang sudah jodohnya (terbukti sudah menikah) maka saya cuma bisa bilang dari awal sebelum menikah dulu : “kamu harus lebih sabar lagi mengarungi hubungan ini.” Dan nasehat saya pun kurang lebih sama ,yaitu untuk terus bersabar.
    saya minta dia untuk kembalikan kepada Allah ,agar luas hatinya. soal ayat alquran : pria baik untuk wanita baik dan sebaliknya, akan jadi topik bahasan saya berikutnya setelah sambungan cerita ini. mohon maaf gak dijawab satu2,terimakasih buat semua yg udah komen,saya lagi prepare tulisan berikutnya dan berikutnya lagi yg masih nyambung soal relationship ini

    wassalam🙂

    • wueee….kok bahasannya jadi spesial edition gini ya, all about relationship..ho..ho😀

  14. Seperti pengalaman saya dalam merubah istri saya. Tapi akhirnya saya sadar dalam merubah seseorang mulailah dari diri sendiri baru orang lain. Bila diri sendiri sudah berubah maka otomatis orang di sekeliling kita akan terimbas dengan sendirinya.

  15. saya belajar
    harus terus belajar
    mengambil hikmah dari apa yang telah terjadi
    🙂

  16. bila kita ingin merubah orang lain, rubahlah dulu diri kita sendiri, apalagi terhadap pasangan kita (suami/istri).
    Semua pernikahan, pasti ada gelombang turun naiknya, kembalikan semuanya pd niat awal, akan kemanakah pernikahan ini dibawa?
    kalau hanya krn mengharapkan ridha Allah swt dan ibadah, hendaknya mulailah dr awal pd niat semula.
    tidak mudah memang, namun kalau dilakukan bersama2 , saling mendukung dan saling mengisi, insyaallah, akan tercapai nilai keluarga sakinah, mawadah wa rohmah.
    salam

  17. untuk merubah orang lain butuh teladan yang baik, tetapi kita bisa menjadi alat untuk merubah orang lain, dimana orang tersebut juga akan berubah berdasarkan keinginan dan kemauan dari dirinya sendiri.

    tetapi motivasi dan teladan dari kita akan mampu menjembatani perubahan seseorang.

  18. salam kenal mas didot. sebuah pencerahan bagi saya, terutama tentang laki-laki harus jadi imam di keluarganya. Tampaknya substansi itu kadang terlupakan karena berbagai hal. Pengingat yang bagus. terimakasih..

  19. Selamat sore Didooottt..!!!

    Bundo ikut berdoa, semoga anak2 gadis menemukan jodoh pemuda sholeh seperti Didot. Amiin.. yang Insya Allah akan menjadi Imam dalam keluarga.
    😛

  20. Selalu ada masalah dalam rumah tangga…😦

  21. Dari awal aku juga merasa heran dengan dijadikannya dirimu sebagai tempat curhat❓
    Semoga si wanita bisa menjadi lebih dewasa🙂

  22. Sang suami mungkin bisa diarahkan ke pengajian2🙂
    Semoga Allah Ta’ala merahmati keduanya🙂
    (pray for you too)

  23. Jadi gimana dong mas didot kelanjutannya? apakah dirimu merasa bersalah krn telah memperkenalkan si wanita dengan si cowok yang sekarang jadi suaminya. Pastinya jadi serba salah ya dan mungkin terbersit perasaan tidak enak kalau berjumpa dengan dirinya

  24. dahrun : sebaik2 nasehat adalah dengan contoh🙂
    achoey : setiap dari kita choey,semua wajib selalu mengambil hikmah😛
    bunda : setuju banget bunda,namun kadang niat itu kurang lurus atau bengkok di jalan hehehe,kita doain aja ya sama2 ,semoga rumah tangga bunda juga sakinah ,insya Allah🙂
    jumialely : kita memang alat Allah untuk merubah orang lain ,dengan menjadi contoh😛
    zen : betul sekali .kita laki2 harus menjadi panutan😛
    bundo : iya bundo,makasih ya atas doanya,kangen nih bundo jarang maen kesini belakangan,tapi saya mengerti kok,kan lagi ada musibah ya bundo? semoga Allah menguatkan bundo sekeluarga selalu dan merahmati dengan petunjuk dan kasihNYA😛
    delia : tentu saja lia,itulah hidup😉
    kakaakin : gak usah bingung ,saya emang sering jadi tong sampah kok kin😛
    suaminya juga udah saya sering singgung,tapi mulai dari sholat dulu deh,masih jauh kalau diajak ngaji ,tapi makasih atas doanya lho kin🙂
    ifan : saya gak merasa bersalah,kan saya udah pernah nasehatin,dan saya juga udah tau kalau akan jadi seperti ini kok,jadi semua udah takdir. saya hanya bisa berdoa dan menguatkan istrinya agar lebih sabar lagi,dikembalikan ke Allah agar ikhlas🙂

  25. oke pak ustadz…
    btw, nyari jodoh yg gimana nih???

    BURUK MUKA CERMIN DIBELAH

    hehehehe

  26. betul didot.. kita ga bisa ngerubah orla, kita hanyalah penyeru… bisanya ngajak saja sambil mendoakan… ^^

  27. ditunggu kelanjutan ceritanya…
    Semoga cepat dapat jodoh ya kang😀 Amiinn..

  28. baru mampir ketinggalan teruuus maklum ni kak banyak tugas dari majikan, rapel comment deh ah…

    uhuk-uhuk…
    no comment deh

    maiank doain semoga sang istri sabar, dan sang suami sadar….
    dan kak didot cepet kasi aku kakak ipar….
    Amin….Ya Rabbal Alamin…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s