Kopi ,handuk ,dan cambuk

Suatu hari di desa yg damai,hidup seorang wanita yg ikhlas, saat menjelang sore hari wanita ini menunggu suaminya pulang ,dengan tiga hal yg telah disiapkannya :

Segelas kopi ,sebuah handuk bersih ,dan sebuah cambuk.

saat sang suami pulang ,dengan lembut dia menyilakannya duduk,kemudian berkata :

“ini kopi kesukaanmu suamiku,untuk menghilangkan dahagamu dan memberimu energi baru.”

sambil mengambil handuk yg bersih dan mengelap keringatnya ,sang istri melanjutkan “dan ini handuk bersih untuk mengelap keringatmu setelah lelah kamu bekerja seharian”

suaminya bertanya  “lalu cambuk ini untuk apa?”

sang istri menjawab “oh ,cambuk itu untuk mencambukku,bila engkau tidak ridho terhadap semua pelayananku ini” katanya sambil tersenyum

Subhanallah,luar biasa hebatnya pengabdian istri ini terhadap suaminya…

saya yakin dan percaya,jarang diantara wanita yg ada jaman sekarang yg seperti ini tingkat keikhlasan dan pengabdiannya. kebanyakan dari kita lebih sering menuntut ini dan itu,ketimbang memberikan yang terbaik dari diri kita untuk orang yg kita cintai.

betapa beruntungnya manusia yg mendapat pasangan yg mengabdi seperti ini,bukan hanya seorang istri,seorang suami pun jika dia berangkat kerja untuk melaksanakan ibadahnya sebagai seorang kepala keluarga,tentu amat besar pahalanya disisi Allah. sebab berapa banyak manusia bekerja hanya untuk keagungan dirinya,untuk kehebatan dan keangkuhan dirinya sendiri? bekerja agar mempunyai kekuasaan yg cukup dan harta yg cukup untuk mengendalikan orang lain? ketimbang sebuah kesadaran ibadah demi pasangan dan keluarga tercintanya??

bukankah cinta adalah pengorbanan? bukankah cinta adalah pengabdian? masih layakkah disebut cinta bila hanya mampu menuntut ini dan itu tanpa pernah memberi?

sesungguhnya hidup adalah ibadah secara keseluruhannya,dan akan menjadi demikian jika saja kita mengawali seluruh niat kita hanya untuk beribadah semata.

bukankah segala sesuatu tergantung kepada niatnya? maka luruskanlah niatmu sebelum beraktifitas apapun.

26 Komentar

  1. renungan yg mantab juragan..!
    keikhlasan tiada tara…!

  2. Ketika bertanya tentang siapa wanita pertama yang masuk surga kepada Ayahandanya, Rasulullah, Siti Fatimah terkejut karena ternyata bukan dirinya, Ibunya atau siti aisyah…tapi wanita bernama Muti’ah, yang pengabdian dan kepatuhannya kepada suaminya sangat luar biasa…Sosok istri yang layak dicontoh bagi Istri2 jamn sekarang…
    Nice Posting Mas…Mudahan kita dapet yah Istri seperti itu…🙂

    • insya Allah mas,istri seperti ini yg perlu dicari jaman sekarang:D

  3. Hmm, mungkin di jaman dulu kayak begitu ya… untuk sekarang bisa diasumsikan KDRT. Anyway, memang semua tergantung niat.

    • hee cambuknya kan cuma buat jaga2,kalo udah dilayanin seperti itu ,masak masih tega sih kita mencambuk istri? itu hanya kiasan aja kok ,bahwa dia siap untuk menderita lebih lagi jika suami merasa kurang pelayanannya:D

  4. hm… semoga saya termasuk istri yang begitu ya..amin
    walaupun sepertinya masih jauuuuuh sekali.. tapi insya Allah, luruskan niat jadi yang seperti Didot tulis..🙂

    • insya Allah bisa na,lagipula keliatannya anna istri yg baik ya,hehehe… dari tulisan2nya sih cukup tenang dan juga mikirin akhirat banget,hahaha…

      semoga anna bisa lebih baik lagi mengabdi kepada Allah dan juga suaminya ya,amin….. kamu pasti bisa *tereak ala benteng takeshi:D

  5. Rasulullah pernah bersabda, sendainya aku boleh memerintahkan seorang manusia sujud kepada selain Allah, maka akan aku perintahkan seorang istri sujud pada suami…..

    suami punya amanah membawa anak dan istri menuju surga, maka tak ada sesuatu yang menghalangi seorang istri sholeha untuk mentaati suami yang sholeh….

    semoga pak didot memiliki istri seperti itu

    • makasih bu kungfu panda eh bu oyen atas tambahannya dan atas doanya (sambil berdoa keras sama Allah : ya Allah kabulkanlah doanya oyen ,biar aku dapat istri yg seperti ini,amin… )

      • Amiiiinnnn……!!!

        Gw ikut mendoakan ya, Dot😉

      • makasih atas doanya sobatku yg baik *big hugs:D

  6. contoh yang bagus, semoga saya kelak juga bisa seperti itu menjadi istri yang soleha.

