bersyukur selalu

ini sebuah pemikiran lama yg pernah saya dapatkan dari sebuah buku milik teman,saya lupa judulnya apa karena udah lama banget (sekitar 10 tahun silam)

saya ingat si penulis mengatakan jika surga ada di atas dan neraka ada di bawah,lalu karena bumi ini bulat,dimanakah neraka dan dimanakah surga?

Di bumi yg bulat ini,jika kita katakan langit diatas sana adalah surga,maka karena bumi ini bulat, yg kita katakan ‘atas’ tadi adalah juga ‘bawah’ bagi manusia lain dibelahan bumi yg lain tentunya.

Penulis buku tersebut mengatakan bahwa surga yg sebenarnya ada di dalam hati manusia,saat dia damai dia telah berada di surganya sendiri,dan saat dia gelisah serta membenci sesuatu maka dia telah berada dalam nerakanya sendiri.

Saya pribadi setuju dengan pendapat diatas,bahwa karena bumi ini bulat maka surga dan neraka itu jadi rancu bagi dikotomi pemikiran “atas dan bawah” tadi.

tapi kalo boleh nambahin sedikit2 aja,kadang dalam hidup ini surga bagi satu orang boleh jadi neraka bagi orang yg lain,dan sering kali juga terjadi sebaliknya.

Kadang kita berpikir “wih enaknya jadi si dia,punya ini dan itu,perusahaan banyak,istri cantik,anak juga pinter2”

tapi belum tentu juga kan kalo dia bersyukur atas apa yg dia punya? bisa jadi dia juga menginginkan jadi orang lain lagi yg lebih dari dia atau bahkan mungkin secara materi dibawah dia? siapa tau? kebahagiaan seseorang kan tidak bisa diukur hanya sebatas materi? mungkin saja dia iri pada kebahagiaan orang lain yg secara materi kurang.

Allah maha adil,setiap manusia ujiannya berbeda,yg satu diberi rumah mewah dan harta berlimpah,tapi mungkin anaknya terkena narkoba. yg lain mungkin diberi istri cantik tapi tukang selingkuh , ada lagi yg lain mungkin mendapat popularitas tetapi tidak punya pasangan untuk berbagi.

Padahal bisa jadi saat seorang tukang becak di pinggir jalan melihat seorang bos yg duduk di bangku belakang sebuah mobil mewah berpikir “wah enak banget ya disupirin pake mobil mewah yg berAC suejuk (tukang becaknya orang jawa nih:D ) ,dan punya duit banyak”

sementara boleh jadi juga si bos yg notabene lagi pusing tujuh keliling karena tagihan2 perusahaannya macet,kemudian lagi dikejar2 pihak bank,sambil melihat keluar kaca malah berpikir “enaknya jadi tukang becak itu,bisa tidur2an santai tanpa beban,gak punya apa2 sih,tapi juga gak punya utang sebesar diriku ini”

sejujurnya kawan2 semua,kita gak tau apakah yg kita miliki saat ini berharga atau tidak,kecuali kita sungguh2 mau mensyukurinya dan melihat mereka yg lebih susah keadaannya dari kita saat ini. kadang kita baru menyadari betapa berharganya sesuatu sampai kita kehilangannya.

semoga dengan bersyukur,kita malah ditambahkan lagi nikmat2 yg lainnya…

sesuai janji Allah ” Jika engkau bersyukur maka akan AKU tambahkan nikmatKU kepadamu”

dan terakhir saya tambahkan favourite quote saya dari alquran :  Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui (QS 2 : 216)

18 Komentar

  1. Bersyukur, yang saya rasakan adalah variabel kebahagiaan, dan mungkin juga salah satu turunan dari sikap tawadhu (mungkn yah) 🙂
    Sulit mencapai rasa bahagia, jika tidak ada rasa Syukur didalamnya…
    contoh simple.. kalau mau kita renungkan sejenak saja, punya nafas gratis, nggak berhenti bekerja sistemnya selama 24 jam, mau kita lagi eror, atau sholeh…tetep dikasih ini nafas, gak berhenti…
    Jadi Nikmat Tuhan manalagi yang mampu kita Ingkari ?
    http://atmakusumah.wordpress.com/2009/11/09/take-a-breath-long-deep-and-slowly/

    • wah mas atma selalu pertamax di blog ku ini,hehehe…
      saya udah mampir ke tekape dulu mas(link yg dikasih diatas)

      makasih atas tambahannya,saya kebetulan sempet belajar yoga,jadi menghargai nafas adalah hal paling mendasar,terutama saat meditasi,kita fokus cuma pada nafas aja mas,jadi bener2 menghargai nafas:)

