To judge or not to judge

Pernah saya menulis tentang baju kebesaran dan sahabat blogger saya wigati menulis pula tentang lemah lembut , maka oyen sahabat blogger saya yg lain lagi menulis juga tentang baju baju yg menipu ,maka kini saya tambahkan lagi tentang nilai – menilai orang lain ini:)

Katanya kita jangan menilai orang hanya dari luarnya saja,tapi bukankah juga penting kalau kita berpenampilan baik dan rapih,sebagai suatu indikasi bahwa kita menghargai diri kita sendiri? bagaimana orang lain mau menghargai kita ,jika kita saja tidak menghargai diri kita ini dengan sesuatu yg pantas?

To judge or not to judge? kenapa harus menilai orang lain? bukankah hanya DIA yang maha menilai yg pantas menghakimi dan menilai kita atau siapapun?

simpan saja penilaian itu buat Tuhan, seperti kata2 Buddha berikut ini :

“what others do and do not do is not my concern , what i do and do not do is my only concern”

Sungguh kawan ,bukan urusan kita menilai orang lain,bukankah lebih baik kalo kita memperlakukan  semua orang sama baiknya ,apakah kepada mereka yg baik sama kita ,maupun yg tidak baik kepada kita?  anda setuju??

About these ads

33 Komentar

  1. Yeah, what other do is not my concern. Tp knapa mulut bawaannya nyela/judge klo liat org yg mnurut gue aneh. Itulah manusia, cm bs omong doang…

    • mas kalo hati itu harus ditata,mulut kita itu akan ngikutin perintah hati. nah hati kita harus bersih supaya yg keluar itu juga bersih. kalo kata aa gym : manusia ibarat teko/ ceret ,apa yg keluar menunjukkan apa yg di dalam. jika isinya kopi maka yg keluar juga akan kopi,jika isinya teh maka yg keluar adalah teh. mari kita sama2 bersihin hati yuk,emang nyela orang itu paling enak,tapi apakah kita boleh mencela orang? mau kah kita dicela? jangan mencela jika tidak ingin dicela,lebih baik kita diam ketimbang mengatakan sesuatu yg tidak baik kan?:D

  2. setuju.. tapi ttg berbuat baik sama orang yg ga baik sama kita, itu susah susah gampang utk dilakuin. mnrt gue, mendingan ditinggalin aja kl kita udh ga mampu baik lagi sama orang itu.. drpd dipaksain tapi malah bete :mrgreen:

    • hahaha… yg bener sih gak begitu bro,tapi kalo kita baru mampu sampai situ ya sah2 aja melakukan hal itu ketimbang kita nanti malah jadi bete terus ngejahatin dia. tapi kalo nasehat itu kan yg bener jadi saya juga kalo ngasih nasehat harus yg terbaik dong? walaupun kita belum mampu ,tapi kita harus tau bahwa itu yg terbaik. semoga kita bisa berbuat baik kepada mereka yg jahat sama kita juga,soalnya itulah esensi spiritual:D

  3. :D seneng, banyak temen..tp kok jd kyk trio kwek kwek y..hehe,
    Btw, mungkin alasan ‘judge’ itu karena kita punya standar ganda 1.Standar absolut dari Allah, yg bilang manusia sama, diukur berdasar keimanan, suka kita lupa, karena sifatnya gak kasat mata, ya Allah, ya imannya.
    2.Standar sesama manusia, tampilan luar, ‘baik&rapi’ misalnya, tapi karena sifatnya ‘keliatan’ ada orang2 yg kebablasan memberlakukan standarnya, gak ingat(atau gak tau) standar no 1.
    Semoga kita selalu dapat reminder standar no 1, jd gak bablas..

    • ahahaha… masak sih trio kwek2,bukannya kita trio macan?? hihihi:D

      semua manusia memang sama di mata Allah,hanya takwanya yg bikin berbeda…

  4. Ustad saya pernah berkata seperti ini : “Sesungguhnya ‘Umar menilai segala sesuatu berdasarkan parameter Al-Kitab dan As-Sunnah. “..

    Yup, saya setuju banget dengan yang satu itu….

    • menilai dengan baik,itu boleh. menilai dengan buruk,semuanya jadi buruk ,dan itu hanya menjelaskan bahwa sebenarnya kacamata kitalah yg kotor saat memandang segala sesuatu:)

  5. I judged people, once.
    Seperti yang pernah aku tulis di tulisan ini, Dot: kulit

    Sampai hari ini, aku belajar untuk tidak menghakimi orang lain, mencoba untuk wearing their shoes… Susah, memang, tapi wajib dilakukan, Dot.. Karena ya, aku sendiri juga nggak mau dihakimi orang atas pemikiran-pemikiranku…

    Oh ya, ada tulisan lagi yang menyinggung soal ini..Someone Else’s Shoes Silahkan kalau mau dikomentari.. :)

