Carilah kebenaran dengan hatimu

Kucing yang Diikat


Seekor kucing yang hidup dalam biara tiap petang selalu bergaduh yang mengganggu meditasi seorang Guru spiritual dan murid-muridnya. Sang Guru memerintahkan agar kucing itu diikat saja selama latihan berlangsung.

Bertahun-tahun kemudian, sang guru wafat, tapi si kucing tetap diikat sepanjang meditasi sore.

Suatu hari kucing itu akhirnya mati juga, lalu didatangkanlah seekor kucing baru ke biara untuk diikat selama latihan petang. Demikianlah ritus berlangsung dari masa ke masa.

Berabad-abad berikutnya, para murid dari garis perguruan sang Guru spiritual menulis ayat-ayat tentang arti relijius dari diikatnya seekor kucing dalam latihan meditasi.

Cerita diatas mengajarkan kita supaya gak ikut2an dalam sesuatu,termasuk dalam beragama. kita harus mencari kebenaran bagi diri kita masing2. jangan cuma mengikuti agama orang tua kita karena kita terlahir sebagai anaknya. belum tentu yg kita anut itu benar , karena manusia semuanya bisa salah,karena itu minta petunjuklah kepada yg maha memberi petunjuk.

Tuhan juga telah memberi bekal kita di dunia ini untuk mencari kebenaran ,dengan adanya hati nurani dan akal pikiran.

Jangan seperti orang2 dahulu yg cuma bisa berkata :

(QS 43 : 22 – 24 ) “Bahkan mereka berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka.”

“Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapak- bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka.”

(Rasul itu) berkata: “Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya?” Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya.”

Carilah kebenaran itu sekuat tenaga,mintalah kepada Tuhanmu cahaya untuk hati,karena hati kita adalah kompas untuk  mencari kebenaran,sekalipun anda terlahir sebagai seorang muslim,bukankah anda berkewajiban mendalaminya dan mencari tahu lebih jauh tentang kebenarannya?

semoga Allah merahmati kita semua dengan petunjukNYA,itulah keberuntungan yg besar.

(QS 40 : 33) …dan siapa yang disesatkan Allah, niscaya tidak ada baginya seorangpun yang akan memberi petunjuk.

salah pilih tukang cukur nyeselnya sebulan (sampai rambutnya tumbuh lagi)

salah pilih pasangan hidup nyeselnya seumur hidup (walaupun bisa cerai tapi kan tetap nyesel dong salah milih)

salah milih agama nyeselnya dunia akherat (gak bisa dibuktiin kecuali di hari akhir nanti baru tau siapa yg salah dan siapa yg benar)

56 Komentar

  1. bener sekali Pak,

    saya jadi teringat dulu awal-awal jadi mahasiswa suka di takut-takutin “jangan masuk ini, jangan ikutan itu, salah-salah kamu jadi ikut aliran sesat”, dan saat itu saya juga mendapati sebagian kawan saya akhirnya merasa cukup dengan Islamnya, karena “ketakutan” akibat stigma dan opini gak jelas.

    dulu sih saya cuman berpikir simple, saya kan mahasiswa yang kata orang intelek, masak sih saya gak bisa bedakan mana yang bener mana yang sesat. Yang saya tahu Islam ya cuman satu, gak ada embel-embel yang lain. Akhirnya hampir semua kajian saya ikutin, saya cuman pengen dapet ilmu yang bener, karena agama saya masih cethek, Islam saya juga cuman KTP…

    yah…akhirnya Islam membuat saya haus, saya pengen tahu dan pengen tahu lagi, ketakutan itu tidak ada lagi. Perbedaan yang ada saya anggap warna dalam dakwah, asal tidak melenceng dari akidah, dan satu lagi…minta petunjuk Allah, karena Allah memberi petunjuk pada orang yang dikehendakinya.

    alhamdulillah ya Allah, semoga saya dan kawan-kawan menjadi bagian orang-orang yang bisa merasakan manisnya iman, dan semoga ilmu kami adalah ilmu yang bisa memberi keberkahan yang akan menuntun kami pada ampunanMu. Amin ya Rabb