  2. Sip…
    renungan yg bagus Om…
    Saat hidup ini dipenuhi rasa syukur, rasanya seperti surga Om.. hehehe

    *Maaf baru tahu pindah kesini, baru berbenah.. hehehe

    • eh de’ pilo baru muncul lagi,btw theme barunya lebih fresh euy… rajin2 posting lagi ya…😀

  3. yupz bener banget kita sebagai manusia harus pintar2 bersyukur karena dengan bersyukur kita akan merasa bahagia dan lebih bahagia

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasihh😀

    • terimakasih atas kunjungannya,semoga kita makin pandai bersyukur ke depannya:D

  4. ”kadang kita baru menyadari betapa berharganya sesuatu setelah kita kehilangannya”
    duh, semoga kita tdk mengalami hal seperti kalimat diatas.
    dengan selalu bersyukur pd Allah swt ,kita senantiasa akan selalu merasakan kedamaian di dalam hati.
    karena rasa syukur adalah salah satu berkah dari Allah swt utk kita.
    salam.

    • semoga gak perlu begitu ya bunda:D

  5. Couldn’t agree more, Dot…

    Kebahagiaan tidak punya garis pengukur yang pasti. Tidak punya variabel yang sama persis. Setiap orang pasti memiliki variabel-variabel kebahagiaan yang musti dipenuhi, sehingga belum tentu juga orang yang kita sangka bahagia — dengan pemenuhan variabel yang kita miliki — adalah benar-benar bahagia.

    Dan oh ya,
    aku pernah menulis yang mirip2 seperti ini…
    Kalo sempet, monggo dibaca..🙂
    Evolusi Kebahagiaan

    • makasih la,udah mampir ke tulisan lala,dan udah ngasih komen juga… kamu rada2 pemikir juga ya ternyata,huehehehe:D

  6. intinya ikhlas sama ketetapan Allah, ketika kita ikhlas yang akhirnya positif thingking sama ketetapan Allah, maka mata, hati, dan telinga kita ada Allah yang menggerakkannya….ternyata keikhlasan orang tua menerima apapun kondisi anak membuahkan anak yg luar biasa (saya tulis di “karena kau adalah spesial”, ternyata keikhlasan dalam bekerja tidak hanya mendapatkan kelelahan, ternyata keikhlasan saat mendapat cobaan menjadikan kita pribadi yang lebih baik lagi….

    Allah menciptakan manusia dengan segala potensinya, dan Allah maha tahu yang terbaik untuk hambaNya (saya posting dlm “antara percaya dan mempercayakan”)….

    Semoga kita menjadi hambaNya yang selalu mensyukuri nikmat-nikmatnya…bersyukur saat kaya dan bersabar saat kekurangan…

    • oyen komennya bagus2,saya yakin oyen udah ngerti banget soal hal2 seperti ini dari tulisan2nya…
      dan benar kalo miskin dan kaya ,semuanya ujian kok:)

      makasih komennya yen:D

  7. Dot, aku punya quote yg bagus. Yg ngomong ini suamiku sendiri: janganlah hanya karena satu keinginan saja yg belum dikabulkan oleh Allah, membuamu lupa akan nikmat Allah yg sudah kamu terima. Karena sejatinya kamu telah mendapatkan nikmat terbesar. Yaitu kehidupan itu sendiri, kesabaran, dan rasa syukur.

    Setiap aku ada masalah, aku inget kata2 ini. Langsung adem…🙂

    • betul itu suaminya ngomong,kita kadang lupa banyak yg udah diberikan,tapi masih minta yg kita belum punya,padahal yg kita belum punya itu jauh lebih sedikit ketimbang apa yg sudah kita miliki…

      salam buat suaminya ya na:D

  8. bahwa semua orang yang bahagia mempunyai Tuhan di
    dalam diri mereka. (sok tau : mode on)😀

    • Tuhan ada di hati setiap hambaNYA yang selalu mensucikan hatinya:)

  9. Bersyukur senantiasa menjadikan diri kita bahagia..
    yang dengannya tanpa kita sadari akan menambah nikmat2 yang lainnya…:-)

    seperti firman Allah yang kurang lebih menyatakan…
    “barangsiapa yang bersyukur kepadaKu maka akan Aku tambah nikmat dari Ku , namun siapa yang tidak bersyukur maka azab ku sungguh pedih…”

    Semoga kita semua tergolong orang2 yang bersyukur..
    aminn.

    • Bersyukur dan bahagia memang dua hal yg tidak terpisahkan mbak,terimakasih ayatnya dilengkapin kalimatnya:D


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s