Berteduh sejenak

Belum lama ini saya terpaksa berteduh karena hujan deras saat saya naik motor. Kebetulan saya berteduh di sebuah pom bensin terdekat saat mulai turun hujan rintik2.

“Sesungguhnya, orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.(Yunus: 7-8)

sambil menunggu hujan reda,saya memperhatikan orang2 sekitar saya,dimana mereka juga pada menunggu derasnya hujan mereda.

kemudian saya sadar,seperti inilah kehidupan saya di dunia ini,hanya sekedar berteduh,hanya sekedar singgah,karena ini bukan tujuan saya yang sebenarnya.

“Allah bertanya, ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?’ Mereka menjawab, ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’ Allah berfirman, ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.’ Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? (al-Mu’minuun: 112-115)

Dan anda dan saya adalah teman seperjalanan ,yg kebetulan harus singgah karena panasnya cuaca atau derasnya hujan,untuk kemudian melanjutkan perjalanan kita kembali kepadaNYA

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua pundakku lalu bersabda Jadilah engkau hidup di dunia seperti orang asing atau musafir . Lalu Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu menyatakan Apabila engkau berada di sore hari maka janganlah menunggu hingga pagi hari. Dan apabila engkau berada di pagi hari maka janganlah menunggu hingga sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang kematianmu. {HR. Al- Bukhariy no.6416}

Demikian kita hanyalah menunggu sejenak,jangan sampai tertipu oleh “keindahan sementara” ini,karena dunia bukanlah tujuan kita yg sesungguhnya,apakah pantas kita bersantai2 di dunia yang hanya sementara ini sementara akherat adalah kehidupan yg kekal?

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.�? (al-Hadiid: 20

Marilah kita saling mengingatkan ,karena kita semua adalah teman seperjalanan pulang kembali kepadaNYA

“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).�? (an-Naazi’aat: 37-39)

51 Komentar

  1. yuk mudik bareng…

    maaf saya lagi sakit ,kemaren gak sempet bales komen dan BW ke temen2 ,insya Allah segera berkunjung lagi😀

  2. seperti postingan nda, kita akan menuju nisan, pasti!!

  3. Dot cepat sembuh yaa..
    makasih di dalam sakit didot masih sempatkan menyapa kami, teman seperjalanan menuju nisan **spt kata-kata Nda.

    • makasih bundo,alhamdulillah udah mendingan,tapi masih harus istirahat dulu.

      tapi tetep kangen BW ke temen2 sekalian,jadi tetap maksain diri juga hahaha😀

      • lho dot.. sakit apaan?
        semoga cepet sembuh…

        dan kita juga memang hanya mampir saja dalam hidup ini..
        termasuk sakitnya didot itupun juga titpan dariNya dot..
        kalo ikhlas menjalani, bisa sebagai penghapus dosa🙂

      • sakit ringan aja na,masih bisa jalan kok. lagi mau cek ke dokter,baru ada nanti sore. benar na,jika kita ikhlas dan ridho sakit ini bisa jadi penghapus dosa dan maksiat saya selama ini ,insya Allah…🙂

  4. Takjub melihat tulisan mas Didot🙂

    Hidup ini hanya sementara… semoga kita bisa memaknai itu ….

    • betul lia,as simple as that🙂

  5. nama om sama seperti nama ddunia nyatanya blue……..didot
    salam hangat dari blue
    manteb

    • kok bisa gitu??

      salam hangat juga🙂

  6. Makasih udah nulis tulisan yang bagus.. semoga Allah Ridha.. ^_^

  7. iya yah, tempat persinggahan semata. smoga beka kita cukup untuk perjalanan slanjutnya🙂

    • insya Allah nda,btw kemaren nanda datang lho ke pengajian. 2 minggu lagi insya Allah ada,datang ya nda kalo kamu gak balik ke Palembang🙂

  8. Ok…semoga kita semakin “teduh” gara2 membaca postingan yang satu ini….Matur nuhun udah di ingatkan gan….🙂

  9. Kayak di POM Bensin di daerah Surabaya… =D

    Ternyata kita bisa mengambil hikmah dari hal-hal yang sepele ya. Pantas kenapa para ulama menganjurkan kita untuk banyak-banyak merenung. Nice post, gan. :thumbup:

    • betul sekali…

      mirip pom bensin di surabaya? kayaknya semua pom bensin shell mirip mas angga??😛

      ini di pom bensin shell saharjo jakarta kok🙂

  10. mashaAllah… postingan yang mencerahkan… dan rose sangat setuju dengan yang didot postingkan… selaras dgn cara pandang rose… ^^

  11. yang sunflo rasakan … kelak akan banak penyesalan… seolah-olah hdup di dunia ini barang beberapa hari saja… kurang lama, manusia ingin dikembalikan ke dunia agar bisa berbakti padaNya dan beramal shalih… semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan org2 yangmenyesal dan merugi aamiin

    • insya Allah ya,jangan sampai menyesal,sebelum menyesal kita saling mengingatkan ya mbak sunflo🙂

  12. Mengingat Allah dan Kehidupan Akhirat…Dulu Tagline Blog saya seperti itu, sulit sekali menyampaikan tulisan yang ringan dibaca dengan Makna yang sangat mendalam…tapi tulisan mas didot ini sangat enak dibaca, dan maknanya mudah untuk dipahami dan kita renungkan bersama…Semoga kita semua mampu yah mas, dalam perjalanan yang fana ini meraih sebanyak2nya kebaikan untuk memperoleh RidhoNYA…

    • insya Allah mas,kita saling mengingatkan ya… 🙂

  13. Lingkungan sekitar memang cocok menjadi hal yang patut kita pikirkan tentang kebesaran sang Khalik. Seperti mas Didot yang tiba-tiba saja terlintas dipikirannya tentang hidup sementara didunia dengan membandingkannya seperti ilustrasi diatas. Patut dijadikan pengajaran buat semua.

