white lies

Syahdan seorang suci sedang meditasi dibawah pohon pada pertemuan dua jalan. Kegiatannya itu terganggu oleh seorang anak muda yang berlari dengan panik kearahnya.

To…To….Tolonglah, saya, ujar anak muda itu terengah-engah. Ada orang salah menuduh. Dikira saya ini pencuri. Ia dan banyak orang lainnya mengejar saya. Kalau saya tertangkap, kedua tangan saya akan dipotong. Tolong, Pak……, sambungnya berlinangan air mata

Anak muda itu lalu memanjat pohon yang digunakan orang suci itu bermeditasi. Ia bersembunyi diantara daun-daun yang rindang. Tolong, jangan kasih tahu dimana saya bersembunyi….. Orang suci itu melihat dengan mata batinnya. Pemuda itu sungguh-sungguh tak bersalah. Ia bukan pencuri.

Tak lama kemudian sekelompok orang menghampirinya. Dan seseorang yang tampaknya sebagai pemimpin bertanya :

Pak, apakah melihat anak muda yang lari kesini?

Berpuluh tahun sebelumnya, orang suci itu pernah bersumpah untuk selalu berkata jujur. Ia sebenarnya tak ingin mengkhianati anak muda tak berdosa itu. Tapi, sumpahnya sangat mempengaruhi dirinya sendiri.

Kemana perginya? sergah yang bertanya tadi.

Orang suci itupun menunjuk kearah atas pohon. Tak lama, kelompok orang itu menyeret anak muda yang malang. Sambil dibawa pergi, ekor mata anak muda itu melirik ke orang suci dengan pandangan kosong. Tak lama kemudian anak muda itu dipotong tangannya.

Ketika orang suci itu meninggal duna. ia berdiri di Mahkamah Akhirat. Ia dikecam, karena sikapnya terhadap anak muda yang naas.

“Tetapi”, ujar orang suci itu, protes. “Saya telah bersumpah suci untuk selalu berkata jujur. Saya terikat untuk berbicara dan bertindak berdasarkan sumpah itu”

Datang suara menggelegar :”Tetapi hari itu……..Kamu lebih mencintai kebanggaan daripada kebajikan. Bukan demi kebajikan kamu menyerahkan anak muda  tak berdosa itu. Tapi semata-mata, karena kamu ingin mempertahankan citra yang
kosong tentang diri kamu sebagai orang suci”

Cerita di atas menjelaskan bahwa ada yg namanya bohong untuk kebaikan atau yg kita sebut dengan white lies. kalau saja orang suci itu berbohong maka akan lebih baik hasilnya,karena dengan berbohong ia dapat menyelamatkan nyawa orang (apalagi dalam hal ini karena dia sudah cukup sakti maka dia tahu kalau orang tersebut sebenarnya tidak bersalah)

Bohong demi kebaikan itu kuncinya ada di sebabnya saja ,tepatnya pada alasan kita berbohong tersebut. kalau kita berbohong untuk menyelamatkan diri sendiri,nah ini dia yg gak boleh,tapi kalo kita berbohong untuk menyelamatkan orang lain (atau kerusakan yg lebih parah) ,ini jelas masih boleh. seperti cerita tadi diatas kita harus lebih cinta kebaikan daripada apapun yg lainnya. bukan rasa ego kita,ataupun hal lain,hanya murni kebaikan.

Kalo ngebahas ini saya jadi ingat beberapa tahun ke belakang kalo dulu saya tidak mau berbohong,walaupun sepahit apapun kebenaran  itu harus dikatakan (jadi inget pesan uda vizon) . ini semua berkat ajaran salah satu mantan saya.

Mantan saya ini orangnya gak bisa bohong. kalau mau berbohong dia milih diam,which means saya jadi tau jawabannya deh,hehehe:mrgreen:

Karena hal inilah saya jadi ikutan juga tidak berbohong dan lebih memilih untuk jujur dengan segala konsekuensinya. sebelumnya dulu kadang saya suka berbohong ,tapi setelah kenal dia,saya mulai berubah,jadi gak pernah bohong deh.

