Baju kebesaran

Alkisah ada seseorang pejabat tinggi negara yg bertamu kerumah seorang saudagar kaya,tapi pejabat ini menyamar dengan menjadi pengemis,pakai baju kucel dan rambut acak2an.

begitu pintu dibuka dan melihat orang seperti ini,sang pemilik rumah langsung mengusir orang itu.

kemudian pejabat tersebut kembali kerumahnya ,dan memakai jubah kebesarannya untuk kemudian kembali kerumah tersebut.

ketika pintu dibuka,reaksi berbeda yg didapatkannya. sang pejabat dipersilahkan masuk,dan dijamu dengan makanan  berlimpah. setelah semua makanan yg dipunyai tuan rumah dikeluarkan dan bersiap untuk bersantap,sang pejabat melepaskan jubahnya,melipatnya dengan rapih dan menaruhnya di kursi ,seraya pergi meninggalkan pemilik rumah tersebut.

sambil berlalu dia berkata ” makanan2 ini adalah untuk jubahku,karena hanya dengan memakai jubah ini saja perlakuanmu berbeda terhadapku”

nah bagaimana dalam kehidupan kita sehari2? apakah kita juga menghargai orang hanya dari ‘jubahnya’ semata?  tidak lelah2nya saya berkata ” don’ t judge the book from its cover”  ,agar kita lebih menghargai orang ,dari apa isinya orang tersebut,bukan hanya dari tampilannya semata.

alhamdulillah di dunia perbloggeran ini,saya bertemu banyak teman2 baru dan mengetahui ‘isi’ mereka dari blog2 milik mereka. jauh lebih berbobot ketimbang melihat foto dan status2 di fesbuk seseorang tentunya.

insya Allah pertemanan kita para blogger adalah pertemanan karena ‘isi’ dan bukan hanya sampulnya. saya bahkan punya beberapa teman baru yg saya tidak pernah bertemu dalam dunia nyata,semoga pertemanan ini sungguh dari hati yg terdalam,karena apa yg “dari hati” akan “sampai ke hati”

sekali lagi , yg penting isinya kan? bukan sampulnya??:D

34 Komentar

  1. Mengamankan Pertamax😀
    Bener sekali Mas…dengan makna tulisan ini sepakat saya…🙂
    Seperti kata Hikmahnya sayidinia Ali itu, “Apa yang dari hati akan sampai ke hati”…

    • nah mas atma ini termasuk salah satu teman baru saya dari dunia blogger,hehehe…

  2. Tidak ada salahnya memakai baju yang bagus asal tidak berlebih-lebihan karena Alloh mencintai yang indah-indah. Namun jika kita menilai seseorang dari bajunya, itu sebuah kesalahan.
    Salam kenal bung hadi.🙂

    • setubuh banget mas, pendapatnya singkat padat mengena:)

      salam kenal juga ya mas angga:D

  3. tapi masih banyak juga blogger yang langsung cabut kalau liat template blog yang didatenginya ndak menarik. Apa itu ndak sama dengan baju?😀

    • hahaha… bisa dianalogikan demikian,bukan berarti tidak boleh lho membuat tampilan luar indah,karena saya juga masih suka kok sama tampilan luar yg indah2,hehehe

  4. Mudah-mudahan pertemanan kita langgeng ya, Dot😉

    • pastinya lee,insya Allah… a friend in need is a friend indeed ,and you have prove this as a friend of mine!!:D

  5. Setuju Dot…kita mungkin tidak seharusnya menilai seseorang dari penampilan.

    Tapi setuju gak, Dot…kalo gue bilang bahwa kita juga punya etiket?
    Etiket bisnis?
    Di mana kita harus menggunakan pakaian yang sopan jita bertamu klien?
    Etiket sopan santun…dimana ketika kita bertamu, maka kita juga harus menghormati si empunya rumah dengan mengenakan baju yang pantas untuk berkunjung kerumahnya.

    Tapi di luar dari itu semua.

    Gue percaya, bahwa berpenampilan yang baik adalah upaya untuk menghargai diri sendiri. lantas baru kemudian orang lain…

    Entas pas…entah enggak…komen gue dengan tulisan ini Dot…

    All i am trying to say is just…

    Kalau kita gak mau di remehin orang lain cuma gara-gara penampilan kita, maka berpenampilanlah dengan pantas…

    Gituh…Dot…heheh…

    apa kabar nasi goreng depan kantor lo ya, Dot😉

    • Duh, Yesss…
      Gue setujuuuu buanget sama komentar elo ini… *tos*

      Bukan berarti kita sembunyi di dalam cover, tapi dengan memakai pakaian yang pantas, selain menghormati orang lain, artinya juga menghargai diri kita sendiri…

      Ini komentar untuk komentar Yessy ya, Dot… Komentar tentang post kamu, ada di bawah… hehehehe

      • saya juga setuju kok la sama yessy,btw komennya diatas bukan dibawah,hehehe

        karena menganut sistem LIFO sih disini alias last in first out:D

    • bener yess,kita gak boleh menilai orang hanya dari kulitnya,tapi kita PASTI dinilai orang dari kulitnya. itu udah wajar banget kok di dunia ini.

      dan memang benar pakaian yg profesional menunjukkan juga keprofesionalan seseorang. paling tidak itu kode etiknya.

      dan setuju juga berpenambilan baik itu bagian dari menghargai diri sendiri,tapi itu dia ,sebagian karena itu sebagian lagi karena emang gak bisa dihindari bahwa orang pasti menilai kita dari kulitnya dulu yes,tul gak?

      tak kenal maka tak sayang,kayak yessy dulu pertama kali ketemu didot kan??:D

      mau makan yg lain gak? hihihi… ayam goreng presto cipete atau ikan patin kedai disto belum tau kan rasanya??
      huehehehehehe

  6. Didot… aku mau terus terang nih. Jangan tersinggung ya…🙂

    Waktu pertama kali bertemu di Citos, aku kurang sreg dengan dirimu. Perasaanku, agak kurang nyaman saat itu. Aku baru melihatmu sebatas tampakan raga.

