Rumah adalah sebuah tempat di hati,bukan sebuah bangunan fisik.
kalau dalam bahasa inggris lebih jelas perbedaanya . Home itu bukan house. home adalah tempat tinggalnya,nah kalau bangunan fisiknya disebut house. tapi kalau di bahasa indonesia ya sama aja,cuma mengenal rumah baik untuk tempat tinggalnya maupun bangunan fisiknya.
Pernah ingat di sebuah tulisan : what money can buy , a house but not a home
ya sebuah rumah memang bisa berada dimana saja,tapi sebuah tempat tinggal yg nyaman itu adalah tempat paling nyaman buat kita kembali pulang,dimana hati kita rindu untuk kembali selalu, saat kita pergi kemanapun,karena disana ada cinta dan kasih sayang keluarga kita yg menanti kepulangan kita.
gimana kiat memilih rumah yg baik? selain harus terjangkau cicilannya oleh kantong kita tentunya
,faktor lain yg paling penting adalah : lokasinya di lingkungan apa?
At-Thabrani meriwayatkan dari Jabir ra dari Nabi Muhammad saw bersabda:
Tetangga itu ada tiga macam: Tetangga yang hanya memiliki satu hak, yaitu orang musyrik, ia hanya memiliki hak tetangga. Tetangga yang memiliki dua hak, yaitu seorang muslim: ia memiliki hak tetangga dan hak Islam. Dan tetangga yang memiliki tiga hak, yaitu tetangga, muslim memiliki hubungan kerabat; ia memiliki hak tetangga, hak Islam dan hak silaturahim.
sebagai umat muslim,kita haruslah memilih lingkungan yg muslim,karena hal ini kelak akan mempengaruhi perkembangan akidah anak2 kita ,dan juga perkembangan agama anggota keluarga kita yg lainnya.
karena selain keluarga,pengaruh lingkungan adalah pengaruh yg terbesar setelah didikan keluarga
jadi jangan asal pilih lokasi ya teman2 ,pastikan itu adalah lingkungan yg terbaik untuk perkembangan jiwa anak2 kita kelak.
anak yg baik adalah investasi kita kelak di akhirat,dan itu bisa kita raih, salah satu jalannya, dengan mencari rumah di lingkungan yg baik.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung kepada Allah daripadanya dengan berdoa:“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari tetangga yang jahat di rumah tempat tinggal, karena tetangga nomaden akan pindah”.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan umat Islam untuk berlindung pula daripadanya dengan mengatakan:“Berlindunglah kalian kepada Allah dari tetangga yang jahat di rumah tempat tinggal, karena tetangga yang nomaden akan berpindah daripadamu”.
40 Comments
Comments RSS TrackBack Identifier URI






Walau rumah saya jelek, tetapi saya paling kerasan di rumah, nyaman rasanya.
biar jelek atau bagus,kalau rumah sendiri itu paling nyaman
xixix betul banget kang

Rasulullah s.a.w bersabda
:”Empat hal yang membawa kebahagiaan, yaitu perempuan salehah, rumah yang luas, tetangga yang baik dan kendaraan yang enak.” (Riwayat Ibnu Hibban)
makasih tambahannya ya
Semoga Cahaya-Nya senantiasa hadir di rumah-rumah kita semua, amiin
amin bundo dentist yg cantik
..
betul, rumah itu bukan dalam artian fisik..
..
rumah yg lebih indah rumah hati yg bersih dan lapang ta
“sesungguhnya tidak akan mencium bau surga orang-orang yang tetangganya tidak pernah merasa tenang dari gangguannya”
saya kurang hafal bunyi haditsnya, maklum kalo pengajian lebih sering menangkap intisarinya aja, hafalannya (abu ghalib) payah banget
gak perlu hafal kok mas abu,yg penting pernah dengar terus tinggal cari lagi ,sekarang kan ada alquran dan hadits digital,atau bisa tanya ke om google
mohon doa restunya, insya Allah beberapa bulan ke depan kami akan pindah rumah, semoga semua tetangga baru kami kelak merupakan tetangga yang berakhlak baik dan berhati mulia, amin…
amin,saya ikut mendoakan ya mas,semoga mas abu dapat tempat yg akan semakin mendekatkan sekeluarga kepada Allah
eniwei, mas didot umahe nang di tho?
nang jakarta mas, deket2 citos tepatnya
setahun (2009) kemaren saya tinggal di Pondok Labu
sering main ke citos, tapi kok ga pernah ketemu mas didot ya?
hehe…
hahaha, saya sejujurnya saya jarang kesana mas,hehehe
ayo ketemu kalau di jakarta ya mas abu
agak susah nyari lingkungan yang benar-benar islami di Jakarta Dot
*pengalaman sayah yg lagi ribet nyari rumah*
iya chi,yah minimal jangan dilingkungan orang2 yg non muslim semua rumahnya,meski rumah itu bagus sekalipun
Saya belum punya rumah, selalu berdoa supaya dimudahkan oleh-NYA untuk mendapatkannya. Rumah idaman….
