Bicara yg baik

Ada gak manusia yg gak suka dipuji? kalau dicela itu udah pasti pada gak suka,tapi kalau dipuji?

membicarakan orang lain,apalagi  keburukannya ,jika itu benar jadi ghibah,jika itu bohong jadi fitnah. jadi membicarakan keburukan orang lain itu mau benar atau tidak sama saja salahnya. jadi dalam hal membicarakan keburukan orang lain,lebih bijak jika kita diam.

katakan sesuatu yg baik atau lebih baik diam —>  ini nasehat yg amat bagus menurut saya:D

nah sekarang kita bicara dalam konteks pujian atau ngomongin orang tapi yg baik2. apakah ngomongin orang yg baik2 itu juga ghibah?

rasa2nya karena gak ada orang yg keberatan dengan pujian dan kata2 yg baik dari orang lain,saya rasa hal itu sah2 saja.

kalo ada orang yg kita tau (secara fakta) bahwa dia pernah berlaku buruk kepada kita atau orang lain,kemudian ada orang lain yg kebetulan kita kenal ingin menjalin suatu hubungan (bisnis ataupun pacaran misalnya)dengannya , apa yg harus kita lakukan? apakah kita diam saja? dengan resiko hati nurani kita akan berteriak karena tidak memperingati kawan kita itu,sedangkan disatu sisi kita juga takut ghibah?

Untuk hal yg satu ini,saya pernah bertanya kepada ustad saya,jawaban dari beliau , yg cukup bijaksana menurut saya, adalah demikian  ” katakan saja begini : setau saya dulu dia begini dan begitu,tapi mungkin sekarang sudah berubah,tapi tidak ada salahnya kamu berhati2 ,itu saja pesan dari saya

alhamdulillah kini saya bisa ngomong dan memperingati orang lain tanpa harus merasa bersalah karena memperingati tentang keburukan orang lain tersebut….

semoga teman2 yg punya kebingungan serupa dengan saya bisa menggunakan metode ini,atau mungkin ada yg punya metode lain yg lebih baik? monggo dishare disini:)

N.B : lebih menarik kalo kita kasih contoh kasus aja,misalnya kamu punya sahabat mau bisnis sama seseorang yg dulu pernah menipu kita soal uang… apa reaksi kamu? diam saja??

33 Komentar

  1. “katakan sesuatu yg baik atau lebih baik diam” Memang, terKadang dlm hidup ini, jika kita mendiamkan suatu kedholiman pun itu adalah suatu Dosa Besar. Amazing Artikel Dot.

    Keep Posting With Your Smile🙂
    Rafi

    • betul,makanya perlu kebijaksanaan dalam menyampaikan sesuatu agar tidak terjebak dalam ghibah serta tidak mendiamkan suatu kedholiman raf… thanks ya raf:D

  2. Kadangkala saya punya pemikiran untuk tidak mengetahui keburukan seseorang agar tidak berpikir su’udzhon thdp org tersebut, namun jika ternyata akhirnya kita harus mengetahuinya, menjaga keburukan (aib) org tersebut akan lebih utama, karena Ghibah “adalah maksiat yang terselebung”, tipis sekali perbedaannya dengan menganalisa seseorang, namun dengan hati yang bersih jika kita bersikap waspada, saran ustadnya mas didot, baik sekali, saya sepakat🙂 . paling tidak ketika kita menjaga aib seseorang, Insya Allah aib kita juga akan ditutupi oleh Allah, bukankah semata2 kita masih dihormati orang lain, karena Allah menjaga aib kita…?
    Satu hal lagi…ketika larut dalam pembicaraan tentang keburukan orang lain, kadang saya berpikir, bisa jadi suatau saat dia menjadi org yang jauh lebih bertakwa dihadapan Allah, dan Allah adalah Maha Pengampun yang menerima Tobat setiap hambaNya yang ingin kembali kepadaNYA…
    Tetap saling mengingatkan Ya Mas…
    Nice Posting, inspire me…🙂

    • memang betul mas atma,hanya karena Allah masih menutupi aib kita sajalah maka kita masih bisa dengan enaknya bergaul di dunia ini… coba jika sebaliknya,barangkalli kita lebih milih menyendiri ke gunung atau hutan saking malunya;)

      soal orang lain yg bertobat dan jadi lebih baik dari kita,itu memang mungkin banget. kenyataan bahwa dia masih diberi kesempatan hidup oleh Allah saja sudah merupakan suatu bukti,bahwa Allah masih sayang kepadanya,dan bahwa tidak tertutup kemungkinan dia akan jadi lebih baik dari pada kita suatu hari,karena bila Allah telah memberi petunjukNYA,siapa yg mampu menghalangi?

