Peraturan Blog

Jika anda berkunjung ke blog saya ini,berarti anda setuju dengan peraturan di blog ini,yaitu untuk sopan dan santun dalam berbahasa,tidak mencela pendapat yang lainnya,berdiskusi secara sehat bukan terjebak kedalam perdebatan. pemilik blog berhak menghapus ataupun mengedit komentar bila dirasakan perlu tanpa perlu memberikan alasan apapun, terutama bila tidak ada kaitannya dengan postingan.

balasan komentar tidak wajib diberikan pemilik blog,karena kesibukan untuk menulis dan mempersiapkan tulisan2 lainnya,namun sebisa mungkin akan dibalas sesuai dengan waktu yang tersedia. terimakasih karena telah bersedia mampir ke blog ini,semoga kita dapat berkembang bersama dengan ilmu yang dibagi disini :)


Jika perumpamaan blog adalah seperti rumah,maka setiap rumah punya aturannya masing2,hargailah aturan setiap rumah,karena anda juga ingin dihargai dirumah anda sendiri bukan?

 

semoga berguna

Siapakah Allah?

Siapakah Allah?

Allah adalah Tuhan pencipta langit dan bumi beserta isinya,tidak ada sesuatu pun yang ada di dunia ini kecuali merupakan ciptaan Allah. Allah selalu ada dan akan selalu ada,Dia tidak diciptakan sebagaimana mahlukNya. Perbedaan Pencipta dan yang diciptakan sama seperti pelukis dan lukisannya.

QS 13:16 Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah.” Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?.” Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.”

QS 26: 24. Musa menjawab: “Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya (Itulah Tuhanmu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayai-Nya.”

Lho itu kan ditulisnya di quran? Trus darimana kita tahu kalau al quran itu benar dari datangnya dari Tuhan yang menamakan diri sebagai Allah?

Jika kita mencari berbagai nama Tuhan dalam kitab suci agama besar di dunia ini,maka akan kita dapati bahwa ternyata nama-nama Tuhan itu ada yang mempunyai kesamaan.  Dalam bahasa ibrani kita dapati nama Elohim, atau kadang disebut Elo atau Ela dan terkadang cukup disingkat menjadi El atau Elah atau Alah. Dan cara pengucapan Alah atau Elah ini sebenarnya mirip dengan Allah yang disebutkan umat islam.Ketika Isa di kayu salib di alkitab dimana disebutkan di surat matius 27:46 dan markus 15:34,yesus berkata :  “Eloi, Eloi, Lama Sabacthani”

Perlu diketahui bahwa bahasa ibrani dan bahasa arab itu masih bersaudara sangat dekat,sehingga jika kata-kata tersebut di terjamahkan dalam bahasa arab akan menjadi “‘Allah ,Allah, Lama Sabachtani”  (Allah,Allah ,mengapa Engkau meninggalkan aku?)

Jadi jelas bahwa Eloi adalah nama yang sama dengan Allah dalam bahasa yang berbeda,sama halnya seperti nama Ibrahim (arab)  dan Abraham (ibrani) ,ataupun David (ibrani) dengan Daud (arab).

Saya ambil sebagian penjelasan diatas tadi dari website Dr Zakir Naik

Allah Subhana Wa Taala’,as explained in my talk… is an appropriate name for ‘Allah Subhana Wa Taala’ – ‘Almighty God’. Is this name ‘Allah’ mentioned anywhere else in the other Religious Scripture? If you analyze, most of the Religious Scriptures which have concept of Almighty God – somewhere or the other, most probably, one of the attributes of God  Almighty is ‘Allah Subhana Wa Taala’. For example, if  you read the Bible – in the  Hebrew language, they call ‘God Almighty’ as ‘Elohim’. ‘Him’ is a sign of respect in the Semitic languages. So actually it is  ‘Elo’. ‘Elo’ for God. And if you read the Bible Old