    • insya Allah bisa ,dan insya Allah dapat suami yg pengertian dan bijaksana:D

  7. bagus kalo ada istri kaya gitu… tapi suami juga harus ngerti, istri bukan bawahan yang cuma harus disuruh-suruh… saling melengkapi la… hehehe
    salam kenal

    • SALING PENGERTIAN intinya ,insya Allah rumah tangga seperti itu akan bahagia:D

  8. Haduh.. hari gini masih pake cambuk. koq serem banget ya? ntar kasian suaminya dibilang KDRT

    • hehehe ,ini kan cuma cerita mbak presy… lagian mana mungkin tega suaminya ,setelah semua pelayanan istrinya itu:D

  9. Dot,

    Aku dibesarkan oleh seorang perempuan yang sangat mengabdi pada suaminya. Dari kecil aku mengamati apa yang dilakukan Mami untuk menyenangkan hati suaminya. Mempercantik diri, memasak makanan yang enak, menjaga supaya anak-anaknya tidak menjadi anak yang nakal, dan selalu meladeni apapun yang Papi inginkan.

    Selelah apapun, Mami selalu menunggu Papi pulang, untuk membuka pagar, melepas sepatu, kaos kaki, membawakan tasnya ke kamar, dan mulai meladeni makannya.

    Itu menjadi santapanku hampir setiap hari, Dot. Sekalipun Papi pernah berbuat salah, tapi Mami tetap berusaha melayani dan mengabdi pada suaminya, dan ini yang membuat aku merasa bangga menjadi puterinya.

    Tapi satu hal, Dot.
    Ketika aku pernah ngobrol dengan mantan pacarku soal keinginan untuk melayani seperti Mami, eh, dia malah marah. Katanya, “Nggak perlu lah kamu seperti itu. Aku bisa kok meladeni diriku sendiri. Kamu itu istriku, bukan budakku, jadi nggak perlu lah sampai segitunya….”

    Saat itu aku mikir, ini siapa yang salah, ya? Aku yang keliwat ingin mencontoh Mamiku karena kupikir seperti inilah seoragn Istri yang baik,
    atau…
    Mantan pacarku itu?

    Sampai akhirnya aku sadar, mungkin karena setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda sehingga sesuatu dianggap istimewa oleh satu orang, dan yang lainnya dianggap berlebihan oleh orang lain…🙂

    • tidak ada yg salah dengan pemikiran seperti itu la,malah menurut kita para lelaki (maaf kalo saya lancang mengatasnamakan para lelaki) wanita seperti inilah wanita yg sangat berharga. apakah kemudian kita tega,mencambuk seorang wanita yg sudah sepenuh hati melayani kita?

      kalo boleh ambil contoh di keluarga rasul,rasul boleh dibilang gak pernah marah sama istri2nya,saling pengertian itu kuncinya. saat pagi hari bertanya apakah ada makanan atau tidak,dijawab belum ada,rasul tidak marah dan malah berkata dengan ringan ” kalo gitu saya puasa saja hari ini”

      demikian,kalo menurut saya kamu berhak (dan berkewajiban) melayani suami sepenuh hati ,sementara suami juga berhak (dan berkewajiban) menyayangi dan mengerti kamu sebagai istrinya.

      intinya adalah saling pengertian. gak ada yg salah dengan sebuah pengabdian,yg jangan salah adalah memilih suami yg kita akan taat kepadanya seumur hidup. pilihlah yg bijaksana,dan bila sudah memilih berikanlah dirimu seutuhnya… semoga Allah merahmati usaha kamu la:D

      • Mungkin itu juga kenapa Allah mentakdirkan aku putus dari mantanku itu, ya, Dot… Karena Allah sayang banget sama aku sehingga dipilihNya lelaki yang lebih pantas.. *tsah, keren amat bahasaku, ya, Dot? hehehe*

        Amin, amin.
        Aku mengamini doamu. Makasih Dot..
        Semoga Allah memberikan rahmatNya kepadamu juga, Dot…🙂

        Nite, nite!

  10. alhamdulillah, setelah 25thn berumah tangga bunda dan suami tdk pernah saling menyakiti, walaupun riak2 kecil pasti ada, namun semuanya bisa kami lewati hanya dgn satu niat, bahwa perkawinan ini adalah ibadah pada Allah swt semata, kalaupun ada yg salah tentunya yg satunya mengingatkan, krn itulah hakikatnya hubungan sesama muslim.
    cerita yg cukup mengharukan Mas Didot.
    salam.

    • wow 25 tahun adalah waktu yg gak sedikit bunda,itu sudah perkawinan perak istilahnya.
      saya harus belajar kiat2 keluarga bunda nih keliatannya. makasih ya bunda atas sharenya,semoga keluarga bunda awet terus sampai akhir hayatnya nanti:)

      • amin, ya Rabbal alamiin.
        terima kasih utk doanya ,Mas Didot.
        salam.

  11. Saya selalu berasumsi “pada hakekatnya, setiap kondisi yang kita hadapi adalah merupakan ujian. Pertanyaannya,Apakah kita mampu menjadi hamba-Nya yang ikhlas bersyukur dan sabar?”. Ya, semoga saja keiklasan dan kesabaran selalu jadi penghias sikap, perilaku dan keteladanan kita sebagai “khalifah fil ardh”…

    • insya Allah bisa,apabila Allah memberikan petunjuk dan perlindungannya,kalau usaha manusia itu sendiri keknya sulit ya,karena manusia itu lemah… thanks ya dik:)


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s