    Maha benar Allah dengan segala firmanNya

    • yen ,alhamdulillah pencarianmu membuahkan hasil yg menurut saya cukup baik,kamu sekarang berdakwah di blog,sama seperti saya. mudah2an kita bisa jadi pelita bagi teman2 kita yg lain,dan selalu mendapatkan petunjuk ilahi agar tidak tersesat dalam perjalanan hidup ini.

      terimakasih kawan,tidak akan pernah cukup waktu untuk mempelajari semua ilmu,karena ilmu Allah amatlah banyak,karena itu kita harus mulai dengan prioritas,ilmu mana yg paling penting. dan buat saya ilmu tentang akherat adalah yg terpenting,karena hidup hanya sementara.

      syukron ya yen:D

      • sama-sama kawan :))

  2. kadang orang yang mualaf itu lebih islami dari pada kita (kita? aku aja deh… ) maklumlah karena dia mendapatkan hidayah karena mencari sesuatu yang lebih benar di banding aku yang mendapatkan islam karena agama orang tua….
    tapi alhamdulillah… mudah2an terus bisa mendalami islam lebih mantap lagii….😀

    • Jangan mau kalah dong,sama yg masih bayi dan pemula seperti saya ini bang jali:D

      mari kita gali lebih dalam lagi agama yg sudah dianugerahkan kepada kita ini;)

  3. semuanya berawal dari diri kita masing2 serta keyakinan kita, tanyakanlah pada hati kecil kita yang tak pernah bohong. smg Allah SWT selalu memberikan hidayahnya pada kita semua

    Sufyan bin Abdullah berkata,”Ya Rasulullah, terangkan kepadaku tentang Islam. Aku tidak akan bertanya lagi kepada orang lain.” Lalu Rasulullah Saw menjawab, “Ikrarkanlah (katakan): Aku beriman kepada Allah, kemudian berlakulah jujur (istiqomah).” (HR. Muslim)

    • betul mas,hati nurani tidak pernah berbohong,hanya kadang suaranya kalah oleh hawa nafsu:D

      terimakasih atas hadistnya,melengkapi tulisan ini banget:)

  4. Benar juga kata Mas Bije. Yang aku lihat selama ini, mereka yang mualaf lebih tekun dalam beribadah di banding kita yang Islam namun mengikuti agama orang tua. Tapi ada juga yang mualaf karena pengen nikah dengan pasangan yang Islam dan walau telah bercerai ternyata dia tetap menjadi mualaf.

    • betul ada fenomena seperti itu mbak fitri,itu haknya dia sih. tapi buat saya pribadi agama bukan untuk dipermainkan,justru harusnya dunia ikut kepada akherat bukan akherat dijual untuk kepentingan dunia:D

  5. wuuauu…gag nyangka kak didot postingannyaaa….
    keuureen loh kak…
    beberapa tahun lalu maiank juga mikirin ini, dan pilihan islam bukan karna orang tua lagi tapi karna Alloh SWT..
    Alhamdulillah…

    • alhamdulillah kalo begitu ,seneng aku dengernya iank:D

      mudah2an Allah selalu merahmati maiank dengan petunjukNYA;)

  6. Salam super-
    Salam hangat dari pulau Bali-
    wah,, taqlid buta memang bahaya… bisa menjerumuskan kita ke dalam neraka…
    berhati- hatilah………
    ber-ilmu dulu baru ber-amal……..

    • setuju,kita harus merasakan dengan hati nurani dan jiwa kita,semuanya harus selaras.
      taqlid buat sering dipakai para teroris untuk mencuci otak calon2 manusia yg akan mengorban dirinya untuk bom bunuh diri… naudzubillah

  7. aku setuju mungkin banyak adat yg sudah bercampur dengan agama
    kita harus bisa memilih2 yg benar

    • betul banget ria,jangan cuma ikut adat aja,tapi harus tau alasannya ,dan memahami dengan jiwa dan hati kita yg bersih,insya Allah kita akan menuju jalan yg benar:D

  8. Pernah mendengar kisah nabi Ibrahim yang mencari kebenaran akan Tuhan lalu Salman Al Farisi ? Memang kita kebanyakan lahir dengan menganut agama orang tua kita, tetapi kita gunakan kemampuan akal kita untuk mengetahui yang benar adalah benar dan yang salah itu salah.