We Muslims prefer calling God by arabic word Allah

Testament also, it says, for God,  ‘Elo’, or ‘Ela’. And in the English Bible, revised by Reverend Scofield – he gives the spelling of ‘Ela’ as alternatively, either as ‘El’ or ‘Elah’ or ‘Alah’. It is pronounced as ‘Elah’, ‘El’, ‘Elah’ or ‘Alah’. We Muslims when we write in English ‘Allah’, – we write ‘Allah’ But Reverend Scofield wrote ‘Alah’. They pronounce ‘Elah’, we pronounce ‘Allah’. When I was in school, I was taught T-O to, D-O… do, G-O… GO, is what? Not goo… it is go. I was taught B-U-T…  but, C-U-T… Cut, N-U-T… Nut, P-U-T… not Put…But. I said…‘What sort of a language is this?’ They said…‘No, you have to say B-U-T… but… not boot’. And if I have to pass the examination, even I say ‘BUT’ – ‘but’. Go – is not goo – it is go. I have to, because its their language. Similarly we know how to pronounce correctly – ‘Allah’. They say ‘Alah’- we say no problem. The right pronunciation is ‘Allah’. Later on when Reverend Scofield realized what he had done – that he is coming closer to the Qur’an – may be people took objection – In the Revised Edition that thing is taken out – ‘Alah’ is taken out. So now when you get those copies… English Bible – only ‘El’ and ‘Elah’ is there – ‘Alah’ is not there. But inspite of that, yet Alhamdulillah, by the Grace of Allah Subhana Wa Taala in every Bible, yet the name of ‘Allah’ is there. Because according to the Bible, when Jesus Christ (peace be upon him) allegedly he was crucified – its mentioned in the Gospel of Mathew, Ch. No. 27, Verse No. 46, as well as the Gospel of Mark, Ch. No. 15, V.No.34 – when he was put on the cross, he cried out ‘Elai Elai Lama Sabac thani’- so as to say ‘Oh God, Oh God, why have thou forsaken me.  ‘If you analyze and ask them that – what is, ‘Elai, Elai Lama Sabacthani’. It is a Hebrew quotation, but it has been maintained – even in the English Bible. It has been maintained. And then they translate… ‘Elai Elai Lama Sabacthani’… ‘Oh God, Oh God, why have thou forsaken me?’. Some people say… ‘the name of God is ‘Jehovah’. So I ask them, ‘does ‘Elai Elai Lama Sabach thani’ – sound like ‘Jehovah ‘Jehovah’ why has thou forsaken me? They say… ‘No’. Does it sound like ‘Jesus… Jesus (peace be upon him), why has thou forsaken me?’. They say… ‘No’. Hebrew and Arabic language are sister languages. If you translate… ‘Elai Elai Lama Sabactani’ into  Arabic… it is ‘Allah Allah Lama Sabachtani’.  Does it sound similar? – Yes! Why? – Sister languages.  And the best part of it is that, the Bible has been translated into more than 2000 different languages – and in every language, this quotation is verbatim… the same… ‘Elai Elai Lama Sabachtani’ Whether it is a  Tamil Bible, Chinese Bible, Hebrew Bible, any Bible – this Hebrew quotation has been maintained, and the  word ‘Allah’ (Subhana Wa Taala) is there, in each and every translation of the Bible. This word ‘Allah’, – the Guru Nanak, one of the attributes he gave to God, is ‘Rahim’- Also he gave ‘Allah’. If you read the Hindu Scripture Upanishad – one of the Upanishad is called as the ‘Allo Upanishad’, and God Almighty is called by ‘Allah’ several times. Even in Rigved…even if you read the Rigved, the  name of ‘Allah’ (Subhana Wa Taala) – one of the attributes is given in Book No. 2, Hymn No.1, Verse No. 11 – the  name – one of the attributes of God Almighty as, ‘Allah’. They write it as ‘Ila’. But when you pronounce it, we have to tell them – Pronounce  it as Allah.

Ternyata bukan hanya dalam bahasa ibrani saja,bahkan hampir semua bahasa yang memanggil Tuhan,meskipun penulisannya sedikit berbeda seperti Ila ataupun Allo tetap saja harus dibaca berbunyi  Allah sebagaimana umat islam membacanya Allah (Awloh).