    • makasih,saya segera mampir dan baca ya la,tulisan2 lala selalu mencerahkan juga buat saya:D

  6. heheh makasih sudah diingatkann
    ngejudge orang lain seenaknya mungkin klo dikmpus lagi nongkrong gitu jadi kerjaan kek gini hahha
    tapi tuch gambar lucu bener :D

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya he
    salam blogger
    makasih :D

    • emang bener ,salah satu penyakit hati timbul karena terlalu banyak bergaul. jadi kurangi deh nongkrongnya ,lebih baik kita nyari ilmu atau zikir mas. makasih atas kunjungannnya ya:D

  7. menata hati dalam kehidupan tdk mudah, hanya bisa dilakukan oleh orang2 yang tawadhu’ yang mengerti benar, bahwa manusia yang mulia itu dimata Allah swt adalah yang paling bertakwa diantara yg lainnya.
    Semoga kita selalu diberikan hati yg bersih, agar lisan kitapun menyejukkan ketika didengar orang,amin.
    salam

    • insya Allah ,menata hati paling sulit bener itu bunda,kalo liat orang itu kurang dikit kok bawaannya pengen nyela aja,udah gitu berasa lebih baik dari yg lain… ini semua dosa kecil yg tidak kita sadari,merasa lebih baik dari orang lain. insya Allah kita diberi hati yg bersih,sebagai upaya kita untuk berubah dan menata hati kita seterusnya,amin:)

  8. wah kalo kerjaannya emang bagian menilai orang lain gimana ??
    kekkekekek….

    Menilai seseorang secara serampangan emang gak boleh… siapa sih kita yg bisa menilai hati seseorang.. Tapi kalo dari kelakuan, penampilan biasanya mencerminkan keadaan orang tersbut… Mulailah dari diri kita masing2…

    salam kenal

    • Kalau mau menilai ,nilailah yg baik,kalo gak lebih baik diam,kecuali tujuan kita untuk mengkritisi orang itu supaya jadi lebih baik.
      mengkritik dan mencela perbedaannya adalah di niat. kalo mencela cuma mau menjelekkan,kalo mengkritik memperbaiki.
      adapun adabnya mengkritik adalah bicara face to face langsung tanpa ada orang lain,khawatirnya dia malu kalo kita bicara di depan orang lain,jadi bukan berubah tapi malah sakit hati karena keburukannya diketahui orang lain:D

      • yup setuju ama kamu…
        semua itu ada aturannya,..termasuk dalam hal ini
        bukan mengkritik tanpa ada alasan atau mengkrtitik cuma untuk memuaskan ego sesaat… :)

      • yang penting dalam melakukan segala sesuatu niatnya harus baik,bukan karena ego :D

  9. saya bingung harus comen apa

    • nah ini kamu komen hehehe:D

      no comment is a comment you know??;p

  10. Bicara teorinya sih bisa, namun pada kenyataannya, kita masih susah untuk mengenyampingkan hal-2 yg bersifat penampilan. Tak bisa dipungkiri bahwa saat kita berpakaian bagus dan bersih, atau saat kita memiliki jabatan, kita menjadi lebih pede dan bahagia. Ini kan interaksi antar manusia ya, jd memang tidak mudah, kecuali kita sudah sampai pada taraf manusia yang tdk lagi berpikir soal materi, mgkn kita bisa siap dan ikhlas serta bisa memandang semua org dgn hati yang bersih.

    • mbak zee,susah bukan berarti tidak mungkin ya? hehe. memang tidak mudah jadi manusia ikhlas,perlu proses dan pembelajaran panjang,tapi insya Allah kalo mau berusaha bisa. kita perlu hati yg bersih ,itu jelas banget. saya juga belum bisa ikhlas kok mbak,tapi kewajiban saya menyampaikan kebenaran disini,karena target semua manusia adalah ibadah yg ikhlas kepada Tuhannya,karena tanpa keikhlasan ibadah tidak ada nilainya.

      kalo kata guru spiritual saya ” kalo kita pede gara2 naek mobil mercy , pedenya punya siapa? kita atau mercynya??”

      nah kalo pendapat ttg ikhlas yg saya baca di buku : jika engkau tidak jadi ibadah karena takut dilihat maka engkau riya,jika engkau ibadah karena ingin dilihat maka engkau syirik. adapun ikhlas adalah jika Allah menyelamatkan kita dari kedua hal tersebut dalam beribadah kepadaNYA:)

      Wallahualam bishowab

  11. hm, memang bahwa urusan nilai menilai orang itu urusan Allah. apalagi berkaitan ttg bagaimana kita memperlakukan orang lain. jelas, kita tidak boleh membeda-bedakan berdasarkan kulitnya saja.

