Kejar mengejar

Belum lama ini ketika saya sedang naik angkot,setelah menaruh kendaraan di bengkel untuk diperbaiki,saya bertanya2 jurusan pulang ke arah rumah saya.

ada dua kejadian yang menjadi catatan saya , yang pertama saya naik angkot yang memang supirnya sruntulan (seradak seruduk dan nyetirnya asal) ,sehingga ketika angkot yg saya naiki memotong jalannya motor seorang bapak2 , sang motor gak mau kalah dengan kembali menyalip angkot ini dan memalangi (menghalangi ) jalannya angkot tersebut ( dengan berjalan agak pelan2 didepannya),terus sang angkot gak mau kalah juga dan kemudian menyalip lagi,sehingga insiden salip menyalip ini berakhir dengan berhentinya sang angkot karena ada penumpang di jalan yg menyetop sang angkot.

Sang motor yg memang berada di depannya ikut berhenti,kemudian mundur sedikit,lalu menggedor pintu angkot sambil marah2,ketika sang supir mulai berlagak bodoh,pengendara motor ini kemudian merogoh sakunya (saya kurang lihat jelas dia mau mengambil apa) ,tapi yg jelas sang supir langsung minta2 maaf (sangkaan kami semua para penumpang angkot tersebut, pastilah sang pengendara motor  punya pistol air atau senjata api atau sejenisnya ) ,lalu setelah dia dimintai maaf ,langsung jalan lagi dan belok gak jauh dari tempat kejadian, masuk ke sebuah kompleks (sekilas nampak seperti kompleks angkatan). kayaknya sih orang itu anggota masyarakat deh,sehingga dia merasa petantang petenteng dengan bawa senjata terus bisa berlaku belagu begitu.

Saya  sendiri memilih untuk gak memihak kepada pihak manapun,supir angkot ini memang jalannya asal2an,nyetirnya ngasal,jadi memang salahnya sendiri kalau diancam orang seperti itu. tapi juga sang pengendara motor itu gak perlu sok belagu gitu kan ya?? apalagi kejadian ini terjadi siang2 di bulan puasa,rasanya kurang pantas banget hal seperti ini terjadi dalam suasana sedang berpuasa.

Nah,tentang kejadian kedua adalah ketika saya menaiki angkot yg lain lagi, dimana supir angkot ini begitu semangatnya mencari uang, sampai2 angkot di depannya ,yg sama jurusannya, disalip olehnya. tapi begitu ada penumpang berhentiin angkotnya,angkot yg saya naiki ini disalip lagi oleh temannya yg baru disalip tadi. kejadian seperti ini berulang beberapa kali,sehingga saya harus sering pegangan yg kuat (dan berdoa tentunya) agar angkot ini selamat,karena ketika menyalip seringkali melewati jalan rusak dan juga melawan arah.

Saya kadang jadi berpikir,mereka mengejar beberapa ribu rupiah,dengan meresikokan  keselamatan angkot mereka dan penumpang mereka,ataupun mungkin menabrak dan merugikan pihak lain yang tentu saja tidak sebanding dengan apa yang mereka kejar tersebut.Dalam teori perbandingan risk : reward ,hal ini tentu saja kurang sebanding,hasil yang mereka usahakan jauh lebih sedikit daripada resiko yang mereka pertaruhkan. bukankah teori ekonomi mengajarkan kita untuk meresikokan sesedikit mungkin untuk hasil yang sebesar2nya?

itu baru dari segi resikonya,belum lagi kalau sampai supir itu mati,gara2 digebukin orang lain,atau sama penumpangnya sendiri,apakah itu bukan konyol namanya? lagipula,kalau menurut saya,bukankah rejeki itu sudah diatur? rejeki kan tidak akan tertukar ya? Allah sudah mengatur rejeki kita masing2 kok ,jadi menurut saya kejar mengejar yang membahayakan jiwa seperti ini rasanya sangat tidak perlu terjadi ,gimana pendapat kalian? atau ada pengalaman serupa dengan saya?

(QS 29 : 60 – 63 ) Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar).

Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba- hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu

Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).

About these ads

11 Komentar

  1. orang bilang, takkan lari gunung di kejar…
    demikian juga, takkan lari rizqi dikejar…

    betul bung,yg lari kalau dikejar itu maling :P

  2. banyak orang yg ga percaya bahwa rizqi itu tuhan yang ngatur…
    kendati kita mabis2an kejar-mengejar rizqi, klo tuhan ga ngasih ya ga bakalan dapat dech!

    dan sebaliknya,kita gak ngejar ,rejekinya datang sendiri lho kadang2 ;)

  3. Inilah mengapa kita harus memahami tentang konsep keimanan kepada Qadla dan Qodar, rejeki, jodoh, maut hanya ALLAH yang berhak menentukan, dan kita hanya mengejar keridloanNya, dengan mengusahakan sesuai apa yang ALLAH tentukan…

    bahwa rejeki sudah digariskan dan tak ada yang perlu dirisaukan… sebuah pemahaman yang menjadikan kita tak pernah putus asa, sabar dan qonaah…. keyakinan bahwa ALLAH tak pernah membuat kita miskin, kita lah yang terbiasa mendefinisikan sebuah kemiskinan… wallahualam…

    intinya usaha dan tawakal aja ya yen? :P

  4. Walaupun rezeki di tentukan oleh Allah, namun kita harus berusaha mendapatkannya. Allah tidak akan memberikan atau membagi-bagikan rezeki kepada manusia tanpa berusaha lebih dulu.

    betul ,kita memang harus berusaha, tapi kadang lucunya rejeki itu yg nyamperin kita,namun tentu saja kalo kita gak usaha juga bisa jadi rejeki itu lepas dari tangan kita :)

  5. hahah ya emang sebel juga kalo ada pengemudi motor ugal-ugalan, gak tau yah kalo dia keserempet jatuh bisa mampus dia.
    btw blogwalking yah :D

    kalau motor ugal2an itu membahayakan nyawanya sendiri terutama,tapi kalau angkot kan ada penumpangnya yg ikut dibawa juga :P

  6. sebagian besar kaya gt kayanyknya skrg deh.. tapi bkn berarti udah ga ada supir angkot yg tertib di jalan kan..
    btw, makasii dah mampir. maaph baru sempet mampir balik skrg :)

    betul,bukan berarti udah gak ada yg tertib,masih banyak yg tertib,jujur,baik hati dan juga sholeh. tapi itu bukan yg saya temui baru2 ini ya…

    pengalaman lain naik bis baru2 ini,pengamennya menyilet2 dirinya sok kebal,terus ngomongnya gak enak ,bilangnya daripada menyilet tas orang atau celana orang,lebih baik mereka melakukan ini (minta duit sambil ngoceh dan menyilet2 tangannya) … ah lebih baik disimpan buat satu cerita baru deh :P

  7. hahha
    tapi kalau lagi bingung ada yang lari ikutan lari pasti
    padahal bukan maling piye jal
    hahhaha :D

  8. Hmm… macet2 gitu sempat2nya kejar2an… *geleng2*
    Memang kadang ada perbedaan mengenai prinsip mengais rejeki pada tiap orang…
    Padahal intinya mesti qona’ah aja kok ya…

  9. mungkin para supir itu ‘lupa’ dot.. kalo rejeki sudah ada yang atur.
    Allah selalu memberikan rejeki bagi mereka yang bekerja keras, cara yang baik, cara yang halal..

    karena banyak yang salah kaprah, korupsi dibilang rejeki..
    termasuk nyetir sembarangan kan juga korupsi tuh.. tidak menjaga amanah keselamatan para penumpang..

  10. realitanya sih seperti itu mas :D apalgi kalau di jakarta..jarang lah yang g kebut-kebutan wkwk makanya memang lebih enak naik kendaraan sendiri

  11. wah, klo sy sih selama tdk ada penegakan hukum yg baik dr aparat
    kita mesti ambil ekuatan kita sendiri mas…
    itu sunnatullah :D


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.949 pengikut lainnya.