Dr Zakir juga menulis berikut ini tentang keunikan nama Allah

The Muslims prefer calling the Supreme Creator, Allah, instead of by the English word ‘God’. The Arabic word, ‘Allah’, is pure and unique, unlike the English word ‘God’, which can be played around with.

If you add ‘s’ to the word God, it becomes ‘Gods’, that is the plural of God. Allah is one and singular, there is no plural of Allah. If you add ‘dess’ to the word God, it becomes ‘Goddess’ that is a female God. There is nothing like male Allah or female Allah. Allah has no gender. If you add the word ‘father’ to ‘God’ it becomes ‘God-father’. God-father means someone who is a guardian. There is no word like ‘Allah-Abba’ or ‘Allah-father’. If you add the word ‘mother’ to ‘God’, it becomes ‘God-mother’. There is nothing like ‘Allah-Ammi’, or ‘Allah-mother’ in Islam. Allah is a unique word. If you prefix tin before the word God, it becomes tin-God i.e., fake God. Allah is a unique word, which does not conjure up any mental picture nor can it be played around with. Therefore the Muslims prefer using the Arabic word ‘Allah’ for the Almighty. Sometimes, however, while speaking to the non-Muslims we may have to use the inappropriate word God, for Allah.

Subhanallah ternyata nama Allah saja sangat unik dan luar biasa memukau,tidak ada padanan dan berdiri sendiri sebagaimana ke-MahaKuasaanNya

Mengenal Tuhan

Sebelum kita membahas tentang berbagai agama mari sejenak kita mengenal sosok Tuhan,Tuhan yang kita bahas ini seharusnya sama,karena Dia yang menciptakan saya pasti juga adalah Dia yang menciptakan anda,tidaklah mungkin pencipta kita berbeda,meski keyakinan tentang siapa yang menciptakan kita tidaklah harus sama.

Tuhan itu apa sih?

Penjelasan berikut saya ambil dari Wikipedia :

Tuhan adalah zat yang memiliki kekuasaan, kemampuan untuk mengubah, mengatur dan menguasai atas (segala) sesuatu yang lain

Manusia memiliki kemampuan terbatas, kesadaran dan pengakuan akan keterbatasannya menjadikan keyakinan bahwa ada sesuatu yang luar biasa di luar dirinya. Sesuatu yang luar biasa itu tentu berasal dari sumber yang luar biasa juga. Dan sumber yang luar biasa itu ada bermacam-macam sesuai dengan bahasa manusianya sendiri. Misal TuhanDewaGodSyang-tiKami-Sama dan lain-lain atau hanya menyebut sifat-Nya saja seperti Yang Maha Kuasa, Ingkang Murbeng Dumadi, De Weldadige, dan lain-lain.

Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri, yaitu:

  • menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan, dan
  • menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dll yang diyakini berasal dari Tuhan.

Dengan demikian, agama adalah penghambaan manusia kepada Tuhannya. Dalam pengertian agama terdapat 3 unsur, ialah manusia, penghambaan dan Tuhan. Maka suatu paham atau ajaran yang mengandung ketiga unsur pokok pengertian tersebut dapat disebut agama.

Kalau definisi saya pribadi Tuhan itu adalah tempatnya mahluk (ciptaanNya) bergantung ,karena mahluk itu lemah dan butuh suatu bantuan diluar dirinya untuk dapat tetap bertahan hidup.  Kata mahluk sendiri berarti sesuatu yang diciptakan,karena itu semua mahluk adalah hasil ciptaan Sang Maha Pencipta.  Misalnya saja bayi,bayi selalu butuh orangtua untuk membesarkannya,karena tidak mungkin bayi dapat mengurus dirinya sendiri ketika baru lahir,jadi manusia sudah butuh orang lain (orang tua) untuk mengurus dirinya sejak dari lahir. Betapa lemahnya manusia ,dia tidak akan mampu bertahan tanpa bantuan sesuatu di luar dirinya.