Nampaknya jalur hidup saya ada di titik ekstrim pada saat itu, kalau tidak A ya Z,tidak mau kompromi (masih muda kali ya??) artinya kalo jujur ,jujur banget mendekati polos tapi kalo bohong juga tidak tanggung2 (bohong melulu👿 ).

tapi… ini malah menimbulkan masalah buat saya,banyak hubungan saya jadi rusak karena memakai prinsip ini secara kaku.

Akhirnya kini saya memilih jalan tengah buat saya sendiri ,yaitu jalan yg ditemukan setelah banyak membaca beberapa buku dan tulisan ,serta bertanya sana sini kepada yg lebih kompeten tentunya. sebuah kebijaksanaan yang tidak memihak salah satu ektrim (terlalu jujur atau bohong terus) dalam pelaksanaannya.

soal jalan tengah ini  ,saya sedikit mau menyinggung : mengapa jalan tengah? karena agama islam adalah agama jalan tengah ,bukan menganut ekstrim tertentu,kalau ekstrim dia tidak akan mampu mewadahi berbagai macam pluralitas yg ada. islam memang moderat,jadi tidak ada islam moderat,karena semua islam memang moderat hakekatnya.

Dan demikianlah Kami telah menjadikan kalian sebagai umat pertengahan,  supaya kamu menjadi saksi-saksi atas manusia, dan adalah Rasul menjadi saksi(pula) atas kamu…  (QS 2 : 143 )

back to the topic…

Jadi kalau mau berbohong lakukanlah hanya demi menyelamatkan  orang lain atau demi kebaikan orang lain,tapi kalau untuk menyelamatkan diri sendiri lebih baik anda jujur ketimbang harus berbohong . berbohong boleh demi tujuan yg baik ,namun tujuan itu tidaklah boleh karena nafsu dan ego kita semata,tapi harus berdasarkan kasih sayang kepada orang lain.

Ah tapi jujur lho ,saya sendiri juga masih suka berbohong, karena gak enak sama orang lain sampai dengan saat ini , dan bukan karena mau menyelamatkan orang lain,tapi nyelamatin diri sendiri dari rasa malu  dan rasa gak enak,hehehe (beneran lho kali ini saya gak bohong!!:mrgreen: )

How about you? do you believe in white lies?

42 Komentar

  1. Hmmmm… demi kebaikan orang lain, ya…😐
    Malahan kalo berbohong utk kebaikan sendiri itu dosa… Egois.😦

    • betul sop ,hanya demi kebaikan orang lain,dan itu butuh kebijaksanaan,gak mudah memang melakukan ini ,kalau belum bisa mampu meneliti kebersihan niat kita lebih baik jangan🙂

  2. Kita hanya manusia biasa yang tidak mungkin sama sekali terbebas dari bohong. Yang penting kita jangan sampai memperoleh predikat suka berbohong.

    • betul,kita ini pasti akan menghadapi masalah2 pergulatan hati dalam berbohong atau tidak. adalah sangat esensial untuk mendapat predikat jujur dan terpercaya,tentunya bohong ini bukan suatu hal yg sering,karena sangatlah melihat konteksnya yg luas dan kondisinya yg urgent,bukan dalam keseharian sehingga bisa dikatakan bahwa kita pembohong🙂

  3. haduh bingung jugaya kalo diliat diliat.