amin,insya Allah,kabulkanlah doa pakosu ini ya rabb,berikan rumah yg terbaik untuknya
lingkungan yang Islami, untuk semakin menyamankan hati
Semoga kita memulainya dari diri kita, dari seisi rumah kita
amin ya rabb
Rumahku syurgaku….Rumah yang disana kita mendapatkan ketenangan, kalau sudah ketemu kasur…nggak mau bangun lagi, nyaman banget hehehe
hahaha,mbak mel lucu,patokannya nyaman buat tidur ya??
Idih, nggak gitu juga kaleee. Kayak Didot nggak kek Mbak aja huhuhuhu
No, rumah yang buat kita nyaman, klo ada kucing yang bisa diajak main…terus para penghuninya suka pada senyum. Setuju kan ?
hahaha,judulnya penggemar kucing harus ada kucing ya mbak mel??
kalau suka senyum bagus ,asal jangan senyum2 sendiri semua,nanti dikira rumah sakit jiwa lagi
Didot…Didot….
Pengennya nanti klo dah tinggal di rumah syurga….Ntar kucing2 pada ngumpul semua, terus Mbak undang deh teman2 di dunia maya dan dunia nyata, ntar semuanya maen sama kucing. Kan seruuuuu…
hahaha,doraemon ada juga ya mbak kalau nanti di surga?? aku pengen ketemu doraemon lho mbak
Soal senyum, ya harus ada tempatnya dong Dot. Ya, klo Didot mo senyum lepas, selepas lepasnya….pilihan Didot sudah tepat hehehe
hahaha,aku jadi senyum2 sendiri nih baca komen mbak
Teman-teman, ternyata terungkap disini… Didot penggemar Doraemon. hehehe ketauan deh waktu kecil suka nonton doraemon Dot, Doraemon itu pelit lho ngasihin dorayaki. Kalau kucing Mbak nggak, dia mau nungguin ikan
tapi doraemon bisa ngeluarin alat2 yg unik2 mbak,kalau si kucing mbak kan gak bisa??

Boleh deh, kalau nanti Didot mo bertandang ke istana syurganya Mbak, ntar Mbak minta sama Allah nyediain Doraemon plus dorayakinya biar nggak rebutan sama kucing2 Mbak. Kayaknya pamornya Doraemon akan kalah deh sama kucing2 Mbak
wakakakak… aku suka kucing persia yg bulunya panjang2 mbak,insya Allah mau melihara satu kalau boleh nanti di dunia (kalau dibolehin sama keluarga) ,kalau gak boleh di surga aja hehehe;)
Hati-hati, jangan terlalu lebar senyumnya, ntar bisa2 para pengunjung ni blog kebingungan kenapa tuan rumah senyum2 sendiri. Senyum yang benar, tarik sudut bibi kanan-kiri sekitar 2/3 cm, lakukanlah,Dot
haduh susah bener senyum aja mesti diukur pake penggaris mbak??
Bener sih Dot, Doraemon hanya bisa ngeluarin banyak barang, tetapi Doraemon nggak bisa buat senyum, malah buat Nobita jadi males. Kalau kucing Mbak nggak kayak gitu, dia bisa buat Mbak tau tanggung jawab dengan binatang peliharaan
hahaha,iya deh mbak
Wow, kucing Persia, bagus tuh…tapi pemeriharaannya butuh biaya yang mahal (salon, makannya, dll). Biasanya kucing Persia itu males banget kucingnya. Ya, wlo gitu, Mbak doain semoga Didot bisa meliharanya di dunia. Kalau nggak, di syurga juga nggak pa-pa. Ntar kucing Mbak sama Didot temenan ya, kayak yang pemeliharanya hehehehe
amin ,insya Allah pemiliknya tetanggaan kelak di surga ya,hehe
Hehehehe….Dot, yang komen itu Mbak Mel….Sekalian Mbak mau ngenalin blognya temen ke Didot, komen ya
aku juga udah curiga demikian kok mbak mel,dari tulisannya mengarah kesana soalnya
udah mampir ke tekape blog temennya ya mbak
aku pernah posting yang begini mas didot
tapi yang atas aja “rumah adalah sebuah tempat di hati”
bagiku rumah tak penting dimana letaknya
yang penting adalah kenyamanan dan kebahagiaan ketika aku menempatinya
betul ,rumah yg penting nyaman bagi kita,atau bahasa inggrisnya homy
wah, jadi terinspirasi membuat tulisan “Adab bertetangga ala Islam”
nice share .
saya tunggu tulisannya mas usup
Mas Didot, alhamdulilah saya sudah menanggapi komentarmu, silahkan lihat di sini
udah mampir ke tekape ya dan ngasih komen lagi disana
rumahku surga ku..
setuju
rumah itu…, hati (qolb) tempat bersemayamnya semua rasa
kalaulah ia baik maka ia akan memberikan kebaikan, dan kebaikan
itu tidak akan tumbuh jika setiap harinya tidak berada dalam atmosfer
yang baik (lingkungan dan pergaulan)
maka ‘bertetanggalah’ dengan qolb2 yang juga menginginkan kebaikan
maka qolb kita akan menjadi baik pula,, wallahu a’lam :
insya Allah,amin
Home sweet home.