Nah sekarang bagaimana dengan manusia yang pertama ada? Tentu butuh orang lain untuk mengurusnya bukan? Lalu siapa yg mengurus manusia pertama tadi?  Pertanyaan ini  hampir sama esensinya dengan menjawab mana lebih dulu antara ayam dan telur?

Dari berbagai literatur dan kitab suci agama samawi (Yahudi,Nasrani dan Islam), tentang manusia pertama yang diciptakan ,kita akan dapati ada kesamaan informasi bahwa Tuhan menciptakan Adam lalu Hawa (bahasa inggris : Adam and Eve) ,kemudian dari mereka berdua lahir keturunan anak manusia. Sampai disini tidak ada pertentangan diantara agama samawi.

Selanjutnya jika bicara mengenai Tuhan,terkadang ada orang yang suka mempertuhankan sesuatu,misalnya mempertuhankan ‘uang’ dengan mengatakan “saya tidak bisa hidup tanpa uang”. Padahal kalau kita mau lebih kritis kita harusnya bertanya ,benarkah pernyataan tersebut? Dulu manusia bisa hidup tanpa uang,ya dulu sekali manusia memakai cara barter sebelum mengenal alat tukar yang namanya uang.  Jadi kalimat “Saya tidak bisa hidup tanpa uang” sudah jelas sekali salah,karena manusia pasti bisa hidup tanpa uang.

Ada pula orang yang sering mempertuhankan hal lain,misalnya rokok ,dengan mengatakan “saya tidak bisa hidup tanpa rokok” ,ah kalau ini sih sudah jelas ngawur,rasanya saya belum pernah mendengar ada manusia yang merokok sejak bayi,karena kebanyakan orang mulai merokok di usia SMP- SMA ketika mulai mengenal pergaulan yang kurang baik dan melihat lingkungan sekitar yang mempengaruhi.

Banyak lagi hal lain yang kadang suka ditempatkan seakan tuhan dengan menggantungkan hidup matinya pada hal tersebut. Maka berdasarkan definisi ketergantungan ini kita bisa sebut Tuhan ada banyak,karena ternyata ada Tuhan Uang,Tuhan Rokok ,Tuhan Jabatan (mereka yang untuk mendapatkan suatu jabatan tertentu berani menggunakan segala cara yang kotor dan tidak sesuai perintah agamanya) ,belum lagi ada Tuhan-Tuhan lain seperti Tuhan agama Hindu yaitu dewa Wisnu,Siva dan Brahma, serta Tuhan agama Budha yaitu Sidharta Gautama,serta Tuhan agama kristen yaitu Tuhan Yesus,Tuhannya agama Islam yaitu Allah ,dan masih banyak lagi Tuhan-Tuhan lainnya. Tuhan itu banyak sebanyak agama yang ada di dunia ini,bahkan lebih karena manusia suka mempertuhankan sesuatu yang bahkan tidak pantas dijadikan Tuhan.

Tuhan versi manusia memang banyak,tapi Tuhan yang asli tentu saja hanya satu. Lalu yang manakah Tuhan yang satu itu? Apakah Dia memberikan kita petunjuk untuk mengenalNya ataukah Dia hanya cuek saja seperti ada dan tiada, lalu dimanakah Dia berada? Kalau Tuhan itu ada mengapa banyak persoalan di dunia ini yang tidak kunjung selesai?

Bahkan untuk hal sesederhana seperti dimana Tuhan berada saja manusia berbantah-bantahan satu sama lainnya. Kebanyakan manusia menyebut Tuhanku yang maha tinggi berada di atas langit. Lalu dimanakah ‘atas’ itu? Sebab apa yang diatas bagi sebagian penduduk bumi adalah bawah bagi sebagian penduduk bumi yang lain,jelas aja karena bumi ini kan bulat! Jadi mana yang atas dan mana yang bawah? Jika anda semakin bingung maka itu bagus,berarti anda sedang berpikir,dan jika anda berpikir maka anda akan mencari,dan jika anda mencari mudah-mudahan anda menemukannya

Sebut saja Allah,umat muslim biasa menyebutnya demikian, apakah Tuhannya umat muslim ini mampu mengangkat sebuah gunung? Ah jangankan gunung,yang lebih besar pun pasti  Dia sanggup. Bagaimana dengan mengangkat mobil? Pasti sanggup juga. Lalu bagaimana mengangkat layar komputer yang sedang anda baca ini? apakah DIA sanggup?  Tapi mengapa ketika saya melemparkan layar ini dan berkata agar Tuhan menangkapnya layar ini malah jatuh? Jadi dimana Tuhan yang katanya kuat dan serba bisa itu?