    • betul ,untuk itu kita tidak boleh hanya mengikuti nafsu kita,karena nafsu punya agendanya sendiri,dan kaitannya dengan fisik. sementara kalo hati nurani kaitannya erat dengan jiwa atau spiritual kita:D

  9. bener bgt kadang bnyak orang menganut agama krna orang tua menganut agama yg sama
    post nya keren mas didot
    slam

    • makanya kita jangan cuma bisa ikut2an,kita harus cari sendiri kebenaran itu:D

      • setuju🙂

  10. Carilah kebenaran dengan hatimu …
    Yup bener banget …


    Dan hati itu harus diasah intuisinya … ketajamannya … kehalusannya … presisinya …

    agar hati tidak diracuni oleh nafsu yang lainnya …
    jika hati telah teracuni … maka fatamorgana kebenaran semu dan sesaat lah yang terjadi …

    (hhmm what did I say ?)

    Salam saya Dot …

    (setiap saya kesini … Fikiran dan hati saya pasti exercising … stretching … and it feels sooooo d**n good … rasanya …)

    Thanks Dot

    • hihihi… betul om,yg mengalahkan hati kita ini kadang ya cuma nafsu kita….

      salam balik om,makasih juga:D

  11. Amin ya rob.. hatinya pegangan AlQuran&hadits kan?

    • betul mbak ,kemana lagi obat hati kita? kan mas opick udah bilang ,tombo ati itu ada 5 perkaranya,salah satunya ya alquran:D

  12. semoga Allah tetap memberikan Nur NYA untuk menerangi hati dan pikiran kita, agar tetap terjaga kebersihannya melalui pembelajaran dan pengkajian terhadap Al-Qur’an dan Hadits.
    Salam

    • amin bunda,alquran itu sinar penerang,jadi harus selalu dibawa dalam hati untuk menerangi hati kita:D

  13. Dot, postingan ini bukan untuk nyindir komentarku di tulisanmu sebelumnya kan?🙂

    • haha… sumpah gak ada niat kek gitu la,aku sampai nyari komen kamu sebelum ini lho la karena lupa kamu komen apa:D

      tapi kalo masalah belajar la,kita semua wajib memperdalam ilmu,karena ilmu adalah cahaya hati,jadi kalo kita gak belajar takutnya cahaya itu redup,lama kelamaan kita bisa terjerumus ke tempat yg salah karena kurang ilmu…

      semoga Allah memberi rahmat dan petunjuk serta ampunanNYA kepada kita semua la,amin:D

  14. Benar. Cari kebenaran dengan hati.🙂

    • benar mas,itu kan kompas yg dikasih Allah buat kita semua manusia ciptaanNYA.

      masak dilepas kedunia gak dikasih bekal? kita aja ke sekolah dulu dibekalin kan sama orangtua kita? orang tua kita sayang kita,pastinya Allah lebih sayang kita dari orang tua kita:D

  15. Ok..bener bgt tu….Kita ndak boleh hanya takliq buta….setiap kebenaran pasti akan di peertanggung-jawabkan di mahkama Allah….

    ustad saya selalu berpesan : “JANGAN IKUT IKUTAN TANPA ILMU”

    firman Allah SWT dalam surah Al Isra ayat 36” yang artinya: dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yg tidak kamu ketahui ilmunya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan dimintai pertanggung jawabannya…..