    Tapi, begitu kita mulai ngobrol, dari satu topik ke topik lainnya. Aku mulai menyukaimu. Bobot obrolan kita benar-benar telah mengeliminasi segala keraguanku ketika awal bertemu. Aku benar-benar kagum dengan “isi” kepalamu. Dan itulah yang membuatku sangat beruntung dapat mengenalmu.

    And than, aku sekarang sudah tak peduli dengan “jubah” yang kau pakai. Aku hargai dirimu, karena dirimu memang pantas untuk itu.

    So, kapan kita makan tahu xo lagi…? hahaha…😀

    • wah ternyata begitu toh,hehehe

      gapapa uda,aku sih santai aja,orang belum tau aku bebas menilai seperti apa. tapi di blog ini semuanya tentang diriku ada disini,disini aku jadi diri apa adanya. mudah2an teman2 disini juga bisa lebih tau lagi tentang ‘isi’ kepala dan hati seorang didot:)

      tahu XO? wah tanggal 1 februari kemaren (ultahku ) aku udah makan itu lagi sama keluarga,hehehehehe

      datang aja dulu ,masih banyak wisata kuliner yg perlu uda coba di jakarta ini… dan saya tau banyak tempatnya:D

    • Wakakak…!!!

      Tahu gak Da, baju yg dipake Didot waktu itu adalah baju yg sama yg dipake pas ketemu aku 2 minggu sebelumnya. Curiganya sih tu baju udah 2 minggu belom dicuci. Jadi wajar kalo Uda rada berasa kurang sreg gitu ama pria satu ini waktu itu😆

      *eiiitttsss……!!! Gak usah jitak gw, Dot! Gw jitak diri gw sendiri aja:mrgreen: *

      • 2 minggu itu waktu yg lama ya lee,hehe. ada beberapa kemungkinan :
        pertama : saya emang belum ganti baju sama sekali setelah 2 minggu ketemu kamu itu.
        kedua : saya punya baju seperti itu ada 20 setel,jadi tiap hari itu melulu keliatannya:D
        ketiga : emang pas ketemu kamu saya lagi pake itu lagi jadwalnya,hehehe

        iya iya gak usah dijitak deh,di traktir makan aja kan lee??:D

  7. Setuju, beauty is only a skin deep and artificial stuff… gampang-lah dibuat-buat dan dikemas.

    • beauty is also in the eye of the beholder ,alias cantik itu relatif tergantung siapa yg melihat.

      tapi kalo jelek itu mutlak katanya,hahahaha

      mudah2an pertemanan kita tulus ya ginko:)

  8. Aku setuju kalau dengan membaca tulisan-tulisan teman-teman blogger, kita bisa sedikit banyak mengetahui kepribadiannya. Karena bahasa tulisan tidak bisa menipu — ya, kecuali dia copas artikel dari manaaaa gitu — berikut dengan komentar-komentarnya di tulisan-tulisan kita.

    Senang berkenalan sama kamu, ya, Dot. Kapan2, kalau aku main ke Jakarta, kamu wajib entertain aku yaa… *teteeupp, minta gratisan.. hihihihihi*

    • kalau sesama teman blogger biar belum ketemu rasanya seperti udah kenal banget ya?? khusus blog ini makanya aku gak mau copas2 dari orang,ini semua murni pemikiran dan hasil membaca tulisan2 lainnya,hehehe

      ditunggu kehadirannya di jakarta ya jeung:D

  9. tapi itu kan kesan pertama dot.. gimana mau tertarik mengetahui isi dalamnya jika bungkusnya saja sudah tidak menarik.. memang bungkus tidak lah penting, tapi bukan berarti tidak boleh tampil menarik bukan?😉

    • iya chi,itu namanya bijaksini eh bijaksana:D

  10. Intinya kita jangan di butakan oleh penampilannya, bukan begitu bang didot? btw pindah rumah ya bang?

    • betul banget… iya nih masih bau cat ya rumahnya??:D

  11. 🙂 akur mas didot..setuju..

  12. semoga Oyen termasuk yang cakep sampulnya dan berbobot isinya..huhehehehehe

    salam kenal dari Mbak Oyen

    • iya nih mbak oyen mah luar dalam oke,hahahaha… udah baca2 blognya emang keren dah:D

      • wah, tiba-tiba kepala Oyen tambah gede neh….xixixixi, punya bapak juga keren loh, thumbs up dah isinya

  13. bunda setuju kita menghargai seseorang karena ”isi”nya bukan ”sampul” nya.
    namun, tetap saja perlu utk menunjukkan kesan pertama yg begitu menggoda he he salah tulis, maaf.
    maksudnya first impression itu perlu juga Mas Didot.
    salam.

    • betul nda,kalo bisa sih luar dalam oke,hehehe….

  14. Kalo bagi saya, baju kebesaran yang saya miliki cuma 2 aja gan : amal dan iman. Baju itu akan saya pake’ terus hingga saya kelak menghadap ALLAH di akhirat…..

    • mantap bajunya!! kalo dicopot gak mungkin sih ,telanjang dong ,eh kafir dong:D

  15. […] judge or not to judge Pernah saya menulis tentang baju kebesaran dan sahabat blogger saya wigati menulis pula tentang lemah lembut , maka oyen sahabat blogger saya […]


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s