Maaf jika bab ini saya tutup dengan berbagai pertanyaan,jika anda penasaran ikuti terus tulisan ini selanjutnya

Semua pernah salah,semua bisa salah

 

Adakah kebenaran sejati? Mengapa ada banyak agama di dunia ini? mana yang benar ,dan mana yang salah?  Bisakah kita sungguh mendapatkan kebenaran itu? Tentu saja bukan sebuah kebenaran yang memperturutkan hawa nafsu di dalamnya? Ah jangan-jangan tulisan ini pun ada hawa nafsu ingin membenarkan apa yang sudah diyakini selama ini,mungkin begitu bisikan hati para pembaca saat ini

Kita semua memang hidup dengan keyakinan masing-masing,karena itulah maka timbul perbedaan,karena ada perbedaan keyakinan. Tapi kebenaran sejati haruslah tak berpihak pada keyakinan semata,kebenaran sejati haruslah didukung oleh fakta dan sejarah yang tak terbantahkan.

Keyakinan bisa berubah,karena sebuah keyakinan bisa jadi salah,sebagaimana dulu manusia pernah ada yang punya keyakinan bahwa bumi itu bukan bulat,tapi seperti bentuk sebuah meja,dimana jika kita berlayar terus ke pinggirnya maka kita akan jatuh.  Dulu juga manusia ada yg berkeyakinan bahwa bumi itu adalah pusatnya alam semesta ,namun ternyata dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan akhirnya keyakinan ini berubah  juga. Saat ini rasanya tidak ada lagi manusia yang tidak tahu kalau bumi itu bulat dan matahari adalah pusat tata surya kita,dan planet kita bumi berputar mengorbit matahari. Jadi prinsipnya sebuah keyakinan bisa berubah,dengan adanya bukti-bukti baru yang berlawanan dengan keyakinan yang lama. Jika setelah bukti tersebut dikemukakan keyakinan masih tidak percaya maka inilah yang dikatakan kebodohan (ataupun kesombongan),karena menolak kebenaran.

Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan. Kesombongan itu ialah menolak kebenaran dan menghinakan orang banyak. (HR Muslim)

Saya dan anda bisa salah,jadi mari kita merenung bersama apakah pilihan yang kita ambil atau dipilihkan orang lain untuk hidup kita telah benar.

Persiapan untuk buku

Postingan mulai hari ini dan ke depan di blog ini sementara akan saya fokuskan kepada postingan untuk buku yang sedang saya siapkan. Intinya adalah bagaimana menemukan agama yang benar dengan logika dan bagaimana membedakan kapan kita harus memakai akal sebagaimana qur’an sering mengajarkan kita “afala ta’qilun’ (mengapa kamu tidak berpikir) atau “afala tadzakkarun” (mengapa kamu tidak mengingat/merenungkan) ,serta kapan kita harus ‘sami’na wa atho’na’ (dengar dan taati). 

 

Memilih masjid

Sholat berjamaah di masjid bagi para ikhwan sangatlah dianjurkan,ada sebagian ulama yang mewajibkan,dan sebagian lagi pun mengatakan sbg sunnah muakkad,yaitu sebuah sunnah yang sangat ditekankan,jadi bukan sekedar sunnah biasa.