      terimakasih atas komentarnya yg dalam dan melengkapi mas atma:)

  3. bunda merasa tdk perlu utk mengetahui aib seseorang agar tdk terseret menjadi ghibah, krn kita gak pernah tau, apakah nanti aib orang tsb justru dpt merubahnya menjadi orang yg takwa pd Allah swt, dan akhirnya menghadap Allah swt dgn khusnul khotimah, sementara kita belum tau bagaimana akhir hidup kita nantinya.
    Ketika kita menutupi aib seseorang, semoga Allah swt juga akan menutup aib kita.
    Namun begitu, kalau aib seseorang itu dikhawatirkan nanti bisa mencelakakan orang banyak, maka inilah yg disebut ghibah yg dibolehkan.
    terimakasih banyak Mas Didot utk tulisan yg menarik dan bermanfaat ini.
    Maaf komen bunda terlalu panjang.
    salam.

    • betul sekali bunda,komennya belum terlalu panjang kok ,hehehe

      saya kalo komen suka panjaaaaaaaaaaaang banget di blog temen2 yg lain,hihihi:D

  4. makasih postingannya mas didot. Inspiratif. Sy kadang lebih memilih diam, biarlah nanti dia tau sendiri dari yang bersangkutan seandainya memang yang bersangkutan berniat baik, tentulah akan terbuka tentang masa lalunya. Tetapi setelah membaca postingan ini, sy jadi berpikir lagi untuk tetap diam.

    Makasih ya mas…

    • jadi intinya tetap diam juga kalo sahabat kita mau bisnis sama orang yg pernah nipu kita?😀

  5. ane setuja dengan penyampaiannnya, dan menurut Oyen membicarakan orang lain (tentang kesalahannya) untuk bersama-sama mencarikan solusinya (bukan sekedar ngomongin gak jelas) dan mencegah kesalahan serupa Oyen pikir gak masalah, asal tidak lebay dan sesuai kebutuhan, dan kalo kita mau membicarakan tentang seseorang dengan orang lain untuk mencarikan solusi bisa disamarkan namanya…semoga kita termasuk orang yang bisa menjaga lisan kita dari perkataan yang tak berguna. Amin

    • makasih atas pendapatnya oyen,memang perlu kebijaksanaan dalam membicarakan orang lain tentunya:)

  6. katakan sesuatu yg baik atau lebih baik diam

    saya pernah dapet yang dalam bahasa inggris, kira-kira bunyinya gini : If you have nothing good to say, then say nothing.
    pernah juga saya tulis kok di blog.

    jadi itu lah yang saya terapkan. kalo saya ngga punya hal-hal baik buat diomongin, ya mending ga ngomong apa-apa😀

    • meh! typo!!😈
      maksudnya have, bukan hane…

      benerin dot:mrgreen:

      • nggih bu guru,hehehe… udah dibenerin tuh:D

    • itu sebuah pilihan sebagaimana juga orang yang mau memperingatkan orang lain akan suatu hal yg berbahaya dari sifat jelek orang tersebut yg kita tau dengan pasti.

      misalnya dia pernah nipu kita dalam bentuk uang,terus kita denger dia mau bisnis sama temen kita (kebetulan dia nanya2 curhat) ,yah masak kita diam aja?? yah paling baik ya menurut saya seperti nasehat ustad ,diberitahu tapi dengan santun,kali aja orang itu udah berubah,intinya sih seperti kata bang napi “waspadalah”😀

  7. insya Alloh memperingatkan seseorang akan keburukan orang lain demi keselamatan orang lain itu merupakan ghibah yang diperbolehkan.
    Misalnya ketika ada saudara yang hendak menikah, kita tau kalau si calon adalah seorang pengguna narkoba dan gak pernah sholat. Maka ghibah di sini menjadi wajib hukumnya demi menyelamatkan saudara kita. Tapi tentunya dengan kata-kata yang baik dan menurut saya jawaban ustad di atas sudah cukup baik.

    Jangan sampai kita diam karena takut tergelincir dalam ghibah. Oleh karena itu kita harus terus menuntut ilmu, salah satunya tentang ghibah ini.

    just my 2 cent
    Nice share, mas. Very usefull.