    • betul mas ifan,apapun bisa ditafakuri,jika kita mau,karena Allah memberikan hikmah kepada kita dari mana saja,gak mesti hal2 besar kok,kadang hal kecil mengandung hikmah yg besar pula🙂

      • numpang nulis ya Mas didot😀

        blognya mas ifan jayadi kok gak bisa dibuka…? gak bisa berkunjung balik…

      • bisa kok,aku liat kamu udah komen disana dek ??😀

  14. Saya terharu dalam keadaan sakitpun Mas Didot masih menyempatkan diri berkunjung dan menyapa, semoga cepat sembuh ya mas.

    Salam hangat dari Makassar😀

    • terimakasih mas abu,semoga sakit ini jadi penghapus dosa bila saya ikhlas dan ridho🙂

  15. Iya…. hidup ini hanya sementara…🙂

    • iya sop,hidup ada batasnya ,seperti juga cinta dan semua hal lainnya ,kecuali kehidupan akherat dan Sang maha pencipta🙂

  16. Assalaamu’alaikum

    Terima kasih sudah berkunjung ke laman saya, salam kenal. Mudahan anda sihat dan diredhai Allah. Tulisan anda sangat mengesankan saya. Dunia ini juga bagai pentas lakonan. Yang menghidupakn watak-wataknya adalah kita. mudahan kongsian anda memberi banyak kesedaran buat khalayak pembaca.

    salam mesra dari Sarawak, MALAYSIA.

    • walaikum salam bu siti ,salam kenal juga🙂

  17. bener-bener tulisan yang mencerahkan mas didot

    • makasih putri ,senang sekali jika berguna buat yg lain🙂

  18. Ah, postingan mas Didot selalu membuat selalu menghembus nafas berat… *kok dosa saya makin banyak ya?* Terimakasih sudah berbagi🙂

    • haha,mas sapril bisa aja… nafasnya berat karena lagi lari kali mas?? hehe😀

  19. Tulisan yang sangat menyentuh, dan mengingatkan kita akan tujuan hakiki kehidupan (yang selama ini kadang terlupakan sejenak).

    • betul sekali bu tuti ,jangan terlena,mari kita saling mengingatkan🙂

  20. mas didot sakit bukan karena telat berteduh kan?😛
    smg sgr fit kembali

    • bukan mas,penyakit lain,udah mulai tua kayaknya hahahaha😀

      terimakasih atas doanya😉

  21. kiat agar kita tidak terlena dalam kehidupan yg sementara adalah mengingat kematian.. ingat kematian pasti akan memikirkan tujuan yang hakiki, tujuan yg kekal dan akan selamannya menjadi kehidupan yg bahagia apabila amal kebaikannya banyak dan begitupun sebaliknya, sengsara apabila didunia ini hanya dipenuhi oleh segala kemaksiatan.. dengan mengingat kematian, akan melumpuhkan segala kemaksiatan yg akan kita perbuat krn kematian itu pasti datangnya dan tidak disangka2.

    dunia ini sesunguhnya hanyalah tipu daya setan apabila ia terlena didalamnya, setan akan menyesatkan manusia dgn kemegahan dan kemewahan dunia agar manusia lupa pada kehidupan setelah MATI.

    “Aku tidaklah mencintai dunia dan tidak pula mengharap-harap darinya. Adapun aku tinggal di dunia hanyalah seperti pengendara yang berteduh di bawah pohon dan beristirahat, lalu meninggalkannya.” (HR. Tirmidzi no. 2551. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud)

    thanks sudah mengingatkan.. semoga kita tetap istiqomah dijalanNya. amin..😀😀

    • ini dia hadits yg paling mirip dengan kisah saya ini ,thanks atas tambahannya mas sapta🙂


  22. So jangan sampek cuman numpang lewat ya bro..
    Musti meninggalkan sesuatu yang bermanfaat dan selalu dikenang..😉
    ..

    • betul banget ta,beli bekal jangan lupa,biar sampai bisa ngasih oleh2 juga buat yg lain😀

  23. Setuju Mas Didot, memang hidup di dunia ini hanya persinggahan sementara, utk nanti menuju kampung akhirat yg abadi.
    Semoga kita mampu menyiapkan bekal utk di kampung akhirat nanti.
    terimakasih sudah mengingatkan kami, Mas.
    semoga selalu sehat.
    salam

  24. Berteduh Sebentar …
    Ya betul sekali …

    Dan kita diharapkan untuk saling menyapa saat berteduh itu
    saling menjaga silaturahmi ….
    saling berbagi makanan …
    boleh juga saling berniaga …
    boleh juga mencari client …
    boleh pula bernyanyi untuk saling menghibur …
    boleh saling membetulkan kendaraan masing-masing
    saling belajar … dan tukar pengalaman
    berdoa bersama sudah tentu …
    saling membantu mengelap kendaraan …
    Indahnya saat berteduh …

    Salam saya dot

    • iya om, seperti om juga lagi berteduh sejenak di blog saya ini ya??😀

  25. […] Hari Akhir, tulisan sahabat saya Mas Didot, judulnya Berteduh Sejenak. Begitu menohok jika kita terlena dengan kehidupan yang sementara, mengingatkan bahwa kehidupan […]


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s