Pada dasarnya memilih masjid (tempat sujud) atau mushola (tempat sholat) manapun sama,selama mudah melaksanakannya,meski ada anjuran berikut :

“Hendaknya seseorang shalat di masjid yg dekat dengannya, dan jangan mencari-cari masjid lain” (HR. Ibnu Hibban)

hanya saja perlu diingat bahwa semakin jauh masjidnya maka akan semakin besar pula pahalanya,sesuai hadits dari Abu Huroiroh berikut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَطَهَّرَ فِى بَيْتِهِ ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ لِيَقْضِىَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً وَالأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً “Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu dia berjalan menuju salah satu dari rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapuskan dosa dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim no. 1553)

Dari hadits diatas maka jika masjid/mushola tsb ada adzan sudah selayaknya kita mendatangi panggilan sholat tsb dgn menghadiri sholat berjamaah

Hadits tsb juga memberikan pesan pada kita bahwa bahkan orang buta saja tidak diberi keringanan dari mendatangi panggilan sholat berjamaah,dan hadits ini dpt menjadi dalil bahwa yang menjadi patokan utk mendatangi sholat berjamaah adalah terdengar atau tidaknya suara adzan,bukan dari status tempat tsb sbg masjid atau mushola.

Adapun untuk pemilihan masjid jika kita termasuk beruntung karena banyak masjid yg berada dekat rumah,maka faktor lain yg dapat menjadi pertimbangan adalah :
adakah majelis ilmu yg sering diadakan di masjid tsb? Selain itu bagaimana masjid tsb dalam menjalankan sunnah2?

Masjid yg mempunyai imam tetap yg dipekerjakan juga biasanya lebih baik daripada yg tidak,karena lebih terorganisir tentunya.

Akan tetapi semua kembali ke diri masing2, yg penting prinsipnya adalah memudahkan kita dalam beribadah sesuai kemampuan kita sesuai prinsip ‘yassir wa laa tu’assir’

Berbanding tak berbatas

Jika saya bertanya kepada anda,apabila anda mempunyai bisnis yg menghasilkan keuntungan bersih senilai 100jt/bulan ,apakah itu termasuk keuntungan yang besar atau tidak? Biasanya kebanyakan orang akan menjawab besar,karena tentu masih sedikit orang yg punya gaji sampai 100jt/bulan atau lebih. Kebanyakan orang tertipu dgn angka keuntungan yg besar,padahal sebenarnya utk menghitung besar kecilnya keuntungan tersebut haruslah dibandingkan dgn modalnya agar kita dapat menilainya besar atau kecil. Jika modalnya 1 triliun atau lebih,tentu laba bersih 100jt/bulan menjadi kecil,dan jika modalnya hanya 1 miliar atau dibawahnya,tentu 100jt/bulan bernilai cukup besar,karena hanya dalam tempo kurang dari setahun bisnis tersebut telah balik modal,atau berarti jika dihitung prosentase ROI (return on investment) maka bernilai lebih besar dari 100%/tahun. Sedangkan bunga bank deposito hanyalah berkisar dibawah 10%/tahun,berarti bernilai lebih dari 10kali lipatnya apa yg ditawarkan bank.

Maka jika kita renungkan pantaslah jika Allah berfirman dalam alqur’an bahwa hidup di dunia itu singkat,karena perbandingan 1 hari di akhirat adalah 1000 tahun di bumi,dan kita semua sudah tahu kelak surga-neraka itu keberadaannya abadi alias kekal. Maka dalam ilmu perbandingan,berapapun yg dibandingkan menjadi relatif amat sangat kecil,karena dibandingkannya dgn suatu bilangan yg tak berbatas.

قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَ
Artinya: “Katakanlah: ‘Kesenangan di dunia ini hanya sedikit dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa” (QS 4 : 77)

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. (QS. 32:5)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Allah! Perbandingan dunia dengan akhirat adalah seperti seseorang dari kalian yang memasukkan satu jarinya ke laut,hendaknya dia melihat,seperti apa jari itu kembali (HR Muslim)

Inspirasi kebaikan

 

Sekarang ini banyak profesi inspirator,atau dulu terkenal dengan nama motivator. Secara umum ketika kita bicara inspirasi maka akan terbayang oleh kita inspirasi kebaikan. Apapun namanya baik motivator atau inspirator, mereka ini adalah orang yang berada di gerbong terdepan yg mengajak kepada kebaikan.  Orang yang menginspirasi membuat orang lain yang melihatnya jadi ikut mencontoh dan bahkan terkadang melebihi dari sang inspirator tersebut.

