Gratiskan tol diatas 10 tahun

Kalau kita lihat dinegara maju (misalnya amerika) ,disana ada jalan yang namanya highway. highway itu dulunya adalah jalan tol yang kemudian digratiskan dan dipelihara negara. tarif tolnya pun setiap tahunnya semakin turun karena sesuai dengan semakin mendekati balik modal,dan lama2 jadi gratis lalu diserahkan pengelolaannya kepada negara setelah mendapatkan sejumlah keuntungan yg wajar atas modal yang ditanam tersebut .

bagaimana dengan di indonesia? hmmm kayaknya selain tambah macet dari tahun ke tahun,juga retribusinya makin tinggi deh. tiap beberapa tahun sekali pasti ada kenaikan tarif retribusi tol (saya belum pernah dengar ada penurunan tarif jalan tol di indonesia) ,dengan berbagai alasan yg menurut saya tidak masuk akal untuk sebuah bisnis yang menurut saya sangat menguntungkan seperti jalan tol ini (minim pengeluaran,pemasukan banyak banget ,gak ada saingannya lagi).

Pengalaman saya dalam dunia bisnis,tidak ada bisnis yg BEP (Break even point/balik modal)- nya dibawah 10 tahun. rata2 bisnis itu 3  – 5 tahun sudah balik modal,ada yg hanya setahun atau 2 tahun,ada juga yg cukup lama sih,bisa sampai 7 – 8  tahun,tapi semuanya pasti dibawah 10 tahun rata2nya. kalau ada bisnis yg balik modal di atas 10 tahun,pasti gak ada yg mau menaruh modalnya di bisnis itu,karena kurang menguntungkan (atau malah rugi) ,soalnya biasanya keuntungan sebuah bisnis selalu dibandingkan dengan bunga bank. idealnya sebuah bisnis itu harus minimal 2 – 3 kali dari bunga bank terkini.

contoh misalnya sekarang bunga deposito itu  7%/tahun ,maka bisnis yg baik haruslah memberikan keuntungan 14 – 21% /tahun (minimal). asumsi kita misalnya 14%/ tahun ,maka gak sampai 7,5 tahun (dapat angka 7,5 tahun itu dari perhitungan 100%/14% = 7,14) sudah dipastikan balik modal. kalau bisnis memberikan keuntungan hanya 7% atau dibawahnya mending kita taruh dibank aja,karena lebih aman ,sebab resikonya lebih kecil dengan hasil yg relatif sama. kalaulah kita mau berbisnis dengan suatu resiko yg lebih besar daripada di taruh di bank,sudah barang tentu kita gak mau dong kalau hasilnya sama,idealnya ya harus lebih besar. karena itu 2 -3 kalinya bunga bank itu adalah angka yang aman,mengingat di bisnis juga ada faktor risiko kerugian yang mungkin harus ditanggung. bigger risk bigger reward,begitulah kurang lebih sebuah prinsip dalam investasi :)

nah terus kalau jalan tol di indonesia udah 10 tahun atau lebih,terus pengusahanya bilang belum balik modal,itu pasti bokis (bohong) lah,lalu kalau pengusaha beralasan lain ,seperti misalnya : tenaga kerjanya mau dikemanain (kalau usaha jalan tolnya ditutup), apa mau nganggur semua? bikinlah proyek baru lagi di luar kota,di kota2 yg masih terpencil dari kota2 besarnya,kita masih butuh banyak jalan tol baru kok,bukan hanya di jakarta dan sekitarnya. gimana di daerah mau maju kalau sarana transportasinya aja susah? indonesia ini luas sekali,masih perlu dibangun jalan2 di pelosok2 yg terhubung dengan kota2 besarnya.

kalau pengusaha bilang lagi ,alasannya karena maintenis (maintenance /perawatan) jalan mahal,maka gratisin aja ,kembalikan ke pemerintah,biar dirawat dengan uang pajak kendaraan yang kita harus bayar mahal itu setiap tahunnya (udah pada tau kan harga mobil di indonesia termahal di dunia?? ). nah ,jadi kalau sampai saat ini jalan tol belum gratis juga,siapa yg diuntungkan? saya yakin jalan tol itu udah pada balik modal semua,bahkan udah untung entah berapa kali lipatnya. hanya beberapa gelintir masyarakat yg diuntungkan oleh usaha jalan tol ini,tapi mereka nekad mengorbankan ribuan pengguna jalan tol setiap harinya dengan terus menaikkan tarif tol (yg seharusnya malah semakin turun bukannya makin naik :evil: ).