Jangan lupa muliakanlah tamu ketika ada yang berkunjung ke rumah.
tentu saja sop,itu kan perintah Allah
selamat pagi
home kayaknya lebih penting dari house ya.
blog juga bisa jadi home kan.
makanya istilah halaman utama adalah home, bukan house. hehe.
tapi kalo di-Indonesiakan jadi beranda.
betul banget,home itu lebih utama,dan rasanya lebih homy
pernah tuh saya baca istilah, we can buy house, but not home.
di kaskus kalo gak salah.
di lukisan dinding rumah saya juga ada mas ali
kaskuser juga ya gan??
nice share !!
thanks
terima kasih dan mohon maaf
Semoga Nur dan karunia NYA, selalu menyinari rumah kita disini dan disana ( kampung akhirat nanti),amin
salam
amin ,insya Allah
ada lagunya Vanessa Williams yang gue suka banget “You are my home”…. lagu itu bener2 romantiiiss banget. Rasanya gue bisa ganti kata ‘You’ itu dengan apa aja. Bisa pasangan, bisa rumah, bisa Tuhan…. hal2 yang membuat gue ingin selalu pulang dan ‘kembali’.
vanessa william yg paling kusuka adalah yg “saving the best for last” ,sabar menanti kebaikan2 di surga kalau diartikan secara spiritual hehehe
Alhamdulillah lingkungan rumah gue, meski ga ideal tapi masih bisa ditolerir lah. Semoga gue & suami bisa menjaga keluarga kami dari pengaruh2 jelek lingkungan sekitar rumah
insya Allah,dimanapun yg penting jangan lupa pendidikan dan perhatian dari orangtuanya
Yup, Rumah adalah tempat kembalinya segala macam kepenatan diri ya Gan. Nice Posting Gan, Two Thumb Up for this trit
thanks juga gan *salaman
rumahku istanaku
rumahku surgaku
biar rumahnya cuma seperti gubuk tetap berasa seperti istana ,asal hati kita lapang menerima semua dari Allah
Hmm, bener kata pepatah, kita bisa dilihat dari teman-teman kita.
Soal rumah, belom ada rencana nyari. Semoga dapet pasangan yang udah punya rumah aja deh, hahahha *sumpah ini bukan matre*
gapapa kok kalau matre,yg penting pada tempatnya,alias itu sebagai bonus, bukan hal yg paling utama hahahaha
Presepsi rumah dalam pikiran kita, kayaknya sama mas, rumah bagi saya seperti tempat/ sarana didedikasikan untuk pencerahan pemikiran, penjernihan nurani, penyempurnaan akal-budi, spiritualitas dan akhlak demi terbinanya peradaban baru umat manusia, melalui media keluarga sakinah
setuju sama kamu dik
Bener banget mas didot,
Rumah adalah :
Titik awal dari sebuah pembelajaran tentang hidup,
Pembentukan karakter, pengembangan proses sosial-edukasi dan bernaungnya individu dalam ruang lingkup terkecil yang semestinya bernuansa nyaman dan hangat,
agar terwujud sebuah harapan : Rumahku Surgaku… Insya Allah,
Salam
Duta Aurora
Di Tepian Selat Sunda
makasih mas duta,insya Allah kita jadikan rumah sebagai benteng pertahanan akhlak keluarga kita
Rumah yg nyaman membuat hdup kita senantiasa bahagia..:D
tak perlu bagus kok, yg penting nyaman..
hehhe
betul,yg penting nyaman atau kalau dalam bahasa inggris rumahnya homy
alhamdulillaah aq tinggal di kompleks keluarga muslim dan yang punya iltizam utk berislam secara kaffah… ^^ mampir dot ke cirebon nanti..
wah enaknya dirimu nouf,kapan kamu pulang? nanti aku sowan ke cirebon ya
entahlah dot… blom tau tuh kapan nouf fulang… hikzz..