    salam kenal

    • jangan bingung mas,ini butuh kebijaksanaan melihat hati kita,karena niat itu adanya di hati,jadi kalo belum mampu ,saran saya adalah selalu jujur🙂

      salam kenal juga😀

  4. Dlm kasus diatas orang suci itu bs berbuat lain… dia bs aja terus diam krn sedang meditasi atau membela pemuda itu krn kata hatinya tau pemuda itu tdk b’salah…
    Berbohong demi kebaikan siapa? apa pun alasannya hati kecil kita pasti akan merasa b’salah… kalo saya lebih memilih kata2 yg tepat sebelum menyatakan suatu kebenaran… supaya orang lain ga sakit hati…
    saya sendiri lebih suka orang bicara jujur apa adanya walau itu menyakitkan saya… lebih baik mengetahui suatu kebenaran dr pd dibohongi terus menerus dengan alasan apa pun…

    • nuke yg saya hormati,dalam kasus diatas hanyalah sebuah contoh,saya pribadi akan mengambil sikap yg berbeda dari orang tersebut.

      kemungkinan saya tidak berbohong tapi juga tidak menceritakan semuanya (menyembunyikan sebagian kebenaran tanpa berbohong )

      ini bisa dengan cara saya bilang : saya gak liat dia sekarang ,tadi pun saya gak sadar,karena asik meditasi🙂

      sejujurnya saya gak akan maksa pendapat saya ini,karena saya juga merasa kebenaran ini relatif buat setiap orang. silahkan pendapat kamu demikian saya menghargai setiap perbedaan yg ada,dan insya Allah perbedaan ini memperkaya sudut pandang saya. toh saya bukan harus menang sendiri disini.

      yang jelas hal ini (berbohong untuk hal yg baik) sangat sulit dilakukan karena harus mengecek gerakan hati,kadang kita berbuat karena ego kita,dan ini jelas salah. maka bagi yg belum mampu untuk itu saya sarankan untuk selalu jujur ,demikian jika ada yg benar dari Allah ,yg salah tentu saja saya sebagai manusia biasa

      wallahualam bis showab

  5. Kalo soal berebohong, dalam setiap berkata, saya selalu berusahan keras untuk menghindari yang satu ini. Walaupun kenyataan sangat sulit sekali, yang saa maksudkan disini adalah berbohong bukan untuk hal kebaikan..Walaupun saya berkeyakinan, sekali kita berbohong, maka kita akan menjadi pembohong seterusnya untuk menutupiu kebohongan kita yang sebelumnya, demikianlah seterusnya sampai kita bisa jujur dan proporsial pada diri kita sendiri. Semoga dari artikel di atas, kita bisa belajar menjadi seorang yang al amin dan “amanah” seperti sifat yang selalu di contohkan rosul…🙂

    • dika,saya sangat tidak menyarankan bagi yg belum mampu untuk melakukan hal ini,ada baiknya selalu jujur,karena gerakan hati itu sulit menganalisanya,kadang sangat tipis,bagi hati yg belum peka akan sangat berbahaya.

      dibutuhkan kebijaksanaan lebih untuk itu, dan benar sekali kebohongan biasa berlanjut ke kebohongan berikutnya.

      karena itu paling baik adalah bukan berbohong tapi tidak membeberkan semua.

      ada suatu kondisi saya pernah dilema,karena saya tau teman saya itu selingkuh dan maen gila sementara istrinya suka nanya2 ke saya,dalam hal ini sang suami masih tanggung jawab dan sadar bahwa yg utama adalah istrinya,namun dia tidak kuasa menahan godaan ,jadi dia hanya sebagai iseng2 belaka.
      saya dilema kalau istrinya nanya,maka jawaban saya adalah : tentu anda sebagai istrinya lebih tau tentang suaminya daripada orang lain bukan?

      jadi tanpa membuka aibnya saya tetap berusaha jujur.

      namun ada kondisi lain kadang yg membuat kita terpaksa berbohong,saya yakin kita semua pernah mengalami,semoga kita diberikan kebijaksanaan oleh Allah untuk tau kapan harus atau tidaknya kita berbohong,kalau belum tau ,ya saran saya lebih baik jujur

      demikian dari saya,ini sebatas ilmu saya yg masih cetek dan pengen ngeshare aja,tapi kalau salah atau masih kurang ,mohon dimaklumi😀