    tapi aku tetep yakin, kita diberi akal oleh Allah juga untuk ‘menilai’ orang. Misal ketika mencari jodoh, pasti harus menilai orang dong. apalagi Islam sendiri punya standar khusus yang perlu dipertimbangkan. 1. agama
    2. kekayaan
    3. fisik
    4. keturunan

    tetap harus menilai. hanya saja dasar-nya yang perlu dipertimbangkan. tidak hanya menilai dari fisik semata.

    sekian komen dari saya… *halah… * :)

    • bener ya na,kita pasti tetep menilai untuk mencari jodoh,tapi bukan untuk memperlakukan si manusia yg sedang kita nilai tersebut berbeda. ini sekedar ukuran untuk kita memilih calon aja,bukan dalam memperlakukannya berbeda apakah kita suka atau tidak suka kepadanya.

      adabnya jka menemukan orang yg tidak kita sukai adalah : mendoakan supaya lebih baik,tidak mencaci ,dan berlindung kepada Allah agar terhindar dari sifat seperti itu.

      yg menjadi catatan adalah tidak perlu kita bersikap berbeda kepada orang yg kita tidak sukai,mungkin itu aja na:D

  12. sama-sama manusia memang tidak patut menghakimi/mengadili, apalagi sama2 orang berdosa… :)

    • setuju banget,karena itu harus hati hati,karena kita juga masih punya banyak dosa. barang siapa menghakimi dan merasa diri lebih baik berarti dia bersikap seperti iblis yg merasa lebih baik dan sombong kepada lainnya,naudzubillah

  13. Yupz….Memang kita ga pantas menilai orang lain, tapi kita bisa memahami orang lain berdasarkan apa yang kita lihat atau kita dengar dari seseorang. Ada bagian diri kita yang tidak bisa kita pahami, tapi orang lain mengerti tentang semua itu. Mungkin itu bukan suatu bentuk penilaian salah atau benar, tetapi hanya sekedar apa ya?????

    • biasanya kritik itu baik,tapi dengan cara yg baik dan maksud yg baik pula tentunya,jangan lupa saatnya harus baik yaitu saat tidak ada orang lain,agar yg bersangkutan tidak malu atau tersinggung :D

  14. Karena ada standard dan pembanding sehingga ada penilaian, saya rasa begitu.

    Yang menjadikan baik/buruk-nya adalah, menurut saya, penyampaian dari penilaian itu. Ada yang tidak baik seperti menghina, merendahkan. Ada pula yang baik seperti menasehati atau seperti Buddha (memperbaiki diri sendiri sehingga menjadi contoh bagi yang belajar)…

    Saya rasa sama seperti kitab suci, Sehingga menurut saya (dalam Islam) Allah memberikan penilaian-nya melalui Al-Quran. Dan selama menulis ini entah kenapa saya jadi teringat lagu Michael Jackson “Man In The Mirror”…

    Oke, cukup.

    • maksud yg baik harus disampaikan dengan cara yg baik pula,gak bisa gak. kadang orang menilai hanya untuk merendahkan orang lain,ini yg gak boleh. kalo menilai kemudian maksud kita memperbaiki terus kita beritahu dengan santun rasanya itu baik dan perlu banget ya??

      • “kalo menilai kemudian maksud kita memperbaiki terus kita beritahu dengan santun rasanya itu baik dan perlu banget ya??”

        Pastinya.

      • itu benar,tapi cara memberitahunya juga tidak kalah penting agar esensi yg mau disampaikan bisa diterima dengan baik. utamanya jangan didepan orang lain,harus berdua aja atau kalo kata om tukul fis tu fis :D

  15. tidak enak rasanya diremehkan orang lain, maka jangan pernah sekalipun meremehkan orang lain, sekecil apapun…

    ya, alangkah baiknya kita selalu memperhatikan penampilan kita, tidak melulu penampilan orang lain, terutama penampilan saat menghadapNya, jangan sampai penampilan kita di pesta mengalahkan penampilan kita saat bersujud di hadapanNya, bukankah pujian terindah adalah pujian dariNya?


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • follow di twitter

    • @MoePaker sbg yang mendalami keduanya,anehnya banyak kesamaan diantara keduanya dari sisi spiritualisme. Jadi tidak bertentangan meski beda 1 day ago
    • Dapat dipastikan kalau ada yang bertanya kamu 'islam apa' atau 'yoga apa' itu pasti belum tahu sejarahnya islam atau yoga,alias awam banget 2 days ago
    • Rupanya hal yang sama juga dialami oleh yoga,awalnya hanya ada 1 jenis yoga,lalu muncullah beberapa cara memahaminya yang berbeda 2 days ago
    • Apalagi sekarang semakin jauh dari sumber ilmunya,semakin banyak lagi pemahaman2,bahkan sampai ada muncul aliran2 yg sesat macam JIL 2 days ago
    • Mulailah ada mazhab2,karena dalam memahami sebuah dalil yang sama ternyata bisa timbul berbagai interpretasi. 2 days ago
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.946 pengikut lainnya.