    Update terus ya gan blognya……

    • dika… sahabat blogku yg sedari dulu udah ngikutin tulisan2ku. semoga rahmat dan petunjuk serta ampunan Allah tercurah buat temanku yg satu ini.

      kamu selalu melengkapi tulisan2 saya dengan kata2 yg bermakna ,terimakasih banget tambahan ayatnya,pas banget dengan tema tulisannya… semoga Allah membalas dengan yg lebih baik..

      lanjutgan:D

  16. betul bgt.. kebenaran harus dicari berdasarkan akal dan pikiran.. ditambah dengan hati nurani. tentunya dicari berdasarkan ilmu dan akal, karena tanpa itu hanyalah sia2 belaka dan bahkan berujung pada kesesatan.. naudzubillah. sepertinya yg terpenting adalah memohon petunjuk padaNYA selain mencari kebenaran dengan hati, karena segala macam kebenaran berada pada yang mempunyai kebenaran. tidak lupa berdoa dan berusaha dalam menggapainya..hehe..😀

    • makanya kita jangan lengah dalam beriman,harus rajin ditingkatkan ilmu dan pemahamannya terus,terimakasih mau udah dilengkapi tulisan saya:D

  17. selamat pagi

    di manakah kebenaran absolute itu berada ??

    terima kasih dan mohon maaf😮

    • selamat siang ,saya rasa kebenaran absolute hanya milik Allah. manusia punya kebenaran versinya masing2. coba kita berhadapan ,kalo saya tunjuk kanan dan anda tunjuk kanan juga,maka kita akan ngomongin kanan tapi masing2 arahnya beda:D

      apalagi kalo kita bersepuluh,dan berseratus bikin lingkaran,maka akan ada “kanan” sebanyak manusia yg ada dalam lingkaran itu pula:D

  18. semoga kita selalu dapat petunjuk yg benar ya..
    amin..🙂

    • amin dit,doanya yg khusyu ya:D

  19. betul juga, mencari kebenaran dengan hati..

    jaman sekarang sulit sekali mencari kebenaran apalagi dalam dunia hukum, yg benar disalahkan dan yg salah dibenarkan…

    • wah kalo bicara hukum dan politik sih,semua bisa terbalik2 deh,makanya perlu agama sebagai tonggak kita agar tidak terbawa arus:D

  20. Makasih siraman rohaninya di Jumat Pagi…..
    artikelnya bagussss….

    • terimakasih kembali,alhamdulillah kalo bisa berguna buat teman2 sekalian:D

  21. berhasil menyentil sy Dot..
    begini-begini juga, saya juga cuma ikut-ikutan lho.. saya terlahir sebagai muslim. karena ortu muslim.. tapi mungkin pemahaman agamanya masih kalah ama Didot yang mualaf🙂

    saya harus belajar lebih lagi tentang Islam, tidak hanya sekadar mengikuti kebiasaan yang saya ikuti dari kecil. itu sudah bagus..tapi apakah saya betul paham maknanya?

    • masih banyak janda2 kaya yg lainnya yg lebih dari saya na,saya baru belajar juga kok,baca quran aja baru bisa hehehe…

      kita perlu bertanya pada diri kita masing2,sudah benarkah jalan yg kita tempuh?? semoga Allah merahmati kita dengan petunjukNYA

  22. hati itu ga bisa berbohong, karena hati manusia itu dijadikan oleh Allah dari NUR (cahaya) oleh karena itu ia amat suci & bersih.

    • setuju mas,hati tidak berbohong tapi kadang suaranya terlalu kecil karena kalah sama nafsu:D

  23. berkunjung balik😀

    • makasih atas kunjungannya,silahkan dinikmati suguhannya:D

  24. kalo salah makan… nyeselnya kapan mas?:mrgreen:

    • abis selesai dari kamar mandi buang2 airnya selesai ya udah mas,bisa seharian ,bisa beberapa hari hehehe:D

  25. onlen juga ternyata😀

    • hehe.. kangen molo bawaanya sama blog ini:D

  26. Saya hanya berdoa tidak disesatkan Allah swt. Salam

    • insya Allah,dengan hati yg bersih tentu akan dikabulkan doanya oleh Allah:)

  27. semoga aku gak menyesal kelak, karena tidak pernah salah memilih teman baik seperti kamu, Dot🙂

    • insya Allah yes,kita cuma bisa saling mengingatkan ,hidayah itu dari Allah,mudah2an kita selalu terjaga jalannya,amin:D


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s