  6. Melakukan segala sesuatu dilandasi kasih sayang pada sesama.. karena kasih sayang adalah bahan dasar manusia diciptakan oleh Ar Rahman Ar Rahim.

    berbohong, hehhe itu kerjaannya bundo.. **bohong krn jahil” nah loh itu masuk golongan mana lagi Dot? hihihi

    • cinta dan kasih sayang adalah obat segala penyakit hati.

      bohong karena jahil? well tergantung niatnya bundo,kalo hanya iseng berarti gak ada gunanya,mending ditinggalin. buat apa mengerjakan sesuatu yg gak ada manfaatnya??

      bukankah lebih baik kita jujur aja?? hehe

      maaf bundo,kalo yg diisengin marah takutnya kita malah dosa lagi ,tul gak??😀

      • Baik pak guruuuuu

        saia janji tidak akan jahil dan berbohong lagih😀

  7. terkadang dalam keseharian kita justru dituntut untuk berhobong, karena banyak sekali kebaikan yang hanya bisa dilakukan dengan berbohong.
    tulisannya inspiratif, meski sudah sering dengar dan baca tapi perlu untuk diulang terus biar tidak lupa. maklum kali udah TUA begini rada2 suka lupa gitu deh😀

    • iya mas abu,tapi hati2 ya,butuh kebijaksanaan dalam melakukan ini ,dan perlu hati yg bersih juga agar tidak terjerumus ego,saya sendiri suka masih kebawa ke ego,mudah2an bisa jadi orang jujur aja deh,gak usah boong2 ,tapi kalo situasinya mendesak ya mau gak mau juga sih,yg penting kita harus bisa ngecek niat,itu yg susah,karena niat adanya di hati sih bukan di lisan

      semoga kita mampu ya mas,saya ikut berdoa dan ngingetin mas abu yg udah rada tua ini hehehehe😀 ,tapi ingetin saya juga ya mas,biar muda suka lupa nih:mrgreen:

  8. saya sesekali melakukan hal ini
    berohong utk kebaikan
    berbohon tuk menghindari dampak yg lebih buruk dan melebar😀

    Tapi jika benar2 dibutuhkan😀

    • perlu kebijaksanaan lebih mas,dan saya sangat tidak menyarankan buat yg belum mampu meraba hatinya,karena yg dibutuhkan adalah hati yg bersih dalam melakukan hal ini,hati yg bersih tidak berbuat atas egoismenya semata,tapi demi kepentingan yg lebih besar selain dirinya🙂

  9. ada saat-saat tertentu, berbohong pun ternyata diperbolehkan loh. Ini seperti yang tertuang dalam Hadist Rasulullah. Rasulullah bersabda bahwa ada tiga jenis bohong yang diperbolehkan, malah menjadi wajib dalam situasi dan kondisi tertentu. salah satu contohnya seperti ini. cekdidot…

    Bohong yang dilakukan oleh seseorang dalam rangka mendamaikan dua orang saudaranya yang sedang bermusuhan. Nah, ini jelas banget kan? Mungkin ada diantara kita punya dua orang temen yang saling bermusuhan. Dan tanpa sengaja, dua orang tersebut bercerita (curhat) kepada kita. Masing-masing dari mereka menjelek-jelekkan yang lain. Nah, dalam hal ini kita boleh tuh berbohong dengan mengatakan kalo yang mereka omongin tuh gak bener. Kita bisa berbohong pada masing-masing dari mereka dengan menceritakan kebaikan-kebaikan mereka pada masing-masing teman yang musuhan tadi. Hingga akhirnya, mereka berdua pun berdamai. Dan misi pun selesai. Hehe…

    wallahualam…

    • alhamdulillah kebijaksanaan bang jali membantu menjelaskan kepada teman2 lainnya,mudah2an mendapat pahala mengucur dari Allah atas tambahan infonya.