pokoknya kabarin nouf kalau pulang ya,jangan lupa oleh2nya hihihi (teteup kalau oleh2 gak boleh ketinggalan minta
)
Alhamdulillah .. ntar lagi lia pulang ke rumah
Bener mas.. jangan karena rumahnya berada didaerah prestige … tapi lihat lingkungan sekitarnya….^_^
btw.. mau beli rumah atau siap menempati rumah baru nih mas
belum dua2nya tuh dek,cuma mengingatkan diri sendiri biar kelak kalau udah mampu beli sendiri gak asal beli,tapi milih lingkungannya juga
Bener banget ya…
Mau tinggal di kampung atau di perumahan, yang penting lingkungannya baik, kalo bisa dekat masjid, supaya bisa dengar suara azan
betul banget tuh kin
Kalo tinggal di dekat rumahku, parah deh… Semoga Allah Ta’ala memberikan kesempatan pada keluargaku tuk beralih dari lingkungan itu
aku doain ya kin,insya Allah dapat lingkungan yg lebih baik
iya ya baru sadar klo home itu beda ma house, sip sip sip…jadi tau banyak jadi banyak tau
xixixixix…
betul betul betul lingkungan yg baik mempengaruhi perkembangan diri
semoga berguna buat pertimbangan kelak memilih rumah
Lingkungan sekitar tempat tinggal memang sedikit banyak mempengaruhi pembentukan mental pribadi anak2. Selagi kita berada pada lingkungan yang kondusif, Insya Allah akan memberikan dampak yang positif dan manfaat yang tak terhingga
betul mas ifan
setuju Dot…

makanya aku bersyukur banget dapet komplek muslim.. di depan rumah masjid lagi..
aku juga bersyukur kamu dapat rejeki seperti itu na
ada cerita nih dot..
aku punya tetangga dengan 5 orang anak. didikan orang tua nya luar biasa bagus dot.. tiap maghrib dan isya.. mereka bareng2 ke masjid depan rumahku dot.. ya Allah.. adem bgt liatnya… jadi pengen juga begitu suatu saat
subhanallah,aku juga pengen kek gitu na,ngebayanginnya aja udah adem bener ,semoga kita mampu kek gitu kelak ya na
home sweet home
yes
awalnya kami nyaman tinggal di rumah kami di komplek yang tenteram, sampai akhirnya ada keluarga baru yang pindah di depan rumah kami. Orangnya sangat sombong dan tidak pernah bergaul. Sebenarnya itu tidak masalah buat kami, sampai akhirnya tiba-tiba si istri menelponku dan mengatakan aq menyebarkan isu dan menjelek-jelekan dia . Aku sangat bingung…karena aku adalah wanita yang bekerja kantoran, berangkat pagi pulang malam, kapan aku ngrumpi dengan tetangga?. Sampai akhirnya dia mengirim sms yang katanya aku sudah punya suami bagus masih senang dengan suami orang. Kenalpun atau ngobrol dg suaminya pun aq tak pernah. Aq tidak membalas smsnya, karena ku anggap tidak ada gunanya, sampai akhirnya kulaporkan kepada suamiku.
Suamiku menelpon suami nya dan ada menanyakan ada masalah apa. Si suami tak bisa menjawab. Tapi entah mengapa lama-lama si suami sepertinya ikut2an.
Parahnya jika tak sengaja bertemu kami di toko atau ditempat uum si istri akan berteriak-teriak mengatakan aku orang gila, dll.
Karena malu aku tak menjawab dan menghindar, bahkan jika secara tak sengaja bertemu dia akan meludah-ludah tanda jijik kepada kami. begitu pula ibu nya yg sudah tua pun ikut2an, kakak dan tantenya pun ikut2an.
Sebagai informasi suami saya adalah perwira menengah TNI yang cukup berkedudukan, saya sebegai istrinya membantu keuangan keluarga dengan bekerja. Hidup kami sederhana, tidak kaya dan tidak miskin. Bahkan suamiku pun sering diludahi nya.
Sebagai seseorang yang cukup berkedudukna ia tak membalas karena statusnya yg riskan jika ia beraksi maka semua pihak akan menyorotinya.
Akhirnya kami melaporkan kasus ini ke polisi dan sampai saat ini masih dalam proses. Ini adalah cobaan, yg tidak bisa ditebak, siapa yg tau tetangga yang baru pindah itu sangat benci kepada kami. Ia mengatakan kami miskin karena mungkin rumah dan mobil kami yang sederhana.
Allah tidak tidur, aku yakin beliau tahu siapa yang memulai. Semua ini ada hikmahnya dan ada akhirnya.
Robbana attina fidunna hasanah wafil akhirati hasanah wakina adza bannar.
Mohon doanya….amiiin
Wah sabar ya bu …..pasti ada balasan dari Allah…..
Itu pasti karena ibu lebih dari dia….dan dia selalu memperhatikan ibu. Harus bangga bu. Tapi kadang ada orang aneh yang tiba2 saja benci dengan seseorang tanpa sebab apapun.
Tenang bu saya yakin ibu banyak pendukungnya.