    • wow komentar yg sangat bijaksana… thanks udah melengkapi ya mas angga,ditunggu cendolnya hari ini juga:D

  8. Saya cuma ingin nambahin doank aja gan, menegenai ghibah ini :

    “Allah tidak menyukai ucapan buruk (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui..” (QS. An-Nisa: 148)

    “Celakaanlah bagi pengumpat dan pencela.” (QS. Al-Hujurat:12)

    Dan saya sendiri menyadari bahwa menjaga lisan merupakan perkara yang berat dan butuh perjuangan keras…

    • makasih atas tambahannya,emang menjaga lisan itu salah satu hal tersulit:)

  9. ya kita juga harus menginggatkan teman itu agar ia lebih berhati hati tapi bukan berarti kita melarang ia untuk kerja sama. kita juga ngak tau kan apakah niat orang itu masih buruk atau telah berubah menjadi lebih baik lagi.

    • makasih atas komennya,memang sekedar mengingatkan orang lain agar lebih berhati2 kan ndak masalah toh??:D

  10. hm… intinya ngomongin orang lain itu emang gak baik ya dot.. entah itu benar atau salah..

    tapi dot, cuma sebagai pemikiran aja.. seandainya sesuatu yang buruk memang terjadi di sekitar kita, ngomongin bukan bermaksud ghibah, tapi agar terhindar dari hal semacam itu. Bisa gak? ngerti kan maksudku?

    • segala sesuatu kan tergantung niatnya,kalo niatnya untuk kebaikan insya Allah baik,tapi memang harus dengan cara yg baik dan berhati2 tentunya,sekedar mengingatkan agar yg lain berhati2 aja gapapa deh kayaknya.

      kita kan juga punya kewajiban mengingatkan satu sama lain,jadi supaya gak terjebak ghibah keknya lebih baik kita cukup sebatas mengingatkan agar berhati2 dan gak usah dibahas panjang2 deh,takutnya keceplosan atau kebablasan nanti malah jadi beneran ghibah na:)

  11. Daripada banyak omong dan keliru, mending diem aja, ya, Dot…🙂

    • yah itu juga pilihan la,kalo mau bagus ya begitu,hehe… bicaralah seperlunya saja:D

  12. blog ini dari dulu bagus, tapi sekarang tambah bagus dan mudah-mudahan bertahan, jadi kamu semua ambil semangat yang ada dalam blog ini.
    gitu kira-kira mas didot

    • makasih mas kalo dibilang bagus,tapi sejujurnya masih merasa jauh dari bagus,dan insya Allah yg terbagus hanya milik Allah semata. malu sama senior2 blogger yg lain,hihihi:D

  13. Terima kasih, bermanfaat. Ghibah ternyata bisa positif kalo penerapannya tepat.
    Salam!

    • alhamdulillah bisa mas,dengan niat yg baik,bukan utk sekedar menjelekkan orang lain,tapi utk menyelamatkan orang lain:)

  14. Lagi2, komen pertama saya ketangkep, coba periksa kotak ‘”s’p’a’m’ ya Kang? keluarin plis🙂:mrgreen:

    • ini pertama kalinya aja kok,besok2 gak lagi. abis situ kan belum pernah komen disini sebelumnya ya?:D

  15. kata2 ustad tadi memang bener, orang bisa berubah kok, banyak kok orang yang dulu pernah menipu tetapi sekarang rajin berbagi

    • betul ,contohnya termasuk saya ini yg dulunya juga bejat banget,sekarang jadi bejat aja,hehehehehe:D

      mudah2an besok jadi gak bejat sama sekali terus jadi lebih baik lagi ,sampai dapat khusnul khotimah,amiiiiinnnnnn:)

  16. Alhamdulilah.. Terima Kasih Mas, pencerahan banget nih buat saya yang lagi bingung sama ghibah ini. Bingung harus berbuat bagaimana bila di hadapkan pada sikon mendengarkan / merespon “cerita dari perilaku seseorang” bila berhub ama teman2.

    Saya suka kata-kata dari Mas Atma, ” paling tidak ketika kita menjaga aib seseorang, Insya Allah aib kita juga akan ditutupi oleh Allah, bukankah semata2 kita masih dihormati orang lain…”

    Kata-kata ini seperti menampar saya yang kadang-kadang masih saja ikut “nimbrung” dalam memberi “komentar”. (mudah2an Allah mengampuni.. amin).


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s