      berbohong demi kebaikan itu memang ada,tapi yg bagaimana? nah itu dia, perlu hati yg bersih tentunya ,dan karena hati itu amat halus, kalo tidak hati2 malah bisa kepleset nantinya…

      semoga Allah memberikan kebijaksanaan dalam segala gerak gerik kita dan hati kita🙂

      syukron bang😉

  10. Setuju dg Nuke..:-)
    Hati nurani tdk akan pernah berdusta. Dalam kasus di atas, semestinya sang orang suci bisa melakukan sesuatu yg jauh lebih baik drpd sekedar langsung menunjukan tempat persembunyian sang pemuda.. *orang suci gitu loh, pasti sangat bijak :-D*

    Pemilihan kata2 yg tepat sepertinya jauh lebih baik daripada harus berbohong atau jujur secara polos (jika memang tdk bisa berbohong)..

    • istilahnya tidak mengungkapkan semua,meskipun juga tidak berbohong..
      saya sudah jawab di penjelasannya komen saya untuk mbak nuke,semoga kita diberikan kebijaksanaan Allah untuk melakukan ini jika kita terpaksa melakukannya.

      insya Allah🙂

  11. Rasulullah saw. bersabda,

    Tinggalkanlah apa yg meragukanmu kpd yg tdk meragukanmu, sesungguhnya kejujujaran (mendatangkan> ketenangan dan kebohongan (mendatangkan) keraguan.

    Lawan dari dusta adalah jujur. Seseorang yg jujur akan mendapati hatinya akan selalu tenang. Orang akan berlomba-lomba bermuamalah dengannya, karena orang yg jujur tentunya dapat dipercaya, orang lain pun akan merasa tenang berada di dekat seseorang yg jujur.

    • saya tidak bisa lebih setuju dengan hadist diatas ,sekali lagi saya gak akan maksain pendapat saya,ini adalah ilmu yg saya dapatkan,tentu saja ilmu saya masih banyak kekurangannya,dan saya gak akan maksain ilmu saya ini kepada siapapun,toh kebenaran itu relatif.

      benar sekali segala yg disampaikan,bahwa jujur akan memberikan ketenangan,namun rasul juga mencontohkan seperti di komennya bang jali diatas bahwa ada yg namanya bohong untuk kebaikan,tapi bagaimana caranya itu yg perlu kita pelajari,untuk apa niatnya itu juga yg perlu kita teliti bersama.

      saya sangat tidak menyarankan berbohong demi menyelamatkan diri sendiri,dan ini jelas tidak mudah karena ego adalah sesuatu yg melekat kesetiap manusia.
      butuh kebijaksanaan tentunya,semoga saja kita diberikan kebijaksanaan itu saat kita menghadapi suatu kasus yg dilematis,insya Allah

      wallahualam

  12. berkaitan dengan dusta ada 2 hal yg saya pahami,
    1. Tauriyah dan al-Ma’aridl, yaitu mengucapkan perkataan sepeti makna yg tampak. Dulu Rasulullah pernah mendapati seorang hamba yg dikejar musuh, maka dia bersembunyi di belakang Rasulullah, ketika si pengejar tadi menanyakan “Apakah aku melihat ada seorang anak yang lari kesini?”, lalu Rasulullah berdiri dan berkata “sejak saya berdiri disini, saya tidak melihatnya”, karena memang beliau melihatnya saat masih duduk. Namun harus dilihat tujuannya, apakah untuk kebaikan/tidak

    2. Berkaitan dengan dusta yang diperbolehkan, maka boleh untuk mendamaikan orang yang bermusuhan, pada saat perang dan antara suami istri. Berdasarkan hadits dari Ummu Kultsum binti Uqbah bin Abi Mu’ied ra. Riwayat Muslim, Ummu Kultsum berkata :
    “Aku tidak pernah mendengar Rasulullah memberikan keringanan pada perkataan manusia kecuali dalam tiga perkara, yaitu pada saat perang, pada saat mendamaikan permusuhan si antara manusia dan dalam perkataan antara suami dan istri”

    Dalam perkara antara suami istri adalah dusta dalam perkara ang tidak akan menggugurkan hak keduanya, adapun jika bermaksud menipu untuk mendapatkan perkara yg bukan haknya, maka hal ini tidak diperbolehkan.

    Wallahua’lam

    • hallo bu guru.. wah.. jawabannya panjang bgt yah.. setuju aja deh sama apa yg ditulis buguru..😀😀

    • ini adalah ilmu yg saya tunggu dari tadi,sayang baru baca ini😀

      syukron yen

      semua butuh kebijaksanaan ,dan itu tidak mudah ,saya hanya bisa berdoa kita semua diberi hati yg lurus dan kebijaksanaan yg lebih saat menghadapi hal dilematis seperti ini

      wallahualam,sekali lagi thanks buat oyen,saya cuma berbagi ilmu saya,ternyata masih banyak rekan2 yg lebih pandai,alhamdulillah🙂

  13. pada dasarnya sebuah kebohongan itu dosa. semua telah diatur dgn ketentuanAllah. makannya ada kata2 lebih baik mengatakan hal yg sebenarnya walaupun itu pahit (alias gak berbohong).

    “Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” (QS. An-Nahl {16}:105).

    namun, semua kegiatan yg akan kita lakukan pada dasarnya didahulukan oleh niat. termasuk untuk berbohong. ada niatan yg baik untuk sebuah kebohongan, ada niatan buruk untuk sebuah kebohongan juga. niatan yg baik biasannya bertujuan untuk mendatangkan amal misalnya seperti orng suci itu menyelamatkan pemuda diatas.
    “Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya, dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

    dalam berbohong untuk kebaikan, ada perlakuan khusus untuk terhindar dari perbuatan dosa. hal itu dapat kita ketahui dari beberapa hadist.

    Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anha, sesungguhnya ia berkata,“Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah dikatakan pendusta orang yang mendamaikan manusia (yang berseteru), melainkan apa yang dikata kan adalah kebaikan”. (Muttafaq ‘Alaih)

    dalam suatu riwayat yg lain,Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anha berkata, “Aku tidak pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan keringanan (rukhshah pada apa yang diucapkan oleh manusia (berdusta) kecuali dalam tiga perkara, yakni: perang, mendamaikan perseteruan/perselisihan di antara manusia, dan ucapan suami kepada istrinya, atau sebaliknya”.

    wallahualam…

    (ini cuma penafsiran saya pribadi, jadi belum tentu benar krn saya jg baru belajar dan masih harus banyak belajar. jadi bohong itu bisa dosa dan tidaknya kita serahkan pada Allah yg menilai.) klo menurut saya sih lebih baik berkata yg benar walau itu pahit.

    • komen oyen diatas rasanya cukup baik,ditambah komen ini sangat kuat apa yg dicontohkan rasul ,kita perlu melihat bohong dalam konteks yg luas,semoga teman2 juga belajar sesuatu dari sini seperti saya juga bertambah ilmunya hari ini dari sharing teman2 sekalian😀

      syukron ya mas

  14. jika keselamatan kita sedang teramcam apakah kita juga ngak boleh berbohong ?????