Logikanya kalau jalan tol gratis,harga barang2 kebutuhan juga bisa lebih murah,karena produk2nya itu kan butuh dikirim pakai transportasi,dan itu semua pasti memakai jalan tol,karena biasanya dikirim memakai truk2 berukuran besar ke seantero wilayah indonesia. lalu siapa yg diuntungkan? masyarakat banyak akan lebih untung bukan? apalagi kalau daerah jadi terbangun karena ada jalan raya dan jalan tol yg menghubungkan dari kota ke kota seperti highway2 di luar negeri sana.

ok,siapa yg setuju dengan saya? adakah yg mau bikin grupnya di FB,sesuai judul tulisan ini?? ;)

*postingan ini hanya untuk mengungkapkan kekesalan pada kemacetan jalan tol yang semakin mahal setiap tahunnya itu,udah bayar mahal masih juga kena macet,jadi kita bayar buat apa dong? :roll:

About these ads

12 Komentar

  1. kamu aja Dot yang nggalang gerakan FB-nya. tugas yg mampir di blog km adalah promosiin di blog masing…

    Duh, prasa’an kalo mesti ditampar lewat FB mulu baru mulai mikir, mesti berapa banyak gerakan FB ya utk nuntasin masalah2 di Indonesia? Secara permasalahan bangsa kita tuh bnr2 di semua lini kehidupan… *sigh*

  2. emang sich, di indonesia ini tidak ada sensor keuntungan buat para pengusaha, sehingga mereka dengan bebas mencari keuntungan dengan sebesar dan selama mungkin tanpa batas [bisa diwariskan lagi] dan tanpa peduli dengan pihak lain! :D wkwkwk

  3. Logikanya kalau jalan tol gratis,harga barang2 kebutuhan juga bisa lebih murah,karena produk2nya itu kan butuh dikirim pakai transportasi,dan itu semua pasti memakai jalan tol,karena biasanya dikirim memakai truk2 berukuran besar ke seantero wilayah indonesia.

    >> mantep. setujuuuu…

  4. betul sekali SOp
    gw pernah denger klo di negara2 tertentu nerapin tarif menurun (klo smpai gratis sy ga tahu)
    smntara di Indonesia, tarif justru semakin naik
    aneh memang…
    udah gitu, fasilitas jg ga maju2
    huft

  5. [...] Teh Iyha Cempaka Mba Yuli Mba dan Mas Erwinaziz Teh Juli Mba Lia Teh Melly Mas Ahmed Kang Red Mas Didot Mba Ne Mas Blue Mas Lucky Mas Kamay Kang Imam Neng Pege Bang Haris Pendarbintang Bang Pri Mas [...]

  6. Iya, yang aku dengar juga begitu, katanya di negara2 lain jalan tol itu gratis hanya sampai beberapa tahun (smp balik modal) saja yang dikenakan biaya
    Alasan sperti itu memang standart bgt kesannya kaya yg ga ada jalan lain selain membiarkan jalan tol apa adanya pedahal aslinya ada solusinya

  7. Oo… gitu ya itung2annya :D
    Selalu banyak yang protes stiap kenaikan, karena memang memberatkan ya…
    Kalo dijumlah berapa kali bayar dalam seharinya, mungkin gede juga ya…

  8. Kalo saya kok berasa jadi semacam orang yang “kebal” ya lama-lama Mas? Jadi menganggap biasa aja kemacetan, karena udah bingung lagi mau ngapain. Teriak, yang ada juga capek sendiri. Ujung-ujungnya terima nasip. Iya sih, menyuarakan pendapat itu hak kita, tapi ya itu tadi, balik lagi jadi kebal karena udah sering nyoba, mentok-mentok juga, serasa nggak ada yang ndengerin. :(

    • malah jadi semacam “wisata” kemacetan ya….. hahahha….

  9. saya setuju bang dot
    ini apadeh dari Ancol ke Bekasi aja habis 25.000 sekali jalan. Saya baru tau kok bisa mahall beneeerrrrrrrrrrrrrr

  10. Saya lebih suka jika kita sendiri punya data untuk hitungan-hitungan…sebelum kita mengatakan setuju atau tidak. Seperti halnya perusahaan, ada istilah BEP (Break Even Point) setelah itu baru untung..namun juga ada capital expenditure yang harus dikeluarkan setiap tahun. Dengan kondisi jalan tropis yang banyak curah hujan dan debu, maka risiko jalan rusak makin besar di Indonesia, ditambah kendaraan yang melebihi batas maksimal bobotnya.

    Untuk membandingkan keadaan negara kita dan negara lain, kita harus punya data dan angka, baru layak sehingga bisa apple to apple..
    Jadi..saya tidak bisa memihak siapapun, karena memang tidak tahu perhitungannya.

  11. Hmmmm …
    Itung-itungan yang masuk akal juga nih

    Tetapi frankly speaking …
    saya tidak tau sebetulnya berapa modal untuk membangun jalan Tol itu
    dan sesungguhnya berapat tahunkan bisa BEP

    salam saya


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.948 pengikut lainnya.