Namun perlu diketahui tidak semua inspirasi itu baik,sebab ada pula inspirasi keburukan sebagaimana ada motivator kegelapan (baca :motivator yg ngajak maksiat). Contohnya saja ketika kita membaca berita tentang seseorang yg menipu orang lain dan berhasil mendapatkan uang ratusan juta,bisa jadi berita tersebut malah menginspirasi banyak orang lain utk ikutan juga berbuat jahat,mereka2 yg tadinya tidak terpikir berbuat bisa jadi malah terinpirasi juga untuk ikut melakukan kejahatan.

Saya ingat beberapa kasus ,misalnya kasus John Weku,seorang yg memeras para wanita panggilan,para korbannya adalah wanita panggilan papan atas,selain mereka di perdaya dengan ‘dipakai’ tubuhnya,harta mereka pun terkuras habis karena ditodong pisau setelahnya. Para korbannya pun banyak yg tidak berani melapor karena pekerjaan mereka masuk kategori ‘memalukan’ dan aib jika tersebar luas beritanya,barulah setelah korban cukup banyak akhirnya ada korban yg berani melaporkan,parahnya para germo atau maminya pun ada yg sekalian diperdaya habis juga oleh si John ini.

Masih banyak sekali inspirasi kejahatan yg terjadi yg sering diberitakan media massa tanpa sadar. Koruptor yg hanya dihukum ringan padahal korupsinya milyaran,tentu ini sangat mungkin sekali menginspirasi banyak orang utk korupsi juga.  Bahkan sinetron2 kebanyakan yang tidak mendidik,tentu menginspirasi juga banyak penikmat layar kaca untuk kena ‘didikan’ tidak baik tersebut

Selain itu masih ada pula para motivator kegelapan yg bekerja secara sadar dan professional,mereka ini adalah para pekerja yg bekerja di dunia malam ,mungkin sebagai manajer klub malam ataupun para pembuat acara maksiat lainnya, untuk membuat acara yang menarik yang dapat menjerumuskan lebih banyak orang kepada kemaksiatan. Bahkan untuk masuk neraka pun mereka melakukannya secara professional dan terorganisir dengan rapi.

Beberapa hari lalu ada acara di mata najwa,sebuah acara yg dipandu oleh najwa shihab,yg bertajuk Penebar inspirasi, disana ada beberapa tokoh yg diwawancara bersama dalam sebuah talkshow menarik,antara lain : Jokowi  , Jusuf Kalla , Anies Baswedan, Ganjar Pranowo,dan Abraham Samad. Di akhir acara kesimpulannya mengatakan saat ini kita kekurangan tokoh inspirasi (kebaikan),dan lebih banyak tayangan yg bersifat negative sehingga masyarakat cenderung pesimis dengan keadaan saat ini, padahal sejujurnya saya yakin masih banyak pelaku kebaikan di luar sana yg bekerja sepenuh hati tanpa pernah terliput oleh media.

Sayang memang kondisi media sekarang lebih senang berita2 negative,berita yg controversial untuk diangkat lebih menjual buat mereka,sehingga hal itu pada akhirnya ikut membentuk pola masyarakat kita juga. Seharusnya media lebih banyak meliput berbagai prestasi masyarakat daripada melihat berbagai ‘wanprestasi’ masyarakat.  Kondisi seperti ini ibarat orang yang selalu melihat segala sesuatu secara negative sehingga efeknya orang tersebut jadi ikutan berbuat negative juga.

Maka saya setuju dan sependapat bahwa kita memang butuh banyak inspirasi ,tapi bukan sekedar inspirasi, melainkan inspirasi kebaikan,karena sebuah kebaikan itu menular seperti halnya sebuah kejahatan pun sama menularnya.

Semoga tulisan ini pun jadi inspirasi untuk anda berbuat baik,karena saya bukanlah inspirator,saya cuma muak dengan berita2 di media yg ‘kotor’

 

Salam inspirasi :)

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.949 pengikut lainnya.