    • boleh juga,bahkan sekalipun kita seakan2 keluar dari akidah,karena jika terpaksa tidak berdosa (selama hati kita terpaksa mengingkari saja)

      saya lupa ceritanya ,nanti saya cari lagi…

      berbohong itu tidak baik,tapi bisa jadi baik,manakala dibutuhkan

      wallahualam

  15. Tidak tahulah. Aku tidak terlalu pandai menanggapai mengenai hal ini. Kuserahkan saja pada Allas SWT

    • ini contoh orang bijak,tau kapan tidak tau

      semoga Allah memberikan ilmu yg lebih untuk anda mas ifan,agar jadi lebih bijak lagi kedepannya,amin🙂

  16. ya…
    berbohong untuk hal kebaikan memang ada.

    tapi sepertinya, yang paling sering kita hadapi itu kebohongan yang tidak untuk kebaikan ya.. walopun bohong kecil2. tapi tetep aja bohong..

    saya sendiri dot.. lagi berusaha mengurangi bohong..
    beneran.. bohong yang terkadang tanpa kita sadari, terutama bohong pada diri sendiri.

    soal yang ditulis ama uda vizon, aku sering nggak bisa bilang tidak dengan teman. sering susah mengatakan salah ketika teman berbat salah.

    padahal itu justru semakin menjauhkan saya dan tentu teman saya itu pada kebenaran…

    • pergulatan itu tanda belum matinya hati kamu na,insya Allah dengan ilmu yg bertambah kamu semakin bijak untuk tau kapan tidaknya berbohong,dan semoga Allah memberikan kamu keberanian untuk berkata benar saat diperlukan

      menurut guru saya : ridho kepada maksiat berarti maksiat,karena selemah2 iman adalah hati yg tidak setuju.
      bagi teman yg salah atau maksiat,maka selemah2nya iman adalah tidak setuju di hati kita

      wallahualam

  17. yup… saya percaya pada ‘white lies’… di satu sisi, saya sangat menjunjung tinggi sebuah kejujuran namun ada saat saya merasa harus berbohong misalnya untuk menghindari pertengkaran dua orang teman/ saudara… berbohong untuk keuntungan diri sendiri apalagi menyakiti orang lain hanya akan membuat orang itu terus berbohong untuk menutupi kebohongannya yang lain…. ah.. lelah sekali hidupnya… !!

    • betul sekali ceu,untuk baiknya bisa baca komennya oyen ,dia lebih jelas dari saya menjelaskannya😀

  18. inikah blog barunya? hehehehe

    • betul,selamat datang kembali 😀

  19. rekan2 sekalian dengan ini saya jelaskan ,bahwa pendapat yg terbaik adalah komentar dari oyen,bahwa ada contoh dari rasulullah kapan berbohong itu bisa dilakukan,dan untuk apa,silahkan dibaca,tentu butuh kebijaksanaan lebih dan niat yg bersih,untuk itu bagi yg belum mampu ada baiknya selalu jujur agar tidak salah melangkah

    semoga Allah memberikan petunjukNYA kepada kita semua

    saya hanya sharing,alhamdulillah mereka yg punya ilmu juga gak pelit bagi2 disini,mudah2an rahmat Allah tercurah kepada mereka2 yg mau berbagi ilmunya

    insya Allah🙂

  20. Ini tulisan yang kemarin dibilang itu yah mas…wah bingung mau komen apa…komennya dah lengkap, komentatornya semua saling melengkapi… Nice Blog…
    eh tapi ngomong2 kemaren pas bahas mengenai ini, gak ngomongin mantan yah…🙂
    Wah Komen saya malem ini OOt semua kayanya…🙂

    • ahahaha… emang gak ngomongin mantan kok,biar gak terekspose hehehehe😀

      terimakasih atas sharing semua narablog disini ,insya Allah dibalas langsung olehNYA😉

  21. Wah.. jadi inget beberapa hari lalu saya harus berbohong karena sesuatu. Waktu itu jalan tengahnya saya sholat saja, dan berdoa, bila memang kebohongan saya akan berdampak buruk maka tolong diberitahu/ditampakkan, tapi, bila kebohongan saya membawa kebaikan, maka tolong dipermudah jalannya. Intinya, serahkan segala sesuatu pada Allah saja dulu.. Insya Allah dikasi